Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 61


__ADS_3

"Si kembar belum datang Wi?" Tanya Rafa saat sedang sarapan bersama.


"Belum datang mas,mungkin sebentar lagi." Dewi menyendokan nasi ke atas piring Rafa.


Rafa melirik jam dinding. "tumben udah agak siang belum di antar ke sini."


Tak lama terdengar seseorang mengucap salam." Assalamualikum."


"Waalaikumsalam." Saut mereka bersamaan.


"Nah,itu kayaknya si kembar." Dewi beranjak dari duduknya,melangkah cepat untuk membukakan pintu. "Jglek.. Hai Aisyah,Asiah." Dewi mencium pipi mereka. muachh..muachh..


"Tumben udah siang kamu belum berangkat kerja Ran.?"


"Ya mba,aku bangun kesiangan. maaf aku gak sempet antar mereka ke sekolah,mba bisa gak antar mereka? atau Nizma kalau ada."


"Ya udah,biar mereka mba yang antar.kamu berangkat gih,udah siang."


"Ya mba,aku berangkat ya mba,Assalamualaikum."


"Waalaikumsakam."


Tak ingin semakin terlambat,Rani segera berlari menuju jalan raya karna ia harus naik angkot menuju tempat kerjanya.


"Ayo masuk,ibu sama om,sama kak Nizma lagi sarapan. Kalian sudah sarapan?" Tanya Dewi sambil menggandenga tangan mereka menuju meja makan.


"Sudah bu." Jawab mereka bersamaan.


Dewi mendudukan si kembar di kursi sebelah kiri Rafa.


"Kalu gitu,kalian makan buah-buahan aja ya." Dewi mengupaskan buah Apel lalu ia berikan kepada Aisyah dan Asiah.


"Terimkasi bu." Saut Aisyah.


"Ibu,aku mau jeruk,aku gak mau Apel." Kata Asiah sambil mengerucutkan bibirnya.


"Jeruk masih pagi sayang,Apel aja ya."


"Tidak ibu,aku mau Jeruk." memukul-mukul meja makan dengan kedua tangannya. "Jeruk..jeruk.."


"Udah,kasih aja Wi,mereka udah makan juga kan." Kata Rafa sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya.


"Hhmm...ya udah,ibu kupasin jeruknya ya. Habis ini ibu antar kalaian ke sekolah."


"Yeee.....Baik ibu." Saut mereka bersamaa.



Kediaman Rafa di Sidney



"Fatih..kamu sudah mendapat jawaban dari Rani?" Tanya pak Frans pada Fatihsesaat setelah mereka menyelesaikan metting dengan karyawannya.



"Sudah pah,dia minta waktu satu minggu untuk berfikir."



"Kamu yakin dia akan menerima mu?"



"Mmm..ntah lah,aku juga gak tau pah."



"Segera ambil keputusan,usia kamu sudah kepala 4,papah ingin segera menimang cucu seperti rekan bisnis papah yang lainnya."

__ADS_1



"Ya pah,tunggu satu minggu lagi ya."



"Baiklah,papah duluan ya,nanti kita makan siang bersama." Pak Frans pun bernajak dari kursinya,lalu keluar meinggalkan Fatih di ruang metting.



"***Aku juga tidak tau pah***,***Apa Azky akan menerima ku atau tidak***? ***tapi seburuk apapun keputusannya,aku akan menerimanya*** ***dengan ikhlas***." Batin Fatih bergumam sambil bersandar di atas kursi.



Kembali ke kediaman Dewi.


Saat Dewi sedang menjemur pakaian,tiba-tiba seseorang muncul di belakangnya. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsaam." Saut Dewi,setelah menggantungkan baju ke atas jemuran,ia menoleh ke belakang.


Mata Dewi membulat sempurna saat melihat sosok yang berada di belakngnya. "Shafiah? kamu? "


"Mba..!" Shafiah langsung memeluk Dewi lalu menangis dalam pelukan kakak iparnya. "Aku merindukan kalian hikss..hikss.."


"Shafiah,mba juga sangat merindukan mu." Terharu,Dewi pun ikut menangis sambil memelik Shafaih.


"Maafkan aku mba,aku baru mengunjungi kalian,aku baru punya kesempatan."


"Tidak apa-apa Sha,kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baik-baik saja mba."


Dewi melepaskan pelukannya lalu menggenggam kedua tangan Shafiah. "Mba gak nyangka,kamu ada di sini sekarang." Air mata rindu terus mengalir membasahi pipi mereka.


Dewi melirik ke belakang Shafiah. "Dia Abiyu putra mu?"


Abiyu pun melangkah maju menghampiri Dewi lalu mencium punggung tangan Dewi. "Sudah bujang ya sekarang." Ucap Dewi sambil mengusap bahu Abiyu."


