Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 99


__ADS_3

"Sakit mas.." mencengkram kuat baju suaminya menahan sakit yang teramat.


Tidak tau apa yang harus ia lakukan,ia membawa tubuh sang istri berbaring di atas sofa. Semakin panik saat Shafiah menjerit kesakitan. "Aakkhh...." Wajahnya semakin pucat menahan sakit.


Tak menunggu waktu lama,Zahfran lari ke lantai atas menuju kamarnya,mengambil kunci mobil di dalam laci lalu membawa Shafiah ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama.


Begitu tiba di Rumahsakit,ia langsung di larikan ke ruang IGD untuk mendapatkan penanganan.


Kejadian lucu terjadi di sana,saat dokter akan memeriksa bagian perut sang istri,kebetulan dokter yang sedang berjaga di sana seorang Dokter muda dan tampan,Zahfran langsung mendekat lalu menghempaskan tangan Dokter itu kuat-kuat,saat Dokter mau menyentuh perut istrinya. "Apa yang akan anda lakukan?" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


"Memeriksanya. Apa lagi?" Jawab Dokter


Sedang Shafiah masih merintih kesakitan tak mampu berkata apa-apa. "Jangan bersikap konyol mas." Batin Shafiah masih meringis kesakitan.


"Tidak perlu menyentuh."


Semua terdiam heran,dokter dan suster di sana saling menatap heran. "orang aneh." Tukas salah satu suster di sana.


"Kalau saya tidak memeriksanya,bagaimana saya tau apa penyakitnya." Jawabnya lagi.


Shafiah bukan tidak tau dengan sikap konyol suaminya,dia langsung menarik tangan Zahfran dan memintanya untuk menunduk. "Biarkan Dokter ini memeriksa ku." Suaranya terdengar menggeram menahan kesal pada suaminya dan rasa sakit di perutnya.


"Tapi sayang.."


"Mas..." Kali ini sang istri mengatakannya dengan sedikit berteriak.


Dokter dan suster di sana pun terkikik lucu merasa puas karna dia mendapatkan bentakan dari istrinya. Zahfran melangkah mundur lalu Dokter muda tampan itu mulai memeriksa kembali.


Proses pemeriksaan tidak lama,yang membuat lama adalah perdebatan antara Zahfran dengan Dokter muda itu.


Tak lama setelah dokter memberi obat,sakit di perutnya mulai mereda dan mulai bisa di ajak berbicara. "Bantu aku bangun mas." Pinta Shafiah pada suaminya.


Dengan sigap Zahfran membantu sang istri untuk duduk. "Udah gak sakit?" Tanya Zahfran.


"Sedikit."


"Ini,, kalau suami anda tidak ikut campur,sakitnya sudah hilang dari tadi nyonya." Timpal Dokter muda itu yang masih berdiri di depan Shafiah.


"Maaf dok."


"Tidak apa-apa."


"Kalian malah ngobrol. Katakan,ada apa dengan istri saya?" kembali Sewot.


Tidak langsung menjawab pertanyaan Zahfran,Dokter itu malah bertanya pada Shafiah. "Kapan terakhir anda datang bulan?"


"Yang bertanya saya dok,kenapa anda malah bertanya sama istri saya.?" Emosi babang Zahfran kembali memuncak.


"Memangnya anda tau kapan terakhir istri anda datang bulan?" Rasanya Dokter ingin sekali meminta Security untuk menyeret Zahfran keluar dan membiarkan ia konsentrasi memeriksa pasien.


Zahfran terdiam tak bisa menjawab.


"Saya lupa dok,tapi kayaknya sudah lebih dari dua bulan saya tidak haid." Saut Shafiah yang masih duduk di atas ranjang Rumah sakit.


"Anda sedang hamil nyonya,memangnya anda tidak tau?"


"Apa?" Saut mereka bersamaan. "Aku hamil dok?" Shafiah kembali bertanya untuk lebih memastikan.


Dokteri itu mengangguk. "Iya betul. Dan kemungkinann usia kandungan anda sudah lebih dari dua bulan.


"Kamu hamil sayang." Zahfran menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya.


Shafiah mengangguk dengan senyum penuh kebahagiaan,begitupun dengan Zahfran. ia langsung membawa tibuh Sahfiah ke dalam pelukannya. "Terimakasih sayang..terimakasih.." Beberapa kali Zahfran mengecup puncak rambut sang istri yang terbungkus hijab.


Pasalnya selama 3 tahun ke belakang Shafiah tidak lagi meminum pil KB karna memang sedang merencanakan ingin memiliki anak lagi.

