Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 77


__ADS_3

"Maafkan aku mas..aku..."


"Suuitt....jangan katakan apapun,kamu tidak perlu meminta maaf pada ku."


"Aku tidak mau kamu salah faham mas."


"Tidak Azky,aku percaya pada mu,aku yang seharusnya meminta maaf karna sudah meragukan keseriusan mu."


"Terimakasi mas." Azky merasa lega,karna sudah tidak ada kesalahpahaman di antara mereka.


"Kamu baik-baik aja kan?"


Azky mengangguk sambil tersenyum. "Aku baik mas."


Tak lama selang Fatih masuk,Dewi pun masuk ke dalam ruangan bersama Adlan. "Azky.."


"Mba..?"


"Kamu udah merasa baikan?"


"Udah mba,kayaknya aku juga sudah bisa pulang." Ucap Azky.


"Gak bisa Azky.kamu harus di rawat dulu,kamu belum sepenuhnya sembuh,lihat...kamu terluka banyak." Kata Fatih.


"Tapi aku mau bertemu anak-anak mas."


"Besok ya,besok mas ajak anak-anak ke sini."


"Baiklah."


Tiba-tiba mata Azky tertuju dengan satu orang yang berdiri di belakang Dewi. "Adlan..?"


Adlan ragu untuk menyapa,mengingat dulu ia pernah mencintainya,bahkan ia pernah membencinya karna masa lalu yang kelam bersama Zahfran.


"Adlan.." panggil Fatih menyadarkan ia dari lamunanya.


"Aah..ya mas"


"Iya,Azky.." Ucapnya sedikit ragu.


"Aku minta maaf Azky,karna dulu aku sempat membencimu" kembali ia membuka suara.


"Gak apa-apa Lan,aku juga minta maaf pernah menampar kamu dulu."


"Dulu,mungkin aku pantas untuk di tampar." Ucap Adlan dengan tersenyum,mencoba mencairkan suasana.


Azky dan Fatih pun ikut tersenyum.


Zahfran,apa yang ia lakukan?ia hanya bisa menatap keadaan di dalam dari balik pintu kaca. "Aku ikut senang melihat keadaan kamu sekarang,Fatih akan menjaga kamu dengan baik Azky. Maafkan aku."


Menyadari ada sosok yang terus memperhatikannya dari luar.Azky menoleh ke arahnya. "Mas Zahfran." Ucapnya.


Saat semua menoleh ke arah luar,Zahfran langsung pergi dari tempat ia berdiri.




Kediaman Rafa.



Mobil yang membawa pak Herlambang dan Shafiah,akhirnya tiba di depan halaman rumah Rafa.



Shafiah masih diam,pak Herlambang terus menatap Shafiah dengan tatapan nanar. "Shafiah.." panggil pak Herlambang.



"Iya pah.."



"Kamu mau turun gak? atau kamu berubah pikiran akan pulang ke Sidney malam ini?"



"Gak pah,aku mau tinggal di sini dulu,besok atau lusa aku juga harus menemui klien ku di Jakarta."



"Kamu yakin masih mau menemui klien kamu di Jakarta nak?"



"Ya pah,gak enak soalnya,udah janji. Malah seharusnya hari ini kita ketemu."

__ADS_1



"Baiklah,ayo kita turun." Ajak pak Herlambang.



Saat mereka turun dari mobil,kebetulan Rafa keluar dari rumah. "Shafiah? pak Herlambang?" Ucap Rafa sambil berjalan menghampiri pak Herlambang.



"Assalamualikum.."



"Waalaikumsalam." Ucap Rafa sedikit terheran.



"Rafa..bagaimana kabar kamu?"



"Saya....baik pak alhamdulillah." Ucap Rafa sedikit terheran karna kedatangan pak Herlambang yang tiba-tiba.



"Shafiah,di mana Zahfran?"



"Aku sama papah kak."



"Zahfran?" Kembali Rafa bertanya karna tidak biasanya Shafiah datang tanpa di temani suaminya.



