
Lalu bagaimana perasaan kamu kalau aku meminta cerai mas?"
"Shafiah....." Seketika Zahfran memutar tubuh Shafiah hingga ia bisa melihat dengan jelas deraian air matanya.
"Kamu menangis? kenapa?"
"Aku ingin kita bercerai...."
Zahfran memegang bahu Shafiah dan membawanya untuk duduk. "Apa yang kamu katakan sayang?" Zahfran menatap kedua mata Shafiah yang sudah di banjiri dengan air mata.
Zahfran terheran,apa yang membuat Shafiah sampai mengatakan kata Cerai? karna Selama pernikahannya,kata cerai tidak pernah terucap dari mulutnya,bahkan saat Zahfran mengatakan ingin menikah lagi pun ia tidak pernah mengatakan itu.
Lalu apa ini,apa yang terjadi sampai ia mengatakan ingin bercerai?
Shafiah terus menangis terisak dengan menundukan pandangannya tak mampu menatap wajah Zahfran. "Kamu kenapa? kenapa tiba-tiba mengatakan hal seperti itu?" Tanya Zahfran setenang mungkin.
Shafiah memberanikan diri menatap wajah Zahfran. "Tidak bisakan kamu hanya mencintai ku mas? tidak cukupkah kamu hanya beristrikan aku saja?"
"Sayang...." ia menggenggam kedua tangan Shafiah menatap matanya dengan tatapan sendu.
"Kamu masih mencintai Azky,bahakan masih sangat mencintainya."
"Tentang perasaan aku terhadap Azky kamu sudah mengetahuinya sejak lama,kenapa baru sekarang kamu mempermasalahkan itu?"
"Dan sudah cukup lama juga aku menahannya mas,Aku lelah..Aku lelah dengan keadaan ini,kamu tidak pernah melepaskan bayang-bayang Azky dalam rumahtangga kita."
"Sayang..aku sedang berusaha melupakannya." Timpal Zahfran.
"Sampai kapan..?" Shafiah meninggikan suaranya,menghempaskan tangan Zahfran dari pipinya.
"Sayang.." Zahfran mengernyitkan dahinya.
"aku menolak pulang ke Sidney karna aku ingin membantu kamu melupakan Azky tanpa menghindarinya,aku mau kamu menerima kenyataan kalau Azky bukan milik mu lagi mas." Tak pernah ia berkata sekeras ini dengan suaminya,tapi kali ini ia betul-betul kehilangan kesabaran.
"Aku sedang berusaha sayang,aku sedang berusaha melupakannya,tolong bersabarlah."
__ADS_1
"Sampai kapan mas..hikss..hikss.."Air mata Shafiah terus mengalir tanpa henti.
Zahfran terdiam. "Aku bahkan tidak tau sampai kapan sayang,aku tidak mengerti,semakin aku menjauh,bayangan Azky selalu mengikuti ku.aku sangat mencintai mu sayang,tapi hati ini tak bisa aku pungkiri kalau aku juga masih mencintai Azky." Batin Zahfran.
"Kenapa kamu diam mas? katakan sampai kapan.?" Shafiah menggoyangkan tubuh Zahfran dengan mencengkram erat baju tidurnya.
Tak mampu menjawab pertanyaan Shafiah,Zahfran pun memilih diam.
"Aku sudah mengorbankan semuanya mas,hidup ku,perasaan ku,aku bahkan menitipkan Abiyu kepada orangtua mu,aku kehilangan moment indah membesarkan putra kita. Hikss...hikss.."
"Sayang..maafkan aku." Zahfran membawa Shafiah ke dalam pelukannya. "Maafka aku..maafkan aku,aku akan berusaha lebih keras lagi.
"Aku lelah mas hikss..hikss.."
"Jangan katakan itu sayang,aku tidak ingin kehilangan mu." Zafran mengusap sambil mencium puncak rambut sang istri benerapa kali.
Zahfran melepaskan pelukannya menangkup pipi Shafiah dengan kedua tangannya. "Jangan pernah mengatakan kata cerai lagi sayang,karna itu tidak akan pernah terjadi.aku akan berusaha lebih keras lagi untuk melupaka Azky. Ya?"
Shafiah mencoba menetralkan perasaannya untuk kembali bertanya. "Ada yang ingin aku tanyakan lagi mas."
"Apa yang kamu lakukan bersama Azky di dalam kamarnya?"
Zahfra kembali mengernyitkan dahinya. "Aku? di dalam kamar bersama Azky?" Zahfran mencoba mencerna pertanyaam Sahfiah,ia mencoba mengingatnya kembali kejadian tadi.
"Astagfirullah sayang..jadi ini yang membuat kamu meminta cerai dari ku?" Tanya Zahfran terkejut.
Shafiah memalingkan wajahnya dari tatapan Zahfran.
"Siapa yang memberitahu mu? Fatih? apa yang dia katakan?"
"Karna kamu berda di dalam kamar bersama Azky,dia jadi meragukan pernikahannya dengan Azky mas,dia meragukan perasaan Azky terhadapnya."
"Kalau di meragukan pernikahannya,itu hal yang wajar sayang,karna memang Azky tidak mencintainya,Azky hanya ingin membalas kebaikan yang Fatih berika padanya sealma ini,dan itu bukan cinta,wajar kalau Fatih memikirkan kembali pernikahannya.
Shafiah sempat terdiam sebelum kembali melemparkan pertanyaan. "Lalu apa yang kamu lakukan di dalanm kamar dengan Azky?"
__ADS_1
"Aku tidak melakukan apa-apa,aku hanya menidurkan anak-anak,karna mereka tidur di dalam mobil. Itu saja."
"Siapa yang akan percaya dengan perkataan mu mas?"
"Aku bersumpah demi apapun shafiah,aku tidak melakukan apapun di dalam kamar Azky,ini hanya salah faham."
"Lalu kenapa kamu berlama-lama di rumah Azky?"
"Aku tidak lama sayang,setelah menidurkan anak-anak,aku langsung ke luar dari rumahnya. Percayalah sayang,aku tidak melakukan apa-apa." Zahfran menatap wajah Shafiah sangat intens.
"Jangan meragukan cinta ku sayang,aku sangat mencintai mu,aku bisa gila kalau kamu meninggalakn aku sayang." Zahfran kembali memeluk Shafiah dengan eratnya,perlahan tangis Shafiah mulai mereda.
Setelah tangisnya mereda,Zahfran melonggarkan pelukannya. "Jangan pernah mengatakan cerai lagi ya,membayangkannya saja aku tidak sanggup."
"Aku butuh waktu mas,tinggalkan aku sendiri,jangan tidur di sini,tidur di kamar lain,aku mau sendiri dulu."
"Kamu tega melakukan mas seperti ini?"
"Mas... aku mohon.keluar dari kamar ini."
"Aku harus tidur di mana sayang?"
"Terserah,kalau kamu gak mau keluar dari kamar,biar aku yang keluar."
"Ok..ok..sayang. Aku akan keluar." Zahfran mengangkat kedua tangannya menyerah,akhirnya ia turun dari tempat tidur dan Shafiah langsung melempar bantal padanya.
"Bugh..."
"Keluar mas." Dan akhirnya Zahfran keluar dari kamar dan ia tidur di atas sofa ruang keluarga.
Pisah ranjang dulu ya,kasih penyedap dikit di hubungan mereka,kasian 🤠gak pernah bahagia.
__ADS_1