
Dia Raditya wira,anak dari keluarga sederhana,pintar,kadar ketampanan 99% karna 1% nya tidak ada manusia yang sempurna.
Berkat bantuan Radit,akhirnya Kisya berhasil masuk tanpa masalah,sebetulnya mereka sudah saling kenal,hanya saja ini kali pertama mereka berinteraksi secara langsung,bahkan sampai jalan berdua.
"Makasi ya kak,udah nolongin aku." Ucap Kisya dengan senyum,mereka menaiki anak tangga menuju lantai atas.
"Iya,kebetulan tadi aku izin keluar dulu."
"Untung ada kakak,kalau gak... habis aku di hukum."
Mereka terus berjalan beriringan melewati beberapa kelas,terdengar riuh kelas yang belum memulai pelajaran,ada juga kelas yang sudah sunyi sepi seperti kuburan,pasti jam pelajaran guru Killer.
Raditya nampak kikuk bisa jalan bersama Kisya,karna sebenarnya ia diam-diam sudah mengincar Kisya dari pertama ia masuk ke sekolah,bahkan sebelum Abiyu datang sebagai murid baru.
"Oh iya..tumben kamu dateng terlambat?" Radit memberanikan diri memulai percakapan.
"Aku kan naik angkot kak,tadi angkotnya banyak berhenti,jadi telat deh." Saut Kisya biasa saja.karna memang ia tidak menaruh hati padanya.
"Emngnya rumah kamu di mana?" Kembali ia bertanya.
"Aku tinggal di dukuh pinggir."
"Wah..searah dong kita?" Ia menatap wajah Kisya dari samping.
"Oh ya?"
Radit mengangguk. "Iya,nanti kita pulang bareng aja."
"Pulang bareng? Nggak ah,takut." Kisya menatap ke arah lain.
"Kenapa takut? Aku gak gigit ko." Radit berjalan mundur menatap wajah Kisya dari depan.
"Kamu sih gak gigit kak,tapi Fans kamu itu yang bikin ngeri..iihh.."
"Bisa aja kamu" Kembali ia berjalan lurus ke depan.
"Loh..tapi emang iya tau,siapa coba yang gak kenal ketua osis Raditya wira,apa lagi semua cewek ngejar-ngejar kamu."
"Gak semua cewek kali." Tukas Radit.
"Mmmm... sebagian besar lah." Saut Kisya dengan senyum.
"Termasuk kamu?"
"Aku..? aku termasuk yang mana nih?"
"Salah satu cewek yang gak tertarik sama aku."
Haa..haa.. Kisya tertawa terbahak. "bisa aja kamu kak."
Candaan ringan mengiringi langkah mereka menuju kelas,rasa bahagia nampak jelas di wajah Radit.tapi tidak untuk Kisya,ia merasa biasa saja,tidak ada yang spesial,walaupun banyak para sisiwi yang menatap iri dengan kebersamaan mereka.
Saat masuk ke dalam kelas,ia melihat Abiyu sedang membaca buku,entah buku apa yang sedang ia baca,dia tidak perduli. Melewati Abiyu begitu saja,bahkan tanpa bertegur sapa,ia pun duduk di kursi paling belakang.
Rugi kalau gak jailin dia. Begitu fikirnya,Kisya selalu senang saat mengganggu Abiyu.
"Aby.."
"Hhmm..."
"Lagi baca buku apa?"
"Kepo.."
__ADS_1
"Buku por*o ya?" Terkiki di belakang punggung Abiyu.
Abiyu memutar tubuhnya ke belakang tanpa berkata,ia mengernyitkan dahinya. Kisya sangat paham,saat ini suaminya sedang kesal,Kisya semakin gemas ingin lagi dan lagi menggodanya. "Siapa tau kamu mau belajar tentang cara memuaskan aku di atas ranjang Abiyu malique." Kisya berbisik di telinga sang suami.
Abiyu memutar bola matanya jengah,ia kembali duduk menghadap ke depan,dan tidak perduli dengan ocehan Kisya di belakang.
Puas menggoda suaminya,ia membuka tasnya lalu mengambil salah satu buku tugas yang belum sempat ia selesaikan semalam. Tapi sayang,baru saja ia menyimpan buku di atas meja,tiba-tiba Nada dan Nindi berteriak memanggil namanya di depan pintu kelas. "Kisyaaa....."
Kisya mengerjap kaget,ia bahkan tidak sengaja melempar pensil ke arah Abiyu.dan Abiyu kembali marah. "Apa-apaan sih?" Mendengus kesal.
"Kenapa?"
"Kamu sengaja kan?" Ucap Abiyu kesal.
