Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 30.


__ADS_3

"Mas." panggil Dewi pada suaminya Rafael yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Hhmm.." Jawabnya tanpa berkata.


"Aku tuh kasian tau sama adik mu."


"Kenapa?" Rafael masih dalam posisi yang sama di sibukan dengan pekerjaan rumahnya.


"Aku gak bisa bayangin bagaimana sakit hatinya saat dia di poligami. Gemsiiin...tau." Ucapnya sambil menguntal bantal yang ada di pangkuannya.


"ya..bagaimana lagi,itu sudah menjadi keputusan dia."


"Mas ko enteng banget sih tanggapin masalah ini?" tukas dewi dengan mengernyitkan dahinya.


"Laah...kita mau apa lagi? gak mungkin kan kita minta mereka bercerai? itu bukan hak kita. dan kamu harus ingat,Allah sangat membenci perceraian. selain dari penistaan agama."


"Tapi ini kan kasusnya berbeda?" Ucapnya sedikit ngotot.


Rafael menghentikan tugasnya sejenak. ia melepaskan kaca mata dan menyimpannya di atas meja lalu beranjak dari tempat duduknya menghampiri sang istri yang sedang bersedekap di atas tempat tidur sambil mengerucutkan bibirnya karna kesal dengan pendapatnya.


"Istri ku..Prestasi terbesar syaiton itu adalah mencerai beraikan pasangan suami istri,kalau dia sudah berhasil menceraikan pasangan suami istri,dia akan mendapatkan singasana tertinggi di istananya."


"Shafiah hanya tinggal mengendalikan hati dan fikirannya jangan sampai di kendaliakn oleh bisikan syaiton."


"Tapi itu menyakitkan mas."


"Mas tau, tapi poligami itu salah satu sunah rosull sayang,kita tidak bisa memungkiri itu. Dan betul-betul pahalanya lain dari yang lain,terutama pahala sabar."


"Ya lah,bagaimana gak sabar coba membayangkan suami kita tidur dengan wanita lain kkhmm..bikin darting tau gak."


"Kamu fikir laki-laki yang poligami itu enak,tanggung jawabnya tau dunia akhirat. Kalu enak sih aku juga mau."


"Apa...iiihhh...Dewi memukul bahu suaminya sampai meringis kesakitan.


"Iisshh..sakit tau." Dewi memalingkan wajahnya kesal.



"El..mba Shafiah belum turun dari kamarnya ya?" Tanya Azky pada Eli yang sedang mencuci beberapa sayura di dapur.



"mmm..belum kayaknya nyonya. memangnya kenapa?"



"Oh,gak apa-apa,tadi mba Shafiah ngajakin aku masak bareng untuk makan malam.



"Mungkin sebentar lagi nyonya."



"Ya,.Ada yang bisa aku bantu El?" Azky menghampiri Eli yang sedang mencuci sayuran yang akan di olah.



"Jangan nyonya,tunggu sampai nyonya Shafiah turun,nyonya tidak pernah membiarkan orang lain memasak masakan untuk suaminya."



"Kenapa memangnya?"



"nyonya bilang,nyonya tidak mau menyia-nyiakan pahala melayani suami.jadi semua yang berhubungan dengan tuan Zahfran,nyonya Shafiah lah yang akan melakukannya sendiri." tukas Eli.



Azky tercengang mendengar penjelasan Eli tentang Shafiah. "Segitunya dia berbakti sama suaminya?" kata Azky.



"Ya..begitu lah nyonya Shafiah."



"***Aku juga mau punya pahala melayani suami***." Batin Azky bergumam. "El,aku juga kan istri mas Zahfran,boleh dong kalau kali ini aku yang masak?" Ucap Azky memohon sambil melipat kedua tangannya.



"Tapi..."



ayo lah,aku juga pengen punya pahala seperti mba Shafiah." Azky merengek sambil menggenggam tangan Eli.

__ADS_1



"Anda jangan lakukan ini nyonya.kalau tuan tau bagaimana?"



"Mangkannya,izinin aku masak ya kali ini." aku mohoon..Azky melipat kedua tangannya memohon.



"Tapi kalau tuan marah,jangan bawa-bawa nama saya ya nyonya."



"Beres El,aku akan tutup mulut."



"Apa yang bisa saya lakukan?" Tanya Eli.



"Mmmm..kamu..bersiin ikan aja deh,aku mau bikin bumbu kare nya dulu.



"Baik nyonya." El mengambil ikan yang ada di dalam kulkas dan mulai membersihkannya.



Melihat kepandaiannya saat beraksi di dapur,jelas Ini memang bukan kali pertam ia memasak,tapi kali ini berbeda,ia akan memasak untuk suaminya.jadi ia sangat hati-hati dengan rasa yang enak,dan tampilan yang menarik. "***semoga*** ***mas Zahfran suka sama masakan ku***."



"Mas,aku mau masak sama Azky,kalau aku terus di sini,kamu mau makan apa?"


"Kita bisa deliv sayang." jawab Zahfran dengan entengnya.


"Aku gak mau."


