Dia Maduku

Dia Maduku
Kesalahan teknis,jangan di baca


__ADS_3

Salah klik,malah jadi UP dan gak bisa di hapus.maaf ya.


"Sayang.." Tiba-tiba suara Abiyu menghentikan tawa mereka,membuat suasana menjadi menegang.


"Yank,kamu di situ kan?"


Kisya langsung meletakan ponselnya di dekat telinga. "I..iya Biy,aku di sini." Ucapnya sedikit tergugup,ia memalingkan wajahnya menghadap ke jendela mobil.


"Udah nyampe kampus?"


"Belum.aku masih di jalan."


"Tumben belum nyampe? Macet?"


"Mmm.. Iya Biy,macet." Jawabnya berbohong,ia menundukan wajahnya merasa bersalah karna berbohong.


"Ya udah,hati-hati ya yank,kabarin aku kalau udah nyampe."


"Iya Biy."


"Love you."


"Love you tu Abiy."


Mendengar kata mesra Kisya pada Abiyu,membuat Radit tersenyum kecil sambil menatap ke depan.


Sambungan telfon pun terputus,kembali ia memasukan ponselnya ke dalam tas,lalu melihat ke arah Radit dengan tatapan penuh ketakutan.


"Kisya,kamu baik-baik aja kan?" Tanya Radit sambil menoleh ke arah Kisya sekilas.


"Aku..baik ko." Jawabnya gugup.


"Kenapa bohong sama suami mu?"


"Pertanyaan aneh,aku gak mungkin jujur lah,Abiyu pasti marah kalau tau aku ketemu kamu lagi." Saut Kisya yang mana ia juga takut hal ini di ketahui suaminya,walaupun tanpa di sengaja.


"Harusnya kamu jujur,supaya nanti,kalau Abiyu tau,kalian gak salah faham."


"Nggak,itu lebih bahaya. Bisa-bisa dia nyerang kamu kayak waktu dulu,lupa ya?"


"Nggak,aku gak lupa,malah gak akan aku lupain."


"Iisshh..dendam ceritanya?" Ucapnya menatap sinis.


he..he.. "Bukan gitu Kis,bukan inget itu,yang aku ingat saat kita menang perlombaan."


"Aku lupa."


"Oh ya?"


Kisya memalingkan wajahnya menatap ke luar.


"Bahkan setelah bertahun-tahun aku masih cinta sama kamu Kisya,aku gak nyangka,kita di pertemukan lagi." Bergum,Radit terus melajukan mobilnya menuju kampus,15 menit kemudian,mobil yang ia tumpangi sampai di tempat tujuan.


"Makasi ya kak atas tumpangannya."


"Kisya tunggu." Radit memegang tangan Kisya yang hendak membuka handel pintu.


"Kenapa?"


"Boleh aku minta No telfon kamu?"


"No telfon? Maaf kak,aku gak bisa,kak Radit pasti tau kan alasannya."


Radit mengangguk paham. "Iya aku tau,maaf ya Kis."


"Gak apa-apa."


Kisya pun keluar,begitu pun dengan Radit.


"Bay kaka."


"Bay.."


Kisya pun melangkah pergi,Radit berteriak. "Kisya.."

__ADS_1


Yang di panggil pun menoleh ke belakang.


"Aku berharap kita bisa ketemu lagi,walaupun kamu gak kasih aku no kamu."


Kisya hanya merespon dengan senyum,lalu Raditpun pergi. Kegiatan itu tak luput dari pengawasan Nindi sahabtanya,dia lari menghampiri Kisya untuk menggodanya. "Cieee...yang di anterin kak Radit."


"Apaan sih ah.."


"Ratu sekolah,sama pangeran sekolah,ketemu lagi? Cocok say." Kata Nindi dengan menyenggol bahu Kisya.


"Gue gak sengaja ketemu dia di jalan."


"Jodoh emang gitu,ketemu di mana aja."


"Nindi,gue itu udah ketemu sama jodoh gue."


"Siapa? Abiyu? Gue gak suka. Dia terlalu ngatur,udah itu banyak ngelarang." sungut Nindi.


Kisya menghentikan langkahnya. "Dia laki gue Nin,terserah lo mau suka atau nggak." Tegas Kisya.


"Iya,iya maaf,gitu aja ngambek."


Mereka pun masuk ke dalam kelas bersama.


Hal itu lah yang membuat Abiyu tidak suka dengan Nindi,Kisya tidak sadar kalau dirinya saat ini dalam pengaruh buruk temannya.



