
"Aku yang menyatukan kalian? Kamu harus ingat itu mas. Kalau bukan karna aku,kalian gak akan bisa bersatu." Ucap Tania dengan emosi yang memburu.
"Tania,coba berfikir dengan jernih." Kata Fatih berusaha tenang.
"Kalian hidup di atas penderitaan ku,apa kalian tidak malu."
"Tania." Suara Fatih terdengar sangat menggema.
Sedang Azky masih diam tak mampu berkata.
"Azky... aku mohon,izinkan suami mu menikahi ku." Ucapnya dengan bersimpuh di kaki Azky seraya memohon.
Azky masih diam menatap sendu. "Apa yang harus aku katakan? Aku tidak merebut siap pun." Bergumam dalam hati.
"Tania,jangan bersikap seperti ini." Fatih berusaha membawa Tania untuk berdiri dan berhenti memohon di kaki sang istri.
"Aku gak mau mas,apapun akan aku lakukan demi mendapatkan izin dari istri mu. Aku mohon Azky."
"Sekalipun ia memberikan izin,aku tidak akan menikahi mu Tania." Fatih langsung menarik tangan Azky,lalu membawanya untuk berdiri dari duduknya.
"Aku datang ke sini untuk menolong mu Tania,aku mencari jalan keluar supaya kamu tidak merendahkan diri seperti ini." Ucap Fatih,setelah sama-sama berdiri.
"Kamu jahat Azky,kamu merebut mas Fatih dari ku." Tania berusaha menyerang Azky,beruntung Fatih ada di sana dan melindunginya.
"Aku tidak merebut mas Fatih." Kali ini Azky memaksakan diri untuk membuka suara. "Dia lebih dulu mengenal ku,bukan kamu Tania."
"Tapi kita hampir menikah,dan gara-gara kamu,mas Fatih pergi meninggalkan ku,apa sudah menjadi sifat mu merebut milik orang lain?"
Tiba-tiba. "Plak.." Saat itu juga Fatih menampar pipi Tania,yang sudah berani menghina istrinya. "Jaga mulut kamu Tania,aku datang ke sini secara baik-baik,tapi kamu membuat suasana menjadi seperti ini,jangan harap aku menganggap kamu teman lagi."
"Kamu keterlaluan mas." Ucap Tania sambil mengusap pipi yang di tampar oleh Fatih."
Keadaan semakin memanas,akhirnya Fatih membawa Azky keluar dari kediaman Tania,dengan meninggalkan paspor untuk Tania di atas meja.
"Kamu egois Azky,kamu merebut Fatih ku." Tania berteriak,terus menatap punggung Fatih dan Azky yang semakin menjauh,sampai mereka benar-benar tak nampak lagi di hadapannya. "Azky,kembalikan milik kuuuu..." hikss...hikss...
Perkataan Tania cukup mengganggu pikiran Azky,sepanjang perjalanan pulang,ia terus diam tanpa membuka suara. "Aku tidak merebut siapapun,aku tidak egois." Batin Azky bergumam.pandangannya terus menatap ke luar jendela.
Fatih mengerti akan hal itu,ia menggenggam erat tangan sang istri,lalu menciumnya punggung tangannya. "Jangan di fikirkan ucapan Tania tadi sayang." Ucapnya dengan menatap wajah sang istri singkat.
Seketika air mata itu mengalir sangat deras,ia tidak mampu lagi untuk menahannya. "Apa predikat perebut suami orang tidak bisa lepas dari diri ku mas?"
"Azky,apa yang kamu katakan?" Kata Fatih terheran.
"Apa aku merebut mu dari Tania mas?" Air mata itu semakin deras.
"Kamu tidak merebut siapapun sayang,buang jauh-jauh pikiran itu."
"Tapi Tania bilang."
"aku kan udah bilang,jangan pikirkan omongan Tania,dia udah gak waras."
"Apa aku sudah merebut hak orang lain?" hikss...hikss..
"Tidak sayang,tidak. Berhentilah menangis."
Menghela nafas dalam sebelum kembali bicara. "Nikahi dia mas,aku tidak mau hidup bahagia di atas penderitaan orang lain."
