
"Selamat malam Helena." sambil tersenyum Shafiah mengulurkan tangan pada Helena yang baru datang bergabung dengan Shafiah dan Shifa.
"Selamat malam Shafiah." Mereka saling berjabat tangan lalu kembali duduk.
"Maaf membuat anda menunggu lama,tadi saya terjebak macet." Helena meletakan kacamata hitamnya di atas meja dan meletakan tasnya di kursi kosong di sebelahnya.
"Tidak apa-apa,kebetulan kami juga baru datang." Ucap Shafiah tersenyum ramah.
"Oh..iya,kalian sudah pesan makan?" Tanya Helena sambil membuka daftar menu namun tak bayak yang ia pesan,hanya secangkir kopi capucino untuknya.
"Belum,secangkir seperti anda juga gak apa-apa."
"Aku hanya memesan kopi,kalian gak mau yang lain?" Helena kembali menawarkan sebelum ia menyerahkan menu itu kepada pelayan yang sudah berdiri di samping Helena.
"Tidak perlu,kami cukup dengan secangkir kopi saja." Ujar Shifa yang langsung mendapat anggukan dari Shafiah.
"Baiklah "Helena menyerahkan daftar menu itu pada pelayan restauran.
"Bagaiman? aku bisa liat-liat desain kamu kan?"
"Oh..ya..ini semua rancangan saya.silahkan anda memilih sesuai dengan selera anda." Shafiah meyerahkan beberapa desain gaun hasil rancangannya.
"Wow..rancangan mu sangat bagus Shafiah.." lembar demi lembar Helena membuka setiap gambar hasil rancangan Shafiah menatap kagum.
Shafiah dan Shifa pun tersenyum bahagia saat memdapat pujian dari Helena. "Tuh kan mba,desain mu sangat bagus.semoga saja dia jadi menginvestasikan uangnya di butik mba." Ujar Shifa sambil berbisik pada Shafiah.
"Aamiin..semoga aja ya."
Setelah memilah-milah,akhirnya Helena menemukan beberapa Desin untuk acara pernikahannya nanti. "Aku mau desain ini untuk pernikahan. ini,ini,dan ini." Ia menunjuk beberapa model gaun pengantin untuk setiap moment yang berbeda.
"Baik Helena,kami akan segera menyelesaikannya." Kata Shafiah sangat antusias.
"Oh iya,mengenai investasi.... calon suami saya belum bisa mberikan keputusannya sekarang,tapi sepertinya dia sangat menaruh harapan pada butik anda." Ucap Helena sambil menyeruput secangkir kopi hangat.
"Tidak apa-apa,mungkin lain kali kita bisa makan malam lagi untuk membahas masalah ini."
Helena pun mengangguk. "Ya,nanti asisten saya yang akan menghubungi anda.
Cukup lama mereka berbincang,akhirnya Helena harus mengakhiri makan malam bersama Shafiah dan Shifa setelah mendapat telfon dari rekan bisnisnya yang lain.
Setelah berpamitan,tak menunggu waktu lama,Helena segera meninggalkan Restauran dengan di ikuti kedua asistennya dari belakang.
"Alhamdulillah ya mba,dia langsung memesan semua gaunnya sama mba."
"Iya Fa,alhamdulillah."
"Derrt...derrt..e..eh..siapa nih yang telfon?" Shifa merogoh saku tasnya guna mengambil ponsel di dalamnya.
Matanya membulat sempurna saat melihat nama Herlambang yang tertera dalam ponsel miliknya. "Mertua mu mba."
"Mau ngapain?" penasaran.
"Ga tau,angkat gak nih?" Tanya Shifa sebelum mengangkat telfon dari pak Herlambang.
"Ya udah,angkat aja." Titah Shafiah pada Shifa.
__ADS_1
Lalu Shifa pun menggeser icon hijau yang tertera pada layar ponselnya. "Assalmualaikum.." Ucap Salam Shifa setelah sambungan telfon terhubung.
"Waalaikumsalam. Bagaimana? Acara makan malam kalian berjalan lancar?" Tanya pak Herlambang dalam sambungan telfon.
"Alhamdulillah lancar tuan." Ucap Shifa sangat hati-hati.
"Sudah selesai acara makan malamnya?" Pak Herlambang kembali bertanya.
"Hhmm.. Sudah tuan."
"Kalau begitu beritahu Shafiah kalau saya menunggu dia di Restauran XX sekarang."
"Reatauran? bukannya anda...."
"Aah...sudah,berikan ponselnya pada putri ku." Sela pak Herlambang memotong kata-kata Shifa.
Shifa pun memberikan ponselnya pada Shafiah. "Tuan mau bicara sama mba."
"mana.?" Shifa memberikan ponsel itu pada Shafiah.
"Assalamualaikum pah.."
"Waalaikimsalam. Cepatlah berbalik ke arah jarum jam angka 10."
