Kasih Sayang Yang Tertunda

Kasih Sayang Yang Tertunda
Tlp dari Zain


__ADS_3

Hai pembaca setia kisah Cha..., Saat ini penulis sedang banyak aktifitas dirumah. Jadi waktunya untuk menulis agak terhambat. Karena kalau menulis novel itu, kita harus dalam keadaan fokus, tenang agar bisa berimajinasi dengan baik dan menghasilkan cerita yang nyambung.


Jadi dukung terus ya author agar semangat, jangan lupa berikan Vitamin LIKE, VOTE, HADIAH dan Komennya agar author bisa memperbaiki cerita dan tulisannya.


Yuk ikutin terus cerita Cha anak Broken Home ya...


Ina mencoba menghubungi mamanya.


"Assalamu'alaikum, ada apa Na?" tanya mamanya.


"Wa'alaikumussalam ma. Mama lagi istirahat ya?" tanya Ina balik.


"Nggak nih lagi tidurin adek kamu," jawab mamanya.


"Ma, Ina cuma mau kasih tau bahwa Cha sudah lulus masuk di universitas yang terkenal. Dia jadinya ngambil sastra Jepang. Dan sekarang kami sudah berada di rumah temannya Cha. Besok juga Ina akan balik ke Jakarta ma," jelas Ina detail.


"Oh iya, syukurlah. Gimana dengan perlengkapan dia dirumah temannya?" tanya mamanya lagi.


"Semua udah Ina lengkapi kok ma


Jadi Cha tinggal menjalankan kuliahnya," jawab Ina sambil rebahan di tempat tidur.


"Ya udah pesan kan sama Cha, jangan melanggar apa yang sudah mama sampaikan ke dia. Dan jaga diri baik-baik disana. Bilang ke dia ya Na," suruh mamanya agar Ina mengingatkan Cha.


"Iya ma, nanti Ina ingatkan lagi ke dia," balas Ina.


"Ya udah ma, Ina cuma mau nyampaikan itu aja. Mama sehatkan disana?" tanya Ina perhatian.


"Alhamdulillah sehat Na," jawab mamanya yang merasa senang diperhatikan anaknya.


"Kalau gitu Ina matikan ya ma tlp nya, assalamu'alaikum," ucap Ina menyudahi obrolannya.


"Wa'alaikumussalam," sahut mamanya dan mematikan ponselnya.


Setelah memberitahukan kepada mamanya tentang Cha. Ina pun ikutan merebahkan tubuhnya disamping Cha. Dia mencoba menutup matanya untuk beristirahat sejenak.


Malam pun tiba. Ina dan Cha sudah bangun dan bergabung bersama Shanti dan eyangnya diruang tengah.


"Gimana, enak kan tinggal disini?" tanya eyangnya Shanti.


"Iya eyang, nyaman kok ditinggal disini," jawab Ina sambil tersenyum.


"Ini kakak nya Cha, katanya mau balik besok ya. Emang disana nak Ina ini bekerja ya ?" tanya eyangnya lagi.


"Iya eyang, insyaallah besok saya balik ke Jakarta, karena saya izin cuma 4 hari aja eyang," jawab Ina singkat.


" Oh..gitu toh. Jadi ndak bisa lama-lama ya di Jogja nya," sambung eyang Shanti.


"Iya eyang," sahut Ina


"Shanti....! Udah siap blom makan malamnya?" tanya eyang nya meneriakin Shanti yang berada di dapur bersama bibinya.


"Ini udah siap eyang," sahut Shanti dari arah dapur.


"Ya udah sekarang kita makan yuk, udah disiapkan Shanti semuanya," ajak eyangnya menuju meja makan.


Cha dan Ina mengikuti eyang ke meja makan. Disana sudah ada Shanti melihat kedatangan mereka.


"Ayok kak Ina kita makan malam. Ini apa adanya ya hidangannya," ucap Shanti mempersilahkan mereka makan.


