
"Cup.." satu kecupan mendarat di bibir Azky.
"Iiih..." Cepat-cepat ia bangun dari atas tubuh Zahfran sambil menyeka bibirnya.
"Salah sendiri malah bengong."Ucapnya sambil beranjak dari tempat tidur, ia membuka handuknya.
Seketika Azky teriak. "Aaaa.." memejamkan matanya kuat-kuat.
"Hei..tenang,aku sudah pakai boxer." Kata Zahfran dengan santainya, lalu ia melemparkan handuk itu langsung ke muka istri keduanya. "Simpan."
"iih.." merasa jijik dengan handuk miliknya.
"Cepat mandi." Titahnya.
"Anda keluar dulu,baru aku mau mandi."
"Sudah lah,aku tidak akan melakukan apa pun. Cepat." Ucapnya Sambil duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya. mengecek beberapa pesan masuk dari kolega bisnisnya.
"Aku tidak punya baju selain ini."
"Sudah ada di dalam lemari."
"Lemari? benarkah?" "Aku harus melihatnya sendiri." cepat-cepat ia membuka lemari yang letaknya tak jauh dari tempat ia berdiri.
Matanya membulat sempurna saat melihat isi di dalam lemari di penuhi lingeri yang menggantung.."Apa ini? Ini semua lingeri? anda sengaja ya? mana baju yang bisa aku pakai?" Teriak Azky semakin kesal.
"Kamu itu banyak bicara ya,lihat di lemari bagian atas."
Azky membuka lemari bagian atas,ia hanya melihat pakaian yang di sediakan Zahfran hanya 2 pasang. "Dasar tua bangka kejam,pelit." Ucap Azky mendengus kesal.
"Aku belum sempat membelinya."
"Kalau belum sempat membeli,kenapa banyak lingeri di sini? memangnya lingeri ini masuk sendiri ke dalam lemari.?"
"Sudah jangan banyak bicara,cepat mandi."
"Aku sangat membencimuuuu..." Teriak Azky sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Melihat kemarahan istri keduanya itu,membuat Zahfran semakin gemas ingin menghabisinya di atas ranjang. "Aku akan segera menghabis mu Azky,bersiaplah."
"Nyonya." Sapa Bram saat berpapasan dengan Shafiah saat menuju ruang kerja milik Zahfran.
"Bram? kamu di sini? Mas Zahfran hari ini sedang libur." Kata Shafiah mencoba mengingatkan.
"Ya nyonya,saya tau. Saya di perintahkan tuan untuk datang,mungkin tuan akan memberikan saya tugas yang lain." Ucap Bram tanpa menatap wajah Shafiah.
"Oh..aku fikir mas Zahfran gak bilang kamu."
"Tidak nyonya."
"Ya sudah,kamu mau nunggu di dalam ruang kerja?"
"Ya nyonya."
"Baiklah,kalau gitu ku duluan ya Bram."
"Baik nyonya."
Saat Shafiah hendak pergi,baru beberapa langkah,Bram memberanikan diri untuk memanggilnya. "Shafiah." panggil Bram setelah memastikan di sekitar mereka tidak ada siapaun yang melihat.
Shafiah terdiam sejenak saat Bram memanggil namanya bukan nyonya yang biasa dia katakan. lalu ia pun menoleh ke arah Bram sambil melihat sekeliling. "Bram?" Ucapnya dengan rasa takut.
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Bram satu-satunya orang yang sangat menghawatirkan dirinya.
"Maksud kamu apa?" Tanya Shafiah terheran.
__ADS_1
"Kamu pasti sangat menderita karna Zahfran memilih poligami."
"Tidak Bram,aku bahagia,aku akan berusaha menerima keadaan rumah tangga kami."
"Maafkan aku Shafiah,aku sudah membawa mu pada pria yang salah."
"Tidak Bram,tidak ada yang salah dalam hal ini." Ucap Shafiah mencoba meyakinkan.
"Syukurlah kalau kamu merasa baik-baik saja,tapi ingat Shafiah,Kalau kamu membutuhkan seseorang,aku selalu ada buat kamu."
"Terimakasi Bram, Kalau begitu aku pergi dulu."
"Baiklah." Bram menatap punggung Shafiah penuh rasa iba. "Seandainya aku lebih dulu menyatakan cinta pada mu.
Azky keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan berpakaian rapih,ia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil lalu duduk di depan meja rias sambil merapihkan rambutnya yang basah.
Sungguh kecantikan Azky mampu membuat Zahfran melupakan istri pertamanya, Shafiah.
Zahfran menghampiri Azky lalu berdiri jauh di belakangnya. Azky melihat Zahfran dari cermin. Ia memutar bola matanya jengah.
"ngapain sih dia di situ,lebih baik aku cepat keluar." Batin Azky. sambil beranjak dari duduknya.
