Dia Maduku

Dia Maduku
Extra bab 13


__ADS_3

Lamaran?


Pak Heru dan Kisya saling bertatapan,mereka cukup terkejut dengan apa yang Abiyu katakan. "Menikah? Apa yang sedang kamu rencanakan Abiyu malique?" Batin Kisya bergumam,dengan sorot mata tajam,ia menatap kepalsuan di wajah Abiyu.


"Ini gak salah nih?" Pak Heru kembali bertanya untuk lebih meyakinkan.


Abiyu pun mengangguk. "Iya..saya serius pak."


"Bagaimana? bapak menerima lamaran kami?" Timpal Zahfran.


"Kalau masalah ini... Saya serahkan sama anak saya,bagaimana? kamu menerima lamaran Abiyu?" Bicara pada putrinya.


"Aku yakin,ini pasti perintah ayahnya,sebenarnya kamu tidak ingin menikahi ku kan Abiyu?" Terus ia bergelut dengan pikirannya,sampai tepukan di pundaknya menyadarkan ia dari lamuan.


"Maaf.. Baiklah,aku.. menerima lamarannya pak."


"Kita lihat,apa yang akan kamu lakukan pada ku Abiyu? Yang pasti aku akan sangat bersiap-siap." Batin Kisya.


"Ah..kamu menerima ku Kisya? Baiklah,aku yakin..kamu pasti tau kalau aku melakukan ini demi keluarga ku. Bersiap lah Kisya,kamu akan tau seperti apa aku akan memperlakukan mu nanti." Batin Abiyu dengan memalsukan senyum nya.


"Alhamdulillah,terimaksi nak Kisya,terimaksih pak." Mereka saling bersalaman.


"Untuk masalah pernikahan,biarkan kami yang mengurus semuanya."


Pak Heru pun mengangguk setuju.


"Tapi..mungkin mereka akan menikah siri dulu pak,mengingat mereka juga masih pelajar,setelah mereka lulus sekolah,kita akan meresmikan pernikahan mereka di KUA agar resmi tercatat di negara."


"Baiklah.."


"Oh. Iya pak,saya sampai lupa,bagaimana keadaan anda sekarang? Sudah membaik?" Tanya Zahfran basa basi.


"Alhamdulillah,sudah membaik."


"Bapak mau,kalau pindah kamar VIP?"


Baru saja akan menjawab,Kisya langsung menyela ucapan bapaknya. "Jangan..."


Semua terheran,kecuali Abiyu. "Gengsi kan kamu." Memutar bola matanya jengah.


"Kenapa nak?" Tanya Zahfran cukup kaget dengan jawabannya.


"Hhmm... tanggung ya pak,mungkin besok juga kita pulang kn ya pak?" Ucap Kisya seraya memberi kode dari sudut matanya.


Pak Heru pun mengerti lalu mengangguk. "I...iya,mungkin..besok kita sudah pulang,doakan saja."


"Oh..ya sudah,Kalau begitu... kami permisi dulu,nanti..kalau ada apa-apa,biar Abiyu menghubungi Kisya."


"Iya..silahkan pak."


"Assalamualikum."


"Waalaikumsalam."


Zahfran merasa lega,sudah menyelesaikan satu masalah,walaupun masalah Abiyu belum sepenuhnya beres,setidaknya sekarang ia tinggal mengurus pernikahan Abiyu,lalu memikirkan akan tinggal di mana mereka nantinya.


Dan saat ini yang sedang ia fikirkan adalah bagaimana cara ia memberitahu Shafiah tentang kejadian yang menimpa putranya.dia terlalu takut,takut membahayakan istri dan calon bayinya.


Masih dalam perjalanan,saat ini Zahfran dan Fatih sedang berbincang membicarakan bisnis mereka,tiba-tiba Micel selaku sekertaris Zahfran menghubunginya,untuk menghadiri pertemuan di sebuah Restauran XX.


"Kenapa harus di sana? Apa gak bisa di rubah." Tanya Zahfran dalam sambungan telfon.


…


"Baiklah."


…


"Tunggu saja,mungkin saya sedikit terlambat."

__ADS_1


Seperti itu lah percakapan yang terdengar oleh Fatih dan Abiyu. "Kenapa?" Tanya Fatih setelah Zahfran mengakhiri panggilan.


"Aku ada pertemuan di luar."


"Kapan?" Tetap fokus ke jalan.


"Siang ini."


"Oh...terus..itu apa yang perlu di rubah? Jadwal?" Kembali Fatih bertanya tanpa mengalihkan pandangan.


"Bukan,jadwalnya gak bisa di rubah,tapi …tempatnya yang harus di rubah." Saut Zahfran ragu.


"Loh..memangnya kenapa?" Sekilas Fatih melirik ke arah Zahfran nampak kebingungan.


"Tempatnya kurang nyaman."


"Oh.. Cari yang nyaman lah."


"Bukan tempatnya yang gak nyaman,tapi orang nya kan yah?" Sela Abiyu asal.


