
Sebelum melakukan perjalanan ke Jakarta,Zahfran sempat menawarkan kelas bisnis untuk perjalanan Shafiah menuju Jakarta,namun Shafiah menolaknya.
Wajar saja,saat ini amrahnya terhadap Zahfran masih di atas puncak,hingga ia tidak perduli dengan semua kebaikan yang Zahfran lakukan untuknya.
Tepat pukul 16.30 Shafiah sampai di depan butik miliknya. Ia tersenyum melihat butik yang dulu ia bangun susah payah kini sudah menjadi butik yang besar dengan beberapa cabang di kota Jakarta.
Bangga?
Iya.. Walaupun ia sudah menyerahkan butik itu kepada adik iparnya untuk mengelola,ia merasa puas dengan hasil kerja Khadijah dan Shifa selama ini.
"Mba Shafiah..?" Khadijah yang baru saja keluar dari butik,menatap tak percaya dengan apa yang ada di depannya.
Ia pun langsung berlari dan memeluk Shafiah sangat erat. "Kangen..kangen..kageeennn..banget sama mba Shafiah."
"Mba juga kangen banget." Shafiah mengusap punggung Khadijah adik iparnya.
"Ayo kak masuk." Ucap Khadijah setelah melepas pelukannya. Lalu menarik koper Shafiah masuk ke dalam.
"Di mana Shifa?" Tanya Shafiah saat tidak melihat Shifa di dalam.
"Mba Shifa lagi shalat mba,mungkin sekarang Shalatnya gak khusyu tuh karna denger suara mba he..he." Ucapnya sambil cengengsan.
"Hust..gak boleh gitu ah.."
"Iya maaf,kita masuk ke ruang kerja ya mba,di sini banyak pelanggan."
"Boleh."
Mereka berdua pun masuk ke dalam ruang kerja yang dulu sempat Shafiah tempati saat pertama ia membuka butik.
"Masih seperti dulu ruangan ini,kamu gak rubah?" Tanya Shafiah sambil duduk di atas sofa. Ia meletakan tas kecilnya di atas meja.
"Gak ada yang aku rubah mba,masih seperti dulu,cuma..menambah sedikit hiasan dinding,karna yang dulu menurutku terlalu polos."
"Iya..sekarang jadi lebih indah."
"Kak.." Seperti ada yang aneh pada diri Shafiah.ia menatap wajah kakak iparnya sangat intens.
"Kenapa?" Saut Shafiah.
"Dari tadi aku perhatiin ko kayaknya ada yang kurang dari kakak,tapi apa ya?" Menatap wajah Shafiah sangat lekat,melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Memangnya kenapa? Mba tambah gemuk? Tambah item? Ataaau...tambah jelek?" Ucap Shafiah sambil memperhatikan dirinya sendiri.
"Bukan itu..kayak kurang lengkap gitu."
"Kurang lengkap? Ada-ada aja kamu itu,kamu fikir mba kekurangan satu kaki? Atau satu tangan?"
"Nah...aku tau.." Ucap Khadijah dengan berteriak.
"Astagfirullah Jia.. ngagetin aja deh." Shafiah mengelus dada karna terkejut.
"Pengawal...kemana pengawal mba?" Tanya Khadijah dengan mata membulat sempurna.
"Maksud mu mas Zahfran?"
Khadijah mengangguk. "Siapa lagi memangnya mba."
"Mas Zahfran gak ikut."
"kenapa? Mas Zahfran membiarkan bidadarinya jalan sendiri ke sini? Mana bisa mba."
"Bisa..buktinya ini,mba sendiri ke sini."
__ADS_1
Khadijah berpindah duduk mendekati Shafiah. "Terjadi sesuatu?" Taya Khadijah semakin penasaran.
"Gak Jia,gak ada apa-apa."
"Gak mungkin kalau gak ada apa-apa."
"Iya.."
Benar kata Khadijah,mungkin saat ini Shifa sedang tidak khusyu karna mendengar suara Shafiah saat ini.
Selesai Shalat,Shifa buru-buru melipat mukena dan sejadahnya,lalu ia menyimpan kembali ke tempat semula.
"Mba Shafiah.." Suara Shifa begitu menggelegar di telinga mereka sampai mereka menutup kedua kupingnya.
"Astagfirullah Shifaa...suara mu..?"
"Mba Shafiah..." Shifa langsung memeluk Shaiah sangat erat,hingga Shafiah kesulitan untuk bernafas.
"Shifa..aku..sulit bernafas." Ucap Shafiah terbata-bata sambil memegang bahu Shifa.
