
Di dalam ruangan berukuran 4x6 meter,berlapis dinding berwarna putih lusuh,beralas kasur tipis dengan wangi khas,kasur yang sudah lama tidak di jemur (apek dong? he..he..) dua sejoli itu sedang memadu kasih,mengutarakan seluruh perasaannya melalui sentuhan dan ungkapan.
Berawal dari pertengkaran,berakhir dengan kemesraan.
Semalaman pak Heru tidak bisa tidur,karna kamar tetangga yang terlalu bising,entah apa yang mereka lakukan,ia berusaha menutup telinganya menggunakan bantal,masih terdengar juga,hingga akhirnya ia tidur setelah meminum obat tidur 2 sekaligus.
Suara decitan ranjang terdengar merdu di telinga dua insan yang sedang di mabuk cinta ini,desahan,raungan saling bersautan,menambah kenikmatan dalam pencapaian.
Kisya tak mampu lagi melawan kenikmatan yang di berikan dari setiap sentuhan,kecupan,semua silih bergantian mengabsen setiap jengkal tubuh kecilnya.
"Kamu luar biasa Kisya." Umpat Abiyu yang masih berada di atas tubuh sang istri dengan keringat yang bercucuran,membasahi tubuh Abiyu yang mulai terihat bentuk ototnya semakin mengeras.
Kisya tersenyum tersipu malu tatkala Abiyu terus memuji kehebatannya di atas ranjang. "Aku bisa lebih dari ini Aby." Keberanian Kisya dalam membalas kata-kata sensual,membuat Abiyu semakin menggila.
Abiyu menjatuhkan diri di samping Kisya,ia meminta sang istri untuk memimpin peperangan,hingga akhirnya mereka melakukan pelepasan untuk yang ke sekian kalinya.
Aahh...rasanya malam tak ingin berganti siang.
"Aby.."
"Hhmm..."
"Tadi helm nya di pake kan?"
"Nggak."
Kisya tercengang. "Nggak? Kenapa?"
"Gak enak."
"Abyyyy.... kenapa gak di pake,aku gak mau hamiiiiilllll........"
Ha..ha..ha Abiyu betul-betul merasa puas malam ini. "Kamu milik ku Kisya,selamanya."
Terlepas dari kejadian semalam,Abiyu semakin mencintai Kisya,ia semakin protek terhadap istri tercintanya,makan bersama di kantin,tidak pernah mereka lakukan,tapi untuk kali ini,mereka betul-betul melakukan semuaya bersama,bahkan saat jam pelajaran berlangsung,tak jarang mereka saling melempar senyum dari kejauhan. "Ah...indahnya jatuh cinta setelah menikah."
Hari berganti hari,tak terasa 3 bulan sudah mereka menikah,dan hanya 2-3 kali mereka melakuka hubungan suami istri.
wajar saja,mereka masih hidup terpisah,untuk tidur bersama sangat sulit,megingat sang Bunda belum mengetahui perihal pernikahannya,Abiyu harus mengumpat untuk bisa tidur bersama Kisya.
Hari ini,Abiyu berencana mengenalkan Kisya pada bundanya,bukan sebagai istri,tapi sebagai pacar,ia akan megatakan semuanya,setelah sang bunda melahirkan,bulan depan waktu yang tepat.
Saat ini Abiyu sedang menemani sang bunda berbelanja di sebuah butik perlengkapan bayi,ia duduk bersantai di sofa sambil menunggu sang bunda yang tengah asik memilih-milah baju dan beberapa perlengkapan lainnya.
Abiyu sibuk dengan ponselnya,ia mencoba menghubungi Kisya,namun tak juga mendapat jawaban. "Ke mana dia?"
Tak lama setelah itu,ponsel milik Abiyu berdering,ia melihat nama My wife yang tertera di dalam layar,menggeser icone hijau,lalu menyapa dengan ucapan salam. "Assalamualikum." Ucap Abiyu.
"Waalaikumsalam." Saut Kisya.
"Kamu di mana?" Abiyu bertanya sambil melangkah menjauh dari sang bunda.
"Aku di luar,baru aja masuk lewat pintu utama. Kamu di lantai berapa?" Tanya Kisya terus melangkah masuk,melewati beberapa stand mobil,dan stand Olahraga.
"Aku di lantai empat."
"Jemput aku.." Ucap Kisya dengan suara manjanya.
"Jemput?"
"Iya.. Jujur aku grogi Aby,kasih tau aku harus bersikap seperti apa di depan bunda mu?"
"Biasa aja,bunda ku baik ko."
__ADS_1
"Iya,tapi aku gugup. Pokoknya jemput aku di bawah."
"Ok.. kamu sebelah mana?"
"Masih di lantai dasar,dekat Butik Nirwana."
"Tunggu.. aku ke sana." Setelah mengakhiri telfon,Abiyu memasukan ponselnya ke dalam saku swetter,lalu meminta izin pada bundanya untuk menjemput Kisya di bawah.
"Bunda,Aby jemput Temen dulu ya di bawah."
"Temen? Cewek?" Shafiah bertanya tanpa mengalihkan pandangannya,ia sedang menimang-nimang baju mana yang akan ia beli,biru kah?merah kah?
"I..iya bun,temen cewek." jawabnya sedikit terbata.
"Pacar?" Kali ini Shafiah bertanya dengan menatap wajah putranya.
Abiyu pun mengangguk malu. "Iya."
"Mmm..Putra bunda udah mulai pacaran ya."
