
"Biasanya sih di angakat dulu kalo bunda telfon, Micel juga no nya gak aktif,telfon kantor juga gak di angkat. Kenapa ya?" Menatap heran pada layar ponselnya.
"Apa gak aku kasih tau aja kali ya..? Toh ayah kan lagi metting,bukan sengaja ke Restauran tante Azky. Tapi.. kalau bunda masih cemburu..gimana?" Bingung. " Aahh..tau lah..aku cari aman nya aja,gak usah bilang." Batin Abiyu bergumam.
"Aby..."
Diam...
"Abiyu.."
"Oh..iya..bun,kenapa?"
"Malah bengong,mikirin apa siih? Kayak orang tua aja banyak pikiran"
"Aku juga banyak pikiran tau bun." "Bunda gak tau aja aku pusing mikirin pernikahan. Maafin Abiyu bun,Aby sudah mengecewakan bunda,andai aja waktu itu aku nurut,mungkin kejadian ini gak akan terjadi.
"Ikut bunda yuk..?"
"Ke mana?"
"Makan siang di luar,kamu belum makan kan?"
"Mmm… belum sih."
"Bunda ambil kunci mobil dulu ya.." Ia berlalu meninggalkan putranya,untuk mengambil kunci mobil dan Abiyu mengekor dari belakang.
"Tapi bun.. bunda kan gak di kasih izin bawa mobil..?"
"Ayah mu melarang bunda melakukan semua hal.. bunda juga bosen di rumah terus.." Ia terus berjalan menaiki anak tangga tanpa menoleh ke belakang lagi.
Begitu sampai di ambang pintu,ia menghentikan langkahnya. "Kamu gak ganti baju dulu?"
"Gak lah... ini iuga baru ganti ko."
"Ok.. Tunggu sebentar,bunda ambil kunci dulu."
Ia pun mengangguk. "Ya udah,aku tunggu di sini."
Merasa bosan terus terkurung di rumah,akhirmya ia memutuskan keluar untuk sekedar makan siang dengan putranya. Bukan tanpa izin,ia mengirim pesan pada suaminya,tapi tak juga mendapat jawaban,jangankan pesan,telfon aja gak di angkat kan?
Nanti juga pasti di baca. Begitu fikirnya,mangkannya ia pergi tanpa mendapat jawaban lebih dulu.
Sepanjang perjalanan,tidak banyak yang mereka bahas,hanya obrolan ringan antara bunda dan putranya. Abiyu yang terlalu asik dengan ponselnya,tidak menyadari kalau mobil yang ia tumpangi ternyata menuju Restauran tempat Azky bekerja.
Ia baru sadar saat mobil sudah terparkir. "Ayo turun,kita udah sampe." Shafiah melepas setbelnya,lalu mengambil tas yang ia letakan di jok penumpang.
"Loh..ko kita di sini..? Mau ngapain?" Terheran sekaligus terkejut.
"Ko mau ngapain? Makan siang nak. Kebetulan bunda juga mau ketemu sama tante Azky,udah lama juga gak ketemu dia."
"Tapi bun.." Belum selesai bicara,Shafiah keluar lebih dulu,dan meminta Abiyu untuk segera turun. Tak bisa berkata apa-apa lagi,mobil sudah sampai di depan Restauran,tidak ada alasan untuk tidak masuk,ia pun turun mengikuti kemauan bundanya.
Shafiah sangat menikmati kebersamaan mereka,sebetulnya ia sangat merindukan masa-masa kecil Abiyu yang banyak ia lewatkan,karna dulu ia menitipkan putranya pada kakak nenek nya.
Dulu..ia sering merengek minta di gendong,tapi sekarang,, mungkin dia sudah kuat untuk menggndong bundanya.
Mereka tersenyum kecil sambil berjalan. "Kamu udah bujangan ya sekarang,bunda gak nyangka bisa gandeng tangan kamu kayak gini" Ucap Shafiah seraya mengusap bahu putranya.
Baru saja mereka akan duduk,tiba-tiba ia menangkap sosok pria dari kejauhan sedang tertawa kecil dengan seorang wanita. "Mas Zahfran..?" Senyum itu memudar.
"Bunda..kenapa?"
"Itu..ayah kamu kan?" Ucapnya tanpa mengalihkan pandangan.
Abiyu memutar tubuhnya untuk menangkap sosok pria yang di tunjuk oleh bundanya. Ia pun ikut terkejut saat melihat sang ayah sedang mengobrol dengan seorang wanita,bukan Azky,dia bahkan tidak mengenalnya. Siapa wanita itu?
__ADS_1
"Ayah,katanya metting,ko berdua sama cewek lain sih?" Menatap heran,ia pun bangkit dari duduknya ingin menghampiri meja sang ayah.