"Heiii." Ucap Zahfran tiba-tiba.
Tak ingin merespon,ia hanya melihat di dalam cermin.
"Duduk." Titah Zahfran.
"Aku akan duduk kalau anda tidak berdiri di situ." Bantahnya.
"Duduk dan selesaikan riasan mu,atau aku akan mengurung mu seharian di dalam kamar."
"Kamu fikir,aku akan mengurung mu sendiri? Aku akan menemanimu di sini." Ucapnya dengan senyum yang sulit di artikan itu.
Terpaksa ia harus kembali duduk dan segera merapihkan rambutnya,dari pada harus berada di dalam kamar berduaan degannya. Ujarnya.
Sedangkan Zahfran,ia terus tersenyum penuh kemenangan menatap amarah istri keduanya membuat ia semakin gemas.
"Bunda...aku bisa mandi sendiri." Teriak Abiyu saat membuka pintu kamar mandi.
"Wow...hebat Nak." kata Shafiah sambil melempar senyum penuh rasa bangga.
"Abiyu sudah mulai besar nyonya,dia sudah mulai mandiri." Kata bu Ira berdiri di samping Shafiah.
"Ya bu. Rasanya baru kemarin aku melahirkannya,sekarang dia sudah besar."
Abiyu menghampiri Shafiah sambil menenteng baju di tangannya. "Bunda bantu aku,aku kesulitan memakai ini."
"Mari,bunda bantu." Shafiah mengulurkan tangannya dan Abiyu pun menyerahkan bajun itu lalu Shafiah membantu Abiyu mengenakan bajunya.
Setelah selesai,mereka keluar dari kamar Abiyu menuruni anak tangga sambil menggandeng tangan putra tercintanya. "Bunda,kemana ayah?" Tanya Abiyu mendongakan kepalanya.
"Ada,mungkin sekarang ayah sudah di ruang makan nak." Jawab Shafiah.
Dan benar saja,Zahfran dan Azky saat ini sudah berada di ruang makan menunggu kedatangan Shafiah dan Abiyu untuk sarapan pagi. "Kemana saja kamu? Kenapa lama?" Tanya Zahfran pada Shafiah.
__ADS_1
"Aku tadi nunggu Abiyu selesai mandi mas." Jawab Shafiah sambil menarik kursi lalu duduk di sebelah kanan Zahfran.
"Mba,itu putra mu?" Tanya Azky tersenyum gemas melihat ketampanan Abiyu.
"Iya." Jawab Shafiah ramah.
"Hei...Abiyu..ganteng banget siih.." Ucap Azky gemas.
"Bunda itu siapa?" Tanya Abiyu terheran saat melihat orang asing yang ikut sarapan dengannya.
"Itu.."
"Azky,nama ku Azky,panggil tante Azky ya." Sambar Azky.
"Tante?" Ucap Abiyu terheran.
"Iya Nak. Itu tante Azky,ayo kita makan,bunda sudah lapar." Ucap Shafiah mencoba mengalihkan pembicaraan.
Saat Shafiah menyendokan nasi ke atas piring sang suami,ia melihat ada luka di bibir bawahnya "Mas,bibir mu kenapa? kamu jatuh?" Tanya Shafiah khawatir.
"Tidak." Jawabnya singkat.
"Lalu kenapa bisa sampai luka begitu?"
"Menurutmu?" Bicara pada Shafiah tapi pandangannya menatap wajah Azky sambil tersenyum.
Shafiah terkejut dengan perkataan suaminya yang mengisyaratkan bahwa mereka sudah melakukan malam pertama tadi malam. ia menatap Zahfran dan bergantian menatap Azky.
Azky yang mengetahui kecemburuan Shafiah,ia langsung membantah ucapan dari suaminya. "Tidak mba. kita tidak melakukan apapun." Bantah Azky.
"Heii..kamu fikir siapa yang berani melakukan ini pada ku kalau bukan kamu."
"Iya,tapi...itu tidak seperti yang mba Shafiah fikirkan."
"Apa kamu melarangku Shafiah?" Tanya Zahfran dengan entengnya.
"Tidak mas. Kalian sudah menjadi suami istri kalian bebas melakukan apapun." Ucap Shafiah menahan rasa cemburunya.
"Tapi mba,kita tidak melakukan apapun."
"A...Aku ke kamar dulu mas,ponsel ku tertinggal."
"Mba..tunggu." Azky mecoba menahan kepergian Shafiah,namun tanga Zahfran lebih cepat menghentikan langkahnya.
"***Kenapa aku harus menanyakan hal bodoh seperti itu,mereka sudah sah menikah Shafiah,sadarlah.mereka bebas melakukan apapun.itu hak mereka***." Shafiah menangis sambil berlari kecil menuju kamarnya.
__ADS_1