Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 39


__ADS_3

Kayla dan Audy tengah asik bermain di ruang keluarga bersama orangtua mereka, Kiran berada di dalam kamar sedang mengepak pakaian, karna rencananya dia akan berhenti kerja malam ini, menunggu Kayla tidur. Kalau Kayla tau Kiran akan berhenti bekerja, dia pasti akan melarangnya.


"Hoaamm.." Kayla mulai mengantuk, dan merengek minta di temani tidur oleh Kiran.


"Kakaknya lagi cape nak." Kisya berusaha agar putrinya tidak tidur dengan Kiran, dan memang beberapa hari ini Kisya membatasi interaksi putrinya dengan Kiran.


"Gak mau, aku mau kak Kiran yang temenin aku."


"Bunda keluar.." Kayla mendorong Kisya keluar dari kamarnya, setelah itu ia menutup pintu kamar cukup kuat, dan berdiri di balik pintu sambil bersandar.


"Aku mau tidur sama kakak." Teriak Kayla dari dalam.


Kiran yang juga berada di belakang Kisya bersama Shafiah tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan Kayla yang terus merengek minta di temani tidur olehnya.


"Sya.. Gak apa-apa, cuma malam ini aja ko." Kata Shafiah berusaha membujuk Kisya untuk sedikit menurunkan egonya.


Kisya melangkah maju menghampiri Kiran. Ia menatap wajah Kiran dengan tatapan marah. "Kamu puas? kamu puas sudah mengambil hati anak ku? dan tidak menutup kemungkinan kalau kamu juga berusaha mengambil hati suami ku."


"Kak.." Suara Kiran terdengar lirih.


"Apa..? apa aku salah?"


Kiran menunduk tak mampu berkata, karna melawannya bukanlah jalan keluar.


"Sya.. Udah dong."


"Jangan kayak gitu terus." Kata Shafiah coba menenangkan suasana yang hampir kembali memanas.


Kisya menghela nafas dalam, dan membuang muka ke sembarang arah. Tapi suara Kayla terus terdengar sangat nyaring, membuat ia hampir kehabisan akal.


"Aku mau telfon Abiyu dulu bun, siapa tau Kayla mau kalau tidur di temenin ayahnya." Kisya berlalu meninggalakan Shafiah dan Kiran di sana.


"Maaf ya Ran."


Kiran terus berusaha tersenyum walau hatinya sakit.



Sedangkan yang di sebrang sana, Abiyu nampak masih di sibukan dengan kehadiran teman kampusnya, yang baru saja pulang dari luar negri dan memintanya untuk ikut bekerjasama dengannya.



Ponsel miliknya berdering, Ia menghentikan sejenak obrolannya, lalu menjawab panggilan dari sang istri. "Kenapa Yank..?" Tanya Abiyu yang saat ini berdiri di depan kaca jendela ruang kerjanya.



"Kerjaannya belum beres Biy..?"



"Udah sih, cuma temen aku masih ngajak ngobrol, dia mau inveskan uangnya di Resturan kita Yank, mantap gak tuh?" Kata Abiyu antusias.



"Iya, selamat ya Biy."



"Tapi ada sedikit masalah di rumah."



"Kayla gak mau tidur, di temenin aku juga gak mu." Saut Kisya kebingungan.



"Maunya sama siapa?" Tanya Abiyu.



"Kiran." Jawabnya singkat.



"Ya udah, biarin aja sih, lagian dia udah kebiasaan tidur sama Kiran juga."



"Kamu ko malah biarin sih?"



"Sayang..daripada dia gak mau tidur, ini udah jam sepuluh loh." Abiyu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.



"Ya kamu cepetan pulang dong, siapa tau sama kamu mau." Pintanya sedikit memaksa.



Abiyu melihat temannya masih mengobrol dengan Bram, dan percakapan mereka sepertinya serius, tapi bagaiman lagi, sulit menolak keinginan Kisya.


__ADS_1


"Abiy..."



"Iya yank, iya. Aku pulang sekarang."



"Ya udah, aku tunggu, aku mau ke kamar Kayla lagi, coba bujuk dia."



"Ya udah."



"Assalamualaikum."



"Waalaikumsalam."



Setelah sambungan telfon terputus, Abiyu kembali duduk bersama mereka di samping Bram, tak lama, ia pun terpaksa harus menghentikan obrolan malam ini, dan menggantinya dengan hari lain. "Ok, nanti kabarin gue ya."



