Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya Part 1


__ADS_3

Hai..hai..hai.. Aku datang kembali 🖐🖐🖐🤗


Membawa banyak cerita lagi tentang keluarga Abiyu dan Kisya,aku angkat cerita mereka di sini ya.


Kalau ada yang bertanya kenapa?


Jawabannya karna mendapatkan kontrak di Noveltoon itu tidak semudah membalikan telapak tangan ya Readers.


And..tenang,biar nerusin di sini, Dia maduku , Author gak akan mengambil kisah poligami lagi ko,jadi tenang ya. he..he..


Di sini dominan kisah Abiyu dan Kisya,paling ada lah dikit-dikit kisah Bram dan Khadijah,yang hidupnya sederhana,jauh dari kata mewah.


Dan untuk alasan lain,di kisah Dia maduku ini,cukup banyak pembacanya,level yang terus naik juga alhamdulillah buat Author tambah semangat meneruskan kisah Abiyu dan Kisya di sini.


Sebelumnya,aku udah bikin kisah si kembar,tapi sampai sekarang belum lulus Review.


Kalau udah di lulusin,nanti author juga nulis di sana,sementara aku isi di sini dulu ya,mudah-mudahan masih pada suka dengan kisah Abiyu dan Kisya dan kekonyolan dalam rumahtangganya.


Happy reading..🖐🤩🤩



Ini adalah Bab 1.lahirnya warga baru.



Mengenang masa saat-saat nyawa berada di ujung tanduk,mereka berdua malah berdebat,memperdebatkan proses kelahiran yang akan di lakukan secara normal atau sesar. "Aku mau lahiran normaaaaal..." Teriak kisya yang sudah berbaring di atas ranjang besi,dengan jubah biru dan banyaknya alat untuk melakukan tindakan.


Entah datang dari mana keberanian Kisya yang menginginkan lahiran normal,padahal ia sendiri yang merasakan sakit,bahkan nyawanya sendiri yang menjadi taruhannya. "Sesar aja Yank.." Pinta Abiyu.


"Nggaaaak... aku mau lahiran normal pokoknya." Tanpa sadar dia malah membentak suaminya. Padahal dia sendiri tau,tidak boleh meninggikan suara di depan suami.


"Maaf,maaf,itu gak sadar loh Yank." Kata maaf terucap setelah melahirkan,itu pun sudah pulang ke rumah.


"Ampuun..gak apa-apa deh,aku maklumin."


Yang kekeh juga bukan cuma Kisya,saat itu Abiyu juga sama kekehnya meminta Dokter untuk mengambil tindakan sesar. "Sesar aja dok,aku gak tega. Cepet bius dia."


"Dokter.." Kisya membentak. "Berani bius saya?" Kata Kisya dengan menatap tajam,dengan deru nafas yang memburu,bahkan matanya memerah,membuat Dokter semakin takut.


Dokter itu menggelengkan kepalanya. "Ng..gak dek."


"Adek?" Mengernyit. "Aku ini calon ibu." Bentaknya lagi.


"Oh..i..iya bu." Gugup.


"Jangan sekarang manggil ibu nya,anak ku belum lahir."


"Oh.i..iya..nanti."


"Dok,malah berdebat sih? Ini gimana? Dia udah mau ngejan."


"Cek..dulu..cek dulu.." Perintah Dokter pada salah satu suster di sana.


Sister di sana mengecek sudah ada pembukaan berapa sekarang. "Berapa?" Tanya dokter.

__ADS_1


Mata suster itu membulat sempurna tatkala mengetahui proses pembukaan yang begitu cepat. "Suster..malah bengong."


"9 dok,9..sudah pembukaan 9?"


"Wih..stengah jam yang lalu baru 2,ko langsung 9? suster ngasih induksi?"


"Belum dok,ini masih di sini induksinya." Kata suster itu sambil mengacungkan jarum suntik di tangannya.


"Mungkin karna orangtuanya berdebat kali dok,jadi si bayi maksa keluar."


"Masa iya.." Dokter sampai kewalahan menangangani satu ibu yang mau melahirkan ini.


"Lagian,mau lahiran malah berdebat,berantem,gimana gak stres coba Bayinya."


"DOKTEEER.." Teriak Abiyu dan Kisya bersamaan. "Bayi ku mau keluaaaar..." Kata Kisya yang sudah tidak bisa lagi menahan,rasanya ingin sekali ia mengejan.


