Dia Maduku

Dia Maduku
Salam perpisahan


__ADS_3

Tidak perduli,dengan pesan yang Tania kirim,setelah membukanya,ia memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jas,lalu melanjutkan metting dengan para karyawan.


30 menit lamanya metting itu berlangsung, Belum juga selesai dengan mettingnya,tiba-tiba Alex masuk ke dalam ruang metting tanpa mengetuk pintu lebih dulu,seketika semua mata tertuju padanya. "Ada apa tuan Aalex?" Taya sekertaris Fatih.


Alex melihat sekeliling,kalau saat ini ia menjadi pusat perhatian mereka,tadinya dia mau berteriak memberi kabar buruk,tapi...keadaan seperti ini, akhirnya ia berjalan perlahan sambil menunduk menghampiri Fatih,lalu berbisik di telinganya. "Sorry."


"Ada apa? ini..kalau sampai gak penting,aku potong gaji ya Lex,udah ganggu metting." Kata Fatih ucapnya pelan.


"Penting mas Bro."


Fatih diam mendengarkan.


"Tania ada di rumahsakit." Bisik Alex.


"Deg..


"Dia melakukan percobaan bunuhdiri."


"Di Rumahsakit mana dia sekarang?"


"Rumahsakit XX."


Saat itu juga Fatih langsung berdiri mengakhiri mettingnya,ia meninggalkan kantor bersama dengan Alex menuju rumahsakit yang menangani Tania.


"Kamu ko bisa tau Tania melakukan percobaan bunuhdiri?" Tanya Fatih dalam perjalanan menuju rumahsakit. Ia duduk di samping kemudi,dan Alex yang menjadi driver nya.


"Kebetulan tadi aku telfon Tania,dan yang angkat pihak Rumahsakit." Saut Alex fokus dengan padatnya jalanan ibu kita siang ini.


"Kenapa jadi begini Tania? aku gak nyangka kamu senekat ini." Kata Fatih khawatir.


"Kamu tau kejadian ini?" Tanya Alex.


"Tadi,sebelum metting dia chat aku,dia ngancem,pake acara mau bunuhdiri segala,aku fikir dia cuma ngancem,dan aku gak nyangka kalau dia beneran ngelakuinnya."


"Berdoa aja,supaya Tania baik-baik aja." Kata Alex.


"Iya.."


40 menit menempuh perjalanan,akhirnya mereka tiba di Rumahsakit,kalau dengan pencobaan bunuh diri bisa menghadirkan Fatih di dekatnya,maka ia berhasil.


Fatih menatap tubuh Tania terbaring lemah di atas ranjang besi,dengan selang oksigen di hidungnya. "Tidak seharusnya kamu melakukan ini Tania,kamu cantik,pintar,kenapa harus seperti ini karna aku?" Ucap Fatih,yang saat ini sedang berdiri di samping Tania,sedang Alex berdiri di sebelahnya.


"Apa dia minta di nikahin lagi?" Tanya Alex.


Fatih mengangguk,namun pandangannya terus menatap Tania.


"Ntah aku harus bilang apa,jangan karna melindungi seseorang,kamu harus menyakiti orang lain." Kata Alex.


"Maksud kamu?" Fatih mengernyitkan dahinya menatap Alex.


"Mas Bro,apa kamu akan menikahi Tania?"


"Sedikitpun aku gak berniat menjadikan dia istri kedua ku. Tapi..nyawanya..?"


Tak lama orang tua Tania hadir di sana,yang kebetulan baru saja sampai di Jakarta. Mereka datang untuk memenuhi panggilan sang putri,satu hari sebelum melakukan percobaan bunuhdiri.


Begitu masuk,ayah Tania melihat Fatih di sana,dan langsung melayangkan pukulan tepat di perutnya. "Bugh...." "Ini semua gara-gara kamu Fatih."



Sedangkan di tempat lain. Azky yang saat ini sedang menyiapkan makan siang untuk kedua putri kembarnya,tiba-tiba merasa lemas lalu duduk di samping mereka. "Umi kenapa?" Tanya Aisyah sambil mendongakan kepalanya menatap kegelisahan uminya.



"Umi gak apa-apa nak." Saut Azky berusaha biasa saja. Ia mengecup puncak rambut putrinya lalu kembali melamun. "***Ada apa? kenapa aku segelisah ini***?." Batin Azky bergumam.



Selesai dengan acara makan siangnya,Azky membawa putri kembarnya ke rumah Shafiah,karna mereka merengek ingin bertemu ayah dan bundanya,dan kebetulan hari ini Zahfran sedang libur.



Masih dalam perjalanan,tiba-tiba ia teringat belum memberikan kabar pada Fatih,kalau dia akan berkunjung ke rumah Shafiah.



