Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Kejutan dari Binyu 18+++++


__ADS_3

"Cha, aq balik duluan ya, atau kamu mau sama aq pulang nya?" Tanya Yoga sambil melirik Binyu.


"Maaf Ga, gw balik sama bang Binyu aja ya, maaf ya...," jawab Cha dengan wajah memohon nya. Cha juga melihat ke arah Shanti agar Shanti membantunya dalam situasi ini.


"Ya udah Ga, gw aja yang pulang bareng kalian, dari pada gw pulang sendirian, ya kan kan." Shanti langsung menarik lengan Bimo dan menyuruh Bimo untuk menarik Yoga. Shanti pun buru-buru balik arah menuju dimana mobil Yoga di parkir.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil. "Siapa cowok itu Shan?" Yoga bertanya ke Shanti tanpa menoleh kearahnya.


"Mmmmm, dia cowok yang lagi deket sama Cha, Ga." jawab Shanti.


"Ihhhhhhh itu pacarnya Cha ya Shan..? Cakep juga ya, wah kalah lo Ga, udah keduluan tuh si Cha disambar orang, hahaha, makanya dari dulu langsung tembak aja, ngapain pake acara pendekatan dulu." kata Bimo tanpa bersalah dan menggelengkan kepalanya. Lalu Shanti mencubit pinggang Bimo yang tidak bisa mengerem mulutnya itu.


Yoga hanya melirik Bimo sekilas dan mengatakan, "Diem lo, gw turuni lo disini kalau masih banyak ngomong." Yoga kesel dengan omongan Bimo yang nyeplos di depan Shanti.


"Ekhemmm, emang sejak kapan Ga lo naksir sama Cha?" tanya Shanti yang penasaran.


"Wuihhh dia mah udah lama bingit Shan naksir sama Cha, kalau gak salah waktu Cha jalan sambil senyum-senyum sendiri gitu pas masuk ke dalam sekolah." Malah Bimo yang menjawab.


Yoga diem aja, dia fokus membawa mobil, sambil berfikir, "hmm siapa cowok itu, dimana Cha mengenalnya. Oh..pantes, karena ini kenapa Cha menolak qu? Baiklah, aq tidak akan menyerah begitu saja, tapi....tunggu sepertinya aq pernah melihat cowok itu, mmmmm dimana ya..? hmmm" Yoga mengingat-ingat dimana dia ketemu cowok itu.


Shanti dan Bimo memperhatikan Yoga yang ngomong sendiri, mereka saling pandang dan Shanti menunjuk Yoga menggunakan dagunya, "kenapa tuh Yoga, Bim..?"


Bimo mengangkat kedua bahunya tanda, bahwa dia tidak tau. Mereka lebih memilih diem dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Dilain tempat, Cha dan Binyu masuk ke dalam mobil. Binyu tersenyum melihat Cha, lalu dia menggenggam tangan Cha dan mengecupnya.


"Sayang, abang kangen banget, maaf ya abang gak ngasih tau mau jemput kamu," kata Binyu. Lalu dia mengambil paper bag dari jok belakang dan menyerahkannya kepada Cha.

__ADS_1


"Sayang nih, abang bawakan oleh-oleh buat kamu, dan ada juga oleh-oleh dari mama, kemaren abang nitip sama mama abang, pas lagi di Paris." kata Binyu.


"Wah apa nih bang, kenapa harus repot-repot, Cha kan gak minta dibawain oleh-oleh. Loh dari mama, maksudnya mama tau tentang hubungan kita bang?" tanya Cha dengan sumringah nerima paper bag itu.


"Iya sayang, abang cerita kalau abang lagi deket sama seseorang, mama jadi penasaran pengen kenal, apa kamu siap kenalan sama mama abang..?" tanya Binyu berbohong. Padahal oleh-oleh itu dia yang bawa ketika jalan-jalan sama calon istrinya pas ke Pa***, mereka bersenang-senang dengan uang taruhan kemaren. Binyu menyunggingkan bibirnya sebelah.


"Duh tar aja deh ya bang, Cha blom siap, karena masih sekolah, nanti kalau udah tamat sekolah baru Cha mau dikenalin sama keluarga abang ya..." kata Cha yang melihat paper bag nya.


Binyu menatap Cha dan perlahan-lahan dia memajukan tubuhnya ke arah Cha dan langsung ******* bibir manis Cha. Cha diem terpaku, antara seneng dan kaget dan marah tp tubuhnya merespon ciuman yang diberikan Binyu. Tangan Binyu mulai berselancar mengelus pipi Cha lalu membuka kancing baju dan meremas dada montok Cha, Cha menggeliat dan mendesah dalam ciuman. setelah puas dengan si kembar, tangan Binyu mulai meraba paha Cha yang mulus, jemarinya mengelus paha Cha hingga sampai ke area kenikmatan Cha, tangan Binyu terus meraba-raba lubang kenikmatan Cha sehingga Cha mendesah "ahhhhhhh.."