"Tidak ada pahalanya?" sela Zahfran.


Shafiah mengangguk.


"Kalau mau pahala,ini juga kamu sudah mendapat pahala." Bukannya melepaskan,ia malah semakin mengeratkan pelukannya.


Zahfran tersenyum penuh kemenangan sambil memeluk Shafiah dari belakang.



"Alhamdulillah..semuanya sudah beres Ell." Azky merasa puas dengan masakan yang ia hidangkan di atas meja makan.



"Tuan pasti sangat menyukai masakan anda nyonya. kelihatannya enak semua." Mata Eli membulat sempurna melihat hidangan yang tersaji di atas meja.



"Oh iya..tadi aku bikin banyak ko,udah aku pisahin buat kamu sama yang lainnya,ada di dalam lemari."



"Oh..terimakasi nyonya."



Tak lama setelah itu,terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Eli dan Azky memutuskan untuk shalat lebih dulu sebelum acara makan malam berlangsung.



Saat akan masuk ke dalam kamar,tiba-tiba Shafiah memanggilnya. "Azky.."



Azky menoleh ke belakang. "Ya mba? kenapa?"



"Shalat berjamaah yuk." Shafiah mengajak Azky untuk shalat berjamaah di mushola bawah.



"Boleh mba,aku ambil mukenanya dulu ya." Azky terlihat bahagia saat ia di ajak oleh Shafiah untuk shalat berjamaah.



Shalat maghrib kali ini sangat lah berkesan bagi Shafiah dan Azky,karna ini kali pertama mereka melaksanakan shalat berjamaah di imami oleh suami mereka.

__ADS_1



Setelah selesai melaksanakan Shalat berjamaah,Zahfran memanjatkan doa-doa kebaikan untuk kerukunan rumahtangga mereka yang di aminkan oleh kedua istrinya.



Setelah selesai memanjatkan doa,Shafiah dan Azky secara bergantian mencium punggung tangan sang suami. dan di balas oleh kecupan di kening mereka.



"Aku bahagia memiliki kalian." ucapnya sambil tersenyum.



"Oh ya mas,aku masak makanan kesukaan mu." Ucap Azky sangat antusias.



"Oya..kalau gitu ayo kita makan." Zahfran bangkit dari duduknya dan melepaskan sarung yang ia kenakan untuk shalat.



"Sini mas,aku yang rapihkan sarungnya." ucap Shafiah sambil mengulurkan tangannya.



Zahfran pun menyerahkan sarung itu kepada Shafiah. setelah selesai melipat sarung dan sejadahnya,mereka pun berjalan menuju ruang makan.



"Waah...ini semua kamu yang masak Azky?" matanya membulat sempurna melihat hidangan di atas meja yang di sediakan langsung oleh istri keduanya itu.



"Ya mas,mudah-mudahan kamu suka." ucapnya dengan tersenyum.



"Azky,maaf ya tadi aku gak bantu kamu masak." kata Shafiah merasa tak enak hati.



"Gak apa-apa mba,sekaligus aku belajar masak makanan kesukaan mas Zahfran,kalau aku sudah tinggal di apartemen kan susah kalau gak tau apa-apa."



Azky duduk di kursi sebelah kiri,dan Shafiah duduk di sebelah kanan.



Acara makan malam berlangsung dengan khidmat. tak banyak perbincangan yang terjadi di atas meja makan,hanya beberapa pujian dari Zahfran untuk masakan Azky yang menurutnya sangat lezat.



Pukul 00.00 Zahfran melaksanakan shalat tahajud bersama Shafiah di dalam kamar.


Pukul 01.00,setelah melaksanakan shalat tahajud,Shafiah dan Zahfran kembali berbaring di atas tempat tidur.


Shafiah tertidur lebih dulu,namun tidak dengan Zahfran,karna sulit untuk tidur lagi,Zahfran memutuskan untuk keluar dari kamarnya.


Azky yang sedang kehausan hendak mengambil air di dapur,ia melihat Zahfran sedang duduk bersandar di atas sofa depan TV.


"Mas.. Belum tidur?" sapa Azky yang sudah berdiri di depan suaminya.


Zahfran membuka matanya yang belum tertidur itu. "Azky,kirain siapa. Duduklah." Zahfran menepuk sisi sofa di sebelahnya.


Azky pun duduk bersama Zahfran di atas sofa. "Kenapa belum tidur mas?" ia kembali bertanya pada Zahfran sambil menatap wajahnya.


"Aku gak bisa tidur."


"Kenapa?"


Bukannya menjawab,Zahfran malah mencium bibir Azky dan **********.Azky yang mendapat serangan secara tiba-tiba,hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya puas mencium bibirnya.


Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kemesraan mereka dari lantai atas. siapa lagi kalau buka Shafiah.


~


~


~


Nah looh..terciduk kan? 😟😟


Siap-siap besok akan ada yang kepergok sama Adaln..


Berikan komentar terbaik kalian untuk mendukung karya Author yang sangat sederhana ini.

__ADS_1


tanda jempolnya jangan lupa di klik ya. 😘😘


__ADS_2