
Selesai mandi, Abiyu pergi joging di taman sekitaran Apartment. Sedang Kisya yang baru saja keluar dari kamarnya, langsung menghampiri mertuanya di dapur, tengah asik memasak dengan Kiran.
"Maaf Bun, aku baru turun." Dia langsung memakai celemek, dan ikut bergabung dengan Shafiah dan Kiran.
"Gak apa-apa." Kata Shafiah sambil memetik daun bayam ke dalam wadah, untuk di cuci terlebih dahulu.
Karna tak enak hati, Kisya langsung mengambil alih pekerjaan mertuanya. Memotong sayuran. Sekilas ia melirik ke arah Kiran yang lagi ngulek sambal terasi kesukaan Abiyu. "Sambal terasi ya Ran?" Tanya Kisya sambil menutup hidungnya.
"Iya kak." Saut Kiran tanpa menghentikan aktivitasnya.
"Uuhh.."
"Kenapa Sya?"
"Aku gak suka bau terasi Bun." Sautnya masih menutup hidung.
"Oh.. wangi loh, lebih sedep malah sambalnya."
"Aku mendingan makan jengkol, dari pada sambal terasi bun."
"Tolong ambilin bunda jagung d kulkas dong sayang." Titahnya pada Kisya.
"Siap bun." Kisya membuka Kulkas, melihat ada kue khas Medan di sana. "Bika Ambon? siapa yang beli nih?" Mengambil jagung, kembali menutup kulkas.
"Bukan beli,Kiran yang bikin kemaren." Saut Shafiah tanpa menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Wah.. hebat kamu Ran, bisa buat Bika ambon. kue kesukaan Abiyu loh Ran."
"Oh ya..?" Dia memindahkan sambal ke dalam mangkuk, lalu meletaknnya di atas meja. Setelahnya menata piring berbaris rapih di atas meja.
"Ini pasti Abiyu belum tau kalu ada Bika ambon." Katany sambil memotong jangung menjadi potongan dadu, lalu di berikan pada sang mertua. "Potongannya cukup segini?"
"cukup." jawab Shafiah.
"Dulu, bunda kalau buat Bika ambon, mesti mereka rebutan." Lanjutnya lagi.
"Kamu bisa buat Bika ambon Sha?" Sekilas melirik ke arah menantunya.
Dan Kisya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil cengengesan. "Lain kali belajar ya." kata Shafiah memberi tahu.
Selesai dengan semua kegitan memasak, mereka mulai menata menu sarapan di atas meja. Shafiah dan Kisya duduk di kursi meja makan, sedang kiran mencuci wadah kotor bekas memasak.
"Padahal, bunda aj loh yang nyuci, takut Kayla bungun."
"Gak apa-apa nyonya, Kayla gak akan bangun jam segini, paling stengah jam lagi." kata Kiran tanpa menghentikan aktivitasnya.
Shafiah mengangguk. "kamu kayaknya tau semua kegiatan Kayla."
"Hampir dua puluh empat jam aku bareng Kayla nyonya, aku hampir mengetahui semua kebiasaannya, termasuk..." Kiran langsung berhenti berkata. menutup mulutnya rapat-rapat.
"Termasuk apa?" Tanya Kisya penasaran, dan kali ini dia yang bertanya.
__ADS_1
Belum sempat menjawab, terdengar suara tangis Kayla di dalam kamarnya, Kiran pun segera berlari menuju kamar Kayla. Shafiah dan Kisya cuma bisa termanggu saling melirik penuh Arti.
"Sya.. Boleh bunda kasih saran?"
"Saran apa bun?"
Shafiah menatap wajah menantunya lekat-lelat, namun yang di pandang malah membuang muka ke arah lain. "Jangan terlalu banyak mengandalkan Kiran dalam urusan pribadi kalian." Lanjut Shafiah menasehati.
"Maksud bunda?" Kisya mengerutkan keningnya.
"Maksud bunda.." Shafiah merih tangan Kisya sebelum kembali bicara. "Sebisa mungkin, kebutuhan Abiyu kamu yang penuhi ya, jangan minta tolong Kiran."
"Dan bunda minta tolong banget, tolong sedikit turunin ego kamu sayang, baikan sama Abiyu ya sayang, bujuk dia, ambil hatinya lagi." pintanya memohon.
"Bunda.." Kisya menatap malu, ia tidak tau harus berkata apa.
Maaf ya baru dikit UP nya, lanjut lagi sore ya insyaallah. lagi ada kegiatan di rumah.
Mohon di maklumi.🙏🙏
__ADS_1