Dia Maduku

Dia Maduku
Extra part 11


__ADS_3

Tidak habis fikir,seorang Abiyu malik yang terkenal pendiam dan dingin,semudah itu melakukan hubungan intim dengan gadis yang selama ini dia benci.


Kisya gadis di masa lalu hadir lagi dalam hidupnya,setelah berpisah selama 8 tahun selama ia tinggal di Sidney. Ia tidak menyangka,di sekolah barunya ia harus bertemu kembali dengan gadis itu,bahkan di hari pertama ia masuk sekolah,ia sangat berani mencium pipi Abiyu di depan banyak orang. "Menyebalkan."Ujarnya.


Iya,kisya sangat mencintai Abiyu,tapi untuk melakukan hubungan intim,sangat jauh dari pikirannya.


Kalau bukan karna di jebak,hal menjijikan itu tidak akan pernah terjadi. "Aku mencintai mu Abi... Tapi kejadian itu bukan aku yang menginginkannya." hikss..hikss.. ia menagis terisak di bawah guyuran air. Ia mengutuk dirinya sendiri atas kelalaiannya.


Saat ia mengatakan kalau ia tidak mencintainya,itu adalah bohong,karna kenyataannya ia masih mencintai laki-laki itu..Tapi.. ia juga tidak mau harga dirinya di rendahakan seperti tadi,penolakan Abiyu untuk menikahinya sangat melukai perasannya.



Kediaman Zahfran.



Karna tak ingin menimbulkan kecurigaan,mereka berdua bersikap biasa saja,walaupun saat ini Zahfran masih sangat marah pada putranya.



Menghela nafas panjang sebelum masuk ke dalam,membuka hendel pintu perlahan,ia tidak melihat Shafiah di ruang tamu. "Bunda mu masih di kamar,temuilah dia,tapi ingat.. Janga sikap,jangan sampai bunda mu curiga." Memperingatkan.



"Iya ayah."



Mereka melepaskan sepatunya,lalu menyimpannya ke atas rak yang tersedia. "Ayah ambil minum dulu,kamu duluan aja ke atas." berjalan menuju kulkas hendak mengambil minuman,dan Abiyu menaiki tangga menghampiri sang bunda di kamarnya.



"Tok..tok..tok.. "Bun."



Shafiah merasa senang mendengar suara putranya. "Abiyu.. Masuk nak." Ia meletakan majalah yang sedang ia baca ke dalam laci.



Senyum simpul nampak saat Abiyu masuk ke dalam. "Tega banget sih ninggalin bunda di rumah sendiri."



Abiyu berjalan menghampiri sang bunda dengan memalsukan senyumnya. "Maaf ya bun." Ucap Abiyu setelah duduk di tepian tempat tidur di samping bundanya.



"Gak apa-apa, Adik-adik mu gak marah kan kalau kamu pulang?"



"Mmm..gak tau tuh,soalnya pas aku pulang,mereka lagi main di taman sama si mbo."



"Loh..kamu gak pamit?"



"Nggak,kalo pamit mereka ngamuk lagi ntar."



"Ya udah." Shafiah mengusap bahu Abiyu dengan penuh kasih sayang.



"Nak.."



"Iya bun?"



"Hhmm... Bunda perhatiin akhir-akhir ini kamu banyak diem,kenapa? ada masalah?"



"***Ada,masalah yang sangat besar,masalah yang tak bisa di maafkan,aku sudah menyakitimu bun,aku takut*** ***bunda*** ***mengusir ku kalau tau aku sudah menodai kesucian seorang gadis***." Gumamnya dengan menatap letak wajah sang bunda yang begitu ia sayangi.



"Nak.." Panggilnya lagi.



"Oh..iya,kenapa bun?"



"Loh..malah bengong? Kamu punya masalah di sekolah?" Ia mengulangi pertanyaannya.



"Gak ada ko,bunda tenang aja ya." Ucap Abiyu dengan senyum meyakinkan.



"Ya udah." Jawaban dari putranya tidak juga membuat hati sang bunda tenang,seperti masih ada yang mengganjal,tapi apa? ia masih bingung memikirkannya.



Hari menjelang malam,Shafiah merasa bosan terus berada di dalam kamar,ia beranjak dari tempat tidurnya,lalu berjalan menuju dapur hendak membuatkan sesuatu untuk makan malam.



Yang lemah kandungannya,ia merasa fisiknya kuat untuk melakukan aktifitas apapun,jangankan memasak,ia bakhan masih sanggup untuk bekerja di butik



Ia mengeluarkan beberapa sayuran dan ikan dari dalam kulkas untuk di olah,ia memulai aktifitasnya dengan mengiris cabai,bawang,tomat dan kawan-kawannya,tau lah bumbu apa aja yang di iris untuk tumisan he..he..



Aktifitas di dapur sampai terdengar di telinga sang suami yang saat ini berada di dalam ruang kerja.karna penasaran,ia pun menghentikan sejenak aktifitasnya,ia menutup laptop dan meletakan kaca matanya di samping foto keluarga.



Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju dapur,ia melihat sang istri sedang naik ke atas kursi hendak mengambil sesuatu di atas lemari,ia pun terkejut dengan pemandangan di depannya "Sayang.. kamu ngapain?"

__ADS_1



"Mas Zahfran? ini..aku mau ambil mangkuk di atas."