"Sip.."



Setelahnya, teman Abiyu pun pergi, tak lama Abiyu pun pamit pada Bram. "Ada apa sih Biy..? gak biasanya kamu sesibuk ini sama urusan rumah?" Kata Bram terheran, karna Abiyu belum menceritakan peristiwa saat itu padanya.



"Aku belum bisa cerita sekarang om, nanti ya." Abiyu memakai jasnya tergesa-gesa, mencari kunci mobil yang entah ia letakan di mana.



"Nanti, nanti terus, tapi gak cerita."



"Aku gak ada waktu om."



"Ini kunci ke mana sih?" Abiyu mendengus kesal, saat waktu memburunya, dia malah sibuk mencari kunci mobil yang entah ia letakan di mana.




"Mobil lah Om." Terus mencari kesana kemari, tetap tidak di temukan.



"Abiyu.." Bram memanggilnya sambil duduk santai di atas sofa, sedangkan Abiyu terus sibuk mencari.



"Apa sih om? bukannya bantuin, malah duduk manis." Katanya sambil menggeser meja di depan Bram.



"Heh...kakek."



"Apa..?"



"Itu yang di tangan kamu apa..?"



Kening Abiyu mengerut. "Tangan?" Ia baru menyadari kalau kunci yang ia cari-cari, ternyata sudah ada di tangannya.



he..he.. "Iya, aku lupa om."



"Ya ampun Biiiy... kenapa jadi pikun gini sih?" Tanya Bram seraya menggelengkan kepalanya.



"Banyak hal yang kamu lupain loh."


__ADS_1


"Iya Om tau." Tak ada waktu lagi, Abiyu segera meninggalka Restauran. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah keramaian kota Jakarta, kota yang tak pernah tidur, kota yang selalu ramai dengan lautan manusia yang tak kenal waktu.



Begitu sampai di aprtemen, ia menghampiri Shafiah dan Zahfran yang masih duduk santai sambil menyaksikan acara TV.



"Assalamualikum."



"Waalaikumsalam." Mencium punggung tangan orangtuanya, lalu menanykan keberadaan Kisya "Kisya di mana bun?"



"Kayaknya di kamar deh."



"Ya udah, aku ke kamar dulu ya bun."



"Iya nak."



Ia berlalu naik ke lantai atas, menemui Kyla lebih dulu sebelum ke kamarnya. "Udah gak nangis, apa udah tidur?" Karna tak ingin membangunkan tidurnya, Abiyu membuka pintu sangat pelan dan hati-hati. Ia melihat Kayla sudah tertidur lelap dalam keadaan lampu sudah di matikan.



Ia pun melangkah masuk, menutup kembali pintunya, lalu berbaring di samping seseorang yang sedang memeluk Kayla. "Kamu berhasil menidurkannya sayang." Abiyu mencium puncak rambutnya, sangat dalam, sangat lama, penuh cinta. Ia bahkan masuk ke dalam selimut itu, dan melingkarkan tangannya ke perut istrinya.



"Kriing..." Ponsel Abiyu berdering, tak ingin mengganggu tidur anak dan istrinya, ia seger bangun, lalu keluar dari kamar Kayla untuk menerima panggilan masuk. Membuka dan menutup pintu sangat hati-hati.



"Siapa sih malem-malem?" Baru saja akan menerima panggilan masuk, seketika Abiyu menjatuhkan ponselnya saat melihat Kisya keluar dari kamarnya.



"Prak.."



"Abiy.. Handphon nya.." Sangat cepat dia mengambil ponsel milik suaminya yang tiba-tiba terlepas dari tangannya.



"Hati-hati dong Biy, rusak deh ini." Selorohnya sambil mengusap layar ponsel yang retak karna membentur lantai.



"Kisya..?"



"Apa?"



"Ka..kamu..dari mana?" Tanyanya terbata.



"Dari kamar lah."



"Bukannya temuin aku kalau udah pulang."



"***Kalau kamu dari kamar, lalu...siapa yang aku peluk, dan aku cium di dalam***?"



Tak lama sosok itu pun keluar dari kamar Kayla, sambil menenteng tas besar berisi baju, "Aku udah siap kak."



Abiyu menoleh ke belakang. "Kiran..?"



"Aku siap pergi malam ini."



Selelu tinggalkan jejak ya Reder.

__ADS_1


LIKE,KOMEN,VOTE, juga BUNGA 🥰🙏


__ADS_2