Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 88


__ADS_3

"Mas,suara siapa itu?" Tanya Frans terheran mendengar suara anak kecil bersama kakaknya Herlambang.


"Itu suara cucuku Frans,cucu kembar ku." Saut pak Herlambang dengan sangat bangganya.


"Cucu?"


"Iya,cucu ku,dari mantan istri ke dua Zahfran."


"Maksud mu Azky? Azky punya anak dengan Zahfran?"


"Iya,bukannya kamu sudah tau kalau Azky akan menikah dengan Fatih?"


"Iya..aku tau,tapi...."


Belum sempat meneruskan bicaranya,Pak Herlambang di buat sibuk oleh cucu kembarnya yang merengek minta di gendong. "Kakek..kita mau jalan-jalan lagi kan? Ayoo..kakek.." Mereka terus menarik-narik tangan pak Herlambang sampai ia pun kewalahan.


"Aisyah...Asiyah..biarkan kakek bicara dulu,kakek lagi telfon nak." Kata Dewi sambil memegang si kembar untuk tidak mengganggu dulu kakenya.


"Gak apa-apa Wi,biarkan mereka mau apa." Pak Herlambang membiarkan mereka bergelayutan di tangan,kaki bahkan sampai naik ke pundak kakeknya.


Kembali bicara dengan Frans. "Frans..sudah dulu ya,mereka sudah tidak sabar untuk pergi jalan-jalan."


"Oh...iya mas."


"Nanti kita bicara lagi,dan tolong hal ini jangan sampai ke telinga Abiyu,biar aku yang memberitahunya nanti."


"Baiklah." Frans pun mengakhiri sambungan telfon dengan kakaknya.


Aisyah dan Asiyah terus merengek ingin pergi jalan-jalan dan membeli mainan dengan kakaknya. "Ok..ok..kita jalan-jalan."


"Wi..Azky pulang kerja jam berapa?" Tanya pak Herlambang pada Dewi.


"Biasanya jam lima udah di rumah sih." Saut Dewi.


"Oh..nanti kamu bilang Azky ya,anak-anak ikut dengan ku."


"Iya pak."



Fatih melakukan kesalahan yang sangat Fatal karna tidak mengungkapkan identitas Azky yang sebenarnya kepada keluarganya bahwa Azky memiliki buah hati bersama Zahfran.



Frans bangkit dari duduknya,lalu berdiri di depan jendela sambil menatap keramaian kota di bawah gedung kantornya. "**Bagaimana bisa kamu tidak memberi tahu ku tentang anak-anak Zahfran bersama Azky**,***Fatih***?" Batin Frans bergumam.



Tak lama setelah itu Fatih masuk ke dalam ruang kerja Frans membawa beberapa berkas yang harus ia tandatangani. "Pah.." Panggil Fatih sambil masuk ke dalam lalu duduk di sofa.



Frans menoleh ke belakang.kebetulan sekali ia datang di waktu yang sangat tepat,dimana saat ini Frans sedang menahan emosinya karna Fatih sudah berbohong padanya.



"Fatih.." panggil Frans sedikit berteriak.


__ADS_1


Nampak Fatih terheran dengan sikap papahnya yang tiba-tiba meninggikan suaranya. "Ada apa pah?" Ucap Fatih dengan mengernyitkan dahinya.



"Apa yang kamu sembunyikan dari ku tentang Azky?"



"Azky? ada apa dengannya?" Bodohnya Fatih tidak mengerti amarah orangtuanya saat ini,hingga ia bersikap biasa saja.



"Jangan pura-pura bodoh di depan ku Fatih."



"Iya..tapi apa maksud papah? Fatih gak ngerti pah."



"Apa yang kamu sembunyikan tentang Azky jawab dengan jujur Fatih?" Sekali lagi Frans menegaskan.



"Tidak ada,aku tidak menyembunyikan apapun pah."



"Fatih...." kembali Frans berteriak.



"***Apa ini? satu-satunya rahasia yang aku sembunyikan*** ***adalah si kembar. Ja******ngan-jangan papah sudah tau kalau Azky memiliki anak bersama Zahfran***?" Batin Fatih sambil menatap wajah Frans yang sedang menahan emosi.




