
Perjuangan Shafiah mendekatkan Abiyu dan adik kembarnya ternyata tidak terlalu sulit,selama ayahnya hanya milik bundanya seorang.
Awal mereka bertemu memang Abiyu merasa tidak suka,melihat wajah si kembar,membuat ia kembali teringat dengan penghianatan umi mereka,karna selama ini yang dia tahu,Azky yang sudah merusak kebahagiaan bundannya.
Tapi setelah mendapatkan semua penjelasan dari sang bunda,lambat laun Abiyu mulai mau menerima kehadiran si kembar di tengah-tengah mereka.
Katakanlah semua berjalan dengan lancar,rengekan si kembar yang selalu ingin menempel pada kakaknya,membuat amarah Abiyu mulai mencair,apa lagi dengan sikap manja mereka,sedikit demi sedikit mampu menumbuhkan rasa kasih sayang antara kakak beradik itu,walaupun mereka lahir dari rahim yang berbeda,tapi ikatan darah dari satu ayah membuat hubungan mereka semakin erat.
Azky merasa lega saat ia menyaksikan keakraban mereka secara langsung di depan mata. Memang,Abiyu baru menerima si kembar sebagai adiknya,walaupun ia masih merasa canggung kalau harus akrab dengan Azky. Biarlah waktu yang mengakrabkan mereka.
Kembali ke rencana pernikahan Azky dan Fatih.
Setelah melakukan lamaran pada malam itu,keluarga Fatih langsung menetapkan waktu berlangsungnya akad nikah yang akan di selenggarakan satu minggu kemudian.
Semua persiapan resepsi,mereka serahkan sepenuhnya pada jasa WO terbaik di kota Jakarta.
Hingga waktu yang di tunggu-tunggu itu pun tiba. Di mana Fatih dan Azky akan melangsungkan proses ijab kabul di sebuah hotel berbintang kota Jakarta.
"Bagaimana? Sudah siap?" Ucap pak Penghulu sebelum berjabat tangan dengan Fatih yang di dampingi oleh kedua orangtua di samping kanan kirinya.
Fatih mengangguk dengan penuh kesiapan.
"Baiklah kita mulai."
Menghela nafas panjang sebelum mengucap ijab. "Bismillahhirrahmanirrahim Saya nikahkan dan saya kawinkan Muhammad Fatih bin Frans benardo dengan Azky kahirani binti Prasetyo (alm) dengan mas kawin seperangkat alat solat dan cincin berlian seberat 3 gram di bayar tunai."
"Saya terima nikahnya Azky khairani binti Prasetyo (alm) dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
"Bagaimana semua saksi? Sah?"
"Sah..." Saut mereka bersamaan.
Alhamdulillah,akhirnya saat ini mereka sudah menjadi pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan agama.
Setelah mengikrarkan ijab kabul,Fatih yang di dampingi orangtuanya menghampiri Azky yang sudah duduk di atas pelaminan menanti kedatangan Fatih yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.
Ia mencium punggung tangan sang suami,lalu Fatih mencium kening sang istri. Kebahagiaan mereka saat ini tidak bisa di ungkapkan lagi dengan kata-kata
Azky nampak cantik dengan balutan gaun berwarna putih,ia duduk di dampingi oleh pak Herlambang dan bu Melisa.
__ADS_1
Bagaimana bisa?
Dua hari sebelum hari H,Shafiah meminta mertuanya untuk mendampingi Azky di atas pelaminan,ia tidak tega kalau Azky harus berada di atas pelamina tanpa ada kerabat yang mendampinginya.
Ia hidup sebagai yatim piatu,bahkan saat ini ia tidak memiliki siapapun selain om dan tante angkatnya yang saat ini entah di mana keberadaannya.
Tapi dengan hadirnya keluarga Zahfran dan Shafiah,cukup melengkapi semua kekurangan dalam hidupnya,terlebih saat ini ia juga memiliki suami yang begitu baik,dan mertua yang begitu sayang padanya.
Mungkin ini hikmah di balik semua kejadian,katakanlah ia tidak seberuntung Shafiah bisa memiliki Zahfran seutuhnya,tapi saat ini ia memiliki tiga keluarga yang sangat menyayanginya itu lebih dari cukup.
"Terimakasih mba,kamu memberiku banyak keluarga,aku tidak lagi merasa hidup sebatangkara." Sinyum simpul nampak di wajahnya yang cantik.
