Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 33


__ADS_3

"Masih ada mata kuliah gak yank?" Tanya Abiyu pada sang istri. Ia saat ini tengah merapihkan mejanya setelah mennyelesaikan pekerjaan, dan kebetulan malam ini adalah malam minggu, Abiyu mempersiapkan kejutan untuk sang istri.


"Habis Biy, cuma dateng dua aja. Kamu bisa jemput?" Jawabnya sambil menautkan ransel di bahu kanannya, lalu berjalan keluar dari kelas, dan terus bicara dengan Abiyu tanpa henti.


"Ok, aku jemput sekarang."


"Aku tunggu di halte depan ya Biy."


"Ya udah."


"Assalamualikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah mengakhiri panggilan, ia memasukan ponselnya ke dalam ransel, dari kejauhan nampak Nindy berjalan cepat seperti akan menghampiri dirinya. "Ngapain tuh anak? jangan-jangan mau ketemu gue lagi." Batin nya bergumam.


"Sya.." Nindy memanggilnya dari kejauha.


"Tuh..kan bener, dia manggil gue." Kisya terus berjalan maju tanpa menghiraukan Nindy yang semakin melangkah mendekat. Bahkan saat ini ia sudah ada di depan mata.


"Lo kenapa sih? ko kayak ngejauh gitu?" Tanya Nindy terheran dengan sikap cuek Kisya selama beberapa hari ini.


"Gak apa-apa." Jawabnya singkat. Ia terus berlalu berjalan tanpa menghiraukan Nindy yang terus mengikuti langkahnya menuju lanti bawah.


"Nggak, lo pasti boong."


"Gue buat salah emang?" Terus melontarkan pertanyaan, sampai tak tersa langkahnya membawa mereka bertemu Abiyu.


"Kisya.." Abiyu memanggil dari kejauhan sambil melambikan tangan.


"Gue duluan ya Nin."


"Tunggu.." Nindy meraih tangan Kisya, ia pun berhenti.


"Apaan sih?" Kisya mengerutkan keningnya.


"Lo jawab gue dong, kenapa lo ngehindarin gue?"


"Gue gak ngehindarin lo, buktinya sekarang kita ngobrol. Gak masalah kan?"

__ADS_1


"Iya..tapi lo selalu nolak kalau gue ajak ke Mall atau ke Bioskop. Kenapa? padahal gue sering neraktir lo."


"Nin..gue ini udah berkeluarga, gue mau manfaatin waktu gue buat mereka. Itu aja."


Nindy tak bisa berkata lagi. "Ko dia jadi gini sih?"


"Udah ya, laki gue udah nungguin tuh." Setelahnya ia pun pergi meninggalakan Nindy dalam kebingungan. Ia berlari kecil menghampiri Abiyu yang tengah setia menunggu sambil berdiri di samping mobbilnya. Abiyu terlihat sangat tampan dengan stile casual, membuat banyak mahasiswi berdecak kagum melihat ketampanannya.


"Single.." Terdengar bisik dari seseorang pada temannya yang baru saja melewati posisi berdiri suaminya.


"Enak aja single? ada istrinya kali di sini." Selorohnya. Kisya terus memandang ketus pada mereka yang terus memuji ketampan Abiyu.


"Abiy.." Tiba-tiba suara Kisya terdengar ketus.


"Yank.." Abiyu mengulurkan satu tangan pada istrinya. "Kenapa? asem banget mukanya." Kisya meraih tangan itu lalu membenamkan wajahnya dalam pelukan suaminya.


"Kesel.." jawabnya ketus.


"Kesel sama siapa?". penasaran.


"Sama mereka yang ngelirik kamu terus." Abiyu menyelipkan rambut panjang Kisya ke belakang telinganya.


Kisya melepaskan pelukannya lalu menarik tangan Abiyu masuk ke dalam mobil. "Buru-buru banget sih?"


"Bahaya kalau terus ada di sini." Ujarnya dengan ketus.


Semenjak kejadian saat itu, sikap Kisya semakin posesif terhadap Abiyu. Dia akan sangat marah kalau ada wanita yang melirik Abiyu, walaupun cuma sekilas.


"Kisya..Kisya.."


"Pokoknya aku gak suka mereka ngelirik kamu kayak gitu." Katanya sambil memasang setbel dengan susah payah. "Ini kenapa sih tiba-tiba susah begini?"


"Itu karna kamu marah-marah Yank."


"Mangkannya jangan cepet emosi." Abiyu membantu Kisya memasangkan setbeltnya. "Klik.."


"Tuh..Udah kan?"


Masih pada posisi yang sama, wajah Abiyu sangat dekat dengan wajahnya. "Cemburu ya..?" Katanya sambil mengusap pipi sang istri, dan Kisya malah memalingkan wajahnya kesal.

__ADS_1


"Kamu gak usah takut, waktu kamu cuekin aku aja, aku tetep setia ko, apa lagi sekarang, kamu selalu ada buat aku, masa iya aku harus tergoda cewek lain?" Selorohnya, sampai membuat Kisya tersipu malu.


"I love you Hubby." muach..Mencium singkat bibir Abiyu yang memang sangat dekat dengan wajahnya.


"Love you to."


"Mau langsung pulang atau ke hotel?"


"Abiy.."


He..he.. Tertawa lepas bersama, sering mereka lakukan, tak jarang Kisya memceritakan keadaan kampus yang kadang membuatnya jengkel, atau marah, juga menyenangkan, dan Abiyu selalu mu mendengar semua cerita sang istri dengan khidmat.


"Aku suka kamu yang sekarang,"


"Terimakasih Abiy."


"Oh iya.. kita pulang ke apartemen yuk, gak enak terus repotin bunda sama ayah."


"Serius mau pulang ke apartemen?" Abiyu memandang wajah Kisya dari dekat.


Kisya mengangguk. "Ya serius lah."


"Nanti aku ngomong sama bunda."


"Ok..nanti aku yang kasih tau Kiran buat siap-siap.


Percakapan terus berlangsung selama perjalanan menuju apartemen Shafiah. Mereka tertawa ringan, entah apa yang mereka bicarakan, dan hanya ada kebahagian yang menyelimuti keduanya.




Sebentar lagi akan ada yang mengetahui isi hati Kiran terhadap Abiyu.


Kita lihat lihat ya, siapa yang lebih dulu tau, dan menemukan bukti kalau Kiran memyimpan perasaan pada Abiyu.



Next..?

__ADS_1


__ADS_2