"Aku kan udah bilang,kamu harus istirahat." Zahfran menggendong sang istri,lalu mendudukannya di kursi meja makan.



"Aku mau masak buat kalian ko,kalian mau makan apa kalau aku gak masak."



"Kita kan bisa pesan masakan siap saji." Zahfran bicara sambil berjongkok di depan sang istri.



"Makanan siap saji itu kurang sehat mas kalau untuk di konsumsi setiap hari."



"Kan banyak menu sehat,nanti aku carikan ya. Kita pesan online aja."



"Hhmm..." Menyarah. "Terserah kamu deh."



"Jangan cemberut gitu dong,jelek tau." Zahfran menggesekan hidungnya pada hidung mancung sang istri,lalu mencium singkat bibirnya.



"Kamu masih banyak kerjaan?" Merubah topik.



"Hhmm... Lumayan,akhir-akhir ini aku kan sering pulang siang,jadi.. lumayan banyak PR nya."



"Aku temenin ya,aku bosan di kamar terus."



"Jangan lah,kamu istirahat di kamar aja ya."



"Nggak ah,aku mau temenin kamu di ruang kerja."



"Sayang.."



"Ya udah,kalau gitu aku masak lagi." Ia berusaha bangun,lalu dengan cepat Zahfran menahannya.




"Nah.. gitu dong." Ucap Shafiah dengan senyum.



Zahfran pun berdiri,lalu mengajak sang istri menemani ia menyelesaikan tugasnya yang belum selesai.



Setelah berada di dalam,Zahfran meminta sang istri untuk berbaring di atas sofa,namun ia menolaknya. "Terus maunya duduk di mana?" Tanya Zahfran tanpa melepaskan tangan sang istri.



"Aku mau duduk di pangkuan mu." Pintanya dengan senyum menggoda.



"Kalau kamu duduk di pangkuan ku,yang ada aku bukan ngerjain tugas,tapi ngerjain kamu."



Mereka pun tertawa lepas bersama. "Udah ah,sini.. kamu boleh duduk di pangkuan ku. Tapi janji jangan banyak bergerak,nanti adik ku bisa bangun."



"Aku janji."



Setelah mereka duduk,Zahfran kembali memakai kaca matanya,lalu membuka Laptop dan kembali bekerja.



Mereka sempat terdiam untuk beberapa saat,sampai akhirnya Shafiah membuka suara. "Mas.."



"Hhmm.." Menjawab tanpa berkata.



"Kamu dapat info apa tadi di rumah Azky?" Shafiah bertanya sambil bermanjaan di atas pangkuan suaminya.



"Gak ada apa-apa sayang."



"Kamu yakin?"



"Mmm..." Kembali mengangguk.



Sempat terdiam lagi sebelum kembali bertanya. "Suami ku.."

__ADS_1



"Kenapa?" Wajahnya biasa saja,datar,tanpa expresi.



"Kamu udah lama loh gak nengok anak kita." ia menautkan kedua tangannya ke pundak Zahfran.



Ia tergelak. "Memangnya boleh?"



Shafiah mengangguk tanpa ragu.



"Tapi..dokter bilang.."



"Dokter bilang apa?" Ucapnya memotong pembicaraan. "ini kan bayi kita,kenapa mesti gak boleh."



"Aku takut kandungan kamu kenapa-napa sayang."



"Gak akan,justru calon bayi kita bakalan seneng di tengokin ayahnya."



"Bisa aja kamu." Zahfran mencubit hidung mancung sang istri gemas.



"Kalau gitu.. Aku izin dulu sama calon baby kita."



Shafiah pun mengangguk.



Zahfran menundukan wajahnya hendak berbicara pada bayi yang masih ada di dalam perut sang istri. "Baby.."



"Iya.." Shafiah menjawab menirukan suara bayi.



"Boleh ayah menjenguk mu?"



"Boleh ayah,tapi dengan syarat."



"Apa itu?"



"Ketuk pintu dulu sebelum masuk."



"Ketuk pintu? apa itu?" Kali ini ia benar-benar tidak tau.



Kembali Shafiah berbicara ala bayi. "Kalau masuk tanpa mengetuk pintu,nanti bunda akan kesakitan"



"Kamu.. genit juga ya.." Zahfran baru sadar arti dari mengetuk pintu. "itu bagian yang kamu suka kan sayang?" Zahfran mengatakannya dengan berbisik,sampai..sang pemilik pun tersipu malu mengakuinya.



"Siap lembur sayang?"



Ia terlalu malu untuk menjawab.hingga ia menyembunyikan wajahnya ke belakang punggung suaminya.



Tangan kekar itu mulai menelusup masuk ke dalam baju,ia melepaskan satu persatu apa yang melekat pada tubuh sang istri,hingga akhirnya semua terlepas. "Aku ingin kamu yang memimpinnya sayang."



"Siapa takut,aku akan mengikat rambut ku."



"Janga,biarkan terurai,aku lebih menyukainya."



Maka terjadilah apa yang seharusnya terjadi.



Jangan lupa ramaikan karya Author yang berjudul *Scandal cinta om Arga*


Setelah membaca,jangan lupa untuk meninggalkan jejak nya ya..! 🤗🙏


Hari ini UP yang ke 8 (300 juta,kamu milik ku)


Boleh dong tanda cintanya.


LIKE


KOMEN


VOTE


Biar Author tambah semangat.💝🙏

__ADS_1


__ADS_2