Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 67


__ADS_3

Satu bulan berlalu.


Mereka tidak tinggal bersama Dewi dan Rafa,Zahfran membeli rumah yang lokasinya tidak jauh dari tempat ia bekerja,dan di sana lah mereka tinggal.


Dan semenjak kejadian itu Zahfran belum bertemu lagi dengan putri kembarnya.


Sikapnya sedikit berubah,ia lebih banyak diam mungkin ia sedang menyesali atas sikapnya saat itu terhadap Azky.


Namun,apa boleh buat. Nasi kini sudah menjadi bubur,sebesar apapun penyesalannya tidak akan merubah kenyataan kalau Azky bukan lagi miliknya.


Pagi ini nampak Zahfran sedang melamun di atas balkon menatap pemandangan di luar,namun hati dan pikirannya berada di tempat lain.


Shafiah mendekat. "Mas.." panggilnya dari belakang.


"Ya." Zahfran pun menoleh.


Shafiah menghampiri Zahfran dengan membawa secangkir kopi. "Aku buatkan kamu kopi."


"Terimakasi sayang." Ucap Zahfran sambil mengambil gelas dari tangan Shafiah,ia melempar senyum,senyum yang mungkin ia paksakan untuk menutupi kegelisahannya dari sang istri.


Zahfran mulai menyeruput kopi buatan Shafiah." Enak?" Tanya Shafiah yang saat ini sedang dalam dekapan suami tercinta.


Zahftan mengangguk. "Enak." kembali ia melempar senyum.


"Mas,aku boleh ke rumah mba Dewi?"


"Buat apa?"


"Silaturahmi aja."


"Kamu tidak sedang memikirkan sesuatu yang aneh kan sayang?"


"Gak ko mas,memangnya kamu takut aku ngelakuin apa sih?"


"Tidak." kembali ia menyeruput kopi yang masih berada di tanganya. "nanti aku suruh supir antar kamu ya."


"Gak perlu mas,aku bawa mobil sendiri aja."


"Kamu yakin?" Zahfran menatap wajah Shafiah dari dekat.


Shafiah mengangguk


"Baiklah.tapi kamu harus sudah pulang sebelum aku pulang kerja."


"Ok,lagian aku gak akan lama ko."


"hhmm..Zahfran mencium puncak rambut Shafiah,mengusap lembut bahunya.


Setelah Zahfran pergi bekerja,Shafiah pun buru-buru pergi ke rumah Dewi. Hanya membutuhkan waktu satu jam,sampai lah ia di tempat tujuan.


"Assalamualikum" Ucap Salam Shafiah di depan pintu.


Karna Dewi sedang membuat kue,ia sampai tidak mendengar salam Shafiah dari luar,akhirnya Shafiah masuk ke dalam dan melihat Dewi sedang sibuk dengan alat-alat kuenya.


"Mba Dewi.." Panggil Shafiah setengah berteriak.


"Shafiah?" Sambil menepuk-nepuk sisa terigu yang menempel di bajunya,Dewi menghampiri Shafiah di depat pintu dapur. "Kamu dari kapan ada di situ?"


"Dari tadi mba. Pantesan aja salam aku gak ada yang nyaut."


"Maaf,abis di sini berisik banget,jadi mba gak denger. Tumben ke sini,ad apa?"


"Si kembar mana?"


"Hari ini Rani sedang libur."


"Jangan panggil dia Rani mba,dia itu Azky."


"Sama aja,Azky Khairani kan?"


"Kedengerannya asing aja buat aku."


"Katakan,ada apa kamu tiba-tiba ke sini?"


"Aku mau pinjem si kembar mba,boleh gak ya?"

__ADS_1


"Pinjam?" Rani mengernyitkan dahinya. "Nizma,matikan dulu mixernya,lagian itu udah cukup mengembang,tinggal tuang ke dalam loyang."


"Ya bun." Saut Nizma.


"Maksud kamu pinjam bagaimana Sha?"


"Aku rasa mas Zahfran sangat merindukan mereka mba."


"Duduk dulu deh." Dewi membawa Shafiah duduk di meja makan.


"Kamu mau bawa Aisyah dan Asiah ke rumah mu? mana bisa?"


"Cuma sebentar ko,nanti malam aku kembalikan."


"Coba aja kamu ke rumahnya Rani."


"Azky mba." Ucap Shafiah kembali meluruskan.


"Sama aja." kekeh.


"Bagaimana kalau dia melarang ku?"


"Ya..coba aja kamu minta baik-baik."


"Ya udah deh,aku coba ke rumah Azky aja ya mba."


"Ya,semoga berhasil."


Tak ingin membuang waktu lama,Shafiah pun pergi ke rumah Azky dengan berjalan kaki.


Sesampainya ia di sana,nampak Azky sedang menyapu di depan halaman rumahnnya. "Assalamualaikum."


Azky menghentikan sejenak aktifitasnya. "Waalaikumsalam. Mba?"


