
Akhirnya Cha pulang kerumah dengan perasaan yang masih setengah bimbang karena belom dapat penjelasan dari Binyu.
"Assalamu'alaikum ma, maaf telat dikit pulangnya ma" kata Cha sekilas.
" Wa'alaikumussalam, hmm udah sana cuci tuh piring, dari tadi blom dicuci" mama Cha menunjuk ke arah dapur.
" Iya ma, tar Cha cuci, Cha ke kamar dulu bentar" kata Cha lalu masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar Cha melihat ponselnya, ternyata ada panggilan tak terjawab dari Yoga. Hahhh dia berharap Binyu yang tlp tapi ternyata Yoga. Cha pun berganti baju lalu bergegas untuk mencuci piring.
Malam hari nya, Cha mencoba misscall Binyu, hanya beberapa dering saja lalu dimatikan Cha. Cha berharap Binyu meresponnya. Cha menunggu tapi tetep tidak ada balasan panggilan. Cha pun belajar untuk menghadapi ujian lulusan sekolah nanti. Saat ini pikiran Cha bercabang, sehingga dia tidak fokus untuk belajar.
"Haduhhhh kenapa jadi begini sih, hahhh" kesal Cha pada diri sendiri yang tidak bisa fokus belajar. Lalu Handphone Cha berdering, dia melirik hp nya yang berada di atas tempat tidur, lalu dilihat nya siapa yang memanggil, ternyata Yoga, kemudian hp nya dilempar kembali ke tempat tidur. Cha pun memejamkan mata sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. Tak terasa air matanya menetes. Dia menangis sesenggukan. "Kenapa gw harus menjalani hidup seperti ini, coba ada bokap, gw bisa cerita dan bisa menghibur diri, kenapa kalian orang yang gw sayangi begitu kejam, tak memikirkan perasaan gw, huhuhuhuhu" Cha putus asa dengan semua ini.
Handphone Cha terus berdering, Cha tidak perduli dengan handphone nya. Dia lebih memilih tidur dan menenangkan pikirannya.
Keesokannya Cha berangkat sekolah, tapi dia sengaja jalan lewat gang belakang rumah nya, dia males bertemu dengan Binyu dan Yoga. Cha pun naik bus ke sekolah. Ternyata Yoga menjemput Cha, namun yang ditunggu gak muncul juga. Yoga berpikir apa Cha sakit. Akhirnya Yoga memutuskan untuk berangkat ke sekolah sendirian.
Sampai di sekolah, Yoga langsung ke kelas Cha dan melihat ke dalam ruangan nya. Ternyata Cha ada didalam kelas. Yoga pun masuk dan menyampirinya.
"Loh Cha berangkat sama siapa tadi?" tanya Yoga keheranan.
"Gw berangkat sendirian, kenapa emang Ga" jawab Cha dengan ogah-ogahan.
"Tadi aq kerumah kamu buat jemput kamu Cha, tapi aq tunggu, kamu gak nongol juga. Aq pikir kamu sakit dan tidak masuk sekolah, emang kamu berangkat dari mana Cha?" Lagi-lagi Yoga bertanya.
"Kenapa sih, Lo usil banget, mau gw dari mana kek, mau sama siapa kek, bukan urusan Lo tau...!" teriak Cha kesal.
"Cha kenapa kamu jadi marah, kalau aq salah ya udah aq minta maaf, sorry aq ganggu kamu", Yoga pergi meninggalkan ruangan kelas Cha.
Shanti yang baru nyampe, terbengong melihat penampakan di pagi hari. Dia melihat ke arah Cha, Cha sedang menundukkan wajahnya di bangku.
"Cha ada apa, kenapa Lo marah banget sama Yoga?" Shanti nyamperin Cha dan menenangkannya.
Cha menoleh ke atas dan berkata, "Shan, gw pengen sendirian dulu ya, pleaseeee" Cha memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.
" Hmmmm, Cha kalau ada masalah diselesaikan dengan baik dan cepat, jangan sampai mengganggu pelajaran Lo, bentar lagi kita mau ujian kelulusan. Gw harap Lo gak ngecewain ortu Lo dan diri Lo sendiri hanya karena masalah sepele begini. Gw percaya Lo bisa menyelesaikannya, ok cantik....." Shanti menasehati Cha dan kembali kebangku nya.
