
"Apa yang terjadi nak?" Taya pak Herlmbang terheran melihat Shafiah berlari sambil menagis.
"Bawa aku pergi pah,bawa aku pergi dari sini hikss...hikss.. aku tidak ingin hidup dengan mas Zahfran lagi pah." Shafiah terus menumpahkan seluruh tangisnya di depan pak Herlambang.
"Shafiah jangan berkata seperti itu sayang." Ucap Zahfran ketakutan.
"Diam.." Emosinya tersulut saat melihat Shafiah menangis terlebih memintanya untuk bercerai.
"Aku cukup bersabar mas selama ini,kamu terus saja menunjukan sikap berlebihan mengenai Azky,aku selalu memberi mu kesempatan,tapi kali ini aku benar-benar menyerah mas,aku tidak sanggup lagi,kamu selalu membawa bayang-bayang Azky dalam rumah tangga kita."
"Shafiah..."
"Cukup Zahfran,sudah cukup kamu menyakitinya terus menerus,papah meminta kamu menerima proyek ini,karna papah ingin kamu benar-benar melupakan masa lalu kamu,bukan untuk kembali ke masa lalu kamu."
"Aku tahu pah,tapi tolong..beri aku kesempatan lagi."
"Shafiah,tolong aku." Bicara pada Shafiah.
Shafiah memberanikan diri menatap Zahfran. "Aku sudah tidak memiliki kekuatan lagi mas,aku menyerah."
"Shafaih..." Zahfran melangkah maju,namun dengan cepat pak Herlambang menghalanginya.
"Shafiah masuk ke dalam mobil papah." Ucap pak Herlambang dengan sorot mata tajam menatap Zahfran.
Shafiah pun masuk ke dalam mobil pak Herlambang.
"Jangan lakukan ini lagi pah." Zahfran memohon dengan berlutut di depan pak Herlambang.
Shafiah memalingkan wajahnya untuk tidak melihat Zahfran saat berlutut di hadapan pak Herlambang. "Maafkan aku mas,aku tidak mampu untuk bertahan."
"Zahfran,kamu itu putra papah,tapi kenapa kamu terus menyakiti hati Shafiah? Kamu tau kan kalau Shafiah sama berharganya seperti putri papah sendiri?"
"Maafkan aku pah." Zahfran terus berlutut dengan berurai air mata.
"Papah tidak akan membiarkan Shafiah menderita lagi Zahfran,lepaskan dia,biarkan dia bahagia dengan kehidupan barunya."
"Aku tidak bisa hidup tanpanya pah."
"Tapi Shafiah sangat menderita hidup dengan mu,papah mohon,lepaskan Shafiah,kalau kamu betul-betul mencinyainya,maka lepaskan dia Zahfran."
"Tidak pah..aakkhh..."
"Maafkan papah,papah harus pergi menyelamatkan hidupnya,papah juga tidak sanggup melihat dia selalu menderita. " Segera Pak herlambang masuk ke dalam mobil.
Melihat mobil yang sudah menyala akan segera membawa Shafiah pergi,Zahfran pun langsung berdiri menghampiri mobil itu. "Shafiah sayang..jangan pergi sayang..beri aku kesempatan sayang.."
Pak Herlambang tak ingin mendengar lagi permohonannya,dan meminta supir pribadinya segera melajukan mobil. "Cepat jalan pak."
"Baik tuan." Dengan kecepatan tinggi mobil itu pun segera meninggalkan rumahsakit.
"Shafiaaaah....." Zahfran berteriak sekencang-kencangnya saat mobil yang membawa Shafiah melaju dengan cepat meninggalkan dirinya. "Jangan tinggalkan aku..."
__ADS_1
Fatih,Adlan,dan Dewi yang ada di sana,hanya bisa menatap semua kejadian yang menimpa Zahfran tanpa berbuat apapun. "Kasiahan Zahfran" Ucap Dewi sambil menatap Zahfran dengan keadaan yang sangat menyedihkan saat ini.
"Itu karna kesalahan dia sendiri mba,mas Zahfran terus saja mengejar cinta orang lain,di saat dia juga memiliki seorang istri." Timpal Adlan.
"Sudah lah,kita masuk ke dalam,untuk melihat keadaan Azky." Kata Fatih.
"Iya mba..ayo kita masuk."
Fatih,Adlan,dan Dewi pun masuk meninggalkan Zahfran yang masih di luar menatap kosong ke depan.
"Shafiah...."
Di dalam mobil
"Apa yang terjadi nak?" Tanya pak Herlambang pada Shafiah yang terus menangis terisak-isak.
"Mas Zahfran tidak pernah mau melupakan Azky pah,sampai saat ini dia masih sangat mencintainya." Air mata terus mengalir,tak mampu ia bendung lagi.
"Sikap mas Zahfran tadi sudah cukup membuktikan kalau sampai kapan pun ia tidak akan pernah bisa melupakannya,aku menyerah pah,aku menyerah menjadi istrinya,aku ingin bercerai pah." shafiah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Shafiah menatap wajah pak Herlambang. "Ini bukan salah mu pah,papah mertua ku,tapi papah tidak pernah menganggap ku sebagai menantu,papah sangat baik pada ku selama ini."
"Karna papah sangat menyayangi mu nak."
"Bantu aku untuk bercerai dengan mas Zahfran pah."
"Kamu sudah yakin?"
Shafiah megangguk. "Aku yakin,bahkan sangat yakin."
__ADS_1
"Baiklah,papah akan mengurus semuanya,kita pulang ke sidney ya,Abiyu sangat merindukan mu."
"Aku pulang ke rumah kak Rafa dulu pah,aku mau bermalam di sana."
"Kalau Zahfran datang ke sana?"
"Di sana ada kak Rafa,dia akan menjaga ku,papah gak usah khawatir."
"Tapi setelah itu kita pulang ke Sidney ya,papah tidak akan membiarkan Zahfran menemui mu di sana,sebelum perceraian kalian beres."
"Baik pah."
Pak Herlambang merangkul bahu Shafiah,rasa bersalah atas kesalahan putra nya,menghatuskan ia membantu Shafiah menuju kebahagiaannya.
Dokter yang menangani Azky akhirnya keluar dari ruang tindakan,lalu Fatih berlari menghampirinya. "Bagaimana keadaan pasien dok?" Tanya Fatih dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Pasien baik-baik saja,beruntunglah luka di kepalanya tidak begitu serius,hanya ada beberapa jahitan di tangan,kaki,dan kepalanya." menjelaskan kondisi Azky setenang mungkin.
"Apa dia sudah sadar?"
"Sudah,kalian bisa menemuinya."
"Terimakasi dok." Fatih segera masuk ke dalam untuk menemui Azky.
Saat ia masuk,Azky langsung berusaha untuk duduk. "Mas Fatih..?" nampak senyum simpul di bibirnya saat melihat Fafih ada di hadapannya.
"Azky..." Fatih berlari menghampirinya.
"Maafkan aku mas..aku..."
"Suuitt....jangan katakan apapun,kamu tidak perlu meminta maaf pada ku."
"Aku tidak mau kamu salah faham mas."
"Tidak Azky,aku percaya pada mu."
"Terimakasi mas." Azky merasa lega,karna sudah tidak ada kesalahpahaman di antara mereka.
__ADS_1