"Kak Rafa ada di mana kak?"


"Dia ada di dalam. Ayo kita masuk." Ajak Dewi pada Mereka,lalu mereka pun masuk ke dalam rumah lalu duduk di atas sofa ruang tamu. "Tunggu sebentar,mba panggil mas Rafa dulu"


"Ya mba." Setengan berlari dewi menuju kamarnya guna memberitahu Rafa.


"Abiyu,masih ingat kita pernah tinggal di sini?" Tanya Shafiah pada putranya.


"Ingat bun,saat bunda kabur dari rumah kan?"


Shafiah pun terdiam,lalu melirik Zahfran, namun Zahfran malah membuang muka ke sembarang arah.karna tak ingin mengingat masa lalu yang hampir membuatnya gila.


"Bukan kabur Sayang,saat itu bunda cuma ingin menenagkan pikiran aja."


"Sama aja bun."


Shafiah menghela nafas panjang


Tak lama Rafa pun datang bersama Dewi. "Shafiah."


"Kak." Shafiah bangkit dari duduknya lalu memeluk sang kakak dan kembali menangis.


"Kamu kemana aja Sha? kenapa kamu baru mengunjungi kakak? kakak sangat menghawatirkan mu." Ucap Rafa sambil memeluk sang adik sangat erat.


"Maafkan aku kak,aku baru memiliki kesempatan untuk mengunjungi kalian."


Rafa melepaskan pelukannya. "Kamu baik-baik saja kan Sha?"


"Ya,aku baik-baik saja kak."


Rafa membawa Shafiah duduk bersama dengan Dewi,Shafiah duduk di tengah-tengah mereka. "Kakak gak nyangka kamu betul-betul ada di sini." Ucap Rafa sambil menyeka air mata Shafiah yang terus mengalir.

__ADS_1


"Maafkan aku kak."


"Gak apa-apa Sha,melihat keadaan kamu baik-baik saja,kakak sangat senang."


"Zahfran,Abiyu."


"Ya mas,Abiyu salim dulu sama om Rafa." Titah Zahfran pada Abiyu.


Abiyu pun memcium punggung tangan Rafa. "Sudah besar ya,berapa usianya sekarang?"


"15 tahun mas." Jawab Zahfran.


"Wa..hebat kamu,anak kamu sangat tampan."


Abiyu hanya memberikan senyuman pada mereka.


"Nizma ke mana kak?" Tanya Shafiah.


"Nizma..dia.." Belum sempat menjawab,tiba-tiba terdengar ucap salam dari si kembar Aisyah dan Asiah yang baru pulang sekolah.


"Assalamualaikum..ibu..ibu...mereka berlari memghampiri Dewi lalu memeluknya.


Shafiah terheran melihat dua gadia kecil yang tiba-tiba memeluk Dewi. "Mba,siapa mereka?" Tanya Shafiah penasaran.


"Mereka..."


"mba,siapa mereka?" Kembali Shafiah bertanya.


"Mereka anak tetangga yang di titipkan di sini,karna ibunya harus bekerja."


"Oh.." Shafiah mengangguk.


Lalu bagaimana dengan Zahfran saat melihat Aisyah dan Asiah berada di hadapannya?


Seperti maghnet,mata Zahfran terus menatap kedua gadis kecil itu tanpa mengedipkan matanya.


Ada getaran aneh di dalam hatinya,tanpa ia sadari degupan jantungnya bedetak sangat cepat.


Bukan tidak menyadari,Zahfran sangat menyadari betapa ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya saat melihat dua gadis kembar itu.


Dewi dan Rafa melihat Raut wajah Zahfran yang tiba-tiba berubah,saat melihat Aisyah dan Asiah datang.mereka melirik satu sama lain,karma hanya mereka lah yang mengetahui identitas anak itu.


Menyadari sesuatu yang aneh,Zahfran mencoba tidak perduli dengan perasaan itu,dan berusaha biasa saja.


"Mba mengasuh anak kembar ini?"


"Ya Sha."


"Kedua orang tuanya bekerja?"


"Ii..iya."


Shafiah pun menyapa mereka. "Hei..siapa nama kalian?"


"Aku Aisyah,dan ini adik ku Asiah."


"Masyaallah,nama kalian cantik banget,sama kayak wajah kalian yang sangat cantik." Ucap Shafiah sambil tersenyum.


Menyadari ada sesuatu yang aneh dari wajah mereka,sejenak ia terdiam. "Mas,mereka ko mirip kamu ya.?" Celetuk Shafiah tiba-tiba,Dewi dan Rafa pun diam mematung tanpa berkata-kata.




Author sedih..yang like,komen dan Votenya semakin sedikit 😭😭



Boleh dong Author minta lagi 🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2