Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 35


__ADS_3

Kisya mendudukan diri di atas pangkuan Abiyu, Kedua tangannya mengusap pundak Abiyu dengan sangat lembut, turun menyusuri dadanya yang bidang, kemudian kembali naik ke leher, nampak Abiyu sangat menikmati setiap sentuhan dari tangan mulus nya.


"Yank.. Aku mulai sesak.." Lirihnya.


Kisya hanya tersenyum mendengarnya. "Tunggu."


Tubuh mungilnya masih terbungkus rapih dengan gaun yang di belikan Abiyu sesaat sebelum mereka pergi ke Restauran nan romantis tadi. Kisya berdiri membelakangi Abiyu, memintanya untuk menurunkan relsleting yang ada di belakang punggungnya. Kulit putih mulus itu nampak jelas di depan mata, membuat Abiyu menelan ludahnya kasar.


Melepaskan semua pembungkus yang menghalangi pemandangan indah di depan mata, kini tubuh itu terlihat polos tanpa sehelai benangpun.


"Abiy.." Kisya mengerang saat tangan Abiyu berada di area sensitifnya. Sedangkan Abiyu terus menyusuri tubuh polos itu dengan sangat lihat.


"Tahan sayang." Abiyu membaringkan tubuh mungil istrinya di atas tempat tidur, mata mereka saling mengunci, menatap tubuh polos di bawah kungkungannya, tubuh yang selalu menjadi candunya. "Siap bergadang?"


"Siapa takut..?"


Entah sampai berapa ronde, Kisya terbaring lemas di samping Abiyu dengan deru nafas yang masih memburu. "Cukup Abiy.. Aku lelah.."


Abiyu mencium keningnya, membalut tubuh mereka dengan selimut tebal, dan dengan keringat masih bercucuran, Abiyu mengusap keringat itu dengan telapak tangannya.


"Tidur lah, kamu sudah bekerja keras." Berada dalam pelukan Abiyu membuat Kisya merasa sangat nyaman, dan akhirnya mereka tertidur sangat lelap, hingga terdengar suara burung berkicauan merdu dari salah satu ponsel mereka.


Mereka bangun dengan wajah ceria berseri-seri, segar, seperti habis di pijat tujuh hari tujuh malam, bahkan harum tubuh mereka menyegarkan.


Malam panjang bisa saja mereka rasakan kapan saja mereka mau, tapi kali ini malam yang sangat berbeda, Abiyu memberikan hadiah mobil untuk sang istri, dan Kisya memberikan hadiah berupa pil KB yang sengaja ia buang ke tong sampah di depan Abiyu. "Aku siap hamil lagi Biy.." Ujarnya malam tadi.


Kesiapan Kisya untuk mengandung lagi, adalah kebahagiaan bagi Abiyu yang memang sudah lama menginginkan adik untuk Kayla. "Terimakasih cinta ku."


Tiba di apartemen Shafiah, nampak beberapa orang sedang menikmati secangkir teh di atas balkon, bukan cuma teh, kopi milik Zahfran berada di sebelahnya, secangkir susu milik Adlan ada di depannya, dan segelas air putih milik Fatih sedang dalam genggamannya.


"Assalamualikum.." Ucap salam Abiyu saat menghampiri mereka. Abiyu menyalamai semua orang yang ada di sana, lalu duduk di sebelah sang ayah.


"Seger ya keliatannya." Ujar sang ayah menggoda putranya yang baru pulang melewati malam yang sangat panjang. Abiyu tersenyum sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Ayah bisa aja."


Guyonan bukan cuma buat Abiyu, Kisya datang dengan membawa secangkir susu khusus kebugaran pria menjadi bahan guyunan mereka juga. Wajahnya merah merona, mereka semakin menjadi menggoda Kisya.


"Rese iih.." Kisya berlalu lagi ke dapur, karna di sana lah tempat para wanita berkumpul, dan apa lagi kerjanya kalau bukan memasak.

__ADS_1


Abiyu baru menyeruput minumannya, meletakan gelas itu di atas meja, lalu pergi menemui Kayla di kamarnya, namun tidak ada di sana. "Kayla tidur di mana bun?" Teriak Abiyu dari lantai atas.


"Di kamar Kiran nak." Jawab Shafiah dari dapur, yang juga terlihat dari lantai atas.


"Kayla di kamar kamu kan Ran?" Shafiah bertanya kembali pada Kiran untuk memastikan.


"Iya nyonya." Jawabnya sopan.


"Ko di kamar kamu?" Kali ini Kisya yang bertanya.


"Semalam Kayla gak bisa tidur, kayaknya gara-gara di paksa pulang pas main."


"Mungkin semalam maennya belum puas kali Sya." Saut Azky yang juga ikut bergabung di sana.


"Maaf ya, aku ngerepoton kalian semalem?" Katanya sedikit tak enak hati.


"Gak apa-apa sayang, gak ada yang kerepotan." Saut Shafiah sambil mengusap lembut bahunya.


Abiyu berjalan melewati mereka, menuju kamar Kiran. "Abiy.." Suara Kisya menghentikan langkahnya.


"Kenapa yank?"


"Putri cantik..udah siang looh..ko belum bangun." Kisya mengusap pipi kenyal nan lembut lalu mencium kening Kayla, sampai si pemilik menggeliat tersenyum saat wajah Kisya berada di depan mata.


"Bunda.."


"Bangun yuk.."


"Mandi.."


"Udah siang looh.."


Kayla masih enggan untuk bangun, rasanya malas, ia terus berbaring, bahkan saat Kisya akan menggendong ia menolak.


"Mau di mandiin bunda?"


Kayla menggelengkan kepalanya.


"Teruus.. mau mandi sama siapa?"

__ADS_1


"Aku mau mandi sendiri."


"Emangnya bisa?"


"Bisa.." Kayla bangun, dan langsung turun dari tempat tidur.


"Hati-hati nak, nanti jalannya sempoyongan."


"Nggak bunda." Dan benar, begitu pintarnya Kayla langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan menolak sang bunda saat menawarkan diri untuk memandikannya.


Kisya kembali duduk di kursi samping nakas, melihat ada buku bergambar cantik, berbentuk kotak, berukuran sekitar enam inchi di atas nakas.


Terdapat coretan di halaman depan, bahkan sampai halaman ketiga, dan ke empat. "Ini pasti ulah Kayla." Kisya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "Kay..kay.. Lagian buku dari mana secantik ini sih?"


Lanjut ke halaman berikutnya. Di sana terdapat tulisan tangan mengunakan tinta hitam pekat, yang terukir nan indah.


"Dear Abiyu."


Tulisan itu seketika membuat jantung Kisya tiba-tiba berhenti berdetak. Seakan aliran darah tersumbat, membuat wajah nya berubah pucat. "Apa ini? Apa ini tulisan tangan Kayla? sebagus ini?"


"Kiran..."




Isi suratnya di UP besok ya, untuk sekarang segini dulu.


Othor sedih, yang kasih like semakin sedikit, yang kasih komentar juga dikit, jadi loyo nulisnya, karna kalian lah penyemangat Author.


JEMPOLNYA DI TEKAN YA.


KOLOM KOMENTAR DI ISI JUGA


VOTE JUGA BOLEH


BUNGA APA LAGI.


😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2