Ia menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu,berusaha bersikap biasa saja.
"Ya udah,sana jemput dulu,nanti kenalin sama bunda."
"Ok,bunda tunggu sini ya."
"Iya bunda tunggu." ucapnya degan senyum.
Begitu Abiyu pergi,ternyata ada dua orang gadis sedang memantau gerak gerik mereka,bahka dari kemarin gadis itu mengikuti ke mana Abiyu pergi dan dengan siapa saja ia pergi.
mereka mencari kesempata di mana saat Abiyu lengah dengan orang-orang di sekitarnya,dan benar saja,kali ini gadis itu mendapatkan kesempatan emas.
Dua gadis itu masuk ke dalam toko,di mana tempat Shafiah sedang berbelanja,perlahan ia berjalan mendekatinya,lalu dengan sengaja ia menjatuhkan keranjang belanjaan tepat di depan Shafiah. "Aduh.." Ucap gadis itu pura-pura.
"Kamu gak apa-apa kan nak?" Ingin membantu tapi apa daya perutnya yang besar membuat ia tidak bisa jongkok.
Saat berdiri,dan hendak mengucapkan terimaksih,ia pura-pura tidak tau kalau sosok yang ada di depannya adalah bundanya Abiyu. "Tante... bukannya ibunya Abiyu kan?"
Shafiah menganguk iya.
"Kenalin tante,aku Alesha,dan ini Kimi teman ku."
"Oh iya.." mereka saling berjabat tangan. "Ko kamu tau tante ibunya Abiyu? Tau dari mana?"
"Aku kan teman kelas Aby tante." Sautnya.
"Oh..temannya."
"Iya.."
"Abiyu mana?" Kembali Alesha bertanya.
"Dia lagi jemput pacarnya di bawah."
"Pacar?" Pura-pura tidak tau. "Ko pacar sih?"
"Iya.." emang kenapa?"
"Bukannya Abiyu udah nikah tante?"
"Menikah? Lucu kamu. Dia kan masih pelajar,gimana mau nikah." Ucap Shafiah sambil meletakan baju berwarna biru ke atas rak?lalu memasukan baju berwarna merah ke dalam keranjangnya.
"Loh.. emangnya tante gak tau?"
__ADS_1
Shafiah menggelengkan kepalanya menatap heran.
"Ups..maaf,jadi tante gak tau kalau Abiyu sudah menikah?"
"Jangan becanda dengan masalah seperti ini."
"Aku gak bercanda tante,tapi..kalau tante gak percaya,ya gak apa sih."
Shafiah diam tak mampu berkata,ia berusaha untuk tidak mempercayai perkataan dua gadis itu. "Tante yakin,putra tante tidak mungkin melangsungkan pernikahan diam-diam,apa lagi dia masih pelajar." Ucapnya sambil menahan rasa sakit di bawah perutnya.
"Ya..aku sih gak masalah tante,tapi... ya sudah lah,mudah-mudahan Abiyu betul-betul belum menikah. "Kalau begitu,saya permisi ya tante,selamat siang." Ucap Alesha sedikit membungkukan badan.
Tak lama setelah itu,Shafiah melihat Abiyu berlajan masuk ke dalam butik sambil bergandengan tangan dengan Kisya. "Tunggu." Shafiah mencegah Alesha yang hendak pergi.
Seketika ia menghentikan langkahnya. "Kenapa tante?"
"Itu putra tante,tante akan membuktikan pada mu,kalau Abiyu tidak melangsungkan pernikahan diam-diam." Kata Shafiah terus menatap ke depan melihat Abiyu melangkah semakin dekat.
Alesha menoleh ke arah belakang,di mana Abiyu benar-benar datang bersama Kisya. "Ok. aku juga penasaran dengan jawabanya."
Alesha berdiri di samping Shafiah,dengan membelakangi mereka. Abiyu tidak sadar,kalau gadis yang berada di samping sang bunda adalah Alesha,orang yang sudah menjebak ia tempo hari.
"Bunda..." Sapa Abiyu. "Ini..teman ku."
Wajah Sahfiah berubah merah padam menahan amarah,sorot matanya tajam,Abiyu kebingungan melihat expresi wajah sang bunda yang terlihat sangat menakutkan. "Bunda kenapa?" Tanya Abiyu kebingungan.
"Katakan,apa kamu diam-diam sudah menikah Abiyu?"
"Maksud bunda?" Abiyu mengernyitkan dahinya,sedangkan Kisya diam membeku tak mampu berkata. mereka saling menatap ketakutan.
"Katakan Aby."
"Bunda..." Abiyu menggenggam erat tangan Shafiah.
"Katakan Abiyu malique.." Shafiah berteriak sekuat tenaga meluapkan kekesalannya.
"Bunda dengarkan penjelasan Aby."
"Kamu ingin membunuh bunda?"
"Nggak bun,Aby bisa jelaskan semuanya."
"Aaww...." Shafiah meringis kesakitan,menahan sakit yang teramat pada perutnya,tubuhnya lemah,tak mampu lagi untuk berdiri.
Abiyu menangkap tubuh sang bunda agar tidak jatuh,mengalirlah darah segar membasahi gamis yang ia kenakan.
"Aby...darah.." Seru Kisya.
"Darah?"
Seketika Shafiah tidak sadarkan diri dalam pangkuan putranya.
"Bundaaa......"
jangan lupa jejak.
LIKE
__ADS_1
KOMEN
VOTE