"Kita jelasin di dalam kak." Ucap Shafiah.



"Oh iya...maaf pak,saya sampai lupa mempersilahkan anda masuk ke dalam. Silahkan pak." Rafa mempersilahkan pak Herlambang untuk masuk.




Tangis si kembar sampai terdengar oleh Shafiah dan pak Herlambang. "Kak,anak-anak nangis? kenapa?" Tanya Shafiah saat masuk ke dalam.



"Iya Sha,mereka mau ketemu uminya." saut Rafa. "Silahkan duduk pak." Rafa mempersilahkan pak Herlambang untuk duduk di sofa ruang tamu.



"Terimakasi." pak Herlambang pun duduk.



"Kamu sudah memiliki anak lagi Raf?" Tanya pak Herlambang setelah duduk.



"Bukan pak,dia..."



"Suara tangis anak-anak itu,adalah anaknya mas Zahfran dan Azky pah." Sela Shafiah.



"Apa?" Mata pak Herlambang membulat sempurna saat mendengar Zahfran memiliki keturunan bersama Azky. "Bagaimana bisa Zahfran memiliki keturunan dengan Azky?" Tanya pak Herlambang terheran.



"Dulu,saat mas Zahfran menceraikan Azky,saat itu Azky sedang hamil pah,dan mereka tidak menyadari hal itu."



"Jadi..aku memiliki cucu kembar." Kembali pak Herlambang bertanya untuk lebih memastikan.



"Iya pah."


__ADS_1


"Aku..mau bertemu mereka..." Ucap pak Herlambang sangat antusias.



"Baik,saya panggilkan ya."



"Biar aku yang panggil anak-anak kak." Shafiah bangkit dari duduknya menghampiri si kembar di dalam kamar Nizma.



"Assalamualikum..." Ucap salam Shafiah setelah membukakan pintu kamar Nizma.



Ia melihat Nizma sedang kewalaham menghadapi si kembar yang terus marah dan menarik bajunya untuk bertemu Azky.



"Anak-anak.." Suara Shafiah yang sedikit berteriak pun tidak di dengar oleh Mereka. Shafah pun masuk setelah menutup kembali pintu kamar dan mendekati putri kembar Azky.



"Aisyah,Asiah,itu tante Shafiah ada di sini,jangan pukulin kakak terus." Ucap Nizma yang semakin kewalahan.



Mendengar nama Shafiah di sebut,merka. berdua pun langsung menoleh ke belakang. "Tante Shafiah.." Teriak mereka bersamaan langsung turun dari ranjang lalu memeluk Shafaih. "Tante..tolong kami.."



"Kenapa sayang?" Ucap Shafiah sambil mengelus puncak rambut si kembar.



"Kita mau umi tante.. hikss..hikss.."



"Sayang.. umi kalian lagi sakit,dan sekarang sedang di rawat oleh dokter."



"Tapi kita mau umi tante.." Tak henti-hentinya mereka merengek ingin bertemu Azky.



"Besok ya,besok tante antar kalian ketemu sama umi ya."



"Benarkah?" Aisyah mendongakan kepalanya ke atas dengan tangis terisak-isak.



"Iya sayang,tante janji."



Perlahan tangisnya pun mereda,Shafiah membawa mereka duduk di tepian tempat tidur karna ada yang ingin Shafiah sampaikan padanya. "Sayang.. kalian mau punya kakek gak?"



"Mau,tapi kita tidak punya kakek tante." Ucapnya masih sesegukan.



"Kalian punya ko,dan kakek kalain ada di sini sekarang."



Aisyah dan Asiah saling berpandangan satu sama lain. "Benarkah tante?" Tanya Asiah.



"Ya sayang,kalian mau bertemu?" Ucap Shafiah sambil mengelus pipi mereka.



Mereka pun mengangguk bersamaan.



"Ikut tante sayang.."


__ADS_1


Shafiah berdiri dan membawa mereka bertemu pak Herlambang.


__ADS_2