
Merasa puas menyalurkan hasrat dengan istri tercinta,Zahfran berbaring di atas tempat tidur dan paha Shafiah menjadi bantalannya.
u teman bisnisnya dan Micel.
"Aku...boleh kan ke jakarta."
"Demi pelanggan butik kamu itu?" Kata Zahfran tanpa menatap wajah Shafiah,ia masih di sibukan dengan membalas pesan dari Micel selaku sekertarisnya.
"Demi butik kita mas."
"Itu butik mu sayang,aku tidak pernah merasa memberikan dana untuk membangun butik itu." Ucapnya sambil tersenyum menatap sekilas wajah Shafiah.
"Sama aja mas"
"Apa resikonya kalau kamu tidak berangkat ke jakarta?"
"Butik kita akan kehilangan satu pelanggan tetap mas,dan pak Wily ini termasuk pelanggan yang pesanannya selalu banyak,karna keluarga besarnya menggunakan baju yang di rancang dari butik kita." Ucap Shafiah.
"Lalu izin ku? Seberapa berartinya izin dari suami?"
"Mas,ini aku kan izin sama kamu."
"Kamu akan memperesentasikan hasil karya kamu dengan seorang pria di sebuah restoran? Begitu?" Zahfran menatap wajah Shafiah.
"Kan di sana ada adik kamu juga. Khadijah,ada Shifa juga."
"Kalau kamu tetap memaksa,aku ikut." Ucapnya sambil tersenyum simpul menatap Shafiah dari bawah.
"Ikut..?" Shafiah mengerutkan dahinya.
Zahfran tiba-tiba menarik tengkuk leher Shafiah ke bawah mendekat ke wajahnya yang masih berbaring di atas pangkuannya lalu menciumnya singkat.
"Ko mas ikut?" Terheran,Zahfran langsung bangkit dari pangkuan Shafiah sambil tersenyum dia pergi ke dalam ruang ganti baju,dan keluar dari sana setelah rapih.
"Ayo,kita sarapan dulu,laper nih..." Ucap Zahfran sambil mengusap perutnya yang sedang kelaparan.
"Tapi mas? bagaimana mas bisa ikut,mas kan harus kerja." Masih terheran.
"Aku sudah kirim pesan pada Micel kalau aku akan libur untuk tiga hari ke depan. Dan selama tiga hari,aku akan menemani mu."
"hhmm..baiklah,tapi jangan bikin kacau keadaan ya mas." Shafiah turun dari tempat tidur setelah kembali mengenakan pakaian yang berserakan di atas kasur.
Lalu mereka pun turun ke bawah bersama sambil bergandengan untuk sarapan.
Waktu menunjukan pukul 14.00
Mereka sudah siap dengan semua perlengkapannya,Zahfran memasukan satu koper miliknya ke dalam bagasi mobil.
Hanya satu koper yang mereka bawa,karna memang tidak berniat tinggal lebih lama di jakarta. "Udah siap semuanya sayang?" Kata Zahfran sambil membuka pintu sisi sebelah kiri untuk Shafiah.
"Udah mas." Shafiah pun masuk ke dalam.
Ponsel milik Shafiah berdering..ia mengambil ponselnya di dalam tas kecil yang ia letakan di atas pangkuannya.
"Siapa sayang?" Tanya Zahfran saat sudah masuk ke dalam mobil sambil memasang setbel miliknya,lalu bergantian ia memasangkan setbel Shafiah.
"Mba Dewi mas." Jawabnya.
"Angkat aja."
__ADS_1
"Sebentar ya mas." Shafiah mengangkat telfon dari Dewi.. "Assalamualikum mba." Ucap Salam Shafiah.
"Waalikumsalam.Shafiah,kamu di mana?" Tanya Dewi dengan suara bergetar.
"Aku di rumah mba,mba kenapa ko suaranya kayak panik gini?" Terheran sambil menatap wajah Zahfran.
"Azky,sha.." Dewi menangis terisak.
"Loh..ko mba nangis? kenapa? ada apa dengan Azky?"
Mendengar nama nya di sebut,Zahfran langsung menoleh ke arah Shafaiah. "Azky? ada apa dengan Azky sayang?" Khawatir.
"Aku gak tau mas." Bicara pada Zahfran.
"Mba,ayo katakan,kenapa dengan Azky?"
"Dia tertabrak mobil Sha,saat pulang kerja,sekarang dia di rumah sakit."
"Di tabrak?"
"Iya mas."
"Cepat tanyakan ada di rumah sakit mana dia sekarang?"
"iya mas sebentar."
"Mba,kirim alamat rumah sakitnya ya,kita ke sana sekarang." Kata Shafiah.
"Ya Sha,mba kirim lewat pesan."
Tak lama setelah telfon terputus, pesan masuk dari Dewi memberikan alamat rumah sakit yang menangani Azky.
"Ini alamat rumah sakitnya mas." Shafiah menunjukan alamat itu pada Zahfran.
"Kita segera ke sana." Segera Zahfran melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumahsakit yang menangani Azky.
__ADS_1
Sesampainya ia di rumah sakit,Zahfran dan Shafiah langsung berlari ke dalam ruang UGD,mereka melihat Dewi sedang duduk di kursi tunggu sambil menangis. "mba Dewi?di mana Azky?" Tanya Zahfran dengan nafas terengah-engah karna berlari.
"Azky ada di dalam ruang tindakan Zha.."
"Bagaimana kondisi dia tadi mba?"
"Azky banyak mengeluarkan darah dari kepalanya Zha." Jawab Dewi.
Zahfran langsung berlari menuju ruang tindakan,namun langkahnya langsung di hentika oleh petugas di sana. "Anda mau ke mana tuan?" Cegah kedua satpam itu memegang tangan Zahfran.
"Lepaskan saya.." Zahfran berontak sekuat tenaga melawan petugas itu.
"Anda tidak bisa masuk tuan.ini ruang tindakan,istri anda sedang di tangani oleh ahlinya,percayakan lah."
"***Istri***?" Batin Shafiah yang berdiri di belakang Zahfran. "***Bagaimana mereka tidak menganggap kamu suaminya mas,sikap kamu saat ini menujukan seolah-olah kamu memang suaminya***."
Air mata Shafiah kembali mengalir, "***Air mata apa ini? siapa yang aku tangisi? kenapa hati ini sangat perih***."
Dewi yang mengerti dengan perasaannya saat ini langsung menghampirinya. "Shafiah.." Suara Dewi terdengar lirih.
"Mba..." Tak mampu lagi menahan air mata yang memaksanya untuk jatuh,akhirnya ia menumpahkan seluruh tangisnya dalam dekapan Dewi. "Aku menyerah mba hikss..hikss..."
Zahfran menyadari bawaha sikapnya saat ini sangat berlebihan,ia melihat Shafiah menangis dalam pelukan Dewi dan langsung menghampirinya. "Sayang."
"kamu keterlaluan mas,aku sudah tidak saggup lagi untuk bertahan."
"Tidak Shafiah."
Zahfran mengulurkan tangannya,namun Shafiah malah berlari sekencang-kencangnya dan tiba-tiba "Bugh...Shafiah menabrak seseorang. "Papah..?" Mata Shafiah terbelalak saat pak Herlambang yang tiba-tiba berada di sana.
"Apa yang terjadi nak?" Tanya pak Herlambang terheran.
"Bawa aku pergi pah,aku sudah tidak sanggup lagi hidup dengan mas Zahfran Aakh....ini terlalu menyakitkan."
"Zahfran..."
Author minta tanda cinta kalian dong...
Jangan lupa selalu tinggalkan like dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘
__ADS_1