Shafiah melangkah mendekat. "Azky,gimana kabar kamu?"


"Alhamdulillah baik. Ayo mba masuk. " Azky mengajak Shafiah untuk masuk ke dalam rumah.


"Silahkan duduk."


"Anak-anak lagi main boneka di dalam kamar mba."


"Oh.."


"Tumben mba ke sini."


"hhmm... Azky." Nampak ia ragu untuk mengatakannya


"Kenapa mba?" Azky kembali bertanya duduk di samping Shafiah.


"Aku..boleh gak kalau aku bawa si kembar ke rumah ku?" Ucapnya dengan sangat hati-hati.


"Memangnya kenapa mba?"


"Akhir-akhir ini mas Zahfran banyak melamun.aku rasa dia rindu sama si kembar."


Azky terdiam tak menjawab.ingin sekali ia melarangnya,tapi itu tidak mungkin,karna bagaimana pun Zahfran adalah ayah kandung mereka.


"Bagaimana? boleh kan?" pinta Shafiah penuh harap.


"Tapi gak nginep kan mba?"


"Gak,aku janji,hanya sampai sore,nanti aku bawa mereka pulang."


Azky mengangguk. "Biaklah,hanya sampai sore ya."


"Baik Azky,terimakasi ." Shafiah memeluk Azky singkat.


"Aku panggilkan dulu mereka mba."


"Ya,aku tunggu di sini."


"Jglek..Azky membuka pintu kamar putri kembarnya yang letak kamarnya tak jauh dari ruang tamu. "Sayang."


Asiah langsung berlari memeluk Azky. "Umi..itu boneka ku,tapi kak Aisyah malah mengambilnya Hikss..hikss.

__ADS_1


"Aku hanya meminjamnya umi." Bela Aisyah.


"Sudah..sudah..sini nak." panggil Azky pada Aisyah,lalu Aisyah pun turun dari atas kasur menghampiri Azky.


"Di luar ada tante Shafiah,kalian mau bertemu?" Tanya Azky sambil merangkul kedua putrinya.


"Mau umi."


"Tapi berhenti dulu nangisnya." Kata Azky pada Asiah.perlahan tangisnya pun mereda.


Lalu Azky membawa putrinya keluar dari kamar untuk bertemu dengan Shafiah di ruang tamu.


"Tante Shafiah.." Teriak keduanya bersamaan sambil berlari menghampirinya.


"Hai..bidadari kecil tante." Sapa Shafiah sangat ramah.


"Tante ke mana ayah?" Tanya Aisyah sambil duduk di pangkuan Shafiah.


"Ayah ada di rumah sayang."


"Gak ikut?"


"nggak.." ejek Shafiah dengan memanyunkan bibirnya.


"Yaah... Aku fikir ikut."


"Kalian mau bertemu dengan ayah?"


"Mau tante..mau.." Jawab mereka sangat antusias.


"Bilang umi dulu."


"Umi... Kita mau ketemu ayah.


Azky mengangguk. "Boleh."


"Yeee....."


Kahirnya Shafiah berhasil membawa Aisyah dan Asiah Ke rumahnya untuk bertemu ayah mereka.


Sesampainya di rumah,ia langsung menghubungi Zahfran dan memintanya untuk segera pulang.


"Memangnya ada apa sayang? tumben kamu minta mas pulang? ini masih siang loh."


"Aku punya kejutan buat kamu."


"Kejutan apa?."


"Aku gak bisa bilang di telfon,ayo lah pulang dulu."


Zahfran menghela nafas panjng. "Baiklah,mas pulang sekarang. Ya udah,tutup dulu telfonnya."


"Ya mas.,Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Tak ingin mengecewakan sang istri,Zahfran pun segera pulang,letak tempat kerjan yang tak jauh dari rumahnya,memudahkan Zahfran untuk bolak balik dari lokasi ia bekerja ke kediamannya.tak butuh waktu lama ia pun sampai di depan rumah.


"Assalamualaikum.. Shafiah.." Panggil Zahfran saat masuk ke dalam rumah.ia meletakan tas kerjanya di atas sofa.


"Itu suara ayah kalian." Shafiah berbisik di telinga mereka. "Cepat temui ayah kalian."


Aisyah dan Asiah pun keluar dari persembunyiannya berlari menghampiri Zahfran. "Ayaaah...ayaah..."


"Aisyah? Asiah? putri ayah.." Zahfran langsung menggendong putri kembarnya. Menciumi pipi mereka bertubi-tubi. "Sayang... Bagaimana kalian bisa ada di sini?"


"Tante Shafiah yang membawa kami ayah."


Shafiah berdiri dari kejauhan menatap kebahagiaan mereka sambil tersenyum. "Kamu yang bawa mereka ke sini sayang?"


"Ya mas."


"Terimakasi sayang,kamu sangat tau kalau aku merindukan mereka."


"Ya mas." "Aku selalu tau apa yang ada di dalam hati dan pikiran mu."

__ADS_1


__ADS_2