"Aku yang seharusnya berterimakasi pada mu,kamu berperan besar atas perubahan mas Zahfran,aku mohon maafkan aku karna telah menjerat mu dalam kesulitan ini,maafkan aku."
"***Terimakasi Azky,kamu telah melahirkan dua malaikat kecil untuk ku,Aku harap kamu bahagia dengan kehidupan baru mu bersama Fatih***." Zahfran hanya bisa berucap dalam lubuk hatinya sambil menatap Mereka dari kejauhan.
Setelah bicara dengan Azky,Shafiah kembali menghampiri Zahfran,ia menggenggam erat tangannya dan Zahfran memberikan beberapa kecupan disana. "Aku mencintai mu sayang,sangat mencintai mu." Ucap Zahfran sambil membawa sang istri ke dalam pelukannya.
"Aku juga mencintai mu."
Sepanjang perjalanan menuju apartemen,Azky yang saat ini duduk di samping kemudi berusaha mengendalikan kegugupannya.
Dasar suami jahil,dia malah sengaja menggoda sang istri dengan menyentuh tangannya dengan tiba-tiba. "Astagfirullah.." Reflek Azky menarik tangannya.
"Kenapa?" Reaksi sang istri membuat Fatih semakin ingin tertawa.
"Kamu kenapa pegang tangan aku?"
"Lohh..ko kenapa?" sekilas ia melirik wajah sang istri yang berubah merah merona lalu kembali fokus ke jalan sambil cekikinan.
"Malah ketawa sih mas?" Azky mengerucutkan bibirnya,membuat fatih ingin sekali melahap bibir mungil itu saat ini juga.
"Ya udah,kalau gak mau pegang gak apa-apa." Menggunakan senjata kedua dengan berpura-pura menampakan wajah kecewanya.
__ADS_1
Betul saja,ia berhasil membuat sang istri merasa bersalah karna menolak sentuhan yang di berikan suaminya,padahal hanya berpegangan tangan.
Tidak sampai satu menit,bahkan masih hitungan detik ia memberanika diri untuk menggenggam tangan Fatih. "Maaf mas." ucapnya dengan raut wajah penuh penyesalan.
Fatih langsung menghentikan laju mobilnya di bahu jalan,hingga suara decika rem terdengar jelas di telinga mereka. "Kenapa berhenti?" menatap heran.
Fatih memutar posisi duduknya berhadapan langsung dengan sang istri. "Mau cium tangan kamu." Beberapa kali ia mengecup punggung tangan sang istri penuh kasih sayang.
"tapi... Kenapa berheti?"
"Kalau sambil jalan,aku gak bisa lihat wajah kamu yang berubah merah seperti udang rebus. Kayak sekarang ini."
Blussh... Betul-batul Fatih membuat wajah istrinya berubah merah bak udang rebus.Ia langsung menangkup pipinya dengan sebelah tangan,karna tangan satunya masih dalam genggaman sang suami. "Masa siih..? kayaknya nggak deh" Kalau memang iya,mau taro di mana mukanya saat ini.
"Lagian kenapa sepanik ini? aku kan cuma pegang tangan doang." kembali ia mencium tangan sang istri dengan sangat lembut.
"Sayang..."
"Hhmm..?"
Fatih menarik dagu Azky hingga mata mereka saling menatap terkunci satu sama lain,Fatih memiringkan wajahnya mengambil ancang-ancang akan mencium bibir mungil yang sudah menggodanya sedari tadi.
Azky yang tau akan mendapatkan serangan hanya bisa diam sambil memejamkan matanya bersiap mendapat serangan dari sang suami.
Namun sepertinya dwi fortuna kali ini sedang tidak berpihak pada pasangan baru menikah ini,baru saja bibir mereka menempel satu sama lain,tiba-tiba "Tok..tok.. terdengar suara ketukan dari luar membuat Fatih dan Azky mengerjap membuka mata mereka.
"Siapa?" Tanya Fatih masih dalam posisi yang sama.
Azky yang sama membuka mata,seketika terbelalak saat melihat polisi di depan matanya. "Polisii mas."
"Polisi?" Panik.
Boleh dong sekarang minta Vote Like dan Komen positif sebanyak-banyaknya 🙏.
#dengan kata-kata yang santun ya 🤗#
#Mohon di maafkan kalau banyak kesalahan dalam alur atau tidak sesuai dengan harapan reader semua#
__ADS_1
Masih mau lanjut gak?😘🙏