Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 46


__ADS_3

TERIMAKASIH KAK IMELDA RAJIN KASIH AKU TIP 🥰🙏


Pagi di hari minggu. Abiyu, Kisya, dengan Kayla dan Audy. Mereka sedang melakukan kegiatan Car free day di Bundaran HI kota Jakarta pusat. Mereka sangat antusis, bebas berlari kesana kemari tanpa ada kendaraan yang berlalu lalang.


Ini menyenangkan. Pusat kota tanpa kendaraan, selalu di nanti-nanti oleh penghuni kota Jakarta, juga dari kota lainnya, hanya untuk menghabiskan waktu libur mereka di hari minggu pagi.


Sudah cukup lama mereka mengayun sepeda. Anak-anak yang merasa kelelahan, meminta Abiyu dan Kisya untuk istirahat dan merengek minta di belikan es yang ada di sebelahnya.


Sementara Abiyu dan anak-anak membeli es, Kisya mengantri di depan penjual ketoprak yang banyak sekali pengunjungnya. Banyak pengunjung identik dengan rasanya yang enak. Dia rela mengantri panjang demi makanan yang enak itu.


Sekali ini aja ya!" kata Abiyu sambil menyerahkan es dalam gelas. Yang di dalamnya juga terdapat potongan roti, ketan hitam, juga tape singkok, dan jauh di dalamnya lagi ada es yang sudah di serut dengan toping sirup berwarna merah di atasnya.


"Iya ayah..." saut Kayla.


"Iya kakak..." saut Audy


"Hhmm... enak banget ayah," selorohnya sambil duduk di aspal sambil selonjoran, sudah tidak perduli lagi dengan jalanan yang kotor, yang ia rasakan hanya kenikmataan saat meminum es di tangannya.


"Iya kak, ini enak banget," timpal Audy yang juga duduk di aspal di samping Kayla.


"Aunty..." panggil Kayla pada Audy.


"Hhmm..?" sautnya tanpa berkata, ia sibuk menikmati es di tangannya, karna ini kali pertama dia memakan es yang memiliki nama unik. Yaitu ES DOGER.


"Es ini kan ada di depan sekolahan mu, Aunty," kata Kayla sambil menyendokan es ke dalam mulutnya.


"Benarkah?"


Kayla mengangguk. "Iya.."


"Kapan kamu lihat?"


"Waktu jemput Aunty di sekolah," sautnya polos.


"Ko aku gak tau? kamu beli?"


Kayla menggelengkan kepalanya. "Nggak."


"Kenapa?"


"Nekda gak izinin."


"Kenapa gak Izinin?" terus bertanya karna penasaran, sedang Abiyu terus memperhatikan obrolan mereka sambil senyam senyum lucu.


"Ya ampuunn..kalian itu lucu banget sih," selorohnya sambil menyendokan es ke dalam mulutnya.


"Nekda bilang, takut sakit perut, nanti di suntik." lanjut jawan Kayla.


"Bunda pasti bohong. Buktinya kita sekarang gak sakit perut. Iya kan kak?" kali ini ia bertanya pada Abiyu sambil mendongakan kepalanya, karna Abiyu saat ini tengah berdiri mau menyusul Kisya yang masih mengantri.


"Bunda benar, kalau masih pagi makan es kayak gini sakit perut loh."


"Kakak...." Audy meringis ketakutan.


"Mangkannya sekali ini aja ya makan es nya, jangan lagi."


"Ayah bohong, Aunty. Aunty gak usah percaya," ucapnya sambil tertawa. ha..ha..


"Kaylaaa..."


Mereka asik mengobrol berduan, sementara Kisya dan Abiyu memesan ketoprak untuk sarapan.


"Audy sama Kayla mau gak Biy..?" tanya Kisya yang masih berdiri antri di belakang para pembeli.

__ADS_1


"Gak mau sih tadi bilangnya," jawab Abiyu sambil mengeluarkan uang dari dompetnya. Lalu memberikan selembar uang dengan pecahan 50.000 pada sang istri.


"Mau aku yang antri apa kamu?"


"Aku aja gak apa-apa, kamu temenin mereka gih," pinta Kisya pada Abiyu untuk kembali menemani anak-anak yang masik asik memakan es doger di tangannya.


Abiyu kembali duduk di jalanan bersama anak-anak, tak lama Kisya datang menyusul sambil membawa dua piring ketoprak yang membuat ia harus antri panjang demi menikmatinya.


