
Hari yang dinantikan datang juga. Hari ini Cha memilih berangkat dari jalan belakang rumahnya. Dan disana sudah menunggu Mobil Yoga. Padahal mereka tidak ada janjian mau berangkat bareng.
Yoga keluar dari mobilnya, dan melambaikan tangannya kearah Cha.
"Ayuk buruan naik yanx, jangan sampai Binyu melihat kamu jalan dari belakang rumah," kata yoga.
"Loh emang kenapa Ga, apa kamu melihat Binyu di depan gang?"
"Yup bener sekali tebakanmu Cha. Aq melihatnya di depan gang rumahmu. Ternyata dia sangat berambisi dengan mu yanx." Lalu Yoga menarik tangan Cha agar segera masuk ke dalam mobil.
"Aq ingin lihat Ga, apa mobil nya masih disitu." Cha penasaran dengan apa yang dikatakan Yoga.
"Pak, lewat jalan tadi aja ya, tapi nanti pas tikungan, agak dipelankan ya pak mobilnya," kata Yoga kepada supirnya.
"Siap nak Yoga." Pak supir yang bernama Yos tersenyum lewat kaca spion didalam mobil.
Ketika mobil melewati tikungan, mobil pun berjalan pelan sekali. Mereka melihat kesamping jalan, ternyata mobil Binyu masih disana. Yoga menyuruh Pak Yos untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
"Ga, nanti kamu jangan sampai kehilangan jejak qu ya, aq gak mau kejadian di Villa terulang lagi," kata Cha.
Yoga membelai rambut lembut Cha. Dia tersenyum dan berkata. "Cha, aq udah mempersiapkan segalanya. Kamu gak usah khawatir ya yanx." Yoga menggenggam tangan Cha.
Mereka terus membahas tentang Binyu. Tanpa sadar mereka sudah sampai di parkiran sekolah.
"Nak Yoga, kita sudah sampai di sekolah," pak Yos memberitahukan kepada Yoga kalau mereka harus segera masuk sekolah.
"Eh iya pak makasih. Yuk Cha kita masuk. Keburu Binyu kemari. Bahaya kalau dia lihat kamu bareng aq," kata Yoga.
Mereka berjalan menuju sekolah. Yoga mengantarkan Cha ke dalam kelasnya. Yoga melihat meja Irfan masih kosong. Ternyata Irfan belom datang. Cha juga menoleh kemeja Irfan yang masih kosong. Cha merasa lega, kalau tidak bisa perang dingin antara Yoga dan Irfan jika mereka bertemu.
"Ya udah Cha, aq ke kelas qu ya. Kamu yang fokus belajar. Jangan pikirin pertemuan nanti. Tenang aja, ada Aq dan Bimo kok," Yoga mengusap-usap rambut Cha yang indah.
"Cie cie....ada yang lagi kasmaran nih...," celetuk salah satu siswi yang lagi ngumpul di meja bagian belakang. Mereka adalah kumpulan ciwik-ciwik tukang gosip.
"Cha jangan diembat semua dong....Masa Yoga iya, trus Irfan juga. Hadehhh laku amat sih Cha. Pakai pelet apa sih..? Mau dong di bagi peletnya, biar Yoga kepincut sama aq," kata ketua geng mereka. Yang lainnya pada ketawa-ketawa mendengar ucapan ketuanya.
Yoga dan Cha tidak menggubris omongan ciwik-ciwik tukang gosip.
"Gak usah dengerin ya yanx..," bisik Yoga ditelinga Cha. Cha yang tadinya kesel jadi merinding karena hembusan nafas Yoga terasa di telinganya. Dia pun langsung mengusap-usap telinga nya yang kegelian.
__ADS_1
"Geli tau Ga, kamu bisik-bisik begitu," kata Cha.
Yoga tersenyum jahil dan berkata, "wajah kamu kenapa merah merona gitu?"
"Gak kok, biasa aja. Mana ada, udah gih kamu masuk ke kelas mu," Cha salah tingkah melihat Yoga menggodanya.
"Iya deh, tar ketemu dikantin ya yanx, aq ke kelas dulu ya." Yoga pergi meninggalkan kelas Cha dan menuju kelasnya.
Didalam kelas, Yoga sudah ditunggu sama Bimo. Bimo sengaja datang cepat, agar bisa membahas tentang rencana mereka nanti.
"Ga, Lo udah suruh orang bayaran Lo untuk berjaga di depan sekolah kan?" tanya Bimo.
"Udah Bim, mereka sudah tau tugasnya kok. Aq juga menyuruh mereka mengikuti Binyu mulai dari rumah Cha tadi," kata Yoga.
"What...! Binyu ke tadi pagi jemput Cha?" Bimo menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Wah dia begitu terobsesi dengan Cha ya. Gila, sampai segitunya. Aq curiga dia punya maksud tertentu Ga, kita harus waspada," kata Bimo curiga.
"Aq pun berfikir hal yang sama Bim. Kayaknya dia itu punya tujuan. Kita lihat nanti saja Bim, apa yang mau dilakukan Binyu." kata Yoga yang sedang melihat ponselnya. Ada informasi yang diberikan suruhannya tentang Binyu.
Bel masuk berbunyi. Pak guru masuk ke dalam kelas. Mereka mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Beberapa menit kemudian, Yoga pamit ijin ke toilet. Dia keluar dari kelas menuju toilet. Namun ditoilet di tidak masuk ke dalam. Tapi dia berdiri di depan toilet menerima panggilan telepon dari suruhannya.
"Apa yang sudah kalian temukan? Dan bagaimana perkembangannya?" tanya yoga kepada suruhannya.
