Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 36


__ADS_3

"Pah..aku mau pulang..." kata yang selalu Shafiah ucapkan kepada pak Herlambang setiap kali ia merasa rindu dengan suaminya Zahfran.


Dan untuk kesekian kalinya pak Herlambang selalu menolak permintaan dari menantunya itu. "Tidak nak." Ucap pak herlambang selembut mungkin.


"Pah..."


"Shafiah,fokus lah pada karir mu." Ucapnya sambil menurunkan kacamatanya sampai batas hidung menatap Shafiah yang duduk di hadapannya.


"Kamu cuma mau tau kabarnya bukan? Dia baik-baik saja,dia sedang berbahagia dengan istri keduanya. Dan kamu pun harus bahagia dengan kehidupan baru mu." Tegas pak Herlambang. matanya kembali fokus pada laptop di depannya.


Shafiah memejamkan matanya sambil menundukan wajahnya ke lantai.karna harus kembali menerima penolakan dari mertuanya untuk bertemu dengan suaminya Zahfran.



"Tuan muda Abiyu,mobil anda sudah siap."


Ucap salah satu supir pribadi yang di berikan oleh kakeknya khusus melayani Abiyu.ia bernama Felix berusia 30 tahun.



"Ya Uncle,tunggu kakek dulu,aku mau minta uang jajan lebih pada kakek." Ucapnya sambil berbisik di telinga Felix



"Abiyu....." Shafiah yang mengetahui putranya sedang berbisik-bisik,tiba-tiba ia muncul dari belakang mereka.



"Felix..sudah jam berapa ini?cepat antar Abiyu ke sekolah." Tegas Shafiah sambil melipat kedua tangannya menatap tajam pada Abiyu.



"Baik nyonya."



"Aku hanya meminta uang jajan lebih ko."



"Uang yang bunda berikan Itu sudah lebih dari cukup nak,memangnya kamu mau beli apa lagi?ayoo cepat berangkat sekolah.nanti kamu terlambat" Ucapnya sambil memegang bahu Abiyu.



"Hhmm..baiklah bunda." Sebelum pergi ia mencium punggung tangan Shafiah lalu mengucapkan salam sambil mengerucutkan mulutnya. "Assalamualaikum."



"Waalaikumsalam. Mulutnya jangan kayak gitu,nanti gak ada cewek yang suka looh.." Ledek Shafiah pada Abiyu yang sedang merajuk karna tidak mendapatkan uang jajan lebih dari kakenya.



Nyonya,mobil anda sudah siap.mau saya antar atau..?"



"Saya bawa mobil sendiri,mana kuncinya." Shafiah bangkit dari duduknya sambil kengulurkan tangan meminta kunci mobilnya.



"Saya yang akan mengantar anda nyonya."



"Jangan.." Shafiah terpaska merebut kunci itu dari tangan supirnya. "Saya mau bawa sendiri." Ucapnya sambil berjalan keluar rumah.



"Saya akan di marahi tuan besar nyonya." Supir itu mengikuti langkah Shafiah dari belakang menuju parkiran mobil.



"Nanti saya yang akan bilang sama papah,bapak tenang aj,ya.." Segera ia melajukan mobil itu dengam kecepatan sedang menuju butik miliknya..



Butik yang ia dirikan selama berpisah dengan suaminya Zahfran. Pak herlambang yang mengerti dengan kesedihan menantunya itu,ia memberikan modal kepada Shafiah untuk mendirikan butuk,dan masyaallah,dalam satu tahun,butik itu berkembang pesat,bahkan ia akan segera mendirikan beberapa cabang di kota tersebut.



Usaha pak Herlambang berhasil saat melihat Shafiah bisa kembali tersenyum.itu lah yang selalu pak Herlambang harapkan dari menantu kesayangannya itu.



Butik YY.


"Mba,nanti kita akan makan siang dengan miss Helena." Kata asisten Shafiah sambil melihat-lihat jadwal Shafiah hari ini.


"Bukannya besok?"


"Bu Helen udah gak sabar mau.lihat-lihat rancangan mba Shafiah."

__ADS_1


"Apa Hari ini jadwal saya kosong?"


"Siang ini kosong,tapi nanti malam keluarga Malique akan mengadakan acara dinner dengan Keluarga mas Fatih."


"Mas Fathan?" Sudut matanya menyipit. "Papah ko terus aja berusaha deketin aku sama dia."


"Kenapa sih mba,ko mba gak mau banget deket sama mas Fatih? padahal dia itu ganteeenng....banget mba." Tanya Shifa dengan bnyak pujian untuk seorang Muhammad Fatih.


"Kalau kamu mau,buat kamu aja." Ucapnya sambil tersenyum.


"Memangnya dia mau ya sama aku. he..he..he.."


"Usaha dong."


"Udah ah mba,jangan bahas mas Fatih,nanti aku jadi lupa diri." Ucapnya sambil memeluk erat buki agenda di tangannya.


"Kalau begitu ubah jadwal ku dengan miss Helena. jangan makan siang,tapi makan malam."


"Tapi mba,acara dinner dengan keluarga mas Fathan bagaimana?"


"Justru itu aku mau menghindari makan malam dengan mereka."


"Mba yakin?"


"Yakin lah." Ucapnya penuh keyakinan.


Shifa mengangguk. "Baik lah mba,kalau gitu,aku ke toko lagi ya,banyak pengunjung." Shifa melangkah keluar dari ruang kerja Shafiah.


