Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 29


__ADS_3

Karna keadaan Zahfran sudah membaik,maka dokter mengizinkan ia untuk pulang dan beristirahat di rumah.


Setibanya di rumah,Zahfran memilih duduk bersandar di atas sofa ruang keluarga.


"Pak ujang,tolong bawa koper saya ke atas ya," kata Shafiah.


"Baik nyonya." sesuai perintah,ia membawa koper milik Shafiah ke kamarnya.


Zahfran,Shafiah,Azky dan Adlan,mereka berkumpul bersama di ruang keluarga. "Kenapa gak langsung ke kamar aja sih kak? istirahat di kamar sana." kata Adlan.


"Mas,aku buatkan teh dulu ya." Kata Shafiah.


"Adlan,mau ku buatkan teh?"


"Boleh mba." Ucapnya sambil tersenyum.


"Aku gak enak berada di antara mereka,aku ikut mba Shafiah deh,bantu dia bikin teh." Gumam Azky dalam hati. "Aku bantuin ya mba." Ucap Azky sambil mengekor Shafiah dari belakang.


"Bagaimana restauran mu?" tanya Zahfran memulai percakapan.


"Baik,semuanyaa berjalan lancar,aku akan membuka satu cabang lagi di bandung. doakan saja semuanya berjalan lancar."


"Hhmm..jangan main-main dalam bisnis,papah sudah banyak mengelurkan dana untuk restauran mu."Zahfran memberi nasehat pada Adlan agar serius dalam pekerjaannya.


"Tenang aja kak,semua bisnis ku menghasilkan banyak keuntungan." ucapnya penuh rasa bangga.


"Bagus lah."


Di dapur.


"Mba,aku betul-betul gak tau loh,kalau pak Adlan adalah adiknya mas Zahfran." Kata Azky sambil memberikan teh pada Shafiah.


"Aku tadinya mau jujur sama Adlan kalau kamu juga istri mas Zahfran,tapi kamu malah bilang pengasuh Abiyu." kata Shafiah sambil menuangkan air panas ke dalam gelas.


"Aku sudah menduganya mba. mba pasti akan melakukan itu. Kalau kemarin kita memberitahu pak Adlan,bisa-bisa terjadi keributan di rumah sakit.Aku juga khawatir akan memperburuk kesehatan mas Zahfran." Kata Azky.


Shafiah berhenti mengaduk teh nya lalu menatap Azky. "Kamu panggil mas Zahfran apa tadi?" Tanya Shafiah sambil tersenyum menatap Azky.


"Apa?"


"Tadi,kamu panggil mas Zahfran dengan sebutan mas?"


"Ooh..itu,itu permintaan dia sendiri mba,aku gak pernah mau manggil dia mas,tadinya aku mau panggil dia om,tapi dia marah. ha..ha..ha.." Ucapnya sambil tertawa terbahak.


"Hus..jangan kenceng-kenceng." Kata Shafiah.


"he. he. ya mba"


"Ayo,kamu bawa teh punya Adlan.aku bawa punya mas Zahfra."


"ya mba."


Azky dan Shafiah kembali ke ruang kelurga dengan membawa secangkir teh. "Ini tehnya pak." Azky meletakan secangkir teh di atas meja untuk Adlan


"Wah...terimakasi Azky." Ucapnya sambil tersenyum.


"Ini mas teh nya." Shafiah langsung menyerahkan secangkir teh ke tangan Zahfran.


"Terimakasi sayang." Ia langsung menyeruput teh yang di buat oleh Shafiah.

__ADS_1


"Aku ke kamar dulu ya mas."


"Mau ngapain?" Tanya Zahfran.


"Mau liat Abiyu dulu,takut di bangun."


"Nanti,temani mas dulu." Cegah Zahfran sambil menggenggam tangan Shafiah.


"Ciih..apa-apaan sih kak,pamer kemesraan depan kita?" Adlan merasa geli melihat sifat Zahfran yang sangat manja dengan istrinya. "Kamu jangan liat mereka Azky,nanti kamu iri." Ledek Adlan yang tidak mengerti apa-apa. Azky hanya meresponnya dengan senyum terpaksa.


"Kalau gak suka,gak usah di liat."


"Kelakuan.." pekik Adlan.


"Oh..ya Azky,kuliah kamu bagaimana? kuliah kamu masih lanjut kan?"


"Aahh..ini kesempatan ku meminta izin mas Zahfran untuk kuliah lagi." Batin Azky. "masih pak.Daaan....tuan mengizinkannya bukan? aku janji tidak akan mengganggu pekerjaan ku di rumah.


"Pintar sekali kamu mengambil kesempatan ini di depan Adlan. Tapi baiklah,kamu juga punya hak untuk itu."


Zahfran mengangguk setuju sambil kembali menyeruput teh nya.


