
"Mereka berdua pergi? tanpa seizinku? " Bentak Zahfran pada Bu Ira. wajah Zahfran berubah merah menahan amarahnya pada Shafiah.
"Anda kan tidak ada di rumah tuan."
"Lalu untuk apa aku memberinya ponsel kalau tidak ada gunanya?"
Bu ira ketakutan melihat amarah tuannya yang membabi buta , Zahfran melempar semua benda yang ada di hadapannya. "Katakan pada Shafiah,aku tidak akan pulang sebelum ia menyesali kesalahannya." ia langsung pergi meninggalkan rumahnya.
Kemarahannya berlanjut di dalam mobil, "Aaaaa.... " Berulang-ulang kali ia memukul kendali stir dengan tangannya. "Shafiah,kamu akan menyesali langkah yang kamu ambil." kedua tangannya mengepal kendali stir sangat kuat lalu ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya.
"Bunda,kita mau ke mana?" Tanya Abiyu dalam perjalanan menuju suatu tempat di pedesaan dengan di antara oleh pak Ujang selaku supir pribadinya.
"Kita ke rumah om Rafa sayang." Jawab Shafiah sambil membawa Abiyu ke dalam pelukannya.
"Pak Ujang"
"Ya nyonya?" ia melihat Shafiah di balik spion kecil yang menggantung di atasnya.
"Tanpa aku beritahu pun,pak ujang pasti sudah tau keadaan rumahtangga ku."
Pak Ujang diam mendengarkan Shafiah berbicara.
"Saya cuma mau menenangkan diri dulu,pak Ujung jangan bilang siapapun ya kalau saya tinggal sama kak Rafa." yang mana Rafael adalah kakak kandungnya.
"Baik nyonya." Pak Ujang mengangguk paham.
"Terimakasi pak."
Tak lama,mobil yang membawa Shafiah dan Abiyu pun sampai te tempat tujuan. "Sudah sampai nyonya." Kata pak Ujang.
"Oh.. Ya pak. Ayo nak,kita sudah sampai." Ucapnya pada Abiyu.
Pak Ujang turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Shafiah.
Shafiah turun bersama Abiyu,lalu pak Ujang membuka pintu bagasi guna mengambil koper milik mereka.
"Bunda,di sini gelap,aku takut." Ucap Abiyu yang hampir menangis.
"Gak apa-apa nak,sebentar lagi kita masuk ya." Shafiah mencoba menenangkan putranya.
__ADS_1
Shafiah menggandengan tangan Abiyu menuju suatu rumah sederhana yang mana itu adalah tempat tinggal kakaknya. "Tok..tok.. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab seseorang dari dalam.
"Pak,koper saya taro aja di sini."
Pak Ujang meletakan koper itu di bawah lantai.tepat di sebelah Shafiah.lalu ia pun pulang.
"Jglek.. pintu terbuka. "Shafiah?" Dewi selaku kakak iparnya terkejut dengan kehadiran adik iparnya yang tiba-tiba itu.
"Mba Dewi." Shafiah langsung memeluk kakak iparnya sangat erat. Sekuat tenaga ia memahan air mata yang sudah memintanya untuk terjun bebas.
Dewi melepaskan pelukannya. "Kamu baik-baik saja?" Tanya dewi masih berdiri di depan pintu
"Alhamdulillah mba,aku baik-baik aja." Ucapnya berusaha untuk tersenyum.
"Heii.. ini si ganteng Abiyu kan?" Dewi mengelus pipi Abiyu dengan tangannya.
"Salim sayang." Kata Shafiah pada Abiyu,lalu Abiyu mencium punggung tangan Dewi.
"Mas Zahfran gak ikut mba." Ucap Shafiah berusaha biasa-biasa saja.
Dewi mulai berfikir pasti ada apa-apa dengan mereka,karna ia tau kalau seorang Zahfran tidak akan membiarkan Shafiah pergi tanpa dirinya, apa lagi ini perjalanan jauh dan ia datang di malam hari.
Namun karna Dewi tidak ingin membahasnya sekarang, ia lebih memilih mengajak Shafiah masuk lebih dulu. "Ayo masuk."Ajak Dewi sambil membantu Shafiah membawa kopernya.
