Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 58


__ADS_3

Flashback On.


"Maafkan aku sayang,aku harus melakukan ini" Ucap Zahfran sambil mengaduk obat ke dalam teh yang ia buat untuk Shafiah.


Setelah tercampur semua,Zahfran membawa teh buatannya ke dalam kamar,dan meletakannya di atas nakas.


Tak lama setelah itu Shafiah keluar dari kamar mandi,ia melihat Zahfran sedang berbaring dia atas tempat tidur sambil meletakan lengannya di atas keningnya.


Shafiah menatap heran dengan sikap suaminya yang sedikit berbeda. "Mas Zahfran kenapa sih? dari mulai bertemu di butik tadi dia terlihat aneh bahkan sampai di rumah juga." Batin Shafiah bergumam sambil mengambil baju tidurnya di dalam lemari.


Masih dalam posisi yang sama saat Shafiah keluar dari ruang ganti. Semakin penasaran,ia menghampiri Zahfran di atas tempat tidur. "Mas." panggil Shafiah sambil menatap wajah Zahfran dari jarak dekat.


"Hhmm..ucapnya tanpa berkata.


"Kamu kenapa sih,dari tadi bengong terus?"


"Gak apa-apa sayang." Zahfran menurunkan tangannya lalu menatap wajah Shafiah.


"Kalau ga apa-apa kenapa dari tadi kamu diem terus? kamu lagi mikirin cara buat bujuk papah?"


"Aku hanya sedikit lelah sayang.kemarilah." Zahfran menepuk sisi kosong di sebelahnya.


Mengikuti perintah sang suami,Shafiah pun duduk di samping Zahfran menyandarkan tubuhnya di atas dada nya yang bidang.


"Kalau kamu masing bingung,besok aku bantu ngomong sama papah ya?"


"Tidak sayang,itu tidak perlu,aku bisa lakuin itu sendiri." Ucap Zahfran sambil mengusap bahu Shafiah dengan satu tangannya.


"Mas yakin?" Shafiah mendongakan kepalanya menatap wajah Zahfran untuk meyakinkan.


"Ya sayang." Ucapnya sambil mencium singkat kening Shafiah "Cup.."


Sambil tersenyum Shafiah mengeratkan pelukannya,dan beberapa kali Zahfran mencium puncak rambut sang istri dan mengungkapkan rasa sayangnya." Aku mencintai mu sayang.sangat mencintai mu"


"Aku juga mas."


Lalu Zahfran mencium singkat bibir Shafiah."Aku buatkan teh hangat untuk mu sayang." Ucap Zahfran sambil menyeka bibir Shafiah dengan jarinya.


Zahfran meraih teh buatannya di atas nakas,lalu memberikan teh itu kepada Shafiah. "Terimakasih ya mas." Shafiah menerima segelas teh hangat dari suaminya yang sudah ia campur dengan obat.


Glek..glek..Shafiah meminum teh hangat itu hingga habis,setelah beberapa saat ia merasa berat dengan kepalanya. "Mas,aku sedikit pusing."


Zahfran membawa tubuh Shafiah kembali bersandar di bahunya. "Mungkin kamu kelelahan sayang,tidur lah,aku akan memelukmu."


Zahfran membawa tubuh Shafiah berbaring,begitupun dengan dirinya,ia memeluk sang istri penuh rasa cinta. "Maafkan aku sayang,aku terpaksa melakukan ini. Aku berjanji,setelah ini tidak akan ada rasa akit lagi sayang." Ucap Zahfran sambil memeluk tubuh sang istri.


Setelah Shafiah tertidur pulas,Zahfran meraih ponselnya di atas nakas lalu menghubungi pak Herlambang. "Pah.. Siapakan penerbangan sekarang,aku dan Shafiah akan terbang malam ini."


"Shafiah sudah setuju?" Tanya pak Herlambang terheran.


"Tidak."


"Lalu?"


"Shafiah sudah tertidur pulas,dia akan tertidur sampai besok malam,saat dia bangun,kita harus sudah berada di Sidney."


"Maksud kamu apa? kamu membius istri mu?"


"Pah,kalau aku tidak melakukan ini,bagaimana aku membawa dia? papah tau sendiri Shafiah tidak pernah mau aku menceraikan Azky.hanya papahlah laki-laki egois."