Dengan cepat Shafiah menghentikan langkah putranya yang sedang emosi.
"Kenapa bun? Aku mau samperin ayah,ngapain dia sama perempuan lain di sini." Amarah Abiyu sudah memuncak.tangannya mengepal kuat menahan emosi.
"Kita ke sana,tapi tidak dengan emosi. Ok?"
Shafiah selalu bisa menahan emosinya dalam keadaan apapun,jangankan ini,dia bahkan pernah menyaksikan suaminya sedang bermesraan dengan Azky,ya..saat ia masih menjadi istri ke dua suaminya. Lupakan,itu masa lalu.
"Mas Zahfran.."
Ia menoleh ke arah sumber suara. "Shafiah..?" Ia pun bangkit dari duduknya,dan langsung memeluknya. "Kamu sama Abiyu? ngapain di sini?"
"Kamu ngapain di sini?" Bukan menjawab,ia malah balik bertanya.
"Aku habis metting sayang."
"Berdua?"
"Nggak ko,tadi kita berlima. Ayo duduk dulu sayang." Ajaknya
"Gak,aku mau pulang."
Terheran. "Loh..kenapa?"
"Gak apa-apa,aku mau pulang."
"Kamu ke sini pasti mau makan kan? Ayo makan dulu,habis itu kita pulang."
"Gak mau mas,aku mau pulang." Tegas Shafiah.
"Sayang..."
"Ayah..ayah gak denger apa,bunda mau pulang?" Sela Abiyu.
"Jelaskan di rumah aja ya." Sela Shafiah memotong pembicaraan.
"Baiklah.."
"Kamu bisa menghubungi Micel untuk kerjasama kita." Bicara pada gadis itu.
"Baik pak,secepatnya saya menyerahkan proposal yang anda minta."
"Terimakasih Tania.."
What...? Tania..? Tahan dulu ya,penjelasannya nanti. he..he..
Mereka pun pulang bersama,walaupun tidak satu mobil,karna Zahfran membawa mobil sendiri,dan Shafiah bersama putranya.
"Alamat tidur di luar nih."
Satu minggu berlalu,tiba di mana saat Abiyu harus melangsungkan pernikahan dengan Kisya,pernikahan mereka akan berlangsung secara tertutup,yang hadir di sana hanya orang-orang tertentu saja.
Shafiah merasa ada hal yang janggal dengan sikap mereka pagi ini,sudah jam 9 masih di rumah,bahkan masih mengenakan baju santai,padahal ini hari rabu,harusnya mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. "Kenapa mereka sesantai ini?" Batin Shafiah bergumam.
Saat Shafiah akan merapihkan bantal sofa,ia melihat ada tas ransel milik putranya tergelak di lantai,ia menganggkat tas itu lalu menyimpannya di atas meja. "Berat banget sih." Gumamnya
__ADS_1
Ia penasaran dengan isinya,kenapa sampai seberat ini. Saat akan membuka,beruntung Abiyu yang melihatnya langsung menyambar tas itu dari tangan bundanya. "Loh.. ko di ambil sih? kenapa?" menatap heran.
Dengan susah payah ia menelan ludahnya. "Itu bun...ini alat olahraga." Jawabnya asal.
"Alat olahraga apa? ko berat banget? penuh lagi"
"Barbel.. iya,barbel." padahal isinya adalah seperangkat alat solat,Al-quran,dan kotak kecil berisi cincin pernikahan,kalau sampai Shafiah tau,bisa habis mereka.
Tak lama terlihat Zahfran menuruni anak tangga dengan pakaian santainya,ia berusaha biasa saja saat melihat sang istri sudah berada d sana bersama Abiyu. "Mudah-mudahan gak ketauan.
"Ayah juga mau ke mana lgi?
"Aku mau antar Abiyu les sayang."
"Les..? tadi Abiyu bilang...?"
"Aduh..bunda,jangan nanya sekarang, aku udah terlambat ke sekolah nih.." Ia berusaha mengakhiri obrolan pagi ini,karna bisa saja sang bunda kembali mengajukan pertanyaan yang menjebak dan bisa-bisa rahasia mereka terbongkar.
"Ya udah,kita jalan ya sayang." Ucapnya seraya mengecup kening sang istri, "Mmuach.." kecupan manis di kening.
"Tapi mas." Belum selesai bicara,Abiyu dan Zahfran buru-buru ke luar sambil menggendong tas ransel di pundaknya.
"Cepat Aby,sebelum ibu kamu mengajukan pertanyaan lagi." Ucapnya pelan di dekat telinga putranya.
"Iya ayah.."
"Mas..ini kotak cincin siapa?"
Seketika langkahnya terhenti. "Kotak cincin?"
Boleh dong tanda cintanya.
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
Mau di lanjut kah?🤗