
Zahfran terus mengigau memanggil nama Shafiah. "Kamu sangat mencintai mba Shafiah mas,kenapa kamu harus membagi cinta mu? tidak seharusnya kamu mencintai ku." Batin Azky bergumam sambil meletakan handuk basah di kening Zahfran.
dengan sangat telaten Azky mengurusnya,obat penurun demam yang Azky berikan tidak juga menunjukan reaksi,suhu tubuhnya masih tinggi,sampai.dia sendiri kebingungan. "Bagaimana ini?" tak henti-hentinya ia menggenggam tangan Zahfran karna Khawatir. Lalu ia teringat dengan Bram. "Aku hampir lupa,dia kan punya ajudan,mas Bram...semoga mas Bram bisa membantuku."
Ia meraih benda pipih berwana hitam milik suaminya di atas nakas,terus mencari nama Bram di dalam kontak. "Ini dia." Setelah menukan namanya,Azky langsung menghubunginya sampai beberapa kali namun Bram tak kunjung menjawab panggilannya. "Kamu ke mana mas?" semakin khawatir.
Tak lama,ada panggilan masuk dari Bram. "Alhamdulillah." Ucap Azky sebelum menjawab telfonnya. "Ha..halo mas Bram."
"Ya nyonya,ada apa?"
"Mas Zahfran sakit,aku sudah memberinya obat penurun demam,tapi demamnya gak turun-turun."
"anda sudah mengompresnya dengan air hangat?"
"Sudah,tapi tetap,panasnya gak turun-tutun."
"Baiklah,Aku segera ke sana."Bram mengakhiri sambungan telfonnya dan segera menemui Zahfran di apartemennya.
"Sabar ya mas,mas Bram akan bawa kamu ke rumah sakit."
Setelah 20 menit menunggu,Akhirnya Bram sampai di apartemen. "Tok..tok..tok.."
"Itu pasti mas Bram. Tunggu." cepat-cepat Azky membuka pintu kamarnya. Jglek.. "Bagaimana? masih demam?" tanya Bram setelah pintu kamarnya terbuka.
"Masuklah,demamnya masih tinggi,sebaiknya kita bawa ke rumah sakit mas."
"Baiklah,kita bawa sekarang." Segera Bram membawa Zahfran menuju salah satu rumah sakit ternama di kota itu.
Setelah mendapatkan tindakan dari rumah sakit,Suhu tubuhnya mulai menurun.dan mulai berhenti mengigau. "Alhamdulillah,demamnya sudah turun mas." Ucap Azky pada Bram yang berdiri tepat di belakangnya.
"Kalau begitu,saya tunggu di luar,nanti saya akan kembali membawa sarapan untuk anda."
"Terimakasi mas Bram."
"Jangan panggil saya mas..suami anda akan marah nyonya."
"Selama ini dia tidak mempermasalahkan."
"Bukan tidak mempermasalahkan dia belum sadar anda memanggil saya dengan sebutan mas."
"Untuk sekarang gak masalah dong.ya kan?"
Bram menggelengkan kepalanya seolah tidak perduli.lalu pergi meninggalkan ruangan.
Dengan penuh perhatian,Azky terus menggenggam tangan suaminya,sampai tertidur di kursi pun ia masih enggan untuk melepaskannya.
Hingga keesokan harinya,Zahfran mulai sadar,perlahan ia membuka matanya dan berkeliling melihat sekitar guna memastikan keberadaanya saat ini. Ia mendapati Azky tertidur di atas kursi masih menggenggm tangannya.
"Terimakasih sayang,kamu sudah mau mengurus ku." Ucapnya sambil mengusap puncak rambut Azky dengan tangan kirinya.
Tak lama tubuh Azky menggeliat,ia mendongakan kepalanya melihat wajah Zahfran sambil mengucak-ngucak matanya. "mas,kamu sudah bangun?".
"Sudah,maafkan aku sudah merepotkan mu."
"Gak lah mas,masa sama suami sendiri merasa di repotkan." Ucapnya sambil tersenyum. "minum dulu mas." ia mengambil gelas berisi air putih di atas nakas,lalu memberikannya.
"Terimakasi." ucapnya sambil tersenyum.
"Oh ya mas,sarapan kamu sudah di antar,aku suapin kamu ya."
"Nanti saja,aku belum lapar." Zahfran melihat tidak ada siapapun di dalam ruangannya selain Azky, ia menanyakan keberadaan Bram. "kemana Bram?" Tanyanya pada Azky.
"Mas Bram lagi ke bawah mas,beli sesuatu untuk sarapan."
__ADS_1
Tak lama kemudian,ponsel milik Zahfran berdering sampai beberapa kali,Azky mengambil benda pipih itu di dalam laci.lalu menyerahkannya pada Zahfran.
Ia melihat nama mamah tertera di layar ponsel. "Kamu jangan bersuara ya,mamah ku telfon."
"Ok."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Zahfran,mamah telfon kamu dari semaleman baru kamu angkat?"
"Maaf mah,semalam aku gak tau mamah telfon. memangnya ada apa mamah telfon aku malam-malam?"
"Kenapa sih,mamah susah banget hubungin kamu,terlebih Shafiah,sudah 2 hari no nya tidak aktif,kalian gak apa-apa kan?"