"Maksud papah?" Tanya Shafiah terheran sambil melihat ke sekeliling hingga ia menangkap satu sosok yang sudah menunggunya sejak 1 jam terakhir. Siapa lagi kalau bukan pak Herlambang mertua terbaiknya.
"Pah..papah ngapain?" Shafiah menatap tak Percaya kalau pak Herlambang merubah jadwal makan malamnya dengan kelurga Fatih,bahkan dia juga merubah lokasinya .
"Ko ngapain sih,ayo cepat kemari,semua orang sudah menunggumu."
"Assalamualaikum."
Masih diam.
"Assalamualikum Shafiah." Kembali ia mengucapkan salam karna tidak mendapat respon dari menantu tercintanya.
"Waalaikumsalam pah." Suara Shafiah terdengar lemas. Shafiah pun memutus sambungan telfonnya,lalu menyerahkan ponsel itu pada Shifa.
"Tuan Herlambang ada di Restauran ini mba." Kata Shifa dengan wajah tegang.
"Tuh..kamu gak liat papah ada di sana?" Shafiah menunjuk dengan ekor matanya.
Oh iya mba,itu mereka." Shifa membelalakan matanya menatap jauh pada dua keluarga yang sedang menunggu kehadiran Shafiah.
"Ya udah,aku ke sana dulu ya." Ucapnya sambil menautkan tas kecil di bahunya dan memasukan kunci mobil ke dalam tas kecilnya. "Kamu mau ikut gabung,atau mau pulang sendiri?"
"Aku pulang aja mba,ini kan pertemuan dua keluarga,siapa tau mereka meminta kalian untuk ta'aruf. he..he..he." Ucapnya sambil cengengesan.
"Hus,,, Gak akan." Tolak Shafiah.
"Ya udah,sana mba,saya pulang duluan ya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah Shifa pergi,perlahan Shafiah pun berjalan menghampiri pak Herlambang yang sudah lama menunggunya.
__ADS_1
"Assalamualikum." Ucap Salam Shafiah kepada mereka yang sudah menunggu kedatangannya.
"Waalaikumsalam." jawab salam bersamaan.
Setelah memcium punggung tangan pak Herlambang dan yang lainnya,barulah ia duduk tepat di samping pak Herlambang yang berhadapan langsung dengan Fatih.
"Akhirnya yang di tunggu dateng juga." Kata pak Herlambang sambil menatap Shafiah yang baru datang. "ayo..kita makan,papah sudah memesan semua makanan dan minuman."
"Ya pah." Shafiah mulai menyendokan makanan ke dalam mulutnya,sekali-kali ia melirik ke arah Fatih yang duduk tepat di depannya. "Aku tidak mau di jodohkan seperti ini,aku punya suami pah,aku mau kembali sama mas Zahfran." Batih Shafiah bergumam.
Fatih yang merasa sedang di awasi oleh kedua pasang mata Shafiah,bukan melirik lagi,dia dengan beraninya menatap wajah Shafiah sangat lama,bahkan sampai Shafiah sendiri salah tingkah karna Fatih terus saja menatapnya. "Lirik-lirik,giliran di liatin begini aja,kamu salah tingkah..ha.ha.." Batin Fatih sambil tersenyum penuh kemenangan.
Makan malam pun berlangsung dengan Khidmat tanpa banyak percakapan berarti di antara mereka kecuali membicarakan tentang bisnis kedua beradik kakak tersebut.
Ya,pak Herlambang adalah kakak dari pak Frans yang mana Frans adalah ayah dari Muhammad Fatih.
"Fatih,om ada urusan sebentar sama papahmu,kamu bawa mobil kan?"
"Gak om,tadi kan Fatih satu mobil sama papah."
"Naik taksi aja." Sela pak Frans.
"Oh..jangan,Shafiah,kamu bawa mobil kan?" Tanya pak Herlambang pada Shafiah yang sedang asik dengan es creamnya.
"Aduuuhhh..papah ngapain lagi sih ini,modus banget." Shafiah memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Sha.." Panggil pak Herlambang yang tak kunjung mendapat respon dari Shafiah.
Shafiah memberanikan diri menatap Fatih dengan tatapan tidak suka,lain hal dengan Fatih,ia menatap wajah cantik Shafiah dengan menampakan senyum di sudut bibirnya.
~
~
~
Setelah ini,akan ada perdebatan sengit antara Fatih dengan Shafiah saat mereka berdua di dalam mobil.
Yang kangen dengan kehidupan poligami mereka mana suaranya?📣📣
Yang kangen hatinya tersayat-sayat mana suaranya?📣📣
Yang kangen keringetan sampai ngos-ngosan mana suaranya 📣📣ðŸ¤
Kita akan bahas mereka berempat setelah Shafiah pulang ke indonesia.
Sabar ya ..🤗🤗
__ADS_1
Like dan komentar reader adalah penyemangat Author. 😘😘😘