Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 29


__ADS_3

Kiran mengangguk paham. "Iya bun, maaf kalau aku belum bisa jadi menantu yang baik buat bunda."


Shafiah tersenyum dengan jawaban yang ia dengar. "Terimakasi ya Sya. Abiyu sangat mencintai mu, kalau bukan karna rasa cinta, apa lagi coba, iya kan?"


"Iya bun."


Tak lama Abiyu pun pulang. Masih dengan nafas terengah-engah, ia pun duduk di sofa, sambil mengusap bahu dan lehernya dengan handuk kecil yang di bawanya tadi.


"Tuh..suami mu pulang." Kata Shafiah memberitahu menantunya, seraya mengusap tangannya.


"Kamu tau kan apa yang mesti kamu lakuin?"


"Bawain suami mu air minum gih." titahnya.


Kisya mengangguk paham, ia pun bangkit dari duduknya, lalu mengambil air minum hangat, dan langsung menyerahkan air itu pada Abiyu. "Ini." Suara itu masih terdengar dingin.


Kedatangan Kisya yang tiba-tiba cukup membuat ia terkejut, dan langsung menatap wajah Kisya dengan mengerutkan keningnya. Jelas ia masih melihat raut marah di wajah istrinya. "Gak usah maksain kalau gak mau." Kata Abiyu ketus. Ia memilih cuek dan kali ini bersandar. Lelah.


Kisya memutar bola matanya jengah. Ada rasa ingin marah, tapi ia tahan. Menghela nafas dalam, sebelum kembali bicara. "Ini minumnya Abiyu." Katanya dengan senyum terpaksa.


"Cih.." Abiyu mendesih, melirik ke belakang, dan di sana ada Shafiah mengawasi mereka berdua. Ia melihat bundanya bicara melalui gerakan mata yang mudah sekali di pahami. Ia sangat tau kalau bundanya meminta ia menerima air minum yang di berikan Kisya. "Baiklah." Gumamnya dalam hati. Ia pun meminum air yang Kisya bawa tadi sampai habis. "Aku memang kahausan."


"Makasih." Kata Abiyu sambil meletakan gelas kosong di atas meja.


Sedikit menyunggingkan senyum, namun berusaha ia sembunyikan. Abiyu pun berdiri tanpa berkata. "Abiy.." Panggilnya lagi. Ia menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang.


"Mau ke mana?"


"Istirahat." Jawabnya singkat dan terus berjalan menghampiri bundanya yang masih betah duduk di tempat tadi, ruang makan yang jaraknya tidak jauh dari ruang keluarga, membuat kegiatan di sana terlihat jelas dari tempat Kisya berdiri.


"Udah pada sarapan bun?" Tanya Abiyu pada sang bunda. Ia duduk di kursi sebelah kiri tempat duduk sang ayah.


"Belum, nunggu kamu sama ayah mu."


"Ko nunggu aku? padahal makan duluan aja."


Tak lama Zahfran pun datang. "Udah ngumpul nih." Katanya sambil mendudukan diri di samping Shafiah, lalu mencium puncak rambut sang istri yang terbungkus hijab. Ia selalu melakukan itu, sebagai bentuk rasa sayangnya. "Sangat manis rasanya bukan?"


"Mas.. Ada anak-anak." Keluhnya, malu.


"Kenapa sayang?"

__ADS_1


"Malu lah."


Mereka tersenyum melihat sikap Zahfran pada Shafiah yang sangat manis. Kisya duduk di sebelah Abiyu, dan Kiran baru datang bersama Kayla dan Audy bersamaan.


"Bunda." Teriak Audy berlari ke arah bundanya.


"Putri bunda." muach.. mencium pipi kirinya. Ia membawa Audy duduk di atas pangkuannya. "Udah mandi sayang?"


"Udah bunda, tadi aku mandi berdua sama Kayla." Obrolan hangat selalu terjadi di antara mereka di pagi hari.


Berbeda dengan Kayla, yang malah berjalan santai menuju meja makan, sambil menggandeng tangan Kiran, dia hanya senyum-senyum dengan obrolannya dengan Kiran. "Ha..ha..ha.. Kakak lucu banget sih." Begitu lah yang mereka dengar.


Kiran mendudukan diri di samping Kisya, sedang Kayla duduk di tengah-tengah mereka.


"Ayo kita mulai makan." Kata Zahfran, karena mereka semua sudah berada di atas kursi masing-masing.


"Cukup sayang." menghentikan tangan Shafia saat mengambilkan nasi ke atas piring miliknya.


"Lauknya mau apa aja?" Selorohnya penuh perhatian.