"Gak apa-apa mah,ponsel Shafiah rusak,aku belum sempat membelikannya yang baru."
"Tapi suara kamu kenapa lemas begitu?"
"Aku kan baru bangun mah."
"Ya sudah,mamah cuma mau kasih tau,kalau mamah sama papah mu ada di Bali,ada proyek yang haru papah mu selesaikan."
"Ya,kapan kalian pulang?"
"Kami di sini sekitar satu minggu."
"Ya sudah,kalian hati-hati."
"Ya.jangan lupa cepat belikan istri mu handphone baru."
"Ya mah."
"Assalamualaikum."
Zahfran memberikan ponselnya pada Azky,lalu ia kembali menyimpannya ke dalam laci.
Tak lama Bram datang membawakan Azky sarapan dan beberapa buah-buahan. "Nyonya,ini sarapan anda." Bram menyimpannya di atas meja,
"Ya mas Bram,terimakasi."
"Sana kamu makan dulu." Titah Zahfran pada Azky.
"Ya mas,aku sarapan dulu ya." Azky bangkit dari kursinya lalu duduk di atas sofa dan menyantap makanan yang di bawa oleh Bram dengan sangat lahap.
"Bram."
"Ya tuan." Bram melangkah menghampiri Zahfran.
"Kamu sudah menemukan keberadaan Shafiah?"
"Apa yang harus aku katakan? aku tidak ingin memberitahunya,tapi dia jatuh sakit karna hidupnya bergantung pada Shafiah." Batin Bram.
"Braam.." Zahfran meninggikan suaranya.
"Ya..Belum tuan,maafkan saya."
"Kenapa kamu menjadi tidak becus hanya untuk mencari keberadaan Shafiah saja." Ucapnya sedikit tegas.
"Maaf tuan,saya akan terus mencarinya."
"Pergi,cepat cari Shafiah sampai ketemu,kalau sudah ketemu,beri tahu saya,karna saya sendiri yang akan menjemputnya. Tapi sebelum kamu menemukannya,jangan kamu tunjukan wajah mu di hadapan saya,mengerti?." Ucapnya penuh penekanan.
__ADS_1
"Mengerti tuan." Bram pun langsung keluar dari dalam ruangan.
Saat Azky sedang mengupas buah-buahan,tiba-tiba ponsel milik Zahfran dan Azky dalam waktu bersamaan menyala menandakan ada notifikasi masuk. "Itu suara notifikasi ponsel ku Azky,cepat ambilkan,siapa tau no Shafiah sudah aktif." Ucapnya penuh harap.
Azky mengambil benda pipih berwarna hitm itu di dalam laci,lalu di berikan oada suaminya."Ini mas."
Zahfran langsung mengambil ponselnya dari tangan Azky,lalu ia mulai membukanya dan. "Benar,no Shafiah sudah aktif,aku akan menelfonnya." Ucapnya dengan sorot mata yang berbinar-binar.
"Tuut....
Tuut...
Tuut...
"Bagaimana mas,sudah diangkat?" Zahfran menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan berhenti menghubunginya." Hingga beberapa kali,baru lah Shafiah menjawab telfonnya."
"Aahh..akhirnya kamu menjawab telfon ku." Ucapnya sambil memejamkan mata merasa lega."kamu di mana sayang?aku mengkhawatirkan mu"
"Assalamualaikum mas." Shafiah
"Ooh..ya aku lupa. Waalaikumsalam. Katakan kamu di mana?biar aku menjemput mu sayang"
"Jangan mas,kamu sedang sakit. Aku akan pulang sendiri."
"Kamu tau aku sakit?siapa yang memberitahu mu?"
"Itu gak penting mas,yang penting,nanti aku akan pulang bersama Abiyu,nanti kita akan langsung menemui di rumah sakit."
"Kamu tidak berbohong kan sayang?"
"Gak mas. Aku akan pulang."
"Aku sangat merindukan mu sayang..." Zahfran memejamkan matanya merasakan rindu yang teramat.
"Tunggu lah,aku akan pulang."
"Baiklah,aku menunggu mu sayang."
"sudah ya mas,aku kemas baju ku dulu."
"Ya cepatlah sayang."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.." Zahfran menutup telfonnya.
"Dia akan kembali Azky,aku sangat merindukan mereka." Ucapnya sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
"Azky,buat aku tampan di depan Shafiah.aku tidak ingin Shafiah melihat ku dalam keadaan seperti ini,ini sangat berantakan."
"Ya mas,aku akan merapihkan rambutmu dan membersihkan wajah mu."
"Apa ini? kenapa hati ku seperti terbakar? sadarlah Azky,kamu tidak berhak cemburu pada mba Shafiah,kamu hanya istri ke duanya,sedangakan mba Shafiah adalah istri pertamamya.". Batin Azky menjerit menahan rasa cemburunya.
~
~
Bab berikutnya kita akan mempertemukan Azky,Zahfran,Shafiah dengan Adlan.
Aku akan UP Bab itu ☝ kalau Like dan komennya semaaaakin buanyak.
__ADS_1
Maaf ya,aku meminta komen dan jempol para reader tercinta. 🙏😍😘