"Pantau terus pergerakannya, jangan sampai kecolongan, ingat itu," tegas Yoga.
Yoga kembali ke dalam kelas, dia menatap Bimo dan memberi isyarat mengangguk saja. Bimo pun mengerti dengan arti anggukan Yoga.
Akhirnya bel istirahat berbunyi. Yoga dan Bimo menuju kantin untuk menemui Cha. Namun sebelum sampai di kantin, seseorang memegang pergelangan tangan Yoga.
"Ga, kenapa sih, Lo terus-terusan ngejar Cha! Emang apa hebatnya sih dia? Dia itu cewek kuper yang aneh," kata seorang siswi yang bernama Nita.
Nita adalah siswi yang tercantik dan populer disekolah mereka, dan dia adalah ketua geng yang isinya siswi-siswi cantik dan populer juga. Mereka tergabung dari 7siswi. Nita dan beberapa siswi berasal dari kelas Cha. Sedangkan yang lainnya berasal dari kelas lain. Nita dari dulu sejak kls 1 sudah tertarik dengan Yoga hingga saat ini. Dia tau kalau Yoga sudah lama menyukai Cha. Namun dia tidak pantang menyerah untuk membuat Yoga tertarik kepadanya. Hingga saat ini dia berusaha tapi Yoga sama sekali tak menggubrisnya.
"Apaan sih Lo, tiba-tiba datang. Nih lagi apaan megang-megang tangan Yoga segala," kata Bimo yang menarik tangan Nita dari lengan Yoga. Sebelum Yoga menghempaskan tangan Nita, ternyata Bimo sudah duluan menariknya. Jadi Yoga tidak perlu repot-repot melakukannya.
Yoga dan Bimo melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin tanpa menghiraukan umpatan dan pandangan Nita terhadap Yoga. Nita yang dicuekin, merasa kesal dan mengumpat, "Sialannnn Lo Cha...., awas kalian bakal gw balas penghinaan ini, lihat aja nanti," kata Nita tersenyum sinis melihat Yoga.
"Ga, kayaknya tuh cewek naksir berat deh sama Lo. Lo musti hati-hati sama dia," kata Bimo yang mengingatkan Yoga.
__ADS_1
"Heum, gw tau kok Bim. Dari dulu dia berusaha buat gw suka sama dia. Dia keponakan Kepala Sekolah kita," kata Yoga.
"Waowww pantes aja tuh anak belagu ya, ternyata oh ternyata dia punya backing, Oalah," Bimo geleng-geleng kepala.
"Udah yuk gak penting bahas tuh anak. Yang penting sekarang kita ketemu Cha," Yoga berjalan cepat.
"Kita atau Lo nih yang udah gak sabar pengen ketemu Cha hehehe," goda Bimo sambil mencuil tangan Yoga.
Yoga tak menghiraukan omongan Bimo. Dia terus berjalan hingga mereka sampai di kantin. Yoga mengedarkan pandangannya. Dia melihat Cha sedang menikmati mie ayam kesukaan nya.
"Tuh anaknya, yuk kita kesana," ajak Yoga yang segera menghampiri Cha.
"Hei...kenapa kalian lama sekali?" tanya Cha.
"Biasa dijalan ada aja gangguan ciwik-ciwik cantik," Binyu mengikut lengan Yoga.
Cha yang mendengar ucapan Bimo, langsung mengernyitkan dahinya. Wajahnya seketika cemberut tapi berusaha tidak diperlihatkan Cha.
Yoga yang melihat perubahan wajah Cha, langsung duduk di samping Cha. Dia tersenyum dan mengacak-acak rambut Cha.
"Gemesin banget kalau lagi cemburuan, pengen di cium," goda Yoga.
"Ih...apaan sih, ganjen deh," Cha pura-pura ngambek padahal dalam hatinya seneng dengan sikap Yoga.
"Jadi gimana nanti, apakah Binyu jadi datang kesekolah kita?" tanya Bimo kepada Cha yang melumerkan suasana.
"Tadi Binyu ngirim aq pesan Ga, dia mengingatkan qu untuk tidak lupa ketemu sama dia," kata Cha.
"Tuh cowok ngebet banget Cha sama Lo. Heran gw. Semua pada suka sama Lo. Gak Yoga, gak Irfan, cowok populer disini semua naksir Lo. Syukur gw nggak, kalau gak bisa bonyok gw dibuat si Yoga, hehehe," Bimo cengengesan menatap wajah Yoga yang menatapnya tajam.
"Berarti kalau Yoga tidak marah, Lo naksir dong sama gw Bim," goda Cha sambil melirik Yoga.
Yoga menatap Cha tajam. Ingin rasanya dia ******* bibir Cha yang pinter sekali menggoda Bimo.
"Eh eh ng..nggak gitu Cha," Bimo salah tingkah, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia terjebak dengan ucapannya sendiri.
"Cha, aq harap kamu harus hati-hati nanti ketika berdua dengan laki-laki itu."
"Iya Ga, aq akan berhati-hati. Yang penting kalian tetep mengawasi qu dari jarak jauh. Dan jangan sampai kehilangan jejak qu. Aq takut kalau Binyu berbuat nekat," Cha bergidik membayangkan hal-hal yang buruk yang dilakukan Binyu.
__ADS_1
Mereka bertiga menikmati kebersamaan untuk membahas tentang Binyu. Hingga bunyi bel sekolah membubarkan mereka. Cha dan Yoga serta Bimo masuk ke kelas masing-masing.
Ditempat lain, Binyu yang sedang bekerja, sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Cha. Dia sudah merencanakan sesuatu untuk menghancurkan Cha. Sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan oleh Cha. Namun apakah rencananya itu berhasil...?