Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 50


__ADS_3

"Ya Allah..mba Shafiah kemana sih?" Nampak jelas kepanikan di wajah Shifa saat melihat pak Herlambang dan beberapa kolega bisnisnya hadir di acara peresmian Butik.


Berulang kali Shifa mencoba menghubungi Shafiah namun tak juga mendapat jawaban. "Apa aku pulang ke apartemen dulu." Bertanya sendiri semakin panik.



Tiba-tiba Fatih menarik tangan Azky membawanya menjauh dari pak Herlambang yang baru datang bersama kolega bisnisnya.



Tidak ada satu pun di antara mereka yang tau kalau pak Herlambang dan rekan bisnisnya akan menghadiri acara peresmian Butik.



Kehadiran pak Herlambang yang tiba-tiba,mampu membuat kepanikan hebat antara Shifa,Fatih dan Azky.



Setelah Fatih berhasil membawa Azky menjauh dari pak Herlamabang,ia memposisikan duduknya di bangku paling belakang karna kahawatir pak Herlambang akan mengetahui keberadaan istri kedua Zahfran di sini.



"Azky,kamu lihat pria yang memakai jas warna abu itu?" Fatih menunjuk pada pak Herlambang yang sedang berbincang dengan kolega bisnisnya di meja paling depan.



"Yang mana mas?" Tanya Azky sambil matanya berkeliling.



"Itu..dia duduk di meja paling depan,lihat dia sedang memegang gelas berisi jus."



"Oh..iya aku lihat mas."



"Lihat aku." Fatih membawa Azky menatap wajahnya. "Dia adalah pak Herlambang,papahnya Zahfran,kamu tau kan bagaimana dia sangat tidak menyetujui pernikahan kalian." Azky menangguk.



"Dia,pernah melihat wajah mu hanya dalam foto,saat kamu belum mengenakan hijab,mungkin sekarang dia sudah lupa dengan wajah mu,karna sekarang kamu sudah mengenakan hijab.


Tapi kamu harus hati-hati jangan sampai kamu bertatap muka langsung dengannya,aku takut dia mengenali wajahmu kalau dari jarak dekat."



"Lalu apa yang harus aku lakuakan?" Tanya Azky ketakutan.



"Aku juga gak tau,Zahfran dan Shafiah belum datang,tapi untuk sementara kamu duduk di sini dulu,jangan ke mana-mana,tunggu sampai Zahfran datang. Ok"



"Baiklah." Azky mengangguk paham.



Fatih bangkit dari duduknya. "Aku cari Shifa dulu,dia sudah berhasil menghubungi Shafiah atau belum."



"Ya mas.Hati-hati."



"Ya." Segera Fatih menemui Shifa di dalam ruang kerja Shafiah.



"***Semoga tidak terjadi hal buruk hari ini***." Batin Azky ketakutan.



"Tuan Malique,bagaimana anda bisa datang ke indonesia sementara tugas anda di Sidney sangat banyak." Tanya salah satu rekan bisnisnya pada pak Herlambang saat sedang asik berbincang di atas meja bundar.


"Ini demi putri saya Shafiah." jawab pak Herlambang dengan bangganya.


"Putri? putri anda kan masih kuliah.Siapa namanya?" Dia bertanya pada salah satu teman lainnya.


"Khadijah.." Jawabnya.


"Ya Khadijah. Bukannya anda memiliki 1 putri?" Dia kembali bertanya.

__ADS_1


"Tidak,aku memiliki 2 putri,Shafiah aku anggap sebagai putri ku sendiri." Tegas pak Herlambang pada rekannya itu.


"Oh.."


"Putri anda hebat tuan Malique,ibu rumah tangga,pembisnis muda,sukses,solehah pula. Anda tidak salah memilih menantu." Ungkapan kagumnya pada Shafiah.


Mendengar pujian dari rekan bisnisnya,membuat pak Herlambang tersenyum penuh rasa bangga.


"Tapi,,di mana putri anda tuan Malique? Dari tadi kami tidak melihatnya." Tanyanya pada pak Herlambang.


"Iya ya,di mana Shafiah? kenapa sampai sekarang belum datang? di mana Shifa?apa dia belum berhasil menghubungi Shafiah?" Batin pak Herlambang bergumam,matanya berkeliling mencari keberadaan Shifa.


"Saya permisi dulu,silahkan menikmati hidangan yang ada." Pak Herlambang bangkit dari duduknya hendak mencari keberadaa Shifa untuk menanyakan keberadaan Shafiah saat ini.



"Shifa.." Fatih memanggilnya di depan pintu ruang kerja Shafiah. ia masuk ke dalam menghampiri Shifa yang sedang berusaha menghubungi Shafiah.



"Bagaimana? Shafiah sudah menjawab telfon kamu?" Tanya Fatih.



"Belum mas Fatih,mba Shafiah belum mengangkat telfon ku,bagaimana ini mas?" kata Shifa semakin panik.