"Dokter kepalanya." Teriak suster yang melihat kepala si bayi sudah kelihatan.


"Cepat-cepat."


"Gghhmmm....gghhmmm..." sekuat tenaga Kisya mengejan.


"Sebentaaaar..." kata dokter yang tangannya belum siap menangkap kepala si bayi.


"Gak mauuu... "gghhmm..." Yang terakhir Kisya mengejan sangat kuat dan panjang. "Gghhmm............"


Akhirnya..."Oowaa...oowaa.."


"Alhamdulillah." Ucap Syukur terucap secara bersamaan,tatkala bayi itu berhasil keluar dengan sehat,sempurna,dan wajah cantik yang sangat mirip dengan sang ibu.


Itulah alasan Abiyu menginginkan lahiran sesar,karna tidak mau mebahayakan si ibu dan calon bayinya.


Beruntunglah Kisya memiliki kekuatan super,yang akhirnya bisa melahirkan secara normal. "Kalau lahiran normal kan bisa punya anak banyak Yank." Kata Kisya yang saat ini sedang duduk di sofa sambil menyusui bayinya.sedang Abiyu sedang memijat bahu sang istri,membantu Kisya untuk tetap rilex,agar menghasilkan Asi yang berkualitas.


"Iya,aku kan mikir resikonya."


"Tapi aku berhasil kan?" Kisya menoleh ke atas,yang mana langsung mendapat kecupan hangat di keningnya. "Cup.."


"Kamu emang luar biasa istri ku."


Setelah menyusui,dan bayinya pun tidur,Kisya membaringkan bayinya di atas ranjang,mereka tidur bertiga,untuk memudahkan Kisya menyusui saat tidur.


"Ssuutt.. Jangan berisik ya."


"Kamu mau makan?" Tanyanya setelah membaringkan Bayinya.


"Mau lah,bayi kita kn udah makan,sekarang ayahnya gantian yang mau makan."


"Ya udah,ayo."


"Suapin ya?"


"Siap suamu ku." Balas Kisya sangat manis.


"Asiiik.." Kegirangan,sampai memelik sang istri sambil berjalan.

__ADS_1


"Tapi pake sendok semen,mau?"


"Pake sendok semen,pake sendok sekup juga gak apa-apa lah."


"Iisshh..Aku kayak punya dua bayi aja."


Mereka tertawa ringan bersama sambil berjalan menuju ruang makan.


Setelah melahirkan,Kisya berusaha menjadi istri yang baik untuk Abiyu,ia mulai belajar apa saja yang harus kita lakukan untuk mengabdi pada suami. "Suami itu adalah pemimpin,kita harus patuh,selama tidak menyimpang dari agama." Nasehat yang ia dapatkan dari sang mertua.


"Bahkan keluar rumah pun harus atas izinnya."


"Kalau gak?"


"Malaikat akan melaknat kita sampai kita pulang lagi ke rumah."


"Oh..gitu ya bun. ngeri ya?"


"Mangkanya apa-apa harus atas izin suami."


Kisya merasa beruntung memiliki ibu mertua seperti Shafiah,yang menganggapnya sebagai anak,bukan sebagai menantu,karna hanya keluarga dari Abiyu lah yang ia punya,selepas sang ayah meninggal beberapa bulan lalu.


"Yank,kamu gak apa-apa kuliahnya di tunda dulu?" Tanya Abiyu sambil menyantap sarapannya.


"Gak apa-apa,aku pengen kasih Asi eksklusif dulu buat bayi kita."


Abiyu mengangguk setuju,yang penting dia pribadi tidak keberatan kalau bayinya harus minum susu formula,karna ia juga tau,pendidikan juga sama pentingnya.


Selesai dengan acara sarapannya,Abiyu bersiap-siap berangkat kuliah,selepas kuliah ia bekerja di Restauran Adlan sebagai manager.


Enak apa enak?


Kuliah jalan,anak istri sehat,rumah punya,pekerjaan bagus, Nikmat mana lagi yang kau dustakan?


"Alhamdulillah,aku punya istri yang luarbiasa."



Ada yang punya nama yang cocok gak buat Bayi Kisya Abiyu?



Siapa tau cocok,nanti aku pake buat nama bayi mereka. plus nama panjangnya juga ya hee..hee..



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Follow ya,supaya bisa bikin group chat,biar bisa ngobrol santai di sana.😁😁

__ADS_1


💋🙏🙏


__ADS_2