Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Sahabat Baru


__ADS_3

Di dalam kelasnya, Cha lebih memilih menyendiri hingga datang lah seorang perempuan yang berpakaian sederhana menyapa Cha.


"Hai...!" sapa perempuan itu.


Cha melihat siapa yang menegurnya.


"Hai juga," jawab Cha sambil tersenyum.


"Boleh kenalan gak?" tanya perempuan itu.


"Boleh, gw Cha," sahut Cha yang masih duduk di bangkunya.


"Gw Dewi," sambil mengulurkan tangannya.


"Kamu kelas sini?" tanya Meka.


"Iya, aku duduk di samping sana deretan depan meja dosen," jawab Dewi ramah.


"Oh..," balas Cha males-malesan.


"Dari tadi aku lihat kamu murung terus. Apa ada masalah? Kalau kamu ingin ngobrol, kita bisa menjadi sahabat," ucap Dewi menawarkan dirinya.


"Makasih Wi," jawab Cha singkat.


"Cha, nanti habis jam kuliah, gimana kalau kita ke kantin bareng ya," ajak Dewi.


"Boleh. Emang kamu gak berteman sama yang lain?" tanya Cha menatap Dewi.


"Nggak, mereka tidak mau berteman dengan ku. Lagian siapa yang mau temanan sama aku, orang biasa aja," jawab Dewi jujur.


"Masa sih Wi?" Cha gak percaya. Masih aja memilih-milih dalam berteman.


"Ya kalau kamu gak percaya sih, gak apa-apa," balas Dewi.


"Oh ya Wi, kemaren kamu ikut ospek gak ya?" tanya Cha lagi.


"Ikut sih, tapi aku gak pernah lihat kamu. Makanya tadi aku pikir kamu mahasiswa baru disini," ucap Dewi.


"Iya aku kemaren gak ikut karena ada urusan keluarga. Jadi ijin sama dosen kaprodi kita," balas Cha.


"Oh ya, tau gak. Kemaren pas ospek, ada kakak kelas angkatan diatas kita, ganteng banget loh. Jadi idola kampus buat Maba," Dewi menginfokan berita penting menurut dia.


"Oh...trus apa hubungannya dengan aku?" tanya Cha polos.


"Cuma ngasih tau doang kok Cha. Sapa tau kamu penasaran," jawab Dewi songong.


"Mana aku perduli dengan yang begituan. Lagian gak penting buatku. Tujuan ku kemari kan untuk kuliah," celetuk Cha malas.


"Ya udah kalau kamu gak tertarik dengan info yang aku sampaikan. Tapi kamu mau kan temanan sama aku?" tanya Dewi dengan wajah melasnya.

__ADS_1


"Iya kita temanan," jawab Cha tersenyum.


Dosen tiba-tiba masuk ke dalam ruangan mereka. Dewi pun kembali ke bangkunya meninggalkan Cha.


"Selamat siang semuanya!" sapa dosen itu.


"Siang Bu...," jawab mereka serempak.


"Pagi ini kita akan membahas tentang Pengantar Ilmu Komunikasi ya. Saya akan catat di papan tulis, dan kalian bisa mencatat nya di buku. Kalau sudah selesai saya akan menerangkannya," jelas dosen itu.


"Baik Bu...!" balas beberapa mahasiswa.


Lalu mahasiswa-mahasiswa itu mulai mencatat yang ada di papan tulis. Mereka mencatat tanpa ada yang bersuara.


Sembari mencatat, Cha melihat ponselnya. Dia sedang menunggu khabar dari Zain. Namun yang di tunggu, tak juga memberinya khabar. Hingga Cha selesai mencatat. Kemudian dosen itu mulai menerangkan tentang pengantar ilmu komunikasi.


Setelah beberapa menit menerangkan pelajaran nya dosen itu pun memberi tugas kepada mahasiswanya.


"Baiklah, setelah saya menerangkan pelajaran hari ini, saya akan memberikan tugas kepada kalian tentang, kumpulkan beberapa referensi tentang pengantar ilmu komunikasi dan buat dalam makalah, lalu sertakan referensi buku, atau dari online, kumpulkan sama saya saat jam kuliah saya ya," ucap dosen itu.


"Baik Bu...," jawab mereka bersamaan.


"Bu, jumlah halaman nya sampai berapa lembar?" tanya Cha.


"Minimal 10 lembar ya dibuat," jawab dosen itu.


"Baik, selesai sudah kuliah kita saat ini, jangan lupa dikumpulkan saat jam pelajaran saya. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakathu, selamat siang," ucap dosen itu menyudahi kuliahnya.


"Cha, kantin yuk," ajak Dewi yang duduk diatas meja Cha.