Fatih mengacak rambutnya frustasi. "Aku harus pergi ke apartemen sebelum Shafiah dan Zahfran sampai ke sini."



"Ya mas,itu lebih baik." Saut Shifa.



Dia luar.


"Sayang,butik kamu ramai sekali? memangnya kamu mengundang berapa orang untuk hadir?" Tanya Zahfran setelah mereka sampai di depan butik.


"Hanya 20 undangan mas,gak banyak ko" Saut Shafiah yang juga kebingungan dengan banyaknya tamu undangan yang hadir.


"Kayaknya ada yang aneh deh,kita lewat belakng ya mas." Shafiah memilih masuk ke dalam melalui pintu belakang sambil menggandeng tangan Zahfran.



Di dalam.



Saat Fatih memutar badannya hendak pergi,saat itu juga pak Herlambang sudah berdiri di depan pintu sambil berkacak pingang menatap tajam ke arah Fatih dan Shifa. "Apa yang kalian sembunyikan dari ku?" Tanya pak Herlambang sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerja Shafiah,menghampiri Shifa dan Fatih yang masih diam membeku tanpa membuka suara.



"O..om.."



"Di mana Shafiah?" Pak herlambang bertanya.



"***Apa yang harus aku katakan***?" Fatih dan Shifa terus terdiam karna tidak tau apa yang harus mereka katakan.



"Katakan di mana Shafiah.." Pak Herlambang kembali bertanya dengan berteriak.



Tiba-tiba. "Aasalamualaikum." Ucap Salam Shafiah masuk ke dalam sambil menggandeng tangan Zahfran.



Ia yang tidak mengetahui keberadaan pak Herlambang di dalam sana,terus berjalan sambil bergandengan tangan. "Shifa,mas Fatih? kalian ngapain di sini?" Tanya Shafiah dari belakang punggung pak Herlambang.



"***Habis kita mba,apa kamu tidak sadar kalau di depan mu itu adalah pak Herlambang mba***." Batin Shifa ingin sekali menjerit memberi tahu Shafiah.



Mendengar ucap Salam Shafiah,pak Herlambang pun langsung memutar tubuhnya kebelakang. "Shafiah?" Ucapnya sambil tersenyum.


__ADS_1


Namun sayangnya dalam waktu persekian detik,senyum itu memudar saat melihat Shafiah menggandeng mesra tangan Zahfran. "Shafiah." Ucap pak Herlambang dengan berteriak.



"Papah.? ba.bagiaman papah bisa ada di sini?" Ucapnya terbata-bata.



"Lepaskan tangan Zahfran."



"Gak mau pah,aku gak mau melepaskan mas Zahfran." Saut Shafiah ketakutan.



"Shafiah." Pak herlambang kembali menegaskan.



Bukannya melepaskan,Shafiah malah memeluk Zahfran dengan sangat erat,karna takut di pisahkan lagi olehnya. "Aku gak mau pah,aku gak mau. Hikss..hikss." Shafiah menangis ketakutan dalam pelukan Zahfran.



"Pah,tolong jangan bersikap seperti ini,Kami gak mau berpisah lagi pah." Ucap Zahfran sambil memeluk Shafiah.



"Zahfran,kamu sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan untuk tetap berada di samping Shafiah?"



"Tapi pah,papah tidak berhak memisahkan kami.dia istri ku pah,aku yang punya hak atas dirinya." Tegas Zahfran.



Tak ingin mendengar perkataan Zahfran,ia kembali memberikan pilihan pada putranya. "Papah tegaskan sekali lagi Zahfran.Ikut dengan ku ke Sidney bersama Shafiah,dan tinggalkan indonesia,atau aku akan mengumumkan pernikahan Shafiah dengan Fatih Saat ini juga.detik ini juga." Tegas pak Herlambang.



"Dan papah akan pastikan kamu bercerai secara resmi di pengadilan."



"Aku gak mau mas,aku gak mau berpisah lagi.Hikss..hikss.." Shafiah terus menangis dalam pelukan Zahfran.



"Tenang lah sayang,aku tidak akan membiarkan papah memisahkan kita lagi." Ucap Zahfran yang masih memeluk Shafiah.



Sedang di luar sana,Azky masih menunggu Shafiah dan Zahfran sambil duduk sendirian di kursi paling belakang. "Kemana ya mereka? sampai sekarang belum datang."


Tak ada satu orang pun yang menemani Azky duduk di sana,karna di acara ini hanya dia lah satu-satunya orang asing bagi semua tamu undangan.




Bagaimana? apa sekarang masih pada benci sama Azky? 🤭



Stay terus ya.love you Reader ku 😘😘



Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍


Dan komentar sebanyak-banyaknya.


Author selalu menerima masukan dari para Reader.



Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.


Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.


Semoga Allah mebalas kebaikan reader semua.😘🙏



Untuk bab yang ini Author UP 1354 karakter looh..💪💪 demi kalain

__ADS_1


__ADS_2