Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 39


__ADS_3

Menikmati makan siang di sebuah Cafe


"Mba,gimana pertemuan kemarin? jadi ta'arufnya?" Tanya Shifa pada Shafiah sangat penasaran,setelah pertemuan dua keluarga semalam.


"Gak ada pembahasan tentang Taaruf." Ucapnya sesantai mungkin sambi menikmati hidangan makan siang.


"Terus kemaren ngapain aja?"


"Cuma makan malam biasa..lagian Shifa...aku itu masih berstatus menikah,mana mungkin aku nikah lagi." lanjut Shafiah.


"Tapi bukannya tuan Malique mau mengurus perceraian kalian mba?"


"Gak..Aku gak mau cerai dari mas Zahfran."


"Tapi kan mba..suami anda.."


"Poligami..?" sela Shafiah.


Shifa mengangguk ragu.


"Aku lebih baik di poligami,daripada harus berpisah sama mas Zahfran."


"Tapi mba,aku tuh penasaran ya,kenapa sih suami mba gak pernah datang ke sini?"


"Pernah, dua sampai 3 kali dia datang,tapi papah selalu menolaknya,karna mas Zahfran tidak mau menceraikan istri keduanya."


"Tuh kan udah jelas.lebih baik..." Belum selesai bicara,ponsel milik Shifa yang berada di atas meja makan berdering. "Kriing....saat melihat nama yang tertera di dalam ponselnya Shifa langsung menjerit kegirangan. "Aaa...mba."


"Astagfurullah..Shifa.suaranya.." Ssuutt..meletakan satu jari telunjuknya di bibirnya.


"Calon investor kita mba." Jawab Shifa antusias. " Aku angkat dulu ya mba."


"Bismillahhirrahmannirrahim.." Ucap Shifa sebelum menggeser icone hijau di layar ponselnya. "Selamat siang."


Entah apa yang di katakan dari sebrang sana,Shifa hanya menjawab. "Ya"


"Ya."


"Baiklah."


"Baiklah tuan."


"Ya,segera kita urus semua berkasnya."


"Terimakasi pak,selamat siang." Shifa pun menutup sambungan telfone.


"Apa yang dia katakan?" Tanya Shafiah penasaran.


"Dia mau menginveskan 5M mba." Ucap Shifa sambil menunjukan kelima jarinya.


"Benarkah?" Mata Shafiah berbinar-binar seakan tak Percaya kalau pak Julian selaku suami dari Helena akan menginveskan uang sebesar itu. Walaupun sebenarnya itu adalah campur tangan mertuannya sendiri yang tidak di ketahui oleh Shafiah.


"Alhamdulillah,Allah kasih jalan buat aku bisa bertemu mas Zahfran lagi.Tunggu aku mas,aku akan kembali." Batin Shafiah penuh harap.


"Mba,sudah ada rencana di kota mana kita akan membuka butik?" Tanya Shifa.


"Sudah,masih di kota jakarta."


"Biar deket sama mas Zahfran yaa..?" Ledek Shifa sambil menyeruput ice nmenatapShafiah.


"Ya,itu tujuan utama ku Shifa,aku ingin memperjelas statusku,kalau mas Zahfran sudah melupakan ku,aku akan mundur,tapi kalau mas Zahfran masih menungguku,aku akan kembali kepadanya Shifa."


"Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk rumah tangga mu mba." Shifa menggenggam tangan Shafiah seraya memberi dukungan apapun langkah kedepannya.


"Terimakasi Shifa."




Setelah dua hari mengurus beberapa berkas dengan Investor,Akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba.



"Semua sudah siap nak?" Tanya Bu Melisa di depan pintu kamar,nampak Shafiah sedang mengemas beberapa baju-baju ke dalam koper.



"Mah...masuk mah,sebentar lagi beres." Ucapnya dengan tersenyum.



"Kamu sudah bilang Abiyu,kalau kamu mau melakukan perjalanan jauh?"



"Sudah,tapi naati aku akan bicara lagi sama dia."



"Sha..."



"Ya mah." sebentar ia melirik bu Melisa lalu kembali melipat bajunya.



"Kamu bahagia?"



"Aku bahagia mah."



"Mendapatkan investor dengan harga fantastis?"



"Ya mah,aku gak nyangka dia akan menginveskan uanganya sebanyak itu,aku akan berusaha memajukan butik kita."



"Tapi mamah melihat ada kebahagiaan lain di mata mu.?"


__ADS_1


Shafiah menghentikan sejenak aktifitasnya. "maksud mamah?" Tanya Shafiah terheran.



"Kamu yakin tujuan mu pulang ke indo hanya karna butik?"



Mendengar pertanyaan bu Melisa membuat Shafiah sedikit kebingungan. "***Jangan-jangan mamah tau sesuatu***? ***apa mamah akan melarang ku kalau tau tujuan utama ku adalah bertemu dengan mas Zhfran***?" Batin Shafiah bergumam penuh ke khawatiran Shafiah terdiam sejenak.



"Shafiah.." bu Melisa kembali memanggilnya.



"I..iya mah...mmm...mamah tau sesuatu?"



"Tanpa kamu katakan,mamah sudah tau perasaan mu nak."



"Mamah gak marah?"



"Gak,,mamah ga marah. Tapi...apa kamu sudah yakin ingin bertemu dengan Zahfran?"



