Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Menikmati waktu berdua


__ADS_3

Setelah Zain berbincang-bincang dengan Omanya di dalam kamar itu, dia pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya melihat Cha.


"Oma, Zain mau kembali ke kamar dulu. Zain mau lihat apakah Cha sudah bangun atau belom. Karena Zain janji akan membawa Cha hari ini jalan-jalan sebelum kembali ke Indonesia," ucap Zain yang beranjak dari tempat tidur Omanya.


"Pergilah sayang, Oma akan melanjutkan istirahat Oma disini. Selamat bersenang-senang Zain," balas Omanya dengan senyuman lembutnya.


Zain berjalan keluar dari kamar Omanya. Dia menuju kamarnya dimana Cha sedang tidur terlelap tadinya. Lalu Zain membuka pintunya, dan mendapatkan ruangan yang kosong.


Zain pun melangkah masuk dan melihat sekeliling ruangan namun tidak menemukan sosok yang dicarinya.


"Kemana Cha?" Zain mencari Cha di balkon namun tidak ada. "Apa dia di dalam kamar mandi?" pikir Zain.


Lalu Zain berjalan kearah kamar mandi dan mencoba membuka pintunya. Saat Zain membukanya, dia melihat pemandangan yang membuatnya bergetar dan jakunnya naik turun menelan salivanya. Matanya terus menatap ke sosok yang dicarinya dengan tubuh polos di dalam bathup.


Zain buru-buru menutup pintunya sebelum Cha menyadari kehadirannya. Zain mencoba menormalkan degup jantungnya dan menahan hasratnya untuk tidak mengingat penampakan yang menggugah gairahnya. Zain kembali berjalan kearah sofa untuk menonton TV agar pikirannya tak mengarah ke sosok Cha.


Saat Zain menonton TV, Cha keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Zain yang sedang menonton.


"Zain, kapan kamu kembali?" tanya Cha saat melihat Zain.


"Aku baru saja kembali Cha. Dan tadi aku tidak melihatmu, dikamar ini, jadi aku pikir pasti kamu lagi di dalam kamar mandi," jawab Zain yang tidak menoleh kearah Cha.


"Oh...Zain, apakah hari ini kita jadi jalan-jalan? Aku ingin menikmati pemandangan sore hari di Paris ini. Dan aku ingin mengabadikan moment-moment terindah saat berada di Paris. Apakah kamu mau melukisku Zain?" tanya Cha dengan semangat.


Zain langsung menoleh kearah Cha dari balik sofanya. Dia melihat Cha yang sudah berpakaian cantik.


"Kamu ingin aku melukismu sayang?" tanya Zain senyum-senyum.


"Iya Zain, aku ingin kamu melukisku dihadapan ku," pinta Cha sambil berjalan menghampirinya.


"Kemarilah Cha."


Cha duduk disamping Zain dan menghadapnya. Cha sedikit malu-malu saat Zain menatapnya.


"Kenapa wajah kamu seperti itu Cha? Apakah kamu malu kalau aku menatapmu dengan jarak dekat begini?" goda Zain tanpa senyum.

__ADS_1


"Tidak juga Zain. Aku sudah biasa seperti ini sama kamu," kilah Cha.


"Oh ya...!" seru Zain yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Cha.


Cha semakin malu dan membuang mukanya kesamping. Dan itu membuat Zain semakin gemas melihatnya.


Lalu Zain memegang dagu Cha dan mengembalikan posisi wajah Cha menghadap kearahnya sehingga bibir mereka bersentuhan.


Cha menutup matanya, jantungnya seakan melompat saat Zain menempelkan bibirnya dan mulai melum** nya dengan sangat lembut. Cha terhanyut dalam pagutan mereka. Zain sangat pinter melakukannya.


Cha terbuai dan kesadarannya hampir hilang, jika Zain tidak melepaskannya. Zain menempelkan keningnya dengan kening Cha, lalu dia berucap,


"Aku sangat mencintaimu Cha. Hiduplah bersamamu selamanya sampai mau memisahkan kita," Zain memejamkan matanya merasakan hembusan nafas Cha yang wangi.


Cha pun melakukan hal yang sama, dia bisa merasakan hembusan nafas Zain.


"Zain, aku juga akan mencintaimu seumur hidupku. Mari kita membangun hubungan kita hingga menjadi keluarga yang utuh," pinta Cha dengan harapan yang besar.


"Iya sayang, aku akan mengabulkannya. Sekarang kita berangkat jalan-jalan ya," ucap Zain tulus.


"Iya Zain."


"Oma....!" panggil Zain saat masuk ke dalam kamarnya.