"Astagfirullah mba Shifa...itu mba ku gak bisa nafas."
"Maaf..maaf mba. Habis aku seneng banget bisa lihat mba di sini"
"Ngobrolnya nanti aja ya,aku istirahat dulu,liat tuh..di luar banyak pelanggan.bantu pegawai lain sana." Titah Shafiah pada Shifa yang tau kalau sudah ngobrol dengannya,pasti lupa waktu.
"Mmmm...mba jahat." Shifa mengerucutkan mulutnya sangat seksi.
"Aku siap-siap buat besok Shifa,kita kan besok mau ketemu sama tuan Willy."
"Iya aku tau,tapi kita ngobrol dulu ya sebentar."
"Nanti malam ya kita ngobrolnya.udah kamu bantu-bantu yang lain dulu.
Shafiah dan Khadijah pun tersenyum melihat Shifa berlari keluar untuk menemui semua pelanggan yang mencarinya.
"Gak berubah ya dia." Kata Shafiah sambil menatap ke luar dengan tersenyum.
"Selalu seperti itu kak." Jawab Khadijah.
"Oh..iya..mba kenapa gak langsung ke apartemen aja,istirahat di sana,di sini mana bisa mba istirahat."
"Di sini aja deh,mba juga mau cek laptop dulu."
Bukan Alasan yang sebenarnya,Shafiah memilih datang ke butik karna kalau di apartemen dia akan sendiri dan bayangan Zahfran pasti muncul lagi di benaknya.
Dan mengingatnya,hanya akan menambah kesedihan,sedangkan ia butuh konsentrasi untuk bekerja,mangkannya ia memilih datang ke butik daripada sendiri di apartemen.
Surabaya pukul 17.00
Saat ini pak Herlambang bersama supir pribadinya sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat.
Sepanjang jalan,pikirannya di penuhi dengan bayang-bayang wajah kedua cucu kembarnya yang begitu polos.
Ia membayangkan betapa menyedihkannya hidup kedua cucu kembarnya tinggal di sebuah kontrakan kecil sedangkan ia hidup dengan bergelimang harta.
__ADS_1
"Bodoh..kenapa aku sampai tidak mengetahui kalau Zahfran memiliki keturunan.kalau aku tau dari dulu,aku pasti akan merawat cucu kembar ku,dan membawanya ke Sidney untuk hidup layak." Ucap pak Herlambang sambil bersandar di jok penumpang.
Terus bergelut dengan pikirannya,hingga tak terasa mobil yang ia tumpangi akhirnya sampai di tempat tujuan.
"Sudah sampai tuan." Supir pribadinya segera membukakan pintu mobil untuk pak Herlambang.
"Aku terpaksa harus berada di sini demi menemui mereka,aku ingin mengetahui banyak hal tentang kehidupan cucu ku." Ucap pak Herlambang setelah keluar dari mobil.
Di dalam ruang rawat inap berkelas VIP,nampak Aisyah dan Asiyah sedang asik bermain dengan Fatih dan Rafa,mereka terlihat begitu akrab satu sama lain.
Azky yang masih berbaring di atas ranjang,hanya bisa tersenyum menatap kebahagiaan putri kembarnya,ia merasa bersyukur,walaupun tidak memiliki banyak harta,setidaknya ia memiliki orang-orang yang sayang dengannya dan kedua putri kembarnya.
Tak lama. "tok..tok..tok.." Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Azky dari luar.
Semua langsung terdiam.
"Siapa?" Tanya dewi pada semua orang yang ada di sana.
Semua menggelengkan kepalanya karna tidaka ada yang tau.
"Apa Zahfran?" Ucap Rafa.
"Zahfran?"
Kembali ia mengetuk pintu. "tok..tok..tok."
"Buka deh Wi." Titah Rafa pada Dewi.
Dewi pun segera membukakan pintu. "jglek...Seketika mata dewi terbelalak saat melihat sosok yang ada di hadapannya saat ini.
"Siapa wi?" Tanya Rafa yang masih belum melihat sosok itu.
Dewi tak mampu berkata,ia membuka pintu itu lebar-lebar,barulah semua orang yang ada di dalam mengetahui kedatangan tamu tak di undang itu.
"Pak Herlambang?" Ucap Rafa.
"Om." Ucap Fatih
Seketika tubuh Azky membeku saat melihat sosok yang sangat menakutkan ini berada di hadapannya secara langsung.
"Selamat sore.."
Author minta tanda cinta kalian dong...
Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘
Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏
__ADS_1