Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 92


__ADS_3

Begitu sampai di Jakarta,keesokan harinya Azky mulai mencari sekolahan untuk anak-anaknya,karna memang Azky di beri waktu dua minggu untuk mengurus segala keperluan yang mungkin harus ia siapkan lebih dulu,seperti sekolah putri kembarnya dan sambil menunggu pengasuh yang akan di berikan pak Herlambang.


Beruntung ia sudah di fasilitasi rumah dan mobil oleh pemilik Restauran,begitu sampai di jakarta ia tidak perlu lagi mencari rumah dan kendaraan yang memudahkan ia dalam transportasi.


"Umi.. besok kita mulai sekolah?" Tanya Asiyah yang saat ini sedang membantu Azky menyiapkan buku-buku sekolah.


"Iya nak,nanti umi antar kalian ke sekolah." Satu persatu ia memasukan buku putri kembarnya ke dalam tas masing-masing,setelah selesai,ia menyimpan tas putrinya di atas meja belajar.


"Kalau umi kerja,kita sama siapa di rumah?" rengek Aisyah sambil duduk di pangkuan uminya.


"Ada tante Yuli di rumah sayang,kalian udah kenal tante Yuli kan kemarin?"


Aisyah dan Asiyah mengangguk bersamaan. "Tapi.. kenapa kita tidak tinggal bersama ayah dan tante Shafiah umi?"


Ayah..? pertanyaan mereka membuat Azky kembali teringat dengan sosok pria yang sudah memberinya dua bidadari cantik yang ia miliki saat ini. "Rumah ayah jauh nak,Aisyah dan Asiyah kan sudah punya umi."


"Kalau mereka dekat?"


"Umi antar kalian betemu ayah."


"Janji?"


Azky mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban. "Maaf nak,kali ini umi berbohong,mempertemukan kalian dengan ayah kalian itu sangat mustahil,karna ayah kalain berada jauh dari kita." Batin Azky bergumam sambil mencium puncak rambut putri kembarnya. "Ya udah,kalian mau main boneka lagi?"


"Iya umi." Saut mereka bersamaan,dan mereka pun turun dari pangkuan uminya mengambil banyak boneka yang tersusun rapih di atas tempat tidur.


Azky menatap mereka dengan senyum penuh kebahagiaan. "Kita sudah bahagia nak,walaupun hanya bertiga."



Satu bulan kemudian,tiba saat di mana keluarga Malique melakukan perjalanan menuju kota Jakarta.



Semua rencana sudah tersusun dengan sangat matang,mulai dari sekolah Abiyu,perusahaan yang akan Zahfran pimpin dan butik Shafiah yang sebagian sudah ia pindahkan sebelum ia meninggalkan Sidney.



Begitu mereka tiba di jakarta,Zahfran dan Shafiah langsung mendiami apartemen yang sudah di siapkan oleh pak Herlambang dari jauh-jauh hari untuk mereka. Sedang bu Melisa,ia memilih tinggal di apartemen bersama Khadijah putri bungsunya.



"Sudah sampai nak?" Tanya pak Herlambang dalam sambungan telfon.



"Alhamdulillah sudah pah,baru sampai apartemen." Saut Shafiah sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya. Di ikuti oleh Zahfran dan Abiyu dari belakang membawa koper masing-masing.



"Syukur lah,tadi kamu antar mamah ke apartemen Khadijah kan nak?"



"Iya pah."



"Ya sudah,kalian istirahat ya,papah mau telfon mamah mu dulu."

__ADS_1



"Papah kapan menyusul kita?" Shafiah mengajukan pertanyaan sebelum pak Herlambang mengakhiri panggilan.



"Secepatnya,papah harus menghadiri acara pertunangan dulu."



"Tunangan?" Shafiah menghentikan langkahnya yang hampir saja sampai di ujung tangga.



Karna Shafiah berhenti di tengah jalan,langkah Abiyu dan Zahfran pun ikut terhenti. "Kenapa sayang?" Tanya Zahfran sambil menaiki satu anak tangga agar sejajar dengan sang istri.



"Ngga apa-apa mas."