"Aku rindu rumah ini mba," Kata Shafiah sambil berjalan ke dalam,lalu ia duduk di atas sofa yang menghadap langsung ke tv.
"Kalau rindu, kenapa gak pernah datang ke sini?" goda Dewi pada Shafiah yang setlah sekian lama tidak pernah mengunjunginya.
"Oh iya, kemana kak Rafa? "
"mas Rafa kerja lembur." Jawab Dewi sambil duduk di samping Shafiah.
"Mba bikin teh hangat ya,"
__ADS_1
"Bunda aku ngantuk,mau tidur." Karna lelah, Abiyu meminta Shafiah untuk tidur.
"Ya sayang,sebentar ya.mba boleh gak aku langsung ke kamar? Abiyu kayaknya kelelahan minta tidur".
"Ya lebih baik kalian istirahat aja.lagian ini sudah malam." Kata Dewi.
"Makasi ya mba." Shafiah membawa kopernya sendiri menuju kamar yang pernah ia tempati sebelum menikah.
Setelah berganti pakaian tidurnya, Shafiah dan Abiyu pun langsung merebahkan Diri di atas tempat tidur."Doa dulu sebelum tidur ya" Titah Shafiah.
"Ya bunda." Abiyu mulai membenamkan wajahnya dalam dekapan sang bunda.lalu tertidur lelap.
"Tit.. tit.. tit.. Zahfran menekan sandi unit Apartemenny. setelah Terbuka ia pun masuk ke dalam lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Azky yang baru saja selesai Shalat tahajud lalu ia keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil air minum.
Saat melewati ruang keluarga, di buat terkejut melihat Zahfran sedang duduk di atas sofa sambil menyandarkan kepalanya ke belakang. "Astagfirullah." Ucapnya sambil mengelus dada. "Tuan?anda.."
"Hhmm.. " ia hanya berdehem sebagai jawaban.
"Kenapa anda ada di sini? saya kan sudah bilang kalau minggu.."
"Kalau minggu ini aku bersama Shafiah? " Sela Zahfran saat Azky berbicara.
"Ya, lalu kenapa anda ada di sini sekarang? anda lupa perjanjian kita?"
"Diam lah,aku tidak akan mengingkari janji, kalau shafiah ada di rumah,aku juga tidak akan ke sini." Ia masih memejamkan matanya."
"Apa? mba Shafiah tidak ada di rumah? maksud anda apa? " Ia kembali bertanya seolah tak percaya.
"Entah dia dan Abiyu pergi ke mana,dia bahkan tidak memberitahu ku kalau mereka akan keluar." Zahfran membuka matanya lalu ia menatap wajah Azky. "Kamu habis Shalat?"
"Ya." Jawabnya singkat.
"Siapakn air hangat,aku mau mandi."
"Ciih.. baru aja dateng udah ngerepotin aj."
"Malah bengong,cepat." Zahfran kembali bersuara tegas.
"Ya.." Sambil berjalan menuju kamar, Azky buru-buru melepas mukenanya lalu ia menyiapkan air hangat untuk mandi.
"Kemana mba Shafiah? kenapa dia pergi dari rumah? " Terus saja Azky memainkan air hangat yang berada di dalam bathup sambil melamun.
Tanpa di sadari Zahfran sudah berdiri di hadapannya dengan handuk yang melingkar di pinggangnya, hingga nampak otonya yang kekar "Tuaaan....? " Karna terkejut Azky hampir jatuh di lantai, namun tangan Zahfran lebih cepat memahan tubuh Azky hingga ia tidak jadi jatuh
Mereka saling menatap satu sama lain, hingga terkunci beberapa detik sebelum Azky menyadarkan diri lalu mendorong tubuh Zahfran. "Ada apa dengan hati ku? kenapa jantung ini sangat berdebar kencang saat Zahfran memeluk ku? Tidak. ini tidak bisa aku anggap sebagai cinta."
~
-
-
"Masih mau lanjut gak niih?
Kalau like dan komennya banyak, pasti aku lanjut.
__ADS_1
Kira-kira malam ini mereka akan olahraga di dalam kamar mandi gak ya.. ? 😚