
Kayla dan Kiran datang kebih dulu dari tamu yang sedang di tunggu oleh Radit,berjalan sambil menggendong Kayla,mendengar celotehannya tak membuat Abiyu berhenti penasaran dengan apa yang di katakan Radit saat tadi. "Dia terlihat sangat antusia ingin mengenalkan tamunya dengan ku,siapa tamunya? Kalau tidak ada hubungannya dengan ku,dia tidak akan se semangat itu tadi."
"Ayah.." Melayangkan protes saat celotehannya tak di dengar. "Ayah diem aja sih? Boleh kan?"
"Oh..boleh dong,semua yang Kayla mau,pasti boleh." Entah apa yang Kayla minta,karna Abiyu terus memikirkan seseorang yang sedang di tunggu oleh Radit.
Di belakang Abiyu,Kiran hanya tersenyum melihat keakraban mereka. "Kak Abiy suami idalam banget,harusnya kak Kisya bisa liat ini." Batinya bergumam.
"Sayang..." Abiyu menurunkan Kayla di depan pintu masuk Play Zoon lalu membukanya. "Kamu sama kak Kiran masuk duluan ya,ayah ada urusan sebentar."
"Tapi nanti ayah ke sini kan sama bunda?"
"Ia nak,nanti ayah datang bawa bunda." Ucapnya sambil berjongkok di depan Kayla, mencium kening putrinya,lalu berdiri kembali.
"Kak Abiy mau ke mana?" Tanya Kiran.
"Aku ada urusan sebentar Ran,kamu jagain Kayla ya. Aku gak lama ko."
Kiran mengangguk. "Iya kak."
Setelah Kiran dan Kayla masuk ke dalam Play Zoon,Abiyu mempercepat langkahnya menuju Caffe tadi,guna memastikan kalau dirinya hanya sedang was-was yang berlebihan. "Jangan sampai aku menemukan kamu di sana."
Terus berjalan cepat,sesampainya di sana,Abiyu berdiri di balik pintu masuk samping Caffee,ia berusaha mempertajam penglihatannya,melihat ke arah kursi Radit,dan betapa terkejutnya saat melihat dua wanita yang baru datang menghampiri Radit.
"Lama banget." Kata Radit pada Kisya dan Nindy yang baru datang karna mereka terlambat cukup lama,merekapun duduk di kursi,kebetulan Kisya duduk di samping Radit.
"Macet kak." Tanpa basa-basi Kisya mengeluarkan skripsi yang masih harus ia revisi. "Ini kak,bantu aku ya,ini harus selesai sebelum kita berangkat ke Pakistan loh."
"Coba aku liat dulu ya." Membuka satu-persatu halaman. "Ini sih banyak yang mesti di revisi.
"Mangkannya aku minta bantuan kamu."
__ADS_1
"Ya udah,aku bawa pulang ya,mudah-mudahan selesai dalam dua hari."
"Pasti selesai lah,apa sih yang gak buat Kisya.. Iya kan?" Kata Nindy sambil menyenggol bahu Kisya.
"Iisshh..apaan sih."
"Oh....Jadi gini kerjaan kamu di luar? Kisya dayana." Suara itu tiba-tiba hadir di antara mereka.
"Abiyu.." Kisya langsung berdiri terkejut dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba,setelah sebelumnya ia mendapat pesan dari Abiyu,kalau dirinya tengan berada di dalam Play Zoon dengan Kayla da Kiran. Dia tidak menyangaka kalau suaminya malah memergokinya bersama Radit. "Abiy..Kamu..kenapa..?"
"Apa..? Kenapa aku ada di sini? kenapa aku gak nemenin Kayla di Play Zoon? Kenapaa....? Dan kenapa aku harus memergoki kamu sedang berselingkuh Kisya? Kenapaaa..?" Abiyu meninggikan suaranya di setiap kata.ia memegang bahu Kisya sangat kuat.
"Abiy..sakit.." Kisya meringis kesakitan.
"Mana yang lebih sakit Kisya? kamu atau aku yang di khianati? mana yang lebih sakit? Bahu kamu,atau hati aku yang kamu hancurkan."
"Cukup Abiy,aku gak selingkuh." Ia mengehempaskan tangan suaminya dari bahunya. Bahkan suaranya tidak kalah tinggi dengan dirinya.
Tak bisa lagi menahan emosi,Abiyu menarik kerah baju Radit hingga ia berjinjit ke atas. "Ini urusan rumahtangga gue,lo gak berhak ikut campur." Kata Abiyu dengan menatap tajam.
"kkhhh.. lepas Abiy.." Radit memukul lengan Abiyu,namun ia tak juga melepaskannya.
"Abiy...hentikan...lepaskan dia,kamu bisa membunuhnya." Kisya terus berusaha. menarik lengan suaminya agar melepaskan cengkramannya. "Aku mohon hentikan..." Hikss..hiks..
Kalau bukan Scurity yang memisahkan mereka,mungkin dia akan benar-benar membunuh Radit. Ia di pegang oleh dua Scurity,sehingga Radit bisa lepas dari cengkramannya.
"Uhuk...uhuk.." Ia melonggarkan dasinya,berusaha meraup oksigen banyak-banyak,untuk mengisi rongga paru yang kehabisan oksigen.
"Kamu gak apa-apa kak?" Kata Nindy pada Radit.
Sedang di sana,Kisya terus memeluk tubuh Abiyu dengan tangis terisak-isak. "Hentikan Abiy.." hikss..hikss... "Aku gak selingkuh,aku punya penjelasan."
__ADS_1
"Kamu menghianati aku Kisya,kamu sekingkuh."
"Nggak Abiy,aku gak sekingkuh."
Abiyu melepaskan tangan Kisya yang melingkar di pinggangnya. "Cukup..setelah dari sini,kita pulang ke rumah orangtua ku,kita bicarakan kelanjutan hubungan kita dengan mereka."
"Abiyu... Apa maksudnya?" Ia mengernyit.. menatap mata sang suami yang juga di banjiri air mata.
"Aku gak tau,, aku gak tau bisa mempertahanka rumahtangga kita atau tidak,Kisya.." Setelahnya Abiyupun pergi meninggalkan Kisya dalam kebingungan.
"Abiy.." Hikss..hikss..
Kalau gak ada halangan,lanjut satu BAB lagi nanti siang ya.
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak setelah membaca.
LIKE
KOMEN
VOTE
BUNGA SETAMAN YANG BERMEKARAN
__ADS_1
😁😁🙏🙏🙏.