Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 65


__ADS_3

"Jangan berani menyentuhnya."


"Mas Fatih?"


"Kamu tidak apa-apa Rani?"


Rani menggelengkan kepalanya sambil menangis.lalu Fatih membawa Rani berdiri di belakangnya.


"Om,ada apa ini? Kenapa ayah memeluk wanita itu? Siapa dia om?" Rafa semakin pusing di hujani sejuta pertanyaan dari keponakannya.


"Abiyu,sebaiknya kamu pulang,ini urusan orang dewasa."


"Tapi aku berhak tau apa yang sebenarnya terjadi om."


"Iya,om akan menjelaskannya nanti,setelah masalah ini selesai.om janji,dan sekarang Abiyu pulang dulu ya." Pinta Rafa pada Abiyu,ia tidak mau Abiyu berfikir yang tidak-tidak tentang ayahnya.


"Baiklah,aku akan pulang.tapi Om janji harus menjelaskannya nanti."


"Ya Abiyu,sekarang pulang lah."


Lali Abiyu pun pulang dengan membawa sejuta pertanyaan.


"Zahfran,Fatih,sebaiknya kita bicarakan baik-baik di rumah,tidak enak di sini kita jadi pusat perhatian warga yang berlalu lalang." Ucap Rafa mencoba menenangkan mereka.


"Bagaimana kamu bisa ada di sini Fatih? Dan ini." Zahfran menyeka darah yang mengalir di pelipisnya akibat pukulan dari Fatih. "Apa ini? Kenapa kamu memukul ku? Dan kenapa Azky malah berlindung di belakang mu? Jelaskan Fatih."


"Zahfran,aku mohon berhenti mengganggu kehidupan Rani."


"Rani? Maksud mu Azky?"


"Ya"


"Azky,sejak kapan kamu mengubah nama mu menjadi Rani?" Tanya Zahfran pada Rani yang masih meminta perlindungan dari Fatih.


"Itu bukan urusan mu mas." Ucap Rani tegas.


"Zahfran,tolong lah hentikan,kita bicarakan di rumah." Rafa terus berusaha menghentikan perdebatan mereka.


"Aku tidak akan berhenti sampai mereka menjelaskan semuanya pada ku."


"Apa yang ingin kamu dengar dari ku mas? Kamu ingin tau ada hubungan apa aku dengan mas Fatih?"


Zahfran diam.


"Baiklah,kalau kamu mau tau,aku... calon istrinya mas Fatih." Ucap Rani tanpa ragu.


"Apa?" Zahfran mengernyitkan dahinya.


"Rani,kamu sadar dengan ucapan mu barusan?" Kata Fatih seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan Rani.


"Ya mas,aku menerima lamaran mu."


"Haa..haa..lelucon macam apa ini Azky?" Zahfran tertawa menahan emosi yang bergejolak di dalam hatinya.


"Ini bukan lelucon mas,ini kenyataan. Aku bukan lagi istri mu,aku bebas menikah dengan siapa pun,kau yang mengatakan itu kan saat kamu menjatuhkan talak pada ku?"


Zahfran terdiam,kembali ia teringat masa lalu saat ia menjatuhkan talak pada Azky. Zahfran melangkah mundur seolah tak percaya dengan apa yang sudah ia dengar tadi.


"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan Azky?"


"Ya,aku sangat yakin,dan aku mohon jangan ganggu kehidupan ku lagi."


"Zahfran." Rafa memegang tubuh Zahfran yang hampir jatuh.


"Baiklah Azky,aku tidak akan mengganggu mu lagi. Maafkan aku Azky,aku sudah melewati batas."


"Apa yang aku lakukan?ingat Zahfran,Azky bukan lagi milik mu,biarkan dia dengan kehidupannya Zahfran." Batin Zahfran sambil melangkah pergi.


Namun langkah itu tiba-tiba terhenti saat Aisyah dan Asiah keluar dari dalam rumah,dan memanggil Rani. Umi..hikss..hikss..sambil menagis mereka berlari menghampiri Rani lalu memeluknya.


"Anak-anak."


"Anak-anak?" Zahfran memutar tubuhnya kembali menoleh ke belakang. "Anak-anak itu? mereka memanggil Azky dengan sebutan Umi? Itu artinya..?" Batin Zahfran bergumam sambil menatap wajah-wajah mungil itu.

__ADS_1


Azky menatap wajah Zahfran,ia tahu apa yang ada di dalam pikirannya,bahkan ia tau apa yang akan Zahfran tanyakan padanya setelah ini.


Rani terdiam sambil memeluk kedua putrinya.


"Selesai sudah rahasia yang selama ini Rani sembunyikan rapat-rapat,mungkin ini sudah waktunya Zahfran tau kalau ia memiliki putri kembar buah cintanya bersama Rani." Batin Rafa.


