
Hari ini seperti biasa, Cha sekolah. Sebelum berangkat dia sudah membersihkan rumah. Cha pun berangkat dan bersalaman dengan mamanya. Dia sengaja cepat berangkat untuk menghindari Binyu. Dia masih teringat kejadian kemaren. Rasanya dia ingin melarikan diri dari dunia ini. Tapi mau kemana ya, gak mungkin keluar angkasa hehehe.
Cha pun sampai disekolahnya. Dia masuk ke dalam kelas. Cha belom melihat Shanti di mejanya. Diapun menyibukkan diri dengan membaca-baca buku sebelum bel sekolah masuk. Karena asyiknya membaca, Cha tak menyadari seseorang yang berdiri di hadapannya.
"Ekhem ekhem..," orang tersebut berdehem.
Cha kaget dan dia mendongakkan kepalanya kedepan melihat siapa yang berdiri dihadapannya.
"Ngapain Lo berdiri disini, gak ada kerjaan apa..," celetuk Cha sinis.
"Aq mau ngomong sama kamu Cha, nanti jam istirahat aq tunggu kamu ditaman belakang sekolah," yang ternyata adalah Bimo teman Yoga. Dia pun pergi meninggalkan Cha dengan tanda tanya.
"Apa apaan dia, ngajak ketemuan dibelakang sekolah, emang siapa dia," gumam Cha dengan kesal. Lalu dia meneruskan membaca bukunya. Bel pun berbunyi dan pelajaran dimulai.
Cha melirik ke arah bangku Shanti, ternyata anaknya tidak datang.
"Kemana ya Shanti? Tumben hari ini gak masuk sekolah, apa Shanti sakit ya...?" Cha berfikir kenapa Shanti tidak mengabarinya kalau tidak masuk sekolah. Bel istirahat berbunyi, pelajaran pun selesai. Cha lupa akan ajakan Bimo yang mau ketemuan di belakang sekolah. Cha berjalan ke kantin sensirian, dia duduk dipojokan dan memesan mie rebus telor. Dia menyantap makanannya tanpa memperdulikan sekelilingnya.
Tiba-tiba Bimo datang menghampirinya. Karena tadi Bimo menunggu di taman belakang sekolah, menunggu Cha tak kunjung datang. Akhirnya dia mencari Cha dan menemukan nya di kantin sekolah. Bimo pun menyamperin Cha.
Bimo berdiri dihadapan Cha dan berkata, "Kenapa Lo gak datang ke taman belakang sekolah hah," tanya Bimo kesal dan menatap Cha dengan tajam.
Cha kaget dan menghentikan makannya. Dia menoleh ke arah Bimo yang berdiri dihadapannya. Lalu dia berkata, "Ck ngapain jg gw nemuin Lo disana, emang Lo siapa gw, aneh aja Lo,".
"Nih baca," Bimo melemparkan surat diatas meja Cha.
__ADS_1
"Baca, itu surat dari Shanti. Hari ini dia tidak masuk sekolah sampai selamanya. Dia kecewa sama Lo, mudah-mudahan Lo bisa bertahan disini tanpa Shanti," kata Bimo memandang Cha dengan sinis. Setelah mengucapkan hal seperti itu, Bimo pergi meninggalkan Cha yang diam terpaku.
Cha melihat surat yang terletak diatas mejanya. Dia penasaran apa isi suratnya. Kenapa Shanti tidak mengabarinya kalau tidak masuk. "Tadi apa katanya, tidak masuk sekolah selamanya? hahaha ngarang aja tuh si Bimo," gumam Cha yang berbicara sendiri.
Cha kembali kedalam kelas. Di dalam kelas lagi heboh dengan siswa baru yang ganteng banget.
"Hei sudah tau blom, ternyata di kelas sebelah ada siswa baru loh...cakeeeep banget," kata siswi yang satu.
"Eh iya iya, tadi pas gw kekantin sama Nita, kami lewat dari depan kelasnya, duuuuh cakep begete pokoknya," siswi satu menimpali kata temannya.
"Emang siapa namanya sih, kok pada heboh gitu beritanya, emang cakepan mana sama ketua OSIS kita," siswi yang satu ikut nimbrung menggosip.
"Beuhhhh cakepan ini tau, kalau gak salah tuh cowok pindahan dari Luar Negri, rada rada bule gitu, pokoknya kesemsem deh lihatnya," kata siswi yang lain dengan semangatnya menceritakan kekagumannya.
Cha yang mendengar pembicaraan ciwik-ciwik tukang gosip, tak menghiraukannya. Dia sangat penasaran dengan isi surat dari Shanti. Rencananya surat itu akan dibacanya dirumah pas pulang sekolah. Kemudian guru masuk ke dalam kelas.