Jam istirahat berbunyi, Cha keluar dari kelas menuju ke perpustakaan, dia ingin menenangkan pikiran dan menjauh dari yang lainnya. Cha ingin menyendiri, lagi tidak ingin diganggu.
Yoga datang ke kelas Cha, namun yang dicari tidak ada dan Shanti juga sudah tidak ada di ruangannya.
"Ehh ada Ketos ganteng nih, mau cari siapa cakep?" goda siswi yang ada disitu.
"Gw nyari Cha, ada yang tau kemana dia?" Yoga balik bertanya.
__ADS_1
"Yaelah cewek gituan dicari, mending sama gw aja deh, cakepan gw dari pada dia" kata siswi tersebut dengan pedenya.
Yoga pun pergi meninggalkan ruangan itu dan tidak menggubris ucapan siswi tadi. Yoga pergi menuju kantin, sampai di kantin dia tidak melihat keberadaan Cha. Lalu ketika hendak melangkah keluar, Yoga gak sengaja menabrak salah seorang siswa.
"Ups sorry man, gw gak sengaja, gw buru-buru" kata yoga yang hendak melangkah.
"Lo lagi nyari Cha ya Ga, tadi gw lihat dia menuju ke arah perpustakaan" kata siswa tersebut memberikan informasi.
Yoga yang mendengar, langsung berbalik arah dan melihat siswa tersebut.
"Serius Lo lihat Cha ke Perpustakaan?" tanya Yoga serius.
"Iya gw serius, coba aja Lo lihat kesana, kemungkinan dia masih disana Ga" kata siswa itu.
"Thanks man atas informasinya, gw cabut dulu" kata Yoga sambil berlari ke Perpustakaan.
Sampai di Perpustakaan, Yoga masuk kedalam dan melihat ke keseliling ruangan, akhirnya matanya menangkap sosok yang dicarinya sedang duduk di sudut pojokan ruangan, dimana Cha sedang asyik membaca sebuah buku. Kemudian Yoga menyamperinnya dan duduk di sebelah Cha.
Cha yang fokus membaca, kaget akan kedatangan Yoga yang mendadak. Cha pun melihat ke arah samping dimana Yoga sudah duduk dengan santai sambil menatap kearah Cha. Sehingga tatapan mata mereka bertemu. Yoga pelan-pelan mendekatkan wajahnya ke wajah Cha dan Cup, yoga ******* bibir manis Cha. Cha diem mematung, antara marah dan bercampur aduk. Kemudian dia sadar kalau mereka berada di Perpustakaan, Cha mendorong tubuh Yoga dan menghindari tatapan nya. Cha pun menjadi salah tingkah dan wajahnya memerah.
"Manis seperti gula" goda Yoga.
"Jangan macam-macam nih lagi diperpus Gaaaaa" kata Cha sambil menjauhkan posisi duduknya.
"Lepasin, ngapain Lo bawa gw kesini, Lo jangan macem-macem ya Ga, gw bisa teriak nih" ancam Cha.
"Teriak aja, biar orang semua tau bahwa kita pacaran" kata yoga gak mau kalah.
"Jangan ngarang Lo Ga, gw gak pernah menerima Lo jadi pacar gw" kata Cha dengan emosi.
"Mulai sekarang kita pacaran, aq akan buat kamu menjadi milikku selamanya dan tidak ada satupun yang akan mengambil kamu dari aq, ngerti!" ancam yoga.
Lalu Yoga menarik Cha ke ruangan istirahat, dia menghempaskan Cha ke atas tempat tidur kecil disana.
"Jangan macam-macam Lo Ga..., gw teriak nih....!" ancam Cha.
Yoga langsung menindih Cha dan ******* bibir Cha dengan lembut, dia menahan tangan Cha yang memberontak. Cha terus memberontak memukul-mukul punggung Yoga tapi tenaga Yoga lebih kuat dari tenaga nya. Yoga terus melakukannya dan tidak memperdulikan pukulan dari Cha.
Cha yang awalnya protes, tubuhnya malahmerspon dan terbuai dengan sentuhan Yoga.
Yoga yang melihat Cha tidak melawan lagi, malah menerimanya semakin bergairah, dia terus menggerayangi tubuh Cha, lalu dia membuka semua kancing baju bagian atas Cha dan menaikkan roknya keatas. Kemudian dia ******* bibir Cha dengan lembut agar Cha tak bersuara. Tanpa Cha sadari, Yoga langsung melakukannya.
