Dia Maduku

Dia Maduku
Kisya Abiyu part 5


__ADS_3

Pukul 20.00 Kisya baru menyelesaikan kelasnya,terpaksa ia harus pulang menggunakan taksi,karna ponselnya mati,dan tidak bisa menghubungi Abiyu untuk menjemputnya.


30 menit perjalanan dari kampus menuju Apartemen,akhirnya taksi yang ia tumpangi sampai di depan Apartemennya. "Makasi ya pak." Ucapnya setelah memberikan ongkos,ia pun turun.


Baru saja Taksi itu pergi,mobil Abiyu berhenti di depannya. "Abiy..?"


Cukup terkejut saat Kiran dan Putrinya keluar dari mobil. "Bunda.." Kayla langsung memeluknya.


"Kalian dari mana?" Tanya Kisya sedikit terheran.


"Kita habis makan bunda,jalan-jalan di mall,sama naik apa tadi kak?" Bertanya pada Kiran karna tidak mengetahui kendaraan yang tadi ia naiki untuk berkeliling Monas.


"Apa namanya ya? Mungkin odong-odong kali ya." Saut Kiran yang ia sendiri pun tidak tau apa namanya.


Mereka tertawa lepas,tapi entahlah,hati Kisya terasa perih saat melihat kedekatan mereka yang semakin hari semakin dekat.


Abiyu masih duduk di dalam memegang kendali stir kuat-kuat. "Abiy..ko diem sih? mobilnya gak masuk ke parkiran?"


"Masuk.." Titahnya,dengan suara sedikit membentak.


Kisya mengernyitkan dahinya. "Ada apa ini?" Ia melirik Kiran sekilas,lalu menatap Abiyu penuh tanya.


"Kisya kamu denger gak? Aku bilang masuk."


"Iya Biy,sebentar."


"Ran,kamu ajak putri ku masuk ya,aku.."


"Kakak mau ke mana?"


"Aku gak tau,kak Abiy mau bawa aku ke mana"


"Iya kak,kakak hati-hati ya." Ucap Kiran dengan senyum.


Kisya mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Kisya menurunkan kaca mobil menitip pesan pada Kiran sebelum ia pergi dengan suaminya. "Ran,nanti tolong rapihin rumah ya,sama bikinin aku cumi saus tiram."


"Jangan..." Sela Abiyu membentak.


Kisya semakin di buat bingung. "Abiy,kamu kenapa?"


"Kiran." Abiyu lebih memilih bicara dengan pengasuh putrinya.


"Iya kak Aby?"


"Jangan menyentuh apapun,jangan memasak,jangan merapihkan rumah.


,cukup temenin Kayla,lalu ajak dia tidur." Ucapnya tegas.


"I..iya kak." Bukan hanya Kisya,bahkan Kiran pun merasa bingung dengan perubahan sikap Abiyu yang tiba-tiba sangat menakutkan.


"Abiy...kenapa?" Kata Kisya semakin heran menatap wajah suaminya yang terlihat memerah menahan emosi.


Bukannya menjawab,Abiyu malah menginjak pedal gas sekuat tenaga. "Abiy.. Hati-hati."


Diam,dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,hingga menemukan tempat yang pas,ia menepikan mobilnya di bahu jalan yang cukup sepi dari pejalan kaki,dan kendaraan yang melintas.


"Abiy..kenapa sih?" Sepanjang perjalanan ia di buat bingung dengan sikap suaminya yang menjadi lebih aneh dan galak.


Abiyu sudah sering memperingatinya akan poin-poin penting kalau masih mau melanjutkan pendidikan,tapi sayang,Kisya banyak melanggar poin-poin penting itu.

__ADS_1


Dan saat ini,sudah habis kesabaran Abiyu,saat ia pulang lebih cepat,sedangkan Kisya malah asik nonton bioskop dengan Nindi dan teman-temannya.


Aktifitas itu ia ketahui dari salah satu temannya yang tidak sengaja melihat Kisya berada di sebuah Biosok,


"Kemana kamu tadi sore?" Abiyu bertanya tanpa melihat wajah sang istri.


"Sore..?" "Gawat,apa Abiyu tau kalau tadi aku nonton bioskop sama Nindi?" Batin Kisya bergumam.


"Kemana kamu sore?" Kali ini ia membentak,manatap wajah sang istri penuh emosi.


"Aku di kampus Biy." jawabnya berbohong


"Kisya dayana,sekali lagi aku bertanya kemana tadi sore?" Dan ini peringatan keras kalau sampai ia diam,dan berbohong lagi,maka tidak tau apa yang akan ia lakukan.


"Iya..iya Abiy.. Aku nonton bioskop."


Ia menghela nafas dalam,ia memejamkan matanya erat.mencoba menekan kadar emosinya.


"Maaf..maaf..maaf." Kisya melipat kedua tanganya meminta ampunan.


"Kamu tau letak kesalahan mu?"


"Iya aku tau Abiy,maafin aku."


"Kenapa kamu lakuin itu? kenapa kamu bohong? kenapa kamu lebih memilih temen-temen kamu..? kenapa Kisya,kenapa?"


