
Tak ingin mengecewakan lagi,begitu sampai di Aprtemen,Kisya langsung lari ke dapur untuk memasak,ia bahkan belum sempat membersihkan tubuhnya,yang di pikirannya saat ini,hanya ingin melayani Abiyu dengan sangat baik.
"Kamu mau makan apa Abiy..?" Tanya Kisya yang saat ini sedang berjongkok di depan kulkas,ia mencari sesuatu di sana yang bisa ia masak.
"Aku udah makan." Jawabnya singkat. Ia berjalan menghampiri Kisya. "Yank."
"Kenapa?" Kisya menoleh ke belakang mendongakan kepalanya ke atas.
"Bangunlah." Titah Abiyu sambil mengulurkan tangannya.
Kisya meraih tangan itu lalu berdiri. "Kenapa Biy?"
"Kamu gak perlu masak,aku udah pesen online."
"Tapi kamu kan..?"
"Aku mau kamu Yank." Sela Abiyu memotong pembicaraan. Ia mengusap pipi Kisya dengan jarinya sangat lembut.
Kisya sangat tau apa yang di inginkan suaminya saat ini,ia memeluk Abiyu sangat erat. "Dengan senang hati suami ku."
Abiyu menggendong Kisya naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sudah lebih dari satu minggu ia tidak mendapatkan layanan dari sang istri,membuat hasrat Abiyu berada di atas puncak,benar-benar tidak bisa ia bendung lagi.
"Sayang,kamu lelah?" Tanya Abiyu pada Kisya yang sedang bekerja di atas tubuhnya.
"Belum,aku akan membayar semua hutang ku Biy." Jawab Kisya tanpa menghentikan aktifitasnya. Rambut yang terurai panjang,nampak sedikit berantakan,Abiyu menyelipkan rambut Kisya ke belakang telinganya. "Kamu luar biasa yank."
Mereka melakukannya sampi larut malam,setelah puas,Abiyu merebahkan dirinya di samping Kisya,dan lengannya di jadikan bantalan untuk kepala Kisya. "Ini yang aku rindukan dari kamu Yank,jangan pernah mengabaikan aku dan Kayla lagi ya."
Kisya memeluk. "Iya Biy,aku akan terus berusaha menjadi istri dan ibu yang baik. Tapi kamu jangan larang aku kuliah ya."
Abiyu mencium kening Kisya. "Selama kamu patuh,aku gak akan larang,tapi kalau kamu ulangin kesalahan,jangan salahkan aku kalau tiba-tiba kamu keluar dari kampus."
Mendengar peringatan Abiyu,cukup membuat Kisya takut,ia mengeratkan pelukannya.
Tak lama,Kisya pun beringsut turun dari ranjangnya. "Mau ke mana?" Tanya Abiyu yang masih berbaring di atas ranjang.
"Aku mau ambilin makan malam buat kamu."
"Biar aku yang ambil " Ia turun dari ranjangnya,lalu kembali mengenakan pakaiannya.
Dengan senyum penuh bahagia,Kisya naik ke atas ranjang,setelah kembali mengenakan pakaiannya. "Abiy..nasinya agak banyak ya,laper banget soalnya."
"Iya. Ada lagi?"
Diam sejenak seraya berfikir
__ADS_1
"Bawa jus buah,tapi gak mau minum Vitamin."
"Kisya..."
"Bosen Biy,jus buah juga kan Vitamin."
"Kmm..Baiklah."
Setelahnya Abiyu pun berlalu keluar menuju meja makan,sudah berada di bawah,ia tidak mendapati apa-apa di dalam tudung saji. "Bukannya aku pesen makanan online? Masa sih belum datang." Kata Abiyu bergumam sendiri.
Ia melihat notifikasi di ponselnya. "Sudah di terima,tapi ko gak ada apa-apa? kemana Kiran?"
"Ran.." panggil Abiyu sambil mengetuk pintu kamar Kiran,mengetuk beberapa kali,tetap tidak mendapat jawaban
Saat akan kembali mengetuk,tiba-tiba Kiran memanggilnya dari belakang. "KAk Abiy?"
Abiyu menoleh ke belakang. "Aku fikir kamu di dalem kamar,dari mana?"
Kiran berjalan menghampiri Abiyu. "Habis tidurin Kayla kak. Kakak perlu sesuatu?" Tanyanya bias saja.
"Itu..aku kan pesan makanan online,tapi ko gak nyampe-nyampe ya? kamu nerima gak?"
"Makanan?" Taya Kiran.
"Iya."
Kiran berjalan menuju kulkas,di ikuti Abiyu dari belakang. "Aku fikir kakak gak akan bangun lagi,jadi aku taro di kulkas."
"Aku angetin dulu ya kak."
"Sini biar aku aja." Pinta Abiyu.
"Gak apa-apa kak,aku aja."
Kiran menghangatkan cumi bakar ke dalam Oven,menunggu beberapa menit,cumi bakar itu kembali hangat. "Mmm..aromanya enak banget kak." Ia menghidangkan bersama dengan nasi dan air hangat ke atas nampan.
"Kamu mau?" Tanya Abiyu.
"Aahh..nggak kak,cuma kecium aja wanginya." Ucapnya dengan senyum.
"Gak apa-apa,sana ambil piring."
"Gak usah kak,aku kan udah makan juga tadi sama kakak sama Kayla."
"Gak apa-apa kiran,sana ambil piring,biar aku bagi dua,lagian ini banyak banget,Kisya gak bakal habisin sendiri."
__ADS_1
"Bisa buat besok."
"Kisya gak akan mau masakan angetan. Udah cepet ambil piring lagi."
"I..iya udah deh."
Kiran mengambil satu piring lagi,lalu Abiyu membaginya menjadi dua. "Cukup?" Tanya Abiyu setelah memberikan sebagian pada Kiran.
"Cukup kak,ini malah kebanyakan."
"Gak apa-apa,udah kamu habisin. Aku naik ke atas dulu ya."
"Makasi banyak ya kak."
Abiyu hanya merespon dengan senyum,lalu segera naik ke atas.
"Yank..makanan datang." Abiyu menutup pintu dengan kakinya,karna kedua tangannya memegang nampan yang cukup berat.
Ia melihat Kisya sedang memainkan ponselnya,setelah Abiyu masuk,dia langsung menyimpan ponselnya ke dalam selimut. "Waah..ini cumi bakar yang aku mau Abiy?"
"Iya.." Menyimpan nampan itu di atas nakas,lalu menyerahkan sepiring nasi berisi cumi bakar pada sang istri.
"Hhmm....Harum.. Kamu angetin lagi?"
"Kiran yang angetin."
Kisya mulai menyendokan nasi ke dalam mulutnya. "Enak banget Biy,kamu mau?"
"Nggak,aku udah makan." Abiyu mengusap sisa makanan di ujung bibir Kisya. "Pelan-pelan makannya."
"Iya.. Makasi sayang."
Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗
LIKE
KOMEN
VOTE
😁😁
__ADS_1
💋🙏🙏