"Emmmm, sakittttttt !" teriak Cha di sela ciuman mereka. Cha memberontak kesakitan dan air matanya keluar dari sudut matanya.
Yoga berhenti dan mengecup kening Cha, aqencintaimu lalu dia memacunya. Cha yang awal nya kesakitan, lama-lama menikmatinya, dia terbuai dengan kenikmatan yang diberikan Yoga.
__ADS_1
"Owhhhhh Cha, Lo nikmat banget..." rancau Yoga yang terus menggoyang. Hingga sampai lah ketitik puncak kenikmatan, mereka secara bersamaan mengerang.
Cha yang tersadar langsung mendorong tubuh Yoga dan menangis sesenggukan.
"Kenapa Lo lakuin ini sama gw Ga...,! huhuhu gw udah gak perawan lagi Ga, gimana masa depan gw nanti huhuhu" Cha menangis sesenggukan.
"Aq sayang sama kamu Cha, aq mencintaimu, kamu hanya milikku. Aq akan bertanggung jawab, setelah kita selesai sekolah aq akan meminta ke orang tua qu buat meminangmu Cha." kata yoga yang memeluk erat tubuh Cha.
Yoga membenarkan pakaian Cha, dia mengancingkan baju Cha seperti semula, lalu dia mengecup kening Cha terus kedua mata Cha dan kembali ******* bibir Cha.
"Aq mencintaimu Cha, maaf caraqu salah untuk memilikimu, jangan pernah bertemu dengan laki-laki itu" kata Yoga yang menempelkan keningnya dengan kening Cha.
"Gw harus menyelesaikan semua nya Ga, beri gw waktu" kata Cha. Ketika Cha hendak berdiri dan melangkah pergi. "Awww, sssshh sakittttttt" keluh Cha kesakitan pada area intinya.
"Masih sakit ya sayang, maaf aq udah buat kamu kesakitan" kata yoga merasa bersalah.
Yoga pun membantu Cha untuk berdiri. Dia memapah Cha berjalan.
"Pelan-pelan aja Cha jalannya, atau kamu mau aq gendong ke kelas" goda Yoga.
"Isssss masih sempat-sempatnya dia menggoda dalam keadaan begini" pikir Cha.
"Udah gak usah, gw bisa sendiri, gw harap kejadian ini hanya kita berdua yang tau" Cha melihat ke Yoga sambil memohon.
"Aq tidak akan mengatakan kesiapapun, karena ini ulahku dan aib ku, kamu gak usah khawatir ya sayang" Yoga menenangkan Cha.
Sebelum mereka melangkah berjalan, Cha melihat ke belakang, dia melihat ada bercak darah di tempat tidur busa itu.
"Ga, gimana itu" kata Cha menunjuk ke arah tempat tidur.
Yoga melihat ke belakang, dan tersenyum melihat darah tersebut. "Terima kasih sayang, karena aq yang pertama buat kamu." Yoga mengecup kening Cha dengan lembut.
"Biar aq yang bereskan, kamu tunggu sebentar di ruangan futsal, yuk aq anterin kamu kesana dulu, tar aq balik lagi kemari.
Yoga pun mengantar Cha ke ruangan futsal. Kemudian dia kembali keruangan istirahat untuk membersihkan bercak noda darah tadi di kasur busa. Setelah selesai, dia balik ke depan dan mereka pun kembali ke kelasnya. Yoga mengantar Cha sampai ke kelasnya.
"Udah Ga, gw gak enak dilihat anak-anak lain." kata Cha yang canggung dilihatin.
"Gak apa tenang aja sayang, gak usah pedulikan mereka" kata yoga cuek.
Shanti melihat kedatangan mereka berdua kedalam kelas dan mengerutkan keningnya melihat Cha yang seperti menahan sakit. Lalu dia menyamperin Cha dan bertanya
"Cha, Lo kenapa..., apa Lo sedang sakit? Perasaan tadi pas masuk sekolah Lo baik-baik aja, Lo apakan dia Ga?" tanya Shanti menatap tajam Cha dan Yoga.
"Gw baik-baik aja Shan, tadi gw terjatuh, kebetulan Yoga dateng nyamperin gw, jadi dia nolong gw buat nganter ke kelas." bohong Cha sambil menunduk dan tak berani menatap Shanti.
__ADS_1