Selepas Shifa menutup pintu, Shafiah kembali melanjutkan pekerjaannya mendesain baju pengantin milik bu Helen yang akan ia serahkan nanti malam.




Merasa lelah,Shafiah menyandarkan diri di atas kursi kebesarannya,ia menatap ke langit-langit sambil memikirkan Zahfran. "***Mas Zahfran,apa yang sedang kamu lakukan sekarang?apa kamu bahagia walau aku tidak ada di sisi mu?. Aku ingin sekali bertemu mas***." Batin Shafiah bergumama,tak terasa air mata mengalir di sudut matanya. Bayangan Zahfran selalu muncul setiap saat.memori kebersamaan dengan Zahfran terus berputar di pikirannya.



Hanyut dalam lamunan,tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00.Shafiah melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.ia teringat dengan Abiyu yang memintanya untuk memasakan bakso untuknya.



"Astagfirullah aku lupa Abiyu minta di buatkan Bakso." Segera ia merapihkan meja kerjanya sebelum pergi meninggalkan butik.



"Jglek..Saat Shafiah membuka pintu,Shifa sudah berdiri di sana sambil memegang buket bunga. "Shifa..punya siapa ini?" Tanya Shafiah terheran sambil melihat sekeliling bunga yang sedang Shifa pegang.




"Penggemar?" Shafiah mengernyitkan dahinya.



"Tolong aku mba,ini sangat berat,mau aku simpan di mana bunga ini?" Dengan susah payah Shifa memegang bunga yang sangat besar itu.



"Sini,biar aku bawa aj." Shifa memberikan bunga itu pada Shafiah.



"Mba,gak di liat dulu dari siapanya?"



"Nanti aja,aku udah terlambat pulang."



Segera ia meninggalkan butik dan membawa bunga itu bersamanya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi guna memenuhi janjinya dengan Abiyu sebelum ia pergi bertemu Helena.



20 menit menempuh perjalanan. Akhirnya sampai juga di kediamannya.



"Alhamdulillah sampe juga,mudah-mudahan Abiyu gak ngambek lagi." Ucapnya sambil memarkirkan mobil sejajar dengan mobil yang lainnya.



Setelah memarkirkan mobilnya,ia segera turun dari mobil berjalan setengah lari masuk ke dalam rumah,tak tertinggal ia pun membawa bunga itu masuk bersamanya.



Setelah berada di dalam rumah,ia melihat Abiyu sedang duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya di temani neneknya bu Melisa.


__ADS_1


"Assalamualaikum." Ucap salam Shafiah sambil menghampiri Abiyu dan bu Melisa yang sudah menunggunya.



"Waalikumsalam." Jawab mereka bersamaan. Lalu Shafiah mencium punggung tangan bu Melisa,dan Abiyu mencium punggung tangan Shafiah,lalu Shafiah mencium kening putranya.



"Maafkan bunda sayang,tadi banyak pelanggan datang,bunda sampai lupa waktu." Nampak penyesalan di wajah Shafiah sambil mengelus puncak rambut putra tercintanya.



"Bunda kebiasaan,semenjak bunda kerja,bunda jarang punya waktu,untung ada nenek yang nemenin aku."



Bu Melisa tersenyum sambil menatap Abiyu yang sedang merajuk. "Jangan marah dong,bunda kan kerja,kasian kan bundanya udah cape kerja,nyampe rumah malah dapet marah."



Mata Abiyu menatap ke arah lain sambil mencerna perkataan neneknya,tanpa di sengaja Abiyu melihat buket bunga yang Shafiah bawa tadi yang ia simpan di atas meja. "Bunda,bunga dari siapa lagi itu?" Tanya Abiyu menunjukan wajah tidak sukanya setiap kali Shafiah mendapatkan kiriman bunga.



"Bunda gak tau sayang. Bunda belum liat kartu namanya."



Abiyu bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju letak bunga itu lalu mengambil kartu nama yang ada di dalamnya. "Selalu dari seorang pria,aku gak suka." Ucap Abiyu setelah membaca nama pengirimnya.



"Mungkin itu cuma ucapan terimakasi dari pelanggan butik sayang." Kata Shafiah mencoba menenangkan putranya.



"Pokoknya Abiyu gak suka,Abiyu cuma mau ayah.Abiyu rindu dengan ayah. Hikss..hiks..." Ia melempar kartu nama itu kelantai lalu berlari menuju kamarnya di lantai atas.



"Abiyu..jangan marah nak." Teriakan Shafiah tidak menghentikan langkah putranya terus berlari menaiki anak tangga.



"***Bunda juga sangat merindukan ayah mu..hikss.hikss***." Tak terasa Shafiah pun meneteskan air mata menahan rindu selama bertahun-tahun..



~


~


~


"Mba,kita punya investor baru.Dia ingin kita membuka cabang di Indonesia." Teriak Shifa sangat antusias.



"Benarkah?" Ucap Shafiah dengan mata berbinar-binar.



~


~


~


Jangan seneng dulu kamu pulang ke indo,ingat..pak herlambang gak akan membiarkan kamu sendirian,dia pasti mengutus seseorang buat nemenin kamu. 🤭🤭



Kira-kira siapa niih yang akan di utus oles pak Herlambang untuk nemenin Shafiah selama di indo?🤔🤔



Seperti biasa ya.



Like


Like


dan


Komen


Komen


Sebanyak-banyaknya.

__ADS_1



Respon kalian penyemangat Author 😘😘😘😘


__ADS_2