Ternyata Omanya sedang tertidur pulas di dalam kamarnya. Zain tidak ingin mengganggu tidur Omanya.


"Sayang, Oma lagi istirahat. Ayo kita berangkat saja."


"Iya Zain. ayo berangkat."


Mereka pun meninggalkan kamar Omanya dan berjalan keluar kearah mobil Zain. Sesampainya di depan, Zain dan Cha masuk ke mobil.


Mobil pun segera melaju ke jalanan. Zain akan membawa Cha ke tempat yang sangat romantis di kota Paris ini. Mereka berkunjung ke Menara Eiffel, dan ke tempat-temoat lainnya yang sangat romantis.


"Zain, aku ingin pergi ke suatu tempat, yang katanya banyak pasangan yang datang ke tempat itu dan mengunci gembok beraneka warna yang sudah ditulisi dengan inisial nama mereka dengan maksud turut mengunci cinta mereka. Setelah itu, kunci gembok tersebut dibuang ke Sungai Seine yang berada di bawah Jembatan itu untuk mengabadikan cinta mereka. Apakah kamu tau dimana tempatnya Zain?" tanya Cha penuh semangat.

__ADS_1


"Tentu sayang, ayo kita jalan ke sana, setelah itu aku akan melukismu di tempat lainnya," jawab Zain.


Akhirnya mereka pergi ke tempat yang diinginkan Cha. Dan meninggalkan Menara Eiffel. Zain sangat bahagia melihat keceriaan diwajah Cha yang sudah mulai kembali. Dan hal itulah yang diinginkan Zain saat melihat Cha.


Sedangkan Cha, dia berusaha melupakan segala ketidak nyamanan dalam kehidupannya. Dan Cha ingin mengubur masa lalunya bersama Yoga.


Akhirnya mereka sampai ditempat yang dimaksud Cha yaitu Pont des Arts. Cha ingin mengambil mengunci beberapa gembok yang berinisial nama Zain dan Yoga. Dan dia akan membuang kuncinya kesungai yang berada dibawah jembatan. Dimana kunci itu lambang cinta abadinya terhadap Yoga dan Zain. Kunci cinta abadi Yoga untuk masa lalu sedangkan kunci cinta abadi Zain untuk masa depannya.


Zain melihat apa yang dilakukan Cha saat ini. Dia tidak ingin protes atas tindakan Cha. Justru dia mendukungnya.


"Sudah selesai Cha, gimana sekarang perasaanmu, apakah sudah lega?" tanya Zain dengan senyumannya.


"Heum, aku lega Zain, maaf kalau aku harus mengunci gembok atas namanya dan membuang kuncinya ke sungai itu. Aku harap kamu tidak marah Zain," pinta Cha dengan merasa tak enak.


"Aku gak marah Cha. Kalaupun cintamu abadi untuknya sebagai masa lalu, itu hak kamu. Yang penting bagiku, kamu mencintaiku saat kemaren dan kedepannya hanya ada aku dihatinya kamu," Zain mengatakannya dengan senyuman tapi setiap katanya penuh tekanan.


cheat menyadari jika Zain tidak ingin Cha mengingat masa lalunya lagi. Bagaimanapun dia akan memulai kehidupan barunya bersama Zain.


"Kamu akan selalu dihatiku Zain sampai selamanya. Aku mencintaimu Zain," ucap Cha sambil memeluknya di depan banyak orang.


Zain merasa puas dengan apa yang dilakukan Cha terhadapnya. Ada kebahagiaan yang tergambar dari mata Zain yang berbinar bahagia.


"Aku tau itu Cha," balas Zain. Dan dia pun memeluk Cha dengan eratnya.


Mereka tak memperdulikan orang sekitarnya. Zain dan Cha mengabadikan moment itu di dalam ponsel Zain.


Setelah selesai dari tempat itu, Zain mengajak Cha ke tempat yang banyak ditumbuhi bunga-bunga cantik.


"Pasti tempatnya sangat bagus ya Zain?" tanya Cha.


"Tentu sayang, aku akan melukismu di tempat itu. Dan ini adalah lukisan pertamaku dengan objek yang nyata."


"Aku akan menyimpannya Zain seperti lukisan kemaren yang kamu berikan ke aku saat perpisahan kita dulu," ucap Cha.


"Itu harus sayang. Karena itu adalah karyaku hanya untukmu," balas Zain sambil menggenggam tangan Cha di dalam mobilnya.

__ADS_1


"Aku sangat beruntung menjadi objek lukisanmu Zain."


"Ya, kamu wanita yang beruntung dan aku laki laki yang beruntung mendapatkan cintamu," Zain mengecup punggung tangan Cha dengan mesra.


__ADS_2