"Om,aku duluan ya,titip Restauran." Kata Abiyu sambil mengenakan kembali jas yang ia gantung di pokok dekat lemari berkas.



Bram bukan lagi supir pribadinya,dia sekarang bekerja di Resturan yang di kelola oleh Abiyu,dia menjabat sebagai manager Restauran itu.



"Jadi liburannya?" Tanya Bram duduk di sofa sambil membuka kotak makan yang di sediakan khusus untuk makan siangnya.




"Kayak habis dari mana aja kangen-kangenan,gak puas di rumah?" ledek Bram.



Abiyu duduk di depan Bram. "Bukan gitu Om,hubungan kita akhir-akhir ini agak rengang,karna kesibukan Kisya di kampusnya. Aku pengen kita mengenang masa lalu,supaya cinta kita makin kuat."



"Ciee..yang mau memperkuat cintanya." Ledeknya lagi.



"Loh..itu harus loh Om." Saut Abiyu sambil berdiri,ia megambil tas kerjanya di atas meja.



"Iya,iya.. Bagus lah kalau kamu punya ide ke sana,berarti kamu benar-benar ingin memperjuangakan keutuhan rumahtangga."



"Bukan cuma utuh Om,aku juga pengen rumahtangga aku sama Kisya itu tetep mesra,kayak pengantin baru terus."



"Gila.. kamu ternyata beda banget sama ayah kamu ya?" Kata Bram sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya.



"Jauh Om." Ha..ha..ha.. Mereka berdua tertawa terbahak.



"Udah ah,aku pergi dulu."

__ADS_1



"Ok,hati-hati."



Abiyupun akhirnya pergi dari Restauran menuju apartemen,guna menjemput Putrinya dan Kiran.



"Ayah..." Kayla berlari menghampiri sang ayah yang baru saja sampai.


"Putri ayah." Muach..mencium pipi Kayla sambil menggendongnya membawa masuk ke dalam.


"Lagi apa sayang?"


"Lagi nonton film hantuu.." Ucapnya dengan membulatkan matanya sempurna.


"Ih..emang gak takut gitu?"


"Nggak ayah,kak Kiran yang takut,malah sampai nagis-nangis meluk aku." Ha..ha..ha.. Kayra tertawa terbahak mengingat tadi Kiran menjerit saat hantu itu muncul,lalu bersembunyi di balik selimut,sedangkan Kayra malah menertawakan ketakutan Kiran.


Dan benar saja,di depan TV ada selimut tebal yang berantakan. "Kamu beneran takut nonton Film horor?" Tanya Abiyu pada Kiran,yang saat ini sedang melipat selimutnya.


"Iya kak,tidur aja lampunya aku nyalain."


Abiyu tertawa kecil mendengarnya. "Ya udah,sekarang kamu kemas baju kamu sama Kayla ya,kita liburan dua malam di pantai anyer."


"Dua malam?" Kata Kiran dengan mata berbinar.


"Iya.. dua malam."


"Aku di ajak?"


"Iya dong,nanti siapa yang jagain Kayla di sana? Aku sama Kisya pasti sibuk banget."


"Liburan sambil kerja kak?" Tanya Kiran dengan polosnya,Kiran tidak tau sibuk yang Abiyu maksud.


"Udah,kamu gak akan paham,siap-siap gih."


"Ya udah deh,aku siap-siap dulu ya kak."


"Hhmm.." Jawabnya tanpa berkata.


Kiran pun pergi mesuk ke dalam kamarnya,untuk berkemas. Sedang asik bercanda dengan Kayla,tiba-tiba lampu apartemen mati,lalu Kiran menjerit ketakutan. "Ibuu..."


"Kiran...?" Abiyu berusaha berjalan di kegelapan sambil menggendong Kayla menghampiri Kiran yang ketakutan. "Kiran kamu di mana?"


"Kak Abiiiiy..aku di kamar,aku takut."


Abiyu masuk ke dalam kamar Kiran,tapi semuanya gelap. "Kak Abiiiiy...."


"Kakak di sini Ran,di depan pintu."


Kiran pun langsung berlari menuju pintu tanpa memikirkan apa-apa yang ada di depannya,begitu sampai ia langsung memeluk Abiyu. "Kak Abiy... aku takut." Hikss..hikss... Kiran menangis dalam pelukan Abiyu.


"Tenang Kiran,aku di sini." Ia mengusap bahu Kiran seraya menenangkan.




Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Jangan lupa bunganya di tebar luas ya setaman


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2