"Selamat siang anak-anak," kata kepala sekolah yang masuk ke dalam kelas.
"Siang pak.....! seru siswa-siswi dalam kelas. semua mata memandang ke arah laki-laki muda yang berjalan dibelakang kepala sekolah.
Kepala sekolah menyamperin guru bahasa Indonesia, mereka berbincang sebentar, kemudian guru bahasa ok Indonesia berdiri didepan siswa-siswi untuk mengumumkan sesuatu.
"Anak-anak, kali ini kita kedatangan siswa baru pindahan dari luar, seharusnya tadi padi dia sudah masuk ke kelas sebelah, tapi karena kelas tersebut sudah full, maka akan masuk ke kelas kita, silahkan perkenalkan dirimu nak," kata guru tersebut yang menyuruh siswa itu maju ke depan.
"Hai....," sapa siswa itu.
__ADS_1
"Haiiiiiiiiii....!" seru semua siswa terutama ciwik-ciwiknya pada heboh.
Siswa itu menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Perkenalkan nama saya Irfan Anggoro, masih singel, dan boleh mendaftar," Irfan cengengesan setelah memperkenalkan dirinya. Ya Irfan anak pasangan dari keluarga Anggoro, saat ini orang tuanya berada di Luar Negri. Saat ini Irfan tinggal bareng nenek nya. Irfan pindah sekolah ke Indonesia karena permintaan nenek nya buat nemenin neneknya yang tinggal sendirian dirumah. Irfan sangat menyayangi neneknya. Irfan termasuk anak ramah, baik dan super jahil tapi menyenangkan jika berteman.
"Wah.....saya mau dong daftar jadi pendamping hidupmu," kata siswi yang duduk di bangku depan dengan senyum-senyum.
"Iya saya juga mau daftar dong jadi kekasih hatimu uhuyyyyy," kata siswi yang lainnya.
Dan masih banyak lagi komen-komen yang lainnya. Kepala sekolah dan guru bahasa Indonesia sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah siswi-siswinya.
"Hussssst nih bakalan saingan sama ketua OSIS kita, sama-sama cakep," siswa yang duduk paling belakang ikut berbicara sama teman sebelahnya.
Cha yang diam ditempat duduk nya tidak perduli dengan kehadiran murid laki-laki itu. Dia lebih memilih membaca buku. Tapi ketika dia melirik ke arah laki-laki itu ternyata Irfan juga melihat kearahnya. Dan mata mereka saling memandang. Irfan tersenyum ketika matanya melihat ke arah Cha. Sedangkan Cha buru-buru mengalihkan pandangan nya.
Akhirnya guru bahasa Indonesia menyuruh Irfan duduk di bangku yang ada di belakang Cha. Irfan pun menuju ke bangkunya, ketika berpas-pasan dengan bangku Cha, dia tersenyum penuh arti terhadap Cha.
Kepala sekolah pun pergi meninggalkan ruangan, guru bahasa Indonesia melanjutkan pelajarannya.
Irfan terus menatap punggung Cha dari belakang. Dari mulai dia masuk ke sekolah ini, Irfan sudah melihat Cha yang cuek. Dia tidak sengaja melihat Cha ketika Cha melewati kelasnya pertama masuk. Saat itu dia mulai tertarik melihat Cha yang tidak perduli dengan kehebohan siswi-siswi disekolah tentang kehadirannya.
Bel pulang sekolah berbunyi. Irfan langsung keluar dari dalam kelas. Dia buru-buru menuju parkiran. Diparkiran sudah ada mobil mewah menunggu Irfan. Irfan masuk kedalam mobil itu tapi tidak langsung pergi. Dia sedang menunggu seseorang.
Di dalam ruangan, Cha masih membereskan buku-bukunya. Setelah selesai, Cha keluar kelas. Dia berjalan menuju gerbang sekolah. Di luar gerbang dia tidak menemukan Yoga maupun Binyu. Akhirnya dia pulang sendiri naik angkot. Cha tidak sadar kalau ternyata dia di ikuti seseorang. Akhirnya sampailah Cha dirumah nya. Orang yang mengikutinya sampai di depan gang, tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Ayok pak kita pulang," kata orang tersebut yang tak lain adalah Irfan. Irfan sengaja keluar ruangan lebih cepat dari Cha, dia ingin mengetahui tempat tinggal Cha, dan akhirnya dia mengikuti Cha dari belakang.
Cha masuk kedalam rumah dengan mengucapkan salam. Iya menuju kamar, lalu mengganti bajunya. Hari ini dia gak berselera makan, dia kepikiran dengan Shanti. Cha teringat surat yang di berikan Bimo tadi. Surat dari sahabatnya Shanti. Cha mengambil surat tersebut. Dia penasaran apa isi surat itu.