Asik makan, sambil ngobrol-ngobrol ringan, tiba-tiba saja sepeda lipat dengan merek ternama berhenti tepat di depan mereka, dan langsung menyapanya.


"Hai... Abiyu."


Dia Alesha, wanita tidak tau malu itu datang menghampiri Abiyu juga Kisya yang tengah asik makan. Mereka terkejut karna ini pertemuan pertama mereka setelah beberapa tahun tidak bertemu.


"Alesha?" kening Kayla mengerut terkejut, juga tidak suka.


"Maaf ya, gue gak nyapa lo," Alesha turun dari sepedanya, dan langsung duduk di samping Abiyu tanpa malu.


"Abiyu... apa kabar?" dengan beraninya ia menautkan tangannya di bahu Abiyu.


Kisya meradang, ia tahan karna ia tau, kalau Alesha cuma mau memancing emosinya saja.


"Tante siapa?" tanya Kayla menatap tak suka.


"Hai peri cantik.. pasti putrinya ayah Abiyu ya..?"


Kayla mengangguk polos.


"Cantik banget. Kayak ayahnya yang tampan," sudut mata Alesha melirik ke arah Abiyu dengan genitnya.


Kisya semakin meradang, ia mengepalkan tangannya, menatap Alesha dengan tatapan membunuh.


"Satu kata lagi keluar dari mulut lo yang hina, gue gak akan segan-segan lempar lo dengan piring ini," ucapnya memberi peringatan.


"Yank..?"


"Manis banget sih Abiyu..? mau dong aku di panggil Yank sama kamu."


"Aleshaaaaa....."



Summarecone Mall kelapa Gading tempat Kiran bekerja saat ini. Satu minggu sudah ia bekerja di sana, semua berjalan dengan semestinya. Kiran yang saat ini bekerja di sebuah Mall besar, mengharuskan ia berdandan dan berpenampilan cantik saat bekerja.



"Dan berdandan bukan keahlian ku," ujarnya.



Terus ia berusaha belajar, sampai pada akhirnya ia berhasil memakaikan Make UP di wajahnya dengan sempurna. Dan ini kali pertama ia memakai Make UP setelah satu minggu cuma memakai lipglos di bibirnya.



Usahanya berhasil, dia bahkan mendapat pujian dari teman-teman barunya, walaupun tak sedikit orang yang tidak suka pada dirinya, yang di anggap oleh mereka kalau Kiran mendapatkan perlakuan special dari sang Manager.



"Gimana gak dandan, simpanan Om-Om sih.." kata salah satu karyawan, saat Kiran berjalan melewati mereka. Kiran terus berjalan berusaha tidak perduli dengan setiap hinaan yang mengarah padanya.



Geram tak mendapat respon. Dua orang karyawan itu mengikuti langkah Kiran, lalu menarik rambutnya ke belakang.

__ADS_1



"Kurang ajar lo ya? lo fikir lo siapa?" ucap seorang wanita itu kesal.



"Aaw...lepas!" kiran berusaha melepaskan diri dari cengkraman wanita tersebut.



Tak kunjung terlepas, Kiran memutar tubuhnya dan langsung menarik tangan yang sedang mencengkram kuat rambutnya, lalu memelintir tangan tersebut ke belakang punggungnya.



"Jangan berani menyentuh rambut ku," kata Kiran dengan penuh keberanian.



Teman-teman Kiran tercengang dengan perlawanan Kiran yang menurutnya mustahil.



"Hebat.." ucap kedua teman kiran sambil mengacungkan kedua jempolnya.



"Aku gak boleh lemah, kalau lemah, mereka bisa menginjak-injak kita, toh.. bukan dia juga yang gaji kita, Iya kan?"



Terus berjalan menuju Lift.. mereka bertemu dengan Adlan setelah pintu Lift terbuka.



"Hai..." Adlan melambaikan tangan pada Kiran yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.



"Masuk.." tawarnya.



mereka bertiga pun masuk.



"Wah...dandan nih.." ucap Adlan meledek. ia bersandar pada dinding Lift sambil melipat kedua tangannya di dada menatap wajah Kiran sambil senyum.



"Belajar dikir-dikit Om," jawabnya malu-malu.



Adlan mengangguk. ia menghampiri kiran mengusap rambutnya yang berantakan bekas terkena jambakan tadi.



"Di sisir dong Ran.." kata Adlan dengan lembut.



Jejaknya doong jangan lupa ya.

__ADS_1


__ADS_2