Dia Maduku

Dia Maduku
Permintaan


__ADS_3

Tidak sampai di situ,keributan pun kembali terjadi di dalam mobil,Kisya merasa belum puas marah pada suaminya,rasanya ingin sekali ia menenggelamkan suaminya di dasar laut merah. "Kkhhmm.." Geram.


"Kamu tuh apa-apan sih? Kamu sadar gak apa yang udah kamu lakuin? Kita bisa ketauan Aby,kalau sekolah tau kita udah nikah,kita pasti di DO."


Abiyu diam tak mampu berkata,wajahnya terus menatap ke luar,melihat Bram sedang menikmati semangkuk bakso di ujung jalan. "Enak banget om makan bakso,aku di sini makan omelan." Ujarnya.


"Aby...."


Masih diam,belum menjawab,kembali ia memanggil nama suaminya sangat lengkap. "Abiyu malique.."


"Apa sih?" Seketika menoleh ke arah Kisya.


"Kamu denger gak apa yang aku omongin?"


"Iya aku tau.."


"Lagian kamu itu seenaknya aja ya,udah dateng terlambat,terus buat keributan lagi."


"Siapa bilang aku dateng terlambat? Aku datang lebih awal dari pada kalian tau gak."


"Mustahil..."


"Kamu gak percaya?"


"Nggak."


"Oh... Jadi kamu gak percaya sama suami sendiri?"


"Suami... Suami gak bertanggungjawab."


"Enak aja ya kamu ngomong."


"Memang iya,suami itu menafkahi lahir dan batin. Kamu..? Apa yang kamu kasih ke aku?"


"Aku.." Ucapnya terhenti seraya berfikir,dia menyadari kalau memang sampai saat ini ia tidak memberikan apa pun pada istrinya.


"Aku apa..?"


"Ok..aku kasih kamu nafkah." Ia merogoh saku celananya,mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan uang itu pada Kisya. " Ini,uang buat kamu."


"Sini." Uang pecaha 100.000 sebanyak 3 lembar ia ambil dari tangan Abiyu.


"Kamu matre juga ya." Abiyu menyandarkan dirinya pada pintu mobil.


Kisya menghitung jumlah uang yang di berikan suaminya. "Cuma 300.000? Gak ada lagi?"


"Ada,sisa 200.000 buat aku jajan."


"Aku gak mau. Nih ambil." Kisya meletakan uang itu di paha Abiyu.


"Kenapa gak mau?" Terheran.


"Itu uang orangtua kamu,aku mau uang kamu,hasil keringat mu sendiri."


"Aku kan belum kerja,sementara pake aja dulu uang itu,nanti kalau kurang,aku minta ayah ku."


"Iihh.. Abyyyy..." Kisya memukul bahu Abiyu berkali-kali sampai sang pemilik pun meringis kesakitan.


"Sakit tau,kamu mau apa lagi?"


"Kamu tuh bener-bener ya.. dewasa dong,cari uang sendiri."


"Nanti,aku kan belum punya kerjaan."


"Aku gak mau tau,cari uang sendiri buat nafkahin aku."


"Iya..ya..nanti aku cari."


"Awas ya.."


"Iya... Ini om Bram gak kelar-kelar ngebasonya." Tukas Abiyu sambil membuka kaca jendela,lalu memanggil Bram yang masih asik dengan mangkok ke duanya. "Om.."


"Apa?"


"Ayo..!"


"Udah selesai?"


"Udah,cepetan."


"Iya..ya.. Sebentar." Mereka saut-sautan dengan berteriak.


Setelah membayar dua magkuk bakso,Bram berlari menghampiri mobil yang terparkir di halaman gedung. "Udah beres kangen-kangenannya?" Kata Bram sambil mengeluarkan kunci dari saku celana,lalu masuk ke dalam mobil.


"Kangen-kangenan,dari mana kangennya?" Tukas Kisya menatap ke lain arah,dan Bram hanya terkikik lucu,melihat kelakuan mereka berdua.


"Kalian pasangan serasi emang. Sekarang mau ke mana nih? Masih mau menghabiskan waktu berdua,atau mau langsung pulang?" Tanya Bram melirik ke belakang di balik spion kecil yang menggantung.


"Antar aku dulu om,aku mau istirahat." Kata Kisya,setelahnya ia menyandarkan diri di sandaran jok penumpang.


Dan Abiyu terlihat diam saja tanpa berkata,ia menatap ke luar,seraya berfikir. Kira-kira balasan apa yang cocok untuk menjahili sang istri,tiba-tiba senyum simpul nampak di bibirnya,seolah sudah mendapatkan ide. "Rasakan pembalaan ku malam ini Kisya."

__ADS_1


Bram melajukan mobilnya dengan kecepatam sedang,kebetulan lalu lintas siang ini tidak terlalu padat,hanya membutuhkan waktu 30 menit,mobil yang mereka tumpangi sampai di kediaman Kisya. "Om parkir di sini ya Kis,biar gampang parkirnya." Kata Bram sambil menoleh ke belakang.


"Iya om gak apa-apa." Kisya menggendong tas ranselnya,lalu keluar dari mobil,setelah menutup kembali pintu mobil,ia membungkukan badannya untuk mengucapkan terimakasi pada Bram. "Makasi banyak ya om." Ucapnya dengan senyum.