"Ayo, bentar aku masukin dulu buku ini," balas Cha sembari merapikan bukunya.


"Tugas Bu Ani, kita kerjakan bareng yuk. Gimana kalau habis dari sini kita ke perpus nyari referensinya," ajak Dewi.


"Tapi, aku harus balik ke kost dulu Wi. Oh ya, kamu ngekost atau rumah sendiri nih?" tanya Cha sambil melihat kearah Dewi.


"Aku rumah sendiri Cha. Aku tinggal sama ibu ku saja karena ayahku sudah lama meninggal," jawab Dewi dengan wajah sendunya.


"Oh..sorry, aku gak bermaksud membuat mu bersedih," ucap Cha merasa gak enak dengan menanyakan ayahnya.


"Gak apa-apa Cha. Itu wajar jika ada yang bertanya. Namun aku masih belom terbiasa tanpa ayahku, walaupun sudah lama perginya," ucap Dewi.


"Baiklah kalau gitu sekarang kita ke kantin. Dan jangan bersedih lagi," ucap Cha menyemangati sahabat barunya Dewi.


"Cuss lah," balas Dewi.


Mereka berdua keluar dari dalam kelas menuju ke kantin. Sesampainya di kantin, ternyata suasana kantin cukup ramai karena jam makan siang. Cha mencari tempat duduk yang kosong.


"Eh Cha di situ tuh kosong, yuk kesana ," ajak Dewi sembari menarik tangan Cha.

__ADS_1


Cha hanya mengikuti saja dan berjalan ke meja yang dituju. Mereka pun duduk di bangku tersebut.


"Cha, Lo mau makan apa biar gw yang mesenin," tanya Dewi.


"Apa ya Wi, kayaknya nasi putih pakai ayam teriyaki aja deh sama capuccino susu dingin ya Wi," jawab Cha.


"Ok, gw ke sana dulu biar dipesan langsung aja," Dewi pun beranjak dari kursinya meninggalkan Cha sendirian.


Lalu sesaat datang seorang laki-laki yang nimbrung di meja Cha.


"Hai Cha," sapa orang itu yang suaranya laki-laki. Cha tidak tau karena posisi kepalanya Cha menunduk sedang memainkan ponselnya.


"Lalu Cha mendongakkan kepalanya untuk melihat cowok yang menyapanya.


"Elooo," kaget Cha.


"Iya nih gw Ghani. Kamu sama siapa Cha?" tanya Ghani yang sudah duduk dihadapan Cha.


"Oh...,gw bareng teman. Tuh lagi pesan makanan," ucap Cha sambil menunjuk kearah Dewi.


"Lama ya kita gak ketemu. Kamu apa khabarnya?" tanya Ghani lagi.


"Seperti yang kamu lihat, gw baik-baik aja," ucap Cha cuek.


"Ngomong-ngomong, kamu sekarang kost dimana? Sepertinya aku pernah lihat kamu," ucap Ghani membuat Cha mengerutkan keningnya.


"Emang kamu lihat gw dimana?" tanya Cha yang penasaran.


"Kamunya emang kost dimana cha?" tanya Ghani.


Aku kost dekat dengan kampus kok," jawab Cha gamblang. Dia tidka mau ghani mengetahui dimana tempat dia ngekost. Cha jadi teringat tentang Dino salah satu sahabat mereka yang jahat.


"Kemaren aku juga ngelihat kamu di Mall, trus aku lihat kamu lagi jalan sendirian. Pas aku panggil kamu, eh malah kamunya pergi seperti orang menghindar," celetuk Ghani.


"Kapan, dimana? Perasaan gw gak ada ke mall deh minggu-minggu ini. Kamu salah lihat orang kali!" balas Cha yang berbohong.


"Lah si Imran juga ngeliat kamu pasti di dalam lift. Masa kami berdua melihat orang yang sama, kamu bilang kita salah," kesal Ghani.


"Trus kamu mau gimana Ghani..? Masa gw dipaksa buat ngakuin kejadian yang tidak gw jalani," ketus Cha yang juga kesal.


"Ya kalau emang bukan Lo, mau gimana lagi. Lagian juga udah berlalu, lupakan saja."


"Kamu sama siapa disini Ghani?" tanya Cha yang mencoba menghapus ke canggungan diantara mereka.


"Sama Imran. Tadi dia main kesini sekalian ngasih buku buat contoh untuk tugas," ucap Ghani tersenyum.


"Lo udah makan siang? tanya Cha.


"Nih mau makan. Ntar lagi juga pesananku datang. Aku boleh gabung disini?" tanya Ghani.

__ADS_1


"Boleh aja, gratis kok kalau cuma gabung," jawab Cha ngasal.


__ADS_2