"Ikan deh sama lalapan." Melihat ke sisi lain. "Ada tumis? boleh sekalian sayang." Ujarnya. Shafiah pun menuangkan semua menu yang di sebutkan tadi. Dia selalu berusaha melayani suaminya sangat baik. bahkan penuh cinta.


Kisya dan Abiyu cuma bisa tersenyum melihat kemesraan di depan matanya. "Ayah..so..Cuit banget sih sama bunda?" Ia tersenyum geli.


"Mas.. Ah."


"Kisya, Abiyu."


"Iya ayah?" jawab keduanya bersamaan. merekapun saling melirik, lalu kembali melihat ke arah Zahfran.


"Kalau lagi berantem, inget sama saat-saat kalian bahagia, saat pacaran. Banyak manisnya kan tuh?" Kata Zahfran sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya.


Kisya dan Abiyu terdiam. sedang Shafiah sibuk menyuapi Audy yang lagi datang manjanya.


"Ayah yakin, mesranya kalian, lebih banyak dari pada berantemnya kan?" Kali ini Zahfran melihat ke arah Abiyu dan Kisya secara bergantian, dengan mulut setengah penuh. Merek terdiam, bahkan nasi di depan mata, baru masuk beberapa sendok ke dalam mulut mereka.


"Jangan berantem lagi ya, ayah gak mau, kalian harus belajar dewasa." Kali ini suara Zahfran sedikit berbeda. Shafiah tau akan arti itu. Ia melirik ke arah suaminya, lalu pada Abiyu dan Kisya yang terlihat ketakutan, mungkin lebih tepatnya tidak enak hati. Fikirnya.


Sarapan selesai, Abiyu tidak menghabiskan nasinya, begitupun dengan Kisya yang malah sibuk mendengarkan nasehat mertuanya.


"Maaf ya, Ayah bahas ini di meja makan, habis kalau gak di sini, ayah jarang nemu momen yang pas, karna ayah jarang ada di rumah." Kata Zahfran.

__ADS_1


"Gak apa-apa ayah. Maaf kalau Abiyu membuat suasana rumah jadi gak enak karna masalah rumahtangga kita." Kata Abiyu penuh penyesalan.


"Gak apa-apa, ayah cuma mau kalian harmonis kayak dulu, bahagia, itu aja."


Abiyu meresponnya dengan senyum, lalu beranjak dari duduknya. Ia berlalu tanpa berkata sepatahkatapun. Kisya, Zahfran, dan Shafiah saling melirik satu sama lain, tapi lain halnya dengan Kiran, Kiran mentap punggung Abiyu yang semakin menjauh menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Kisya terus bergelut dengan pikirannya, rasanya ingin sekali ia memeluk Abiyu, mengatakan kata maaf, mengatakan kata rindu, juga kata Aku mencintai mu. Tapi rasanya semua tertahan di ujung lidah, ia menunduk memejamkan matanya, berusaha melawan hawa nafsu dan hati nuraninya.


"Abiy.." Suara Kisya terdengar sangat lirih, sangat pelan, Abiyu tidak mendengarnya, ia terus berjalan menaiki anak tangga.


"Sayang.." Shafiah meraih tangan Kisya lalu menggenggamnya erat. "Sana, temenin Abiyu di dalam, ungkapkan apa yang mau kamu katakan, jangan kamu tahan nak."


Tak berfikir panjang lagi, Kisya langsung berdiri lalu memanggil nama suaminya. "Abiyu.." Merasa namanya di panggil, Abiyu pun menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang, ia melihat Kisya berlari menaiki anak tangga dan langsung memeluknya. "Abiy.. maafkan aku." Ia menumpahkan seluruh tangisnya dalam dekapan suami tercinta.


Pemandangan jauh di depan matanya, membuat Shafiah tersenyum penuh haru, namun seketika senyumnya pudar saat melihat mata Kiran berkaca-kaca, bahkan beberapakali ia sempat melihat Kiran menyeka air matanya. "Apa ini? jangan-jangan, apa yang aku takutkan terjadi? Cinta bertepuk sebelah tangan?"


"Aku mencintai mu dalam diam."


"Aku mencintai mu dalam setiap doa, doa agar kau selalu bahagia."


"Aku mencintai mu kak, berbahagialah, karna aku ingin kau bahagia denganya, dan birkan aku dengan rasa ini, rasa yang tak akan pernah terucap,rasa yang tak pernah terungkap."


"Aku mencintai mu."




Jangan lupa jejaknya ya.



LIKE


KOMEN


VOTE


Dan BUNGA BERMEKARAN


__ADS_1


Love you 🥰.


__ADS_2