"Ah gak apa-apa kok Shan. Nyantai aja, ini juga udah banyak loh hidangannya," sahut Ina sambil duduk.

__ADS_1


Cha hanya memperhatikan obrolan antara Ina dan Shanti. Dia lebih memilih diam, karena melihat ekspresi Shanti yang kurang bersahabat dengannya membuat Cha malas nimbrung dalam obrolan mereka.


Selesai makan, Cha lebih memilih masuk ke dalam kamar. Sedangkan Ina bersantai dengan Shanti di depan teras bertiga sama saudaranya yang kemaren dipinjemin motor.


Didalam kamar, Cha merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dia membuka ponselnya dan melihat-lihat isi pesan nya. Dia tersenyum kala melihat pesan dari orang yang tak dikenalnya.


"Hmmm siapa sih ini yang ngirim pesan, buat gw penasaran aja," gumam Cha sambil senyum-senyum.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Cha terkejut dan hampir melemparkan ponselnya.


"Asem nih ponsel, berdering tiba-tiba. Buat gw kena serangan jantung aja," celetuk Cha dengan sendirinya. Dia melihat siapa yang menghubunginya. Lagi-lagi tidak ada nama yang tertera di layar ponselnya.


Awalnya Cha males mengangkat tlp nya. Tapi karena suara nya berisik, akhirnya Cha mengangkat tlp nya dengan malas.


"Hallo siapa ini?" tanya Cha tanpa mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum sayang," sapa orang yang diseberang tlp.


Cha mendengar suara laki-laki. Dia mencoba mengingat siapa pemilik suara itu.


"Hei kenapa gak dijawab salam ku Cha. Gak baik loh gak jawab salam orang," sindir laki-laki itu.


"Wa'alaikumussalam," jawab Cha males-malesan.


"Kayak gak semangat gitu jawab salamnya. Kamu lagi ngapain sayang?" tanya laki-laki itu yang merasa sok akrab.


"Kamu siapa? Tlp orang gak kasih tau namanya," ketus Cha.


Laki-laki itu bukannya marah tapi dia senyum-senyum sendiri di seberang tlp nya.


"Kamu gemesin banget ya. Coba dekat disini, pasti udah aku cium kamu sampai ngos-ngosan," ucap laki-laki itu dengan menggoda Cha.


"Hehehe, aku seneng bisa buat kamu penasaran. Emang kamu gak ingat ya dengan suara ku?" tanya laki-laki itu.


"Iya gak ingat, jawab aja kamu siapa?" jawab Cha dengan sangat ketus dan judes.


"Kalau aku kasih tau, kamu bakalan kenaserangan jantung gak ya.... Tapi kamu gak punya penyakit jantung kan," ledek laki-laki itu sambil cekikikan diseberang tlp.


"Aisshh kamu itu ya, kok bertele-tele sih jawabnya. Kalau gak mau kasih tau, aq matiin ini tlp nya," ancam Cha.


"Jangan galak-galak dong sayang. Emang kamu gak kangen ya sama aku. Aku tuh kangeeeen banget sama kamu Cha," ucap si laki-laki itu.


Dalam benak Cha, "Siapa sih laki-laki ini. Kok dia merasa dekat banget sama gw,"


Cha berusaha mengingat-ingat suara laki-laki itu.


"Apa dia...,Zain...!" seru Cha tak percaya.


"Hai sayang, akhirnya kamu ngenalin suaraku juga," ucap Zain senang.


"Ka..kamu benaran Zain?" tanya Cha gak percaya. Ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan terharu dengan kedatangan Zain melalui komunikasi.


"Iya sayang, nih aku. Pasti kamu senang kan aku menghubungi mu," ucap Zain dengan percaya dirinya.


"Biasa aja kok," bohong Cha.


"Bener biasa aja, itu di mulut tapi tidak dihatinya kan..!" goda Zain.