"Azky,bisa kamu jelaskan pada ku siapa mereka?" Tanya Zahfran dengan tatapan mengintimidasi.


"Aisyah,Asiah,kalian masuk ya,nanti umi menyusul."


"Tidak mau umi,ayo umi juga ikut masuk." Mereka menarik-narik gamis Rani.


"Ayo,masuk sama Om." Rafa mencoba membujuknya.


"Tidak mau,aku mau sama umi." Mereka malah semakin mengeratkan pelukannya.



Di kediaman Dewi.



"Bunda.. Bunda.." Abiyu memanggil Shafiah dengan berteriak mencari keberadaan Shafiah di setiap ruangan.



Shafiah yang baru selesai mengerjakan solat dzuhur di dalam kamar pun langsung keluar karna mendengar teriakan Abiyu yang terus memanggil dirinya. "Abiyu? kenapa teriak-teriak?" Saut Shafiah setelah menutup kembali pintu kamarnya.



Begitupun dengan Dewi,ia keluar dari kamarnya karna mendengar teriakan Abiyu. "Ada apa Sha?" Tanya Dewi.



"Gak tau nih Abiyu. Ada apa nak?"



"Bunda,ayah berkelahi dengan om Fatih."




"Tidak bun,Om Fatih ada di sini,dan Om Fatih sedang berkelahi dengan ayah."



"Kamu serius?"



"Iya bun."



"Kamu gak salah lihat?"



"Gak bun,aku melihat Om fatih memukul ayah,dan aku juga melihat ayah memeluk seorang wanita bun."



"***Apa yang Abiyu katakan?jangan-jangan Zahfran sudah mengetahui semuanya***?" Batin Dewi bergumam.



"Abiyu,kamu lihat mereka bertengkar di mana?" Tanya Dewi.



"Aku gak tau itu rumah siapa,tapi aku bisa mengantarkan tante ke sana."

__ADS_1



"Kalau begitu antar tante ke tempat itu ya."



"Ya tante."



Kembali di kediam Rani.


"Azky,aku bertanya pada mu siapa mereka?" Tanya Zahfran.


"Bukan urusan mu mas."


"Mereka putri mu?" Tanya Zahfran pada Rani.


Rani diam tak ingin membuka suara.


"Jawab Azky,mereka putri mu? putri kita?"


"Tidak. mereka bukan putri mu."


"Kalau mereka bukan putri ku,lalu siapa ayah mereka?"


"Itu bukan urusan mu mas."


"Kamu bilang,Fatih calon suami mu,bukan sumai mu,dan kamu memiliki putri kembar yang usianya sama saat aku menjatuhkan talak pada mu? Apa saat aku menjatuhkan talak pada mu,bertepatan di saat kamu sedang mengandung anak ku?" Zahfran mengernyitkan dahinya.


"Dia putri ku,hanya putri ku mas."


"Rani,beritahu Zahfran yang sebenarnya,dia berhak tau." Ucap Fatih pada Rani.


"Tidak mas,mereka putri ku,hanya putri ku hikss..hikss.."


"Azky,kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau saat itu kamu sedang mengandung anak ku..?" Zahfran berteriak.


"Saat itu aku tidak tau kalau aku sedang mengandung hikss..hikss.."


"Lalu kenapa kamu tidak berusaha menghubungi ku? dan kamu Fatih,kenapa kamu tidak memberi tahu ku?"


"Kalau aku memberitahumu apa yang akan kamu lakukan mas? kamu akan kembali pada ku? atau papah mu akan merestui hubungan kita? tidak kan? maka dari itu aku tidak ingin memberitahu mu,karna aku tau itu tidak akan merubah keadaan."


"Azky,maafkan aku.aku begitu bodoh saat itu,maafkan aku karna sudah menyia-nyiakan mu." Zahfran bersimpuh di kaki Azky dengan penuh rasa penyesalan.


"Semua sudah berakhir mas,sudah tidak ada gunanya lagi,aku sudah nyaman dengan kehidupan ku sekarang."


"Azky maafkan aku." Zahfran masih bersimpuh di kaki Azky.


Lalu. "Mas Zahfran."


Rani menoleh ke arah sumber suara. "Mba Shafiah?"


"Apa semua yang aku dengar tadi itu adalah benar?"


"Mba..."


"Jawab Azky."




Hanya 1 bab ini Author menghabiskan waktu 3 jam untuk merangkai.🤫



Semua demi kalian para Reader ku tercinta 😘😘



Like komen dan votenya ya jangan lupa 🤗🙏.

__ADS_1



Terimakasi yang sudah memberikan banyak Vote untuk karya Author yang sederhana ini.semoga Allah yang membalas semaunya 😘🙏


__ADS_2