"Siapa yang mengadu?"



"Tidak ada yang mengadu,papah yang bertanya,dan dia hanya menjawab dengan jujur pertanyaan papah"



"Kamu sudah tau apa kesalahan mu saat ini?"



Fatih berdiri dari duduknya. "Aku tidak bermaksud berbohong pah,aku..hanya mencari waktu yang tepat untuk memberitahu kalian."



"Sekarang kamu menyadari apa kesalahan mu?" Tanya Frans.



Fatih terdiam tak mampu berkata.

__ADS_1



Kembali ke Surabaya.


Azky sedang mengurus pembukuan minggu lalu yang sempat tertunda karna ia tidak masuk kerja lebih dari satu minggu.


Sedang asik dengan tugas-tugasnya,tiba-tiba seseorang memanggilnya. "Azky..kamu di panggil ke kantor sama bos." kata salah satu karyawan sambil berdiri di depan pintu ruangannya dengan wajah juteknya.


"Oh... Iya sebentar,sedikit lagi." Saut Azky sambil membereskan buku-bukun di atas meja kerjanya.


"Cepetan,kamu mau buat bos nunggu?siapa kamu."


Masih berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang. "Oh...iya,kamu siap-siap deh akan di pecat dari Restauran ini." Ucapnya dengan senyum menyeringai.


"Kenapa di pecat? apa salah saya?" Tanya Azky dengan mengernyitkan dahinya terheran.


"Iya lah...kamu itu keenakan ya,libur hampir dua minggu,tapi kamu tetap di gaji full,kamu merayu Manager kita kan? Cih..tidak tau malu."


"Astagfirullah.. Fitnah apa ini? kamu jangan asal bicara ya,saya tidak pernah merayu siapapun." Tegas Azky.


"Aahh...sudah lah.semua orang juga tau kalau kamu itu janda kegatelan."


"Jaga ucapan kamu." Azky langsung bangkit dari duduknya menggebrak meja dengan tangannya,tak lama orang itu pun pergi meninggalkan Azky yang masih dalam keadaan marah.


Mendengar perkataan temannya tadi membuat Azky sedikit geram,ia bahkan tidak sempat merapihkan buku-bukunya karna terburu-buru ingin segera menemui atasannya untuk memastikan nasibnya sebagai pekerja.


Sebelum mengetuk pintu ruang kerja atasannya,Azky mencoba menarik nafas panjang guna menenangkan amarahnya tadi,ia juga mencoba mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan terburuknya. "Aku akan menerima dengan ikhlas kalau harus di pecat." Ucapnya sebelum mengetuk pintu.


Setelah merasa tenang,ia memberanikan diri mengetuk pintu."Tok..tok..tok.


"Masuk.."


Perlahan ia membuka pintu lalu masuk ke dalam.


"Duduklah." Titah pak joko selaku pemilik Restauran tempat ia bekerja.


"Iya pak." ia pun duduk di kursi berhadapan langsung dengan atasannya.


"Begini Azky.." Belum selesai bicara Azky menyelanya lebih dulu.


"Pak,maafkan saya,tolong jangan pecat saya,saya tidak pernah merayu siapapun di sini,apa lagi merayu Manager untuk tetap memberikan gaji utuh saat saya tidak masuk lebih dari minggu,saya tidak pernah melakukan itu." Ucap Azky sambil melipat kudua tangannya di depan sang pemilik restauran.


Atasannya tersenyum kecil. "Apa yang kamu bicarakan Azky,siapa yang akan memecat kamu?"


"Jadi..saya tidak akan di pecat pak?" Terkejut.


"Tidak,justru saya mau menjadikan kamu Manager,saya akan membuka cabang di luar kota Surabaya."


"Apa? Manager pak?" Azky menekankan kata manager.


"Iya,,,sudah waktunya saya memberikan kamu jabatan Azky,saya merasa puas dengan kinerja kamu selama ini."




Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘

__ADS_1



Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2