"Sip." Saut Bram dengan mengacungkan satu jempolnya.


Setelah Kisya keluar,belum Bram menyalakan mesin mobil,terdengar suara seseorang membuka pintu lalu kembali menutupnya. "Jeblug." Bram menoleh ke belakang,abiyu sudah tidak da di dalam. "Eh..ke mana tuh anak?"


Melihat sekeliling,ternyata dia sudah berdiri di luar di sampingnya. "Om.."


"Eh.. kamu ngapain di luar?" Tanya Bram terheran.


"Bilang sama ayah kalau aku mau menginap di rumah Kisya."


"Apa..?" Saut Bram dan Kisya bersamaan,mereka sama-sama terkejut.


"Abyyyy..."


Setelah itu,nanti kita akan menyaksikan keseruan Abiyu yang di suruh memakai helem oleh mertuanya. ha..ha..ha..



Setelah mengantarkan Abiyu dan Kisya,Bram kembali ke apartemen Zahfran untuk mengembalikan mobil,bukan hanya itu,Bram juga punya maksud dan tunjuan lain,ia ingin menemui Zahfran dan Shafiah untuk membicarakan perihal hubungannya dengan Khadijah.



"Kamu ko pulang sendiri,di mana Abiyu?" Tanya Zahfran pada Bram setelah menerima kunci mobil lalu masuk ke dalam.



"Tuan... ada sedikit masalah." Kata Bram yang mengikuti langkah Zahfran dari belakang.



Zahfran menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. "Masalah apa?"



"Putra anda mau menginap di rumah istrinya." Ucap Bram sedikit berbisik di telinga Zahfran.



"Maksud mu,Kisya?"



Bram mengangguk. "Iya."




"Bisa lah,ceritanya panjang,nanti aku ceritakan,dan tugas anda sekarang,mencari alasan yang tepat untuk nyonya."



"Alasan apa coba? anak itu seenaknya aja mau nginep di rumah Kisya,bagaimana kalau terjadi hal yang tidak di inginkan?"



"Mereka sudah menikah tuan,halal kan?"



"Iya,tapi mereka masih pelajar Bram."



"Ya..bagaimana lagi?" Kata Bram.



Zahfran masih memikirkan alasan apa yang tepat saat Shafiah bertanya perihal keberadaan putranya,kelakuannya membuat Zahfran harus berfikir keras.



Mereka kembali melangkah menuju ruang tamu,lalu duduk di sana.



"Tuan.." Panggil Bram memecah keheningan di sana.



"Iya..? ada apa?"



"Ada yang ingin saya bicarakan."


__ADS_1


"Soal apa?" Zahfran merubah posisnya bersandar pada sandaran sofa,ia melipat kedua tangannya di dada.



"***Aduh..posisi du***\*\*\*\*\*\*d\*\*\*\*\*\*\*\*\*uknya aja udah gak enak gini\*\*\*." Batin Bram bergumam.



"Ada apa Bram?' Semakin penasaran.



"Tapi.. anda jangan marah ya tuan."



"Insyaallah ya."



"Begini tuan.. hhmm.." Nampka ragu tapi ia harus segera mengatakannya.



"Bram,ad apa sih? cepetan ngomong."



"Iya..tuan. Begini,saya...mau melamar adik anda Khadijah."



"Apa?" kamu yakin Bram?" Ia menatap tak percaya.



Bram pun mengangguk. "Iya tuan." ia menundukan wajahnya ke lantai.



"Tapi.. bukanya kamu sudah punya pacar?"



"Waktu itu saya berbohong,saya berusaha melupakan Khadijah,tapi... Ternyata saya sangat mencintainya,dan sekarang... Saya mau melamar Khadijah untuk menjadi istri saya,apa boleh?"



Zahfran tidak langsung memberikan keputusan,ia terdiam sejenak untuk berfikir.dan masalah ini harus melibatkan pihak lain,terutama Pak Herlambag dan bu Melisa.



"Aku.. tidak bisa memberikan keputusan sendiri,aku harus bilang papah sama mamah dulu Bram,mereka yang berhak menerima atau menolak lamaran mu." Ujar Zahfran berusaha biasa saja.



"Saya tau tuan,saya meminta izin anda dulu sebelum saya menemui tuan besar."



"Saya..."



Kahadijah sedang sibuk mendesain baju pernikahan pesanan pelanggannya,ia nampak serius di depan Laptop,tak lama ponselnya bergetar,menandakan ada pesan masuk dari seseorang. "Mas Zahfran?" ia membuka pesan masuk dari sang kakak.


"Mau di apakan orang ini?" Isi pesan yang di kirim oleh Zahfran,tak lupa ia juga melampirkan foto Bram yang sedang duduk di sofa sambil menundukan wajahnya ke lantai.


"Jangan berani sentuh Bram ku." Balasan yang di kirim Khadijah pada sang kakak.




Berikan apresiasi kalian untuk karya Othor dengan meninggalkan jekak di setiap episodenya.



LIKE


KOMEN


VOTE



Karna itu lah penyemangat Author untuk selalu UP dan berkarya 💝🙏😍



***Scandal cinta om Arga UP bab yang ke 12.mampir ya***,***kita ramaikan lagi di sana***. 😘🙏

__ADS_1


__ADS_2