"Abiyu.." Tegas Zahfran.


"Loh..emngnya kenapa Zah?" Fatih terheran.


"Gak apa-apa,gak usah dengerin dia."


"Kayaknya,yang aku fikirkan,sama dengan yang ayah fikirkan. Bagaimana ayah?" Abiyu bicara di balik sandaran jok tempat ayahnya duduk.


"Diamlah,sok tau kamu."


"Wah.. Wah.. kalian pake bahasa filling biar aku gak ngerti ya?" Tukas Fatih yang di buat semakin penasaran.


"Ayah gak bakal bilang om,kalau mettingnya di adakan di Restauran tante Azky." Dengan santainya ia bicara,lalu kembali duduk seperti semula,seolah tidak akan terjadi apa-apa.


"Abiyu.."


"Apa itu benar Zha?" Timpal Fatih.


Zahfran nampak kebingungan akan menjawab apa,ini karna rasa kesal Abiyu yang bicara Asal,mau tidak mau,ia harus jujur. "Iya.." jawabnya pelan.


Ha..ha..ha.. Fatih tertawa terbahak. "Ya ampun Zha.. cuma itu masalahnya."


"Aku akan meminta Micel merubah tempat mettingnya." Segera ia merogoh ponsel yang ia letakan di dalam tas kerjanya.


"Zahfran.." Panggil Fatih,kali ini serius. tangan Zahfran seketika terhenti saat akan membuka tasnya,ia melirik ke arah Fatih.


"Jangan rubah tempat metting kalian."


Zahfran belum merubah posisinya,masih sedikit membungkuk memegang tasnya.


"Kalau kamu merubah tempatnya..aku akan lebih tersinggung,dan aku akan menganggap kalau kamu masih memiliki perasaan pada istri ku." Ucap Fatih dengan senyum,namun..senyum itu sulit untuk di artikan.


Zahfran melepaskan tasnya,dan kembali duduk dengan tegak. "Baiklah,aku tidak akan merubah tempatnya,dan apa kamu bilang? Menyimpan rasa pada Azky?" Ha..ha..ha.. sedikit pun sudah tidak ada Fatih,tenang aja." Zahfran menepuk bahu Fatih seolah meyakinkan.


Sedangkan Abiyu,hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan dari Ayahnya.



Di tempat lain,saat ini Shafiah sedang berada di ruang kerja milik suaminya,ia menggunakan tempat itu untuk mendesain baju couple untuk keluarganya,tak lupa untuk si kembar,Azky,dan Fatih.



Dengan sangat lihai jari lentik itu membentuk pola-pola baju yang menakjubkan,bakatnya dalam Desain memang sudah tidak di ragukan lagi.



Cukup lama ia berada di sana,karna kelelahan ia merasakan kantuk,ia tau ini bukan jam tidur siangnya,tapi ia betul-betul mengantuk lalu ia berusaha menghubungi suaminya,untuk menemani dia tidur siang.


__ADS_1


Beberapa kali panggilannya tidak mendapat jawaban,tak lama setelah itu,terdengar seseorang membuka pintu utama. "Jglek.. "Oh..mungkin itu mas Zahfran." Setengah berlari ia menghampiri pintu utama,dan ternyata.. "Abiyu? udah pulang sekolah?"



"Bunda?" Ia melepas sepatunya sebelum masuk,lalu berjalan menghampiri bundanya dan mencium punggung tangannya.



"Bunda ngapain lari-lari? bahaya loh bun." Abiyu melangkah masuk ke dalam,menyimpan tas ranselnya di atas sofa.



"Bunda fikir,ayah mu pulang?"



"Bunda mau tidur siang?"



Shafiah mengagguk. "Oh iya..kamu tumben udah pulang,udah ganti baju lagi,habis dari mana?"



"Aku.." Abiyu berjalan menuju dapur hendak mengambil minuman,mendadak ia merasa haus saat mendapat pertanyaan dari bundanya.



Setelah menghabiskan minuman satu gelas,ia kembali menjawab. "Guru ku rapat,jadi..kelas kita di pulangkan lebih awal." jawabnya bohong.



"Oh.." Shafiah kembali menghubungi suaminya namun tak juga mendapat jawaban.



"Bunda telfon siapa lagi?" Tanya Abiyu penasaran,melihat kegelisahan bundanya.



"Ini..ayah kamu,bunda telfon ko gak di agkat-angkat ya?"



"***Ayah? ayah kan lagi metting di Restauran tante Azky***." Batin Abiyu bergumam.



"Mungkin lagi metting bun,sibuk."



"Biasanya sih di angakat dulu kalo bunda telfon, Micel juga no nya gak aktif,telfon kantor juga gak di angkat. Kenapa ya?"



Tahan dulu.. tahan dulu..ini ujian hidup. πŸ™πŸ™πŸ™.


Boleh dong tanda cintanya.


LIKE


KOMEN


VOTE


Biar Shafiah bahagia.πŸ€—πŸ€—πŸ™


Next gak niih..?

__ADS_1


__ADS_2