Azky menjerit kegirangan saat mendapat izin dari suaminya untuk kuliah lagi. "Aaaa....Terimakasi tuan." Ucapnya sambil tersenyum sumeringah.


"Seneng banget sih." tukas Adlan sambil menatap senyum simpul dari bibir Azky.


Adlan melirik jam yang melingkar di tangannya waktu menunjukan pukul 14.00, "Aku jalan dulu kak,aku mau ke restauran lagi,ada metting." ucapnya sambil mengenakan jasnya.


"Hhmm...jawab Zahfran tanpa kata.


Akhirnya Adlan pun pergi meninggalkan rumah kakaknya lalu kembali ke restauran.


Tidak tau harus berbuat apa,tidak tau harus berkata apa.


Tiba-tiba Zahfran bangkit dari duduknya memilih istirahat di dalam kamar.


"Mau ke mana mas?" Tanya Shafiah saat Zahfran bangkit dari duduknya.


"Aku mau istirahat di kamar."


"Kamu mau istirahat di kamar siapa?" Pertanyaan Shafiah mampu membut Zahfran kebingungan untuk memilih antara dua pilihan yang sangat sulit.


"Aa..aku.."


"Kamu tidur di kamar mba Shafiah aja mas. aku tau kamu sangat merindukan mba Shafiah. ya kan?" Ucapnya sambil melempar senyum terpaksa.


"Baiklah,ayo antar aku ke kamar."


"Kamu gak apa-apa Azky?" Taya Shafiah merasa tak enak hati.


"Gak apa-apa mba,lagian aku juga mau pulang ke apartmen."


"Kenapa?"


"Nanti kalau ada orangtua mas Zahfran bagaimana?"


"Mereka sedang ada urusan bisnis di Bali,kemungkinan 3 sampai 4 hari baru pulang. Aku akan mengantarmu ke aparteman besok.malam ini tidur lah di sini." pinta Zahfran yang langsung mendapat anggukan setuju dari Azky.


"Aku antar mas Zahfran istirahat dulu ya,nanti kita masak bersama untuk makan malam." Ujar Shafiah sambil mendekatkan wajahnya pada Azky.

__ADS_1


"Ya mba." Jawabnya dengan tersenyum.


Shafiah langsung menautkan tangannya di lengan suaminya,mereka berjalan menuju kamar sambil bergandengan. Sesekali mereka saling melempar senyum satu sama lain.


Azky mencoba memalingkan pandangannya ke lain arah untuk tidak melihat kemesraan mereka.



"Jglek..Zahfran membukakan pintu kamarnya,Shafiah masuk lebih dulu di ikuti Zahfran dari belakang.ia menguncinya dari dalam.



"Aku sangat merindukan kamar kita mas." Shafiah berjalan menuju balkon hendak membuka gorden yang masih tertutup.



Namun dalam hitungan persekian detik tiba-tiba Zahfran memeluknya dari belakang.menyandarkan wajahnya di bahu Shafiah. "Aku sangat merindukan mu sayang." Bisiknya di dekat telinga lalu mencium tengkuk lereh Shafiah hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana.



"Aku menginginkan mu sayang." Zahfran memutar tubuh Shafiah hingga merekan saling bertatapan.



Zahfran mulai membuka kerudung Shafiah dan melemparnya ke atas sofa. "Aku menyesali semua perbuatan ku." Ucapnya sambil menyibakan rambut panjang Shafiah ke belakang telinga. "Kamu mau memaafkan ku?" Shafiah pun mengangguk.



"Terimakasi sayang." Zahfran mulai menelusupkan tangannya pada tengkuk leher Shafiah,hingga ia merasakan hangatnya sentuhan itu,sentuhan lembut yang selama ini ia rindukan.



Zahfran membawa tubuh Shafiah dan merebahkannya di atas tempt tidur. Ia mulai menciumi setiap jengkal tubuh istrinya hingga meninggalkan jejak kepemilikan di setiap jengkalnya.



Shafiah menggigit bibir bawahnya menahan agar tidak mengeluarkan suara desahan yang akan membuat hasrat Zahfran semakin tinggi.



"Kamu selalu membuatku menggila di atas ranjang." Senyum Shafiah membuat Zahfran kembali \*\*\*\*\*\*\* bibirnya dan menutup tubuh mereka dengan selimut tebal,hingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi.



"El..mba Shafiah belum turun dari kamarnya ya?" Tanya Azky pada Eli yang sedang memotong beberapa sayura di dapur.


"mmm..belum kayaknya nyonya. memangnya kenapa?"


"Oh,gak apa-apa,tadi mba Shafiah ngajakin aku masak bersama untuk makan malam.


~


~


~


Uuyy..kalian yang sedang di kamar,di tungguin tuh,katanya mau masak bareng..


Ko malah bikin Adonan berdua di kamar. 🤭🤭🤭🤫🤗

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian,karna jejak kalian adalah semangat ku 😘😘


__ADS_2