
Kiran masih berada di dapur,dan kali ini bukan hanya mereka berdua,Kayla yang juga ikut bangun karna mimpi buruk,ikut bergabung bersama mereka di meja makan. "Pedes semua nasi gorengnya?" Kata Kayla yang saat ini sedang di atas pangkuan Kiran.
"Kakak bikinin yang gak pedes ya. Mau?"
"Aku gak mau nasi goreng,aku mau mie rebus." pinta Kayla.
"Emangnya boleh sama ayah?"
Kayla menoleh ke arah sang ayah. "Boleh kan ayah?"
Abiyu yang baru saja mematikan kompor,menuangkan nasi goreng ke dalam piringnya. "Boleh,tapi sekali ini aja ya,jangan terlalu sering."
"Yey... Ayo kak,buatin aku mie rebus."
"Iya sayang." Mencubit gemas hidung mancung Kayla,Kiran pun berdiri,lalu Kayla berpindah duduk di atas pangkuan sang ayah.
Tak butuh waktu lama,Mie rebus yang Kayla inginkan sudah jadi,mereka menikmati makan malam dadakan bertiga di meja makan. "kkhhmm.. enak banget kak mie rebusnya." Kata Kayla sambil mengacungkan kedua jempolnya ke atas.
"Terimakasi Kayla." Saut Kiran dengan senyum. "Ayo habisin makannya." Kayla menyantap mie rebus buatan Kiran sangat lahap.
Selesai dengan acara makan malam dadakan,Kayla kembali tidur di kamarnya,dan kali ini ia tidur bersama sang Ayah,karna Kiran harus merapihkan dapur. Bukan Abiyu yang meminta,tapi Kirna sendiri yang memaksa Abiyu menemani Kayla tidur,dan dia yang merapihkan dapur.
Setelah Kayla tertidur,Abiyu keluar dari kamar Kayla,dan melihat Kiran masih sibuk di dapur. "Ran.." Panggilnya dari lantai atas.
Kiran menoleh ke atas. "Iya kak?"
__ADS_1
"Kamu beneran gak apa-apa beresin dapur?" Kata Abiyu tak enak hati.
"Gak apa-apa kak,kakak tidur aja,nanti kalau kak Kisya bangun nyariin loh."
Abiyu mengangguk. "Ya udah,aku duluan ya."
Abiyu masuk ke dalam kamar,sedang Kiran masih berada di dapur. Begitu masuk ke dalam,ia melihat Kisya masih berada di posisi yang sama,belum bergerak.
Abiyu berbaring di samping sang istri,lalu memeluknya dari belakang,ia menelusupkan tangannya masuk ke baju Kisya,meremas bagian favoritnya.
Kisya menggeliat,saat Abiyu mencium leher tanpa menghentikan aktifitas tangannya. "Abiy..." Suara Kisya terdengar lirih.
"Iya sayang?" Terus mencium leher,dan meremas.
"Aku lelah."
"Abiy.." Tangan Kisya menghentikan tangan abiyu yang sedang bekerja. Ia memutar tubuhnya menghadap Abiyu.
"Kenapa sayang?" Mengernyit.
"Jangan sekarang,aku benar-benar lelah." Pintanya lagi.
Abiyu sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah Kisya. "Kamu nolak lagi?" Ucapnya kembali mengeryit heran.
"Karna aku lagi cape Biy,kalau aku gak cape juga pasti aku layanin."
__ADS_1
"Biar aku yang bekerja,aku janji hanya sekali sayang."
"Abiy...ngerti dong,kenapa sih setiap hari kamu minta terus? aku cape Biy,besok kan aku libur,kamu bisa puas-puasin besok." Uacapnya sedikit kesal.
Abiyu semakin mengernyitkan keningnya,ia tidak menyangka Kisya akan mengatakan hal itu,ia pun bangkit dari tidurnya,lalu mengambil kunci mobil di atas nakas. "Setiap hari? aku minta setiap hari? dan apa setiap hari itu kamu layanin aku?"
"Karna aku juga punya kegiatan di luar Biy,aku cape,masa kamu gak mau ngerti sih."
Abiyu mengusap wajahnya kasar. "Kamu cape? Ok.." Abiyu pergi meninggaklan Kisya dalam keadaan marah,ia membanting pintu kamar cukup keras,hingga terdengar oleh Kiran yang masih berada di dapur.
Kiran melihat kemarahan di wajah Abiyu. "Kak Abiy,kenapa?"
Banyak LIKE
Banyak KOMEN
Banyak VOTE
Banyak BUNGA
__ADS_1
Banyak UP pula.
Maaf ya banyak maunya 😂🙏