"Aku gak enak nolak ajakan Nindi Aby.."


"Gak enak kamu bilang?" Menatap wajah sang istri dengan berapi-api. "Aku suami kamu Kisya,dan kamu lebih memilih jalan sama temen kamu?" Ia mengusap wajahnya kasar.


"Hikss...hikss... Abiy maaf."


"Kamu banyak melupakan poin-poin penting yang aku berikan Kisya.harus aku sebutin lagi?"


Kisya terus diam tanpa berkata,dan air mata itu terus mengalir menyesali semuanya. "Maaf Abiy." Suara Kisya terdengar sangat lirih.


"Kalau kamu gak sempet masak buat aku,Ok..kita pakai jasa pembantu lagi,yang penting aku pulang kerja,ada kamu di rumah,kita punya banyak waktu,bukan menghabiskan waktu luang di luar sama temen-temen kamu.


"Mau dengar lagi poin kedua?"


"Cukup Abiy,cukup..aku tau semua kesalahan ku,aku tau aky melanggar semuanya." Hikss...hikss..


Abiyu meraih tangan Kisya. "Aku ini kangen yank,aku kangen sama kamu,aku kangen masakan kamu. Tolong,jadilah istri ku yang seperti dulu,jangan berubah Kisya."


"Aku kan perbaiki semua nya Biy.."


Bukan hanya Kisya yang menangis,Abiyu terlihat meneteskan air mata dari sudut matanya,ia menunduk lalu Kisya memeluknya. "Mafin aku Abiy,aku tau aku salah,kasiih aku kesempatan." Hikss..hikss..


"Aku cuma mau kamu Kisya,dan coba kamu fikirkan lagi,sudah berapa lama kamu gak kasih hak aku?


Kisya menggelengkan kepala dengan berurai air mata.


"Dua minggu Kisya,kamu selalu nolak ajakan aku,kamu mau aku mencari kepuasan di luar?"


"Nggak Abiy,nggak."


"Dan Kiran. Siapa dia di rumah kita?"


"Dia Babysister anak kita."

__ADS_1


"Babysister kan?"


Kisya mengangguk.


"Kalau dia Babysister kenapa kamu nyuruh dia masakin makanan buat aku? Kenapa kamu nyuruh dia beres-beres rumah,memandikan putri kita,bahkan Kayla tidur di temani Kiran,bukan kamu? Kamu ke mana? main sama temen-temen kamu?"


"Tapi,,untuk pekerjaan rumah, aku kan bayar dia lebih Abiy."


"Cek..cek.. Termasuk menemani ku jalan-jalan?"


"Abiy... ko ngomongnya kayak gitu sih." Ia mengerutkan dahinya.


"Kamu gak sadar barusan kita habis dari mana?"


Diam.


"Kita habis makan-makan Kisya,kita jalan-jalan? Dan itu dengan Kiran,bukan sama kamu,Kamu biarin aku jalan sama cewek lain?"


"Nggak Abiy.."


"Giman kalau nanti aku malah suka sama dia?"


Kisya mengangkat kepalanya. "Jangan,kamu gak boleh membagi hati kamu."


"Kalau kamu gak mau aku berbagi hati,maka jadikan aku prioritas mu."


"Aku butuh kamu Kisya,cuma kamu? apa perlu aku melarang kamu kuliah?"


"Jangan sayang,kamu jangan egois gitu dong,aku juga mau mengenyam pendidikan tinggi,kayak kamu."


"Aku egois? kalau aku egois,aku udah larang kamu dari dulu."


"Jdilah Kisya ku yang dulu,aku cuma mau kamu yank,cuma kamu."


"Iya aku tau Abiy,aku minta maaf,dan akan merubah semuanya,jadwal kuliah ku..."


"Termasuk berteman dengan Nindi." Sela Abiyu memotong pembicaraan.


"Nindi?" ia mengernyit.


"Iya,aku gak suka sama dia."


"Ba..baiklah Abiy,aku akan berusaha." jawabnya.sedikit ragu.


"Jangan lakukan lagi Kisya,ini peringatan terakhir ku."


"Iya Abiy."




Mohon maaf sebelumnya ya Readers,dari awal part Abiyu Kisya,kan sudah othor jelasin,gak akan ada lagi cerita POLIGAMI ATAU DI MADU lagii,dan konflknya juga ringan ko.



Cuma beberapa part aja mereka salah faham,dan Othor juga sambil traveling nyari ide. dan mohooon maaf sekali lagi,kalau ceritanya cuma itu-itu aja,gak kreatif,bosenin,Maaf..Othor bukan penulis hebat kayak Author yang Novelnya sudah di filem kan,atau di bukukan,apa lah daya,cuma segini yang bisa di sapaikan,ilmu nya masih cetek banget.


Maaf sekali lagi.

__ADS_1



Mudah-mudahan karya Author masih ada yang suka,biar satu dua atau tiga orang juga,yang penting masih bisa menghargai walau karya yang sangat receh,dan kehabisan ide ini.🙂🙂🙏🙏..


__ADS_2