Binyu terus ******* bibir cha, kemudian dia turun ke gundukan kembar yang menggoda, Binyu menjilati dan menghisapnya. Cha yang sudah mulai basah di bagian bawahnya, langsung mendorong Binyu. Dia tersadar dan langsung membenahi kancing bajunya sambil nafasnya menderu ngos-ngosan.


"Maaf sayang, abang kelepasan, abang kangen banget sama kamu, walaupun abang jauh dari kamu tapi setiap mengingat wajah kamu, abang kangen dan pengen terus memeluk kamu Cha, atau kita nikah aja sayang biar bisa tiap hari main kuda-kudaan, gimana sayang?" Binyu menatap Cha, iya menunjukkan wajah melasnya, agar Cha percaya dan tidak marah atas perlakuannya barusan.


"Cha masih sekolah bang, tar kalau Cha udah kelar kuliah baru abang boleh lamar Cha, sabar ya bang..." Jawab Cha dengan wajah seriusnya.


"Hehehehe, ya udah Cha buka oleh-olehnya tar dirumah aja ya bang, sekarang kita pulang yuk." ajak Cha yang sengaja mengalihkan pembicaraannya Binyu.


Di sepanjang jalan, Cha senyum-senyum memikirkan adegan tadi. Dia menikmati sentuhan yang diberikan Binyu, tapi dia masih sadar agar tidak melakukan terlalu jauh.


Binyu sesekali melirik Cha yang sedang melihat jalanan. Dalam bathin Binyu berkata, " Duh nih cewek susah juga, kapan gw bisa buka segel nya. Kayaknya gw harus lebih gencar nih buat ngerayu dia dan memberikan hadiah-hadiah supaya dia klepek-klepek, atau gw kasih obat perangsang aja ya, ah.... tar gw pikirin lagi gimana caranya bisa menikmati cewek perawan."


Akhirnya mereka sampai juga di depan gang rumah Cha. Ternyata tidak jauh dari gang Cha, mobil Yoga juga berhenti di depan rumah Shanti, karena Yoga dan Bimo yang akhirnya mengantar Shanti.


Cha turun dari mobil dan Binyu pun langsung tancap gas. Tiba-tiba ketika Cha hendak masuk dalam gang ada seseorang yang memanggil namanya.


"Kok sepertinya gw kenal tuh suaranya." Cha berhenti lalu menoleh kesamping, ternyata Yoga yang memanggilnya.

__ADS_1


"Cha, ntar malem, kamu aq tlp ya, ada yang mau aq bahas sama kamu." kata Yoga


"Mmmmm kalau boleh tau tentang apa ya Ga?" tanya Cha yang kebingungan.


"Tar malem aja ya bahas nya, nih aq mau pulang, kan harus anter Bimo lagi, mana udah kelaparan nih, jadi malem aq tlp ya Cha." jawab Binyu cengengesan sambil memegang perutnya yang kelaparan.


"Iya deh Ga, tar lo tlp aja, mudah-mudahan gw blom titidur ya Ga, hehehehe." Cha pun cengengesan menjawabnya.


"Ok Cha, bye....sampai tar malem." Yoga melambaikan tangannya dan berbalik arah menuju mobilnya. Kemudian mobil Yoga pergi dari lokasi rumah Cha.


Cha pun berjalan dan sampailah di depan rumahnya.Ternyata adik Cha sedang menyapu teras, dan Cha masuk nyelonong begitu saja tanpa menghiraukan adiknya yang berada di teras.


"Ngucapin salam kek, main nyelonong aja masuk." kata Sika adik Cha.


Cha cuek aja dan langsung masuk kedalam kamarnya. Dia takut kalau adiknya melihat nya menenteng paper bag, tar bisa banyak pertanyaan, bisa-bisa ketahuan sama mama, begitulah pikir Cha. Sampai dalam kamar, Cha buru-buru memasukkan paper bag tersebut ke dalam lemari pakaian, dia tidak berniat untuk melihat isinya. Cha akan membukanya ketika malam hari, pas semua orang sudah pada tidur.


Di tempat lain Binyu sedang mengendarai mobilnya kembali ke kantor. Dalam perjalanan Binyu bertelponan sama Anggita calon istrinya.


"Iya honey, nih mas baru selesai makan siang diluar, mas kangen sama kamu honey...pengennnn." kata Binyu dengan suara mendesah nya.


"Aq terbang kesana ya mas, biar bisa muasin kamu terus, tar kamu nyari yang lain disana mas." kata Anggita dengan suara manjanya.


"Gak usah honey..., mas aja yang ke sana tar kalau mas bisa libur ya, kita tahan aja ya honey qu...." kata Binyu sambil memberikan ciuman lewat handphone.


"Honey udah dulu, mas mau lanjut kerja lagi ya, bye honey...emmmuach." Binyu memberikan ciuman yang lama kepada Anggita.


"Bye honey...tar malam VC ya mas, pengen..." kata Anggita.

__ADS_1


"Ok honey" Binyu pun menyudahi tlp nya dan masuk ke kantor nya.


__ADS_2