Nampak si kembar anteng duduk di jok penumpang,ia menghentikan laju mobilnya di bahu jalan guna menghubungi Fatih. "Umi kenapa berhenti?" Tanya Asiyah.



"Umi kabarin Abi dulu ya,takut Abi nyariin."

__ADS_1



Beberapa kali ia mencoba menghubungi namun belum juga mendapat jawaban,3,4,5 kali panggilan tetap sama.



Karna tak kunjung mendapat jawaban,akhirnya Azky kembali melanjtukan perjalanan.



menempuh waktu 30 menit.mobil yang mereka tumpangi tiba di tempat tujuan,ia melihat putri kembarnya tertidur pulas,kalau harus membangunkan gak tega,hingga akhirnya ia menghubingi Shafiah,dan meminta bantuan Abiyu untuk menggendong si kembar.



Karna Abiyu sedang asik di dalam kamar dengan sang istri,akhirnya Zahfran sendiri yang turun ke parkiran menghampiri Azky.



"Azky..." panggul Zahfran dari belakang.



Azky pun menoleh ke arahnya. "Mas Zahfran" Cukup kaget memang,meminta bantuan Abiyu,yang datang malah mantan suaminya.



"Anak-anak tidur?" Tanya Zahfran melangkah semakin dekat.



"Iya mas." Jawab Azky singkat.



Zahfran membuka pintu,dan langsung menggendong putri kembarnya yang sudah mulai besar itu. "Kuat mas?" Tanya Azky.



"Kuat lah." kalau gak,gengsi kali ha..ha..ha..



Obrolan hangat terus berlangsung sepanjang jalan menuju Unit miliknya. Tiba di sana Zahfran langsung menidurkan putri kembarnya di kamar yang biasa mereka gunakan kalau sedang berkunjung.




"Alhamdulillah baik mba. Mba sendiri?" Balik bertanya.



"Alhamdulillah aku juga baik."



Sedang asik mengobrol,tiba-tiba ponsel mlik Azky berdering,tertera nama suami ku dalam layar ponsel,nampak senyum simpul di bibirnya,bahkan kegelisahan yang sedaritadi mengganggu sirna begitu saja. "Assalamuakikum." Ucap salam Azky setelah sambungan telfon terhubung.



"Waalaikumsalam." Seketika wajah Azky berubah kebingungan.



"Ini siapa?"



"Alex."



"Ada apa Lex?" semakin penasaran.



"Aku akan menceritakan semuanya,tapi...jangan kaget ya."



Diam menyimak semua perkataan Alex mengenai percobaan bunuhdiri Tania yang berhasil di gagalkan. Alex menjelaskan semuanya,bahkan sampai Fatih mendapat pukulan dari orangtua Tania.

__ADS_1



Air mata Azky mengalir begitu saja,tatapannya kosong menatap ke depan. "Apa yang kamu katakan Alex?" Tanya Azky dengan deraian air mata.



"Azky,kamu baik-baik saja kan?" Kata Shafiah sambil mengusap bahunya seraya menenagkan.



"Aku mengatakan yang sebenarnya. Dan sekarang ia sedang berunding dengan orangtua Tania." Timpal Alex.



"Apa suami ku akan menikah lagi?"



"Aku gak tau,Fatih cuma meminta ku memberitahu kamu untuk kemungkinan terburuknya."



Hikss...hikss... "Sambungan telfon pun terputus,Azky menangis terisak-isak,Zahfran yang sedang di ruang kerja pun bisa mendengar suara tangis Azky,ia keluar dari ruang kerjanya,menghampiri sang istri di ruang kekuarga. "Ada apa sayang?" Tanya Zahfran pada sang istri.



"Mas.. Aku gak tau,barusan dia nerima panggilan dari Alex,habis itu dia nangis.."



Zahfran duduk di sebelah Azky. "Kenapa?"



Azky memeluk Shafiah sangat erat,aku takut mba..aku takut.."



"Takut kenapa?"



Azky menceritakn permasalahan dia,Fatih,dan Tania pada Shafiah,semua ia jelaskan,bahkan di hadapan Zahfran.



Sempat terpancing emosi,namun ia coba menahannya. 2 Jam kemudian,Fatih hadir di antara mereka. "Azky.." Suaranya terdengar lirih.



Semua menoleh ke arah sumber suara,Azky langsung bangkit dari duduknya,lalu memeluk Fatih di hadapan semua orang. "Kamu tidak menikahi Tania kan mas?" hikss...hikss...



"Aku tidak menikahinya sayang,kamu jangan takut ya?"



"Kamu gak bohong kan?"



"Tidak sayang."



Terjawab sudah ya pertanyaan Reader ku tersayang 😁🙏.




Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Follow ya,supaya bisa bikin group chat,biar bisa ngobrol santai di sana.😁😁

__ADS_1


💋🙏🙏


__ADS_2