__ADS_1


Dan Alhamdulillah,penantian bertahun-tahun akhirnya terkabul juga,Allah memberikan kepercayaan lagi pada dirinya untuk kembali mengandung dan memiliki anak lagi.


Begitu sampai di rumah,Shafiah memilih beristirahat di dalam kamarnya tanpa di temani suami,karna Zahfran harus menemani putri kembarnya bermain di bawah.



Kediaman Fatih.



Apartemen sebesar itu,hanya di huni oleh dua orang saja,terasa sepi,bukan hanya sepi,bahkan sangat hening,seperti tidak berpenghuni.



Tapi...lain halnya dengan satu kamar pengantin ini,penghuninya di buat sibuk di dalam sana,tanpa ampun,semua hal mereka lakukan di dalam kamar. Seperti saat ini,untuk makan siang saja mereka lakukan di dalam sana.



Betul-betul bak Ratu,Azky di mendapat perlakuan istimewa dari sang suami,makan,minum,cemilan,semuanya sudah ia siapkan di dalam kamar.



Ini sih bukan memanjakan istri,memang dasarnya saja dia ingin terus berduaan dengan istri tercinta,tau dong apa yang akan mereka lakukan di sana. SKIP...



Hingga malam pun tiba,Azky merasa lemas kalau terus berada di dalam kamar,hingga akhirnya ia meminta Fatih untuk jalan-jalan ke luar menghirup udara segar kota Jakarta di malam hari.



"Mas..kita makan malam di luar yuk?" pinta Azky yang saat ini masih dalam dekapan Fatih di atas tempat tidur dengan menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.




"Di Restauran XX.. tempatnya gak jauh ko dari sini."



"Boleh,memangnya kamu sudah lapar lagi?"



Azky mengangguk. Bagaimana tidak,hari ini ia bekerja keras seharian bersama sang suami.



"Mau ajak anak-anak?"



"Anak-anak pasti udah tidur mas. Tapi besok kita jemput anak-anak ya." pinta Azky sambil mendongakan kepalanya.



"Iya sayang,besok aku jemput mereka." Cup..satu kecupan mendarat di kening istri tercinta.



Betapa bahagianya perasaan Fatih saat ini,wanita yang ia jaga kehormatannya selama bertahun-tahun,akhirnya menjadi miliknya seorang,terlebih ia menikah bukan karna belas kasihan,tapi karna Azky juga mulai mencintainya.



Fatih dan Azky pergi kerestauran Xx untuk sekedar makan malam romantis hanya berdua saja. Ini kali pertama dinner yang mereka lakukan setelah menikah. Menikmati indahnya malam, Fatih menggenggam tangan Azky seraya menciumnya.

__ADS_1



" Apa kamu bahagia sayang ?" Tanya Fatih serius.



" Sangat mas, aku sangat bahagia..." Jawab Azky tersenyum senang.



Tiba tiba saja, pandangan Azky tertuju pada seorang wanita yang ia kenal.



" Mbak Shafiah...." Panggil Azky.



Shafiah yang merasa terpanggil pun segera menghampirinya. " Kalian.....malam-malam disini juga ?" Tanya Shafiah berbasa basi.



" Iya mbak. Mbak juga ?" Tanya Azky. Shafiah pun hanya mengangguk sambil melempar senyum.



" Gabung sama kita aja ya mbak, anggep kita sedang double datte sekarang he he he. Bolehkan mas ?" Azky melirik kearah suaminya meminta persetujuan.



Fatih mengangguk setuju." Iya sayang ...."



Zafran masih tak bergeming, ia sibuk dengan ponselnya.



" Mas...." Shafiah menyenggol lengan suaminya.



" Ah ya.....kenapa ?" Tanyanya.



" Jangan maen hp terus dong !"



" Iya sayang, mau disuapin ?" Tanya Zafran yang mengerti maksud istrinya. Shafiah mengangguk bahagia, sekarang Zafran bukanlah yang dulu, bahkan kadar kepekaannya sudah mencapai 95 persen saat ini



Terjadilah malam double datte yang sangat berkesan untuk keduanya.


Fatih teramat bahagia, karna istrinya sekarang sudah mulai mencintainya dan melupakan perasaannya pada masa lalu.


Begitu pun dengan Shafiah, kehamilan ke dua yang selalu ia nantikan kini akhirnya menjadi nyata. Bahkan untuk kali ini, perhatian Zafran semakin bertambah hingga membuat bumil yang satu ini selalu betah dalam dekapannya.



Next gak niih?


Sesuai permintaan yang pasti ya..🙏

__ADS_1


__ADS_2