Seketika Fatih menginjak pedal rem,hingga terdengar dengan jelas suara decikan yang di hasilkan. "Apa yang kamu katakan Azky?" Tanya Fatih dengan mengernyitkan dahinya.
"Nikahi dia mas,aku gak mau terus.di salahkan."
__ADS_1
"Tidak ada yang menyalahkan mu sayang." Fatih menagkup pipi sang istri dengan tangannya,ia menatap kesakitan yang begitu mendalam di mata sang istri yang di penuhi dengan air mata.
"Aku tidak akan melakukan kesalahan seperti Zahfran lakukan dulu,yang tega membagi jiwa raganya dengan wanita lain."
"Tapi aku tidak merebut mas.Zahfran."
"Aku tau,aku tau semuanya Azky,dan aku tidak menyalahkan mu. Wajar kalau saat itu kamu mencintainya,karna memang saat itu Zahfran adalah suami mu."
"Tapi sekarang aku sudah tidak mencintainya lagi mas,bahkan sudah sangat lama aku melupakannya."
"Aku percaya sayang." Fatih menyeka air mata istrinya yang tak berhenti mengalir.
"Tapi Tania ..."
"Azky..cukup."
Diam...
"Aku milik mu,dan hanya milik mu. Mengerti?"
"Aku tidak merebut siapaun kan?"
"Tidak sayang." Fatih mengecup puncak rambut sang istri yang terbungkus hijab penuh kasih sayang.
"Kamu akan setia pada ku kan?"
"Iya."
"jangan membagi hati mu dengan wanita lain."
"Itu tidak akan pernah terjadi."
"Aku takut." hikss..hikss...
Perkataan Fatih cukup membuatnya tenang,tangis itu mulai mereda,perlahan ia melonggarkan pelukannya. "Jangan nagis lagi ya." ia menyeka sisa air mata yang mengalir.
"Setelah 3 hari Tania tidak meninggalakan indo,aku sendiri yang akan membawa dia ke bandara,suapaya kamu tenang."
"Baiklah."
"Sekarang kita pulang,dan jangan memikirkan masalah Tania lagi."
Azky mengangguk.
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah,walaupun tidak dengan hasil seperti yang di inginkan.
Di tempat lain,Kisya merasa lega setelah memeriksakan kandungannya pada dokter specialis,kalau ternyata rahimnya sudah siap untuk hamil. "Tuh apa aku bilang,aman kan?"
"Tetep aj,aku belum siap hamil,bukannya kamu jaga."
"Aku gak mau lah,aku mau punya anak ko. Aku mau punya anak kembar,nanti kedulian om Bram lagi."
"Emang anak itu ajang lomba apa?" Kata Kisya.
__ADS_1
"Sudah,sudah. Kalian itu mau jadi orangtua,malu dong kayak gini terus." Sela Shafiah melerai perdebatan mereka."
"Dia duluan tuh bun,masa udah nikah gak siap hamil."
"Aku belum siap kalau badan aku harus kendor-kendor karna hamil."
"Ya gak lah,aku kan banyak uang. Aku modalin kamu untuk oprasi." Kata Abiyu dengan bangganya.
"Punya uang?"
Diam... "Mmm...minta ayah dulu." He..he..
"Tuh kan bun,dia itu males banget."
"Terserah kalian,bunda pusing."
Perdebatan mereka terua berlangsung hingga akhirnya Kisya tidur di pangkuan Abiyu karna lelah,dan Shafiah hanya bisa tersenyum menatap mereka. "Anak-anak bunda."
Dua hari kemuadian,Tania mengirimi Fatih pesan yang berisi.
Tania : Mas Fatih..datang lah ke apartemen ku.
Fatih : Jangan bermimpi Tania.
Tania : Datanglah,mungkin ini hari terakhir ku ada di sini.
Tahan dulu ya,positif tingking dulu 😁🙏.
Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗
LIKE
KOMEN
VOTE
Follow ya,supaya bisa bikin group chat,biar bisa ngobrol santai di sana.😁😁
__ADS_1
💋🙏🙏