
"Ngawur kamu tuh." Saut Zahfran mengelengkan kepala nampak senyum di sudut bibirnya.
"Tante siapa?" Tanya Aisyah pada Asiyah
"Tante,adik ibu Dewi."
"Lalu om itu." Dengan telunjuk lentiknya ia menunjuk ke arah Zahfran.
"Itu..Om Zahfran,suami tante." Ucap Shafiah sambil melirik ke arah Zahfran.
Berusaha menetralkan perasaannya yang terasa aneh itu,Zahfran langsung membuang muka ke arah lain.
"Om jahat." Tiba-tiba kata itu terlontar dari bibir mungil Aisyah.
"Om jahat? siapa?" Tanya Shafiah pada Aisyah.
"Ituu.." Kembali Aisyah menunjuk ke arah Zahfran.
"Ah..gak ko,om itu baik."
"Tapi aku takut melihatnya." Aisyah membenamkan wajahnya di bahu Dewi.
"Hei...gak apa-apa sayang,om nya baik ko." Kata Dewi membujuk Aisyah.
"Bahaya kalau mereka terus di sini,bisa-bisa Zahfran curiga." Batin Rafa.
"Oh..iya,kemana kak Nizma?" Rafa mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kak Nizma masih di depan Om,lagi beli bakso. Asiah mau bakso Om." Pinta Asiah sambil menarik baju Fatih untuk berdiri.
"Ya..ya.. sebentar ya." Mengalah,Fatih pun berdiri mengikuti kemauan Asiah yang merengek minta di belikan bakso.
"Aku tinggal dulu Sha,nanti malam kita ngobrol banyak."
"Ya mas."
"Bun,aku mau istirahat." Pinta Abiyu yang merasa lelah.
"Mba,boleh aku ajak Abiyu ke kamar ku?" Pinta Shafiah pada Dewi.
"Boleh,tapi mba beresin dulu ya kamarnya."
"Ayo mba,aku bantu beresin kamar."
"Udah,kamu di sini aja."
"Gak apa-apa mba,aku bantuin."
"Ya udah,ayo"
"Ayo Abiyu,kita ke kamar istirahat." Ajak Shafiah.
Abiyu pun berdiri mengikuti langkah Shafiah dari belakang menuju kamar untuk beristirahat.
Tinggalah Zahfran dan Aisyah di ruang tamu,tak henti-henti nya Aisyah menatap Zahfran dengan tatapan tidak sukanya.
Zahfran merasa tidak nyaman karna terus di pandangi oleh Aisyah,ia mencoba membuang muka,namun Aisyah tak ingin mengalihkan pandangannya.
"Gadis kecil,kenapa terus menatap ku seperti itu?" Tanya Zahfran selembut mingkin.
Aisyah terus terdiam.
"Ayo lah,om ini orang baik ko."
__ADS_1
"Aku takut." Ucap Aisyah sedikit merengek.
"Apa yang kamu takutkan dari om? om tidak melakukan apapun?" Ucap Zahfran terheran.
"Aakkhh...Ibu....Aakkhh.."
"Suutt..jangan menangis,nanti orang fikir om jahatin kamu." Mulai panik karna Aisyah malah menangis dan tangisnya semakin kencang,lalu Zahfran menghampiri Aisyah dan duduk di sampingnya.
Ia menyeka air mata Aisyah yang mengalir sangat deras dengan sangat lembut. "Om mohon berhentilah menangis,Om gak akan jahatin kamu ko."
Perlahan tangis Aisyah pun mereda,setelah Zahfran memberikan sentuhan lembut pada kedua pipinya. "Nah gitu dong,sekarang ga takut lagi kan sama Om?"
Aisyah menganggukan kepalanya.
"Bagus,Om ini bukan orang jahat. Lihat,wajah Om tampan kan? masa wajah setampan ini begitu menakutkan?" Ucap Zahfran sambil mendekatkan wajahnya dengan Wajah Aisyah.
Aisyah kembali menganggukan kepalanya.
"Oh iya,siapa namu mu tadi?"
"Aisyah Om."
"Kembaran mu?"
"Asiah."
"Nama yang bagus."
"Siapa nama Ibu mu?"
Aisyah terdiam saat Zahfran menanyakan nama ibu nya.
"Kenapa diam? kamu tidak tau nama ibu mu?"
"Lalu kenapa diam?"
Belum sempat menjawab,tiba-tiba Shafiah kembali ke ruang tamu mengajaknya untuk beristirahat. "Mas,kamarnya sudah siap,ayo kita istirahat dulu.
"Oh..iya." Jawab Zahfran tanpa mengalihkan pandangannya dari Aisyah.