"Tunangan siapa pah?" Kembali Shafiah bertanya.ia memberikan kunci kamarnya pada Zahfran karna ia masih mengobrol dengan pak Herlambang.setelah pintu terbuka,mereka pun masuk ke dalam.



"Saudara kita nak." Saut pak Herlambang,seperti menutupi sesuatu.



"Saudara? saudara yang mana?" Shafiah mengernyitkan dahinya.




"Pah,udah dulu telfonnya,kita baru sampai." Ucap Zahfran sedikit mengeraskan suaranya lalu ia masuk ke dalam ruang ganti baju,menyiman koper di sana.



"Ya sudah,nanti Shafiah telfon lagi pah,aku beres-beres dulu."



"Lebih baik istirahat dulu,beres-beresnya nanti aj."



"Iya pah,udah dulu ya pah. Assalamualikum"



"Waalaikumsalam."



Setelah mengakhiri telfon,Shafiah menyimpan ponselnya di atas meja.


__ADS_1


Zahfran keluar dari ruang ganti baju dengan keadaan telanjang dada,sebelum mandi ia duduk bersandar di atas sofa. "Akkhh.... Rasanya badan mau remuk sayang." Keluhnya.



"Udah mulai tua sih,jadi cepet cape ya?" Ledek Shafiah sambil membuka kerudungnya lalu menyimpan ke dalam keranjang cucian kotor.



"Enak aja,aku ini masih muda,kamu lihat otot ku ini?" Dengan bangganya ia menunjukan bentuk tubuhnya yang memang masih terlihat sangat kekar.



Shafiah hanya tersenyum melihat pemandangan perut Sixpek Zahfran dari jarak dekat, "Kamu itu terlalu kePDan mas." Ucapnya sambil masuk ke dalam kamar mandi untuk segera menyegarkan tubuhnya.



Dan Zahfran kembali duduk bersandar di atas sofa sambil menghembuskan nafas kasar. "Sepertinya memang aku sudah mulai tua Sayang." Gumamnya sambil memengan otot-otot tangannya yang lerlihat mulai kendor.



Satu minggu berlalu setelah kedatangannya di kota Metropolitan,Zahfran yang belum mulai aktif kerja memilih untuk mengantar Abiyu ke sekolah,dan ini adalah hari pertama dia sekolah. "Papah antar ya nak?" Ucap Zahfran saat mereka sedang menikmati sarapan bersama.


Abiyu mengangguk sambil mengunyah makanan. "boleh."


"Kamu belum mulai kerja memangnya mas?" Tanya Shafiah sambil menungakan air ke dalam geas milik suaminya.setelah terisi penuh,ia kembali menyimpan teko kaca itu di tempat semula.


"Belum,besok saja sayang,aku tunggu Micel dulu,dia baru datang sore ini dari Sidney." Saut Zahfran sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya.


Sepanjang perjalanan hidupnya sebagai seorang ayah,ini adalah kali pertama ia mengantar putranya ke sekolah,mungkin sedikit terlambat,karna saat ini putranya sudah berusia 17 tahun,bukan anak kecil lagi untuk berangkat sendiri. Tapi biarlah,itu keinginan langka dari seorang Zahfran.


Karna ini hari pertama Abiyu sekolah,ia harus menemui kepala sekolah lebih dulu sebelum masuk ke dalam kelas,tapi sayangnya saat di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba ada seorang murid menghampirinya lalu mencium pipinya "Muacchh.."


Sontak ia terkejut dengan serangan yang datang tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Hai Abi..." Gadis itu melambailan tangan dan mengedipkan sebelah matanya di depan Abiyu sangat menggoda.


"Kamu..?" Mata Abiyu membulat sempurna saat melihat gadis di masa lalunya muncul kembali.


Shafiah dan Zahfran terus melangkah maju tanpa mengetahui kejadian yang menimpa putranya di belakang,tanpa ia sadari Abiyu tertinggal jauh darinya.


Rasanya Abiyu ingin memanggil Shafiah,tapi kalau harus berteriak lebih baik ia diam daripada harus malu sendiri dengan siswa-siswa lainnya.


"Bagaimana kamu bisa ada di sini?"


"Lucu..harusnya aku yang bertanya,kenapa kamu ada di sini?"



Kisya dayana




Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘


__ADS_1


Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2