"Zahfran." tegas pak Herlambang dalam. sambungan telfon.


"Aku tidak mau berdebat sekarang.cepat urus penerbangan kita malam ini."

__ADS_1


"Baiklah,akan papah siapkan."


Flashback off.



Lelah dengan pekerjaan ya hari ini,Zahfran memutuskan pulang ke rumah lebih awal. Baginya,bertemu sang istri adalah obat paling ampuh untuk menghilangkan kepenatannya.



Namun sayang saat sampai di rumah,dia tidak di sambut oleh istri tercinta. "Kemana Shafiah?"



Sedikit panik saat tak ada satupun pembantu yang bisa ia tanya tentang keberadaan Shafiah.



Zahfran terus berkeliling mencari di setiap ruangan,namun tetap tidak menemuinya. "Shafiah." Teriak Zahfran sambil berlari kecil menyusuri setiap ruangan.



"Sayang,kamu ke mana?" Zahfran mengacak rambutnya Frustasi.



"Shafiah.." Kembali ia berteriak.



Tiba-tiba sosok yang ia cari muncul dari belakang. "Mas Zahfran? kenapa mas?"




"Mas kenapa?" Tanya Shafiah terheran dengan sikap suaminya yang aneh.



"Kamu dari mana saja sayang? kenapa kamu tidak menyambut ku di pintu?" Tanya Zahfran dengan deru nafas yang tidak beraturan karna ketakutan.



"Aku dari belakang mas,habis siram tanaman."



"Jangan pergi sayang,aku tidak mau kehilangan mu."



"Aku gak akan kemana-mana mas,jangan berlebihan seperti ini."



"Kamu bilang aku berlebihan?" Zahfran melonggarkan pelukannya,menangkup kedua pipi Sahfiah dengan tangannya. "kamu tau bagaimana perasaan aku saat kamu meninggalakan rumah selama satu bulan? aku hampir gila sayang."



"Itu kan dulu mas,saat kamu kasih aku obat bius,saat kamu menceraikan Azky tanpa sepengetahuan ku,dan saat...."


__ADS_1


Belum selesai bicara,Zahfran langsung membekam mulut Shafiah dengan bibirnya agar ia berhenti membahas masa lalu yang hampir membuatnya gila dan hampir membuatnya kehilangan segalanya.



"Jangan bahas masa lalu lagi sayang,itu akan menambah rasa penyesalan ku." Ucap Zahfran setelah melepaskan ci\*mannya.



"Baiklah,maafkan aku."



"Sekarang cukup menyiram tanamamnya,temani aku di kamar,Ok." Zahfran langsung menautkan tangan Shafiah ke lengannya lalu membawannya ke dalam kamar.



"Tapi mas..aku belum selesai."



Tidak perduli dengan apa yang Shafiah katakan,Zahfran terus melangkah membawa Shafiah ke dalam kamar mereka.



"Mas,bagaimana kabar Shafiah? kamu sudah hubungin dia?" Tanya Dewi sambil berbaring bersama Rafa di atas tempat tidur.


"Sudah,seminggu yang lalu"


"Sekarang belum?"


"Belum?" jawab Rafa singakat.


"Coba telfon lagi,tanyain kabar dia."


"Gak perlu,kan ada Fatih yang selalu laporan sama mas tentang keadaan Shafiah."


"Apa dia baik-baik aja?"


"Jauh lebih baik dari sebelumnya."


"Syukur deh."


"Tapi mas merasa bingung,apa Zahfran dan Shafiah benar-benar tidak tau kalau Azky mengandung anak Zahfran?" Tanya Rafa dengan mengernyitkan dahinya.


"Kayaknya Fatih memang tidak memberitahu mereka mas,kalau mereka tahu,pasti mereka kembali lagi ke sini,terlebih Zahfran,dia tidak akan tinggal diam."


"Kamu benar,sepertinya mereka tidak tahu."




Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍


Dan komentar sebanyak-.banyaknya.


Author selalu menerima masukan dari para Reader.



Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.


Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.

__ADS_1


Semoga Allah mebalas kebaikan reader semua.😘🙏,


__ADS_2