Sebelum pergi,Zahfran merogoh saku celananya,ia mengeluarkan uang pecahan seratus ribu sebanyak dua lembar lalu ia berikan kepada Aisyah. "Ini hadiah untuk mu karna sudah memuji Om tadi. Kamu boleh menggunakannya untuk beli Es cream nanti sama saudara kembar mu ya. Terimalah."
Aisyah pun menerima uang pemberian Zahfran. "Terimakasih om,aku mau beli es cream yang banyak." Ucap Aisyah sangat antusias. Lalu ia pun berlari ke luar menemui Asiah yang sedang membeli bakso dengan Rafa.
Zahfran terus menatap Aisyah berlari semakin jauh dari pandangannya,tanpa ia sadari nampak senyum simpul di bibirnya,saat melihat Aisyah lari kegirangan ingin menemui saudara kembarnya.
"Mas,kamu kenapa?" Tanya Shafia setelah menatap ke anehan dari raut wajah suaminya.
"Gak apa-apa,gemes aja lihat wajah si kembar." Ucap Zahfran sambil tersenyum terus menatap ke luar.
"Kamu tadi kasih dia hadiah?memangnya apa yang dia lakuin?" Tanya Shafiah penasarn.
"Tadi dia bilang aku tampan."
"Tampan? dia yang bilang kamu tampan,atau kamu yang memintanya?" Tanya Shafiah meledek sambil tersenyum.
Zahfran menoleh ke arahnya. "Memang mas gak tampan ya?"
"Gak tuh." Ledek Shafiah.
"Benarkah?" Zahfran menarik pinggang Shafiah,dan membawa ia ke dalam pelukanya.
"Mas,kita lagi di rumah orang,jaga sikap kamu." Ucap Shafaih berusaha melepaskan tangan Zahfran yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
"Katakan kalau suami mu ini sangat tampan,baru aku akan melepaskannya."
"Jangan gila kamu mas,cepat lepaskan aku."
"Ayo katakan."
"Baiklah,kamu tampan,bahkan sangat tampan di antara ribuan gadis."
"Shafiah..!"
"Cepat lepaskan aku." Shafiah terus menggerakan tubuhnya berusaha terlepas dari tangan sang suami.
"Cup..sekilas ia mencium bibir Shafiah lalu melepaskan pelukannya. "Ayo kita istirahat." Ucap Zahfran sambil menarik tangan Shafiah menuju kamar.
Di luar.
"Mas,bagaimana ini kalau sampai mereka bertemu?"
"Aku juga gak tau Wi. Niz,coba kamu telfon lagi,siapa tau sekarang di angkat." Titah Rafa pada Nizma.
"Sudah ayah,tetep aja gak di angkat,mungkin mba Rani lagi sibuk Yah."
Rafa menatap wajah-wajah mungil itu dari kejauhan dengan penuh rasa iba. Tawanya yang begitu tulus,seolah mereka tidak memiliki kekurangan apapun.
Tapi jauh di dasar lubuk hatinya mereka pasti sangat merindukan sosok ayah dalam hidupnya.
"***Ya Allah,mereka tidak sadar,kalau orang yang ada di hadapan mereka tadi itu adalah ayahnya,sosok yang tak pernah mereka tahu bagaimana wajahnya,mereka tidak pernah tau bagaimana rasanya berada dalam perlindungan seorang ayah,seharusnya mereka berbahagia dalam pangkuan Zahfran,seharusnya mereka mendapat pelukan hangat dari Zahfran***,***rasanya aku ingin sekali memberi tahu mereka kalau pria yang ada di hadapannya itu adalah ayahnya***." Batin Rafa bergumam sambil menatap Aisyah dan Asiah yang masih asik makan semangkuk bakso.
Sore pun tiba,Rani yang belum mengetahui keberadaan Zahfran orang yang sangat ia cintai dulu ada di dalam rumah Dewi.
Tanpa ragu ia melangkahkan kakinya menuju rumah Dewi untuk menjemput putri kembarnya.
Belum sampai di depan rumah,dari kejauhan ia melihat mobil mewah berwarna hitam terparkir di depan rumah Dewi. "Mobil siapa itu? kayaknya di rumah mba Dewi ada tamu mewah." Ucap Rani sambil melangkah semaki mendekat.
Belum sampai di depan rumah,nampak sosok laki-laki asing keluar dari dalam rumah Dewi sambil memainkan ponsel di tangannya. "Siapa dia?"
Sesuai janji ya,aku UP 2 bab hari ini.
Boleh dong minta apresiasinya dengan memberikan jompol dan komentarnya 🤗🤭.
__ADS_1
Kalau bisa Vote nya juga ya,maaf Author banyak maunya 🙏😘