"PD banget kamu."
Si kembar Nada dan Nindi berlari menghampiri meja Kisya dan sungguh mereka sangat berisik.
"Udah-udah,kalian berantem mulu,jodoh aja nanti,baru tau rasa."
"udah kejadian." Batin Kisya bergumam. "Udah gak usah mikirin dia,ngapain kalian lari-lari?"
"Eh iya..hampir lupa..lo jujur ya sama kita, lo habis bikin masalah apa sih tadi?"
"Masalah? Masalah apa? Gue gak ngerti." Kisya mengernyitkan dahinya.
"Barusan kita habis dari toilet,dan lo tau..mereka ngomongin lo,bilang lo murahan lah,lo benalu lah,lo sok kecantikan lah,pokoknya banyak deh."
"Gue gak peduli mereka mau ngomong apa,gue gak ngelakuin kesalahan apa-apa."
"Lo yakin?"
Kisyaa mengangguk. "Iya..yakin,tadi gue cuma kesiangan masuk sekolah,cuma itu,dan gak ada hubungannya kan sama kehebohan mereka,siapa gue." Kisya mulai membuka bukunya,dan menyelipkan bolpoin di sela-sela jarinya.
"Mas iya sih kita budeg." Nindi dan Nada mengorek kuping mereka dengan jari kelingkingnya.
"Terus lo kesiangan ko bisa masuk gimana ceritanya? Lo ngebujuk pak satpam lagi?" Tanya Nindi.
"Nggak."
"Terus,manjat pager?"
"Apa lagi itu,nggak banget."
"Terus?"
Dengan entengnya menjawab. "Di anter kak Radit."
"What....?"
Bahkan Abiyu pun terkejut. "Raditya? Mantan ketua osis?" Batin Abiyu bergumam.
"Aduh Kisya.... itu lah masalahnya,lo ada-ada aja jalan sama kak Radit,lo tau kan dia siapa?"
"Tau..emng kenapa?"
"Aduh..jangan coba-coba deh deketin dia,lo mau di amuk masa?"
"Siapa yang deketin,kita cuma kebetulan aja ko."
Abiyu geram mendengar ocehan mereka yang gak ada habisnya. "Bisa gak kalian diem?" Ucapnya tanpa menoleh ke belakang.
"Gak bisa,kenapa emang nya? kamu cemburu Abiyu malique." Saut Kisya.
__ADS_1
Abiyu diam tak ingin lagi berkata.
Semenjak hari itu,beberapa kali Aditya mengantar jemput Kisya ke sekolah,bukan ia tidak menolak,Setiap kali ia menolak,Aditya selalu punya alasan untuk mengajak Kisya naik ke atas motornya. Tapi tidak untuk kali ini.
Sebetulnya hari ini usaha Radit hampir brhasil,tapi sayang,sang pemilik sebenarnya ada di sana. Hampir satu jam Abiyu menungu di dalam mobil,ia memarkirkan mobilnya cukup jauh dari rumah Kisya.
Saat Kisya akan naik ke atas motor milik Radit,dengan cepat Abiyu ke luar dari mobil lalu memanggilnya dengan suara yang sangat lantang. "Kisya..."
Yang di panggil pun menoleh,ia menatap tak percaya kalau suaminya ada di sana,bahkan ia terlihat sangat tampan dengan baju casual yang ia kenakan.
Sedikit berlari Abiyu menghampiri sang istri,dan Radit kembali membuka helm nya,dan meletakan helm itu di atas motor maticnya.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Abiyu dengan santainya.
"Aku..mau..ke.."
"Ke perpustakaan." Sela Radit memotong ucapan Kisya.
"Maaf,saya tidak bertanya pada anda." Tegas Abiyu.
Radit mengernyitkan dahinya.
"Lagian kamu ngapain di sini?" Tanya Kisya cukup heran.
"Malah balik nanya,kamu mau ke mana?"
"Bukan urusan kamu."
"Kisya,jangan sampai aku mengulangi pertanyaan ku." Ucapnya dengan meninggikan suara.
Radit geram,ia melangkah maju. "Bicara yang sopan bos,siapa kamu berani bicara seperti itu sama dia?"
"Kamu gak perlu tau siapa aku." Diam sejenak sebelum kembali bicara. "Kisya.."
"I..iya.." Sautnya terbata.
"Masuk ke mobil."
"Tapi..."
"Kisya..."
Berikan apresiasi kalian untuk karya Othor dengan meninggalkan jekak di setiap episodenya.
LIKE
KOMEN
VOTE
GRATIS...
Karna itu lah penyemangat Author untuk selalu UP. 💝🙏😍
__ADS_1