"Gak ah, benaran kok biasa aja," ucap Cha dengan berbohong. Tentu saja Cha sangat senang bisa mendengar suara Zain.


" Hmmm, berarti kamu gak kangen ya sama aku?" tanya Zain pura-pura merajuk.

__ADS_1


"Ka..kangen sih," ucap Cha dengan malu-malu. Syukurnya Zain tidak berada di depannya. Kalau tidak sudah terlihat penampakan wajah merah seperti kepiting rebus.


"Coba bilang sekali lagi Cha! Aku pengen mendengarnya," ucap Zain bahagia.


"Gak ada siaran ulang. Emang berita bisa diulang lagi," jawab Cha mulai ketus lagi.


"Hehehe, aku seneng mendengar Cha, ternyata kamu kangen juga dengan ku," ucap Zain.


"Gimana khabar kamu disana Zain?" tanya Cha yang perduli.


"Alhamdulillah Cha, aku sehat-sehat aja disini. Kadang sih suka gak konsen kerja karena mengingat kamu," goda Zain.


"Dasar tukang gombal," celetuk Cha.


"Beneran loh sayang. Aku gak bisa lupain kamu. Apalagi ciuman panas kita, rasanya pengen mengulang terus seperti lagu yang bisa diulang terus-terusan," ucap Zain jahil.


"Apaan sih. Bisa-bisanya kamu mengingat hal memalukan itu," ucap Cha malu.


"Kenapa memalukan. Itu menyenangkan loh sayang. Kalau seandainya aku ada di dekat kamu, hmmm udah habis deh kamu aku buat," Zain mulai membuat Cha kesal.


"Emang makanan dihabisin," balas Cha sewot.


"Hahahaha, kamu tambah gemesin aja," sahut Zain.


Tiba-tiba Zain melakukan panggilan video call. Cha kaget melihat dilayarnya panggilan vcdari Zain. Cha pun memberanikan dirinya menjawab vc dari Zain.


"Hai sayang," sapa Zain dengan melambaikan tangannya. Zain sedang berada didalam kamarnya tanpa menggunakan baju atasan. Sehingga Cha bisa melihat tubuh sexy Zain.


"Oh ya ampun Zain....mataku ternoda," ucap Cha dengan malu-malu.


"Ternoda tapi kamu pandangin terus tubuhku Cha. Awas jangan dilihatin terus, nanti gak bisa tidur," goda Zain dengan senyum nakalnya.


"Kamu ih, pakai bajunya," ketus Cha.


"Udah seperti ini aja. Biar kamu bisa puas mandangin tubuhku," ucap Zain.


"Aisssh mesum banget kamu," sewot Cha dengan memanyunkan bibirnya.


"Aku boleh gak cium kamu dari jarak jauh Cha. Kangen loh," ucap Zain berharap.


"Gak boleh," bantah Cha.


"Boleh-boleh-boleh," balas Zain. Akhirnya tanpa permisi Zain memberikan ciuman sayangnya kepada Cha.


"Emmmuach, Zain mencium Cha dengan menempelkan bibirnya diponsel.


"Zaaaainnn!" teriak Cha kesal karena malu.


"Hehehe," Zain hanya cengengesan melihat wajah Cha yang tambah cantik.


"Kamu tambah cantik aja ya sayang. Nanti kalau aku ke Indonesia, aku mau menemui kamu yang pertama," ucap Zain.


Ketika mereka asyik vc dengan canda dan tawa, Ina tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


Cha kaget, dan spontan dia mematikan vc nya. Cha gak mau kalau Ina melihatnya sedang vc an sama laki-laki. Bisa-bisa bahaya nantinya.


"Lah ngapain kamu dek?" tanya Ina heran melihat Cha yang gugup.


"Ah gak ngapa-ngapain kok kak.


Tiba-tiba ponsel Cha berdering lagi. Cha segera keluar dari dalam kamarnya menerima panggilan tlp nya.

__ADS_1


__ADS_2