Shafiah pun mengangguk ragu,ragu karna takut akan di laporkan dengan pak Herlambang.



"Kamu sudah siap dengan kenyataan terburuknya nanti?"



"Insyaallah aku siap siap mah."



"Baiklah kalau begitu,semoga Allah melancarkan semua urusan mu di sana,dan apapun yang akan terjadi nanti,itu pasti sudah jalan yang terbaik yang Allah kasih buat kamu."



"Mamah gak marah?" Tanya Shafiah sambil memegang kedua tangan bu Melisa.



"Ga lah,mamah tau perasaan mu,kamu pasti sangat merindukan Zahfran."



"terimakasi mamah sudah memahami ku." Shafiah menundukan wajahnya sambil menangis.



Bu Melisa membawa Shafiah ke dalam pelukannya. "mamah selalu mendukung semua keputusan mu." Ucap bu Melisa sambil mengelus-elus pundak Shafiah.




"Assalamualaikum pah.."



"Waalaikumsalam."



"papah di mana?"



"Papah masih di kantor nak,maaf papah gak bisa antar kamu ke bandara.mendadak ada metting penting."



"Oh..ya udah,ga apa-apa pah,lagian,aku sama Shifa juga."



"Papah tadi minta tolong Fatih untuk mengantar kamu ke bandara,mungkin sekarang dia sudah ada di luar sedang menunggumu."



"Mas Fatih?" Shafiah menyibakan gorden kamarnya,dan benar saya Fatih sudah menunggunya di bawah,nampak ia sedang berbincang dengan Shifa sambil tersenyum-senyum kecil.



"Pah.."



"Jangan membantah, Fatih hanya mengantar sampai bandara.Sudah,cepat jalan,nanti kamu tertinggal pesawat."



Shafia menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya. "Baiklah pak. Assalamualaikum."



"Waalaikumsalam. Hati-hati nak."



Shafiah pun menutup telfonnya.



"Selalu seperti ini,papah selalu berusaha agar aku dekat dengan mas Fatih mah,aku kan belum bercerai dengan mas Zahfran.aku gak mau berbuat dosa." ia mengerutkan dahinya,menunjukan rasa ketidak sukaannya atas sikap pak Herlambang.


__ADS_1


"Papah cuma mau yang terbaik buat kamu nak."



"Aku tau mah,tapi tolong,biarkan aku selesaikan dulu dengan mas Zahfran.kalau ternyata mas Zahfran menunggu ku bagaimana? Aku akan menjadi istri yang durhaka."



"Sudah,jangan marah-marah terus. Ayo...mereka sudah menunggu di bawah." Ajak bu Melisa agar Shafiah berhenti dari rasa kesalnya.



"Ya mah."



Merekapun keluar dari kamar menghampiri Shifa dan Fatih yang sedang menunggunya.



"Assalamualaikum mba." Ucap Salam Shifa saat Shafiah datang.



"Waalaikumsalam." jawab Shafiah dengan wajah datarnya.



"Sudah siap?" Tanya Fatih kepada Shafiah dan Shifa. Merekapun mengangguk.



"Bunda..." Teriak Abiyu sambil berlari menghampiri Shafiah. "Aku gak di ajak bunda?" Tanya Abiyu sambil mendongakan kepalanya.



"Bunda gak lama sayang. lagian kamu kan sekolah."



"Janji gak akan lama?"



"Janji sayang."



Abiyu melepaskan pelukannya. "Baiklah,bunda hati-hati.nanti bawa oleh-oleh untuk ku ya."



"Ya sayaang." Ucap Shafiah sambil mencium puncak rambut putra tercintanya.



"Bunda berangkat ya mah. Abiyu. Assalamualaikum."



"Waalaikumsalam." Jawab bu Melisa dan Abiyu bersamaan.



"Ayo mba." Shifa membuka pintu di jok penumpang,dan Fatih membuka pintu di jok depan.



Shifa masuk ke dalam mobil lebih dulu,saat Shafiah akan masuk,Fatih mencegahnya. "Sha..duduk lah di depan."



Shafiah menatap jengah dengan sikap Fatih terhadapnya.



"Ya mba,duduklah di depan,kalau kita berdua di belakang kan gak enak." Kata Shifa yang sudah duduk di dalam



Terpaksa ia pun harus duduk di sebelah Fatih. Sebelum masuk ke dalam mobil,Shafiah menoleh ke belakang sambil memegang ujung pintu mobil yang sudah terbuka. "Doakan Shafiah mah,Shafiah juga titip Abiyu."



"Ya sayang." Ucapnya dengan tersenyum.



Shafiah pun masuk ke dalam mobil. Fatih segera menyalakan mobilnya menginjak pedal gas secara perlahan meninggalkan kediaman keluarga Malique.



~


~


~


"Kamu ikuti Shafiah kemanapun dia pergi. Om mau memberikan Zahfran kesempatan,tapi kalau kamu melihat Shafiah tersakiti lagi,bawa Shafiah kembali ke Sidney."



"Baik om."



"Maafkan om Fatih,om sangat membutuhkan bantuan mu."



~


~


Terus dukung karya Author yang masih amatir ini ya. dengan cara.


Like

__ADS_1


dan Komen sebanyak-banyaknya Reader ku tercinta 😘😘